Apa yang dimaksud dengan bodoh
Seorang Guru yang bijaksana tidak sepatutnya mengeluarkan
perkataan “Dasar kamu anak yang bodoh ,sudah berkali-kali diajari tidak
mengerti”. melihat kejadian seperti itu kita semua menjadi ikut
prihatin. Pertama-tama perlu kita pahami bersama bahwa anak “bodoh” pada
dasarnya ada dua macam yaitu
bodoh “semu” dan bodoh “sungguhan”.
bodoh “semu” dan bodoh “sungguhan”.
Bagaimana mengatasi anak yang malas
Sebagai orang tua kita harus jeli memperhatikan perkembangan
anak kita,mengapa anak kita malas untuk belajar. Sudah menjadi kebiasaan
anak-anak dikampung bila telah pulang dari Sekolah ia terus bermain
dengan teman-temannya sekampung. Kadang-kadang pulangnya sampai
sore.Lantas dimalam hari dirumah tidak mau belajar dengan berbagai
alasan misalnya badan capek,tidak ada PR dan sebagainya.Jika sudah
demikian maka tugas sebagai orang tua harus segera mengambil tindakan
agar anak tidak terlarut dalam kemalasan.
Mengajari anak berpikir kritis
Mengajari anak berpikir kritis perlu diberikan sejak dini,terkadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya secara tidak langsung apa yang kita lalukan di dalam keseharian merupakan cara bagaimana anak berpikir kritis. Berilah anak Anda semangat dengan menanyakan tentang apa yang didengar dan apa yang dia lihat.Ajarlah dia untuk tidak selalu menerima apa adanya,doronglah dia untuk bertanya tentang materi yang dipelajarinya di sekolah. Jika gurunya tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaannya, temuilah beliau dan bicarakan hat tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar