Senin, 05 September 2016

: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE-2 Satuan : Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran : PPKn Kelas : VII Semester : Satu Alokasi Waktu : 1 X Pertemuan ( 3 Jampel) Topik : Menanamkan Kesadaran Dan Keterikatan Terhadap Norma Kompetensi Inti : SIKAP 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki prilaku yang mencerminkan sikap orang beriman,berakhlak mulia,pecaya diri dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya PENGETAHUAN 3. Memahami pengetahuan ( faktual, konseptual dan prosedural ) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi,seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata KETERAMPILAN 4. Mencoba, mengolah, dan menyajidalam ranah konkrit ( menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat ) dan ranah abstrak ( menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang ) sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori ) Kompetensi Dasar : 3.4 Menahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara 4.4 Menyaji hasil pengamatan tentang norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa 4.6 Menyajikan hasil telaah tentang interaksi dengan teman dan orang lain berdasarkan prinsip saling menghormati dan menghargai dalam keberagaman suku agama,ras,budaya dan jenis kelamin 2.2 Menghargai prilaku sesuai dengan norma-norma dalam berinteraksi dengan kelompok sebaya dan masyarakat sekitar Indikator Pencapaian Kompetensi: 1. Menjelaskan macam-macam norma dalam kehidupan bermasyarakat 2. Menunjukan bentuk-bentuk ketaatan dan pelanggaran norma 3. Menunjukan sikap positif terhadap pelaksanaan norm-norma yang berlaku dalam kehiduan bermasyarakat 4. Berprilaku sesuai dengan norma-norma dalam kehiduan bermasyarakat. A. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik dapat menjelaskan macam-macam norma yang belaku dlam kehidupan bermasyakat 2. Peserta didik dapat menunjukan bentuk-bentuk pelanggaran norma 3. Peserta didik dapat menunjkan prilaku baik dalam kehidupan B. Peserta didik dapat menunjukan kemampuan berprilaku berdasarkan norma yang Materi Ajar 1. A.Norma Agama ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebag ai perintahperintah larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari TuhanYang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari TuhanYangMahaEsaberupa“siksa”kelakdiakhirat. b..Norma Kesusilaan ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia.Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan.Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia. c.Norma Kesopanan ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya,karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata karma atau adat istiadat. d.Norma Hukum ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembagakekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah :(a) “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun”.(b) “Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”,misalnya jual beli. (c) ‘Dilarang mengganggu ketertiban umum”. 2. Kemampuan berperilaku berdasarkan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat mengandung maksud orang tersebut memiliki pengetahuan tentang norma yang berlaku di lingkungan masyarakat ataupun di negara Indonesia, memiliki pengetahuan tentang isi norma, memiliki sikap positif terhadap norma dapat memberikan manfaat atau kegunaan bagi kehidupan diri dan lingkungannya. 4. 3. Kemauan untuk senantiasa berperilaku berdasarkan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat: sikap yang dimaknai sebagai individu dan anggota masyarakat serta warga negara, mengerti dan mau mentaati norma berlaku dalam kehidupan bermasyarakat karena keyakinan dalam hatinya bahwa dengan mentaati norma akan menciptakan kebaikan bagi dirinya dan bagi semua orang. C. Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific Strategi : - Pencarian Informasi ( information Search) - Dialog dan berfikir kritis - Pengamatan Gambar-gambar/Vidio Metoda : Ceramah,tanya jawab,diskusi dan penugasan D. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a.Mengajak peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. b. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran(tujuan 1 s.d.4) c. Mengin formasikan relevansi bahan ajar yang akan disajikan selama pembelajaran bagi kepentingan peserta didik ( materi ajar 1 s.d. 4 ). d. Melaksanakan pree test secara lisan(materi ajar 1 s.d. 4) 2. Kegiatan Inti a. Menginformasikan cara belajar dengan tanya jawab (dialog dan berpikir kritis), dan pencarian informasi. b. Tanya jawab atau dialog dan berpikir kritis tentang materi ajar sehubungan bagaimana seharusnya menunjukkan: rasa hormat terhadap orang yang melaksanakan norma dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang diawali dengan: 1) Penayangan gambar/video tentang sikap sopan santun dalam bertutur terhadap teman,guru, orang tua,masyarakat, 2) Dialog mendalam secara klasikal untuk mengungkap bagaimana peserta didik menunjukkan sikap: rasa hormat berdasarkan hasil pengamatan terhadap penayangan gambar/video. 4)Pemantapan/penguatan atas sikap yang telah ditunjukkan peserta didik. C Menginformasikan kegiatan selanjutnya tentang bentuk-bentuk pelanggaran norma d.Membagi kelas ke dalam 2 kelompok dengan cara perserta didik menyebutkan bentuk-bentuk pelanggaran norma 3. Kegiatan Penutup a. Melakukan refleksi dengan meminta pendapat peserta didik tentang kegiatan pembelajaran yang telah dialami (memberikan kemudahan dalam belajar atau sebaliknya). b. Bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang materi ajar yang telas disajikanselama pembelajaran, (materi ajar 1 s.d. 4). c. Melaksanakan post test secara lisan(materi ajar 1 s.d. 4) d. Mengajak peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. D. Sumber Belajar Media Penayangan Gambar/Vidio tentang bentuk-bentuk pelanggaran norma Lembar Pencarian informasi tentang manfaat hidup bersama di : 1) Keluarga; 2) Sekolah; 3) Masyarakat (tetangga). 2. Sumber Belajar E. Penilaian 1. Tes lisan 2. Laporan hasil pengamatan 3. Pengamatan perilaku. Mengathui; Kepala Sekolah Qurrrotul aeni batang, 11 Juli 2015 Guru Mata Pelajaran PKn Qurotul aeni Nip. 19680918 199412 2 002 A. Soal Pilihan Ganda PETUNJUK•Berilah tanda silang ( X ) pada huruf jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara pilihan jawaban tiap soal • Bila ingin merubah jawaban, lingkarilah  jawaban yang lama, kemudian berilah tanda silang (X) pada jawaban yang saudara kehendaki SOAL 1. Aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat, dipakai sebagai panduan,tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh masyarakat, disebut…. A. Norma B. Hukum C. Konsitusi D. Adat Istiadat 2. Kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat sebagai aturan hidup yang merupakan tradisi rakyat yang turun temurun disebut…. A. Norma B. Hukum C. Kebiasaan D. Adat Istiadat 3. Pernyataan : 1) Pengakuan terhadap hak asasi manusia 2) Pendorong sikap dan tindakan manusia 3) Petunjuk hidup dalam bersikap dan bertindak 4) Benteng perlindungan keberadaan masyarakat 5) Petunjuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup 6) Pemandu dan pengontrol sikap dan tindakan masyarakat Fungsi norma dalam kehidupan masyarakat ditunjukkan nomor…. A. 1, 2, 3, dan 4 B. 1, 2, 3, dan 6 C. 2, 3, 4, dan 5 D. 2, 3, 4, dan 6 4. Manfaat yang didapat jika seseorang patuh terhadap norma yang berlaku adalah … A. merasa aman dalam setiap langkah hidupnya B. mudah memperoleh segala apa yang diinginkan C. mendapat penghargaan sebagai pribadi yang baik D. mendapatkan keuntungan dalam kehidupan ekonomi 5. Kepatuhan masyarakat terhadap norma, kebiasaan, adat-istiadat dan peraturan yang berlaku akan mewujudkan.... A. keadilan social B. hukum yang adil C. ketertiban dan keamanan masyarakat D. pengakuan terhadap hak asasi manusia. 6. Pernyataan: 1) Menjamin keadilan social 2) Pengayom kepentingan masyarakat 3) Menjamin pemerintahan yang transparan 4) Memenuhi kebutuhan hidup masyarakat 5) Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat Fungsi hukum ditunjukkan nomor…. A. 1, 2, dan 3 B. 1, 2, dan 5 C. 2, 3, dan 4 D. 3, 4, dan 5 7. Aturan-aturan yang dibuat oleh negara atau perlengkapannya dan berlakunya dapat dipaksakan oleh alat-alat kekuasaan negara, seperti polisi, jaksa dan hakim disebut norma…. A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 8. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya.... A. sesuai dengan kebutuhan pribadi B. tergantung cara pandang seseorang C. sesuai dengan kebutuhan masyarakat D. berbeda-beda diberbagai tempat, lingkungan, dan waktu 9. Peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu disebut norma.... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 10. Norma kesusilaan bersumber pada.... A. budaya B. masyarakat C. lembaga Negara D. hati nurani manusia 11. Norma yang bersumber pada keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui kitab suci disebut norma.... A. Agama B. Hukum C. Kesusilaan D. Kesopanan 12. Salah satu ciri norma hukum bila dibandingkan dengan norma lainnya adalah dari segi sanksinya, yaitu …. A. tegas dan keras B. sudah ditentukan terlebih dahulu C. tidak memandang siapa yang bersalah D. tegas, mengikat, dan bersifat memaksa 13. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya adalah…. A. berlaku setelah proses pengadilan. B. bermacam- macan tergantung jenis pelanggaran dan pelakunya. C. dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar yaitu kekuasaan negara. D. ditetapkan oleh masyarakat dengan latar belakang kehidupan yang heterogen 14. Norma yang sanksinya berupa rasa penyesalan bagi si pelaku disebut norma .... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 15. Norma yang sanksinya berupa celaan, hinaan dan dikucilkan dari masyarakat adalah contoh sanksi yang diterima seseorang yang melanggar norma .... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 16. Pelanggaran terhadap norma agama akan mendapatkan sanksi secara tidak langsung, artinya.... A. akan menerima sanksi nanti di akhirat B. akan mendapat celaan dari masyarakat C. akan dikucilkan dari pergaulan masyarakat D. sanksi akan dijatuhkan kepada ahli warisnya 17. Perhatikan pernyataan berikut! 1) Peraturan tertulis 2) Bersifat relative 3) Bersifat memaksa 4) Sanksi secara tidak langsung 5) Dibuat oleh lembaga resmi Negara 6) Bagi yang melanggar mendapat sanksi tegas 7) Peraturan mengenai tingkah laku dalam pergaulan Dari pernyataan di atas, unsur-unsur hukum ditunjukkan nomor…. A. 1, 2, 5, dan 6 B. 1, 3, 5, dan 6 C. 1, 4, 5, dan 7 D. 1, 3, 5, dan 7 18. Kelebihan norma hukum bila dibandingkan dengan norma masyarakat yang lain terletak pada…. A. isinya B. kekuatan mengikatnya C. luas ruang lingkup norma itu D. hukumannya yang bersifat fisik 19. Salah satu prinsip hukum yang harus dipegang oleh warga negara adalah adanya supremasi hukum, artinya... A. setiap warga negara terjamin hak asasi manusianya B. norma hukum lebih tinggi kedudukannya daripada norma yang lain C. setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum. D. segala urusan dan penyelesaian masalah dalam kehidupan negara harus didasarkanpada hukum, bukan oleh penguasa. 20. Hukum bersifat memaksa, yang bertujuan…. A. hukum dibuat oleh lembaga yang berwenang. B. tidak bertentangan dengan keinginan masyarakat C. dengan terpaksa kita melaksanakan aturan hukum. D. ditaati, supaya keamanan dan ketertiban dalam masyarakat tercapai 21. Makan dan minum dengan tangan kanan merupakan perilaku yang baik di masyarakat. Hal ini merupakan contoh.... A. cara (usage) B. kebiasaan (folkways) C. Tata kelakuan (mores) D. adat-istiadat (custom) 22. Pernyataan 1) Menghormati guru 2) Membantah nasehat guru 3) Datang kesekolah tepat waktu 4) Meninggalkan sekolah tanpa ijin 5) Mengerjakan tugas sekolah dari bapak/ibu guru 6) Menjaga kebersihan di kelas dan di lingkungan sekolah Contoh perbuatan yang sesuai dengan norma di lingkungan sekolah ditunjukkan nomor.... A. 1, 2, 4, dan 5 B. 1, 3, 5, dan 6 C. 2, 3, 4, dan 6 D. 2, 3, 5, dan 6 23. Pernyataan 1) Mengikuti kerja bakti 2) Membeli barang di pasar gelap 3) Membuang sampah sembarangan 4) Membantu warga yang kena musibah 5) Saling menghormati dan toleransi dengan tetangga 6) Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kampung Contoh perbuatan yang sesuai dengan norma di lingkungan masyarakat ditunjukkan nomor.... A. 1, 2, 4, dan 6 B. 1, 4, 5, dan 6 C. 2, 3, 5, dan 6 D. 3, 4, 5, dan 6 24. Menghormati dan menghargai orang lain merupakan contoh penerapan norma.... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 25. Penerapan norma hukum dalam kehidupan bernegara adalah berupa... A. menggunakan produk dalam negeri B. membayar pajak sesuai ketentuan dan tepat waktu C. membayar tagihan air minum dan listrik tepat waktu D. menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar B. Lembar Pengamatan proses Lembar Penilaian ( Lembar Pengamatan ) No Nama Aspek Sikap Nilai Rata-Rata Menghormati Kerja Sama Kedisiplinan Tanggung Jawab Keterangan: A. = baik Sekali = 4 B. = baik = 3 C. = Cukup = 2 D. = Kurang = 1 C. Lembar Pengamatan Prilaku Berdasarkan Norma PRILAKU BERDASARKAN NORMA DALAM KEHIDAN BERMASYARAKAT No Aspek Prilaku Kategori KET 4 3 2 1 1 Ikut dalam siskamling 2 Bertegur sapa dengan sopan 3 Bertamu dengan sopan 4 Menerima tamu dengan sopa 5 Ikut kerja bakti 6 Ikut gotong royong 7 Tolong -menolng 8 Meang tempatnghormati orang yang lebih tua 9 Tidak meludah disembar 10 Idak makan sambil berbicara 11 Berbuat baik erhadap sesama manusia 12 Berprilaku jujur 13 Menjaga kebersihan lingungan 14 Membantu yang terkena musibah 15 Menga kerukunan dengan tetatangga Jumlah Skor Nilai Keterangan: Sangat baik/sering = 4 Baik/sering = 3 Cukup/kadang-kadang = 2 Kurang/tidak pernah = 1. 1 A 6 B 11 A 16 A 21 B 2 D 7 B 12 D 17 B 22 B 3 D 8 D 13 C 18 B 23 B 4 A 9 D 14 C 19 D 24 C 5 C 10 D 15 D 20 D 25 B Pedoman Penskoran 1. Pilhan Ganda Nilai = Jumlah Jawaban Benar X 4 2. Lembar Pengamatan Proses Nilai = Jumlah Nilai Rata-rata 3. Lembar Pengamatan Perilaku Nilai = (Jumlah Skor Perolehan : Skor Maksimal) X 100 4. Total Nilai: (Nilai Pilihan Ganda + Nilai Pengamatan Proses + Nilai Pengamatan Perilaku) : 3 Lampiran 2. Media Pembelajaran A. Lembar Pencarian Informasi Lembar Pencarian Informasi 1 KELUARGA Setiap pagi hari kurang lebih jam 04.00 seluruh anggota keluarga sudah bangun dari tidurnya, bapak budi, ibu asih dan kedua putranya. mereka pemeluk agama islam, sehingga setelah mandi berangkat menuju masjid yang berdekatan dengan rumahnya. sepulang dari masjid bapak budi membuka seluruh pintu dan jendela rumah, menyapu dan membersihkan halaman rumahnya; ibu asih menuju dapur mempersiapkan dan memulai memasak makanan; sedangkan kedua putranya membersihkan kamar tidurnya, halaman dalam rumah, kamar mandi dan halaman belakang, selanjutnya mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Sejak bangun tidur hingga menjalankan tugas masing-masing terlihat mereka berbincang bincang akrab, santai dan gembira. Setelah makan pagi bersama, kedua putranya berpamitan berangkat ke sekolah, sejenak kemudian bapak budi berangkat ke kantornya, ibu asih menata dan mengatur rumah serta mengkondisikan rumah agar Sepulang dari sekolah kedua putranya bersalaman dengan ibunya, meletakkan perlengkapan sekolah di tempatnya, mengganti baju sekolah dengan baju rumah, menjalankan ibadah dan makan siang, ibu asih mengiringi putranya sambil berbincang-bincang dengan akrabnya, kemudian mereka menuju tempat tidur untuk istirahat siang. Pada sore hari bapak budi pulang dari bekerja menjumpai putra-putra dan bu asih sedang menunggu kedatangannya di ruang tamu, setelah bersalaman dan bercengkerama bapak budi mandi, bu asih dan kedua putranya membersihkan dan merapikan rumah. Seluruh kegiatan di rumah dilakukan tanpa ada perintah, dikerjakan dengan rela, gembira, bersama hingga kedua putranya belajar di sore dan malam harinya. Setelah makan malam, beribadah bersama, bapak budi dan ibu asih mendampingi kedua putranya dalam belajar hingga waktu untuk tidur, dengan tidak lupa berdo’a sebelum memulai setiap kegiatan dan sesudahnya. Lembar Pencarian Informasi 2 SEKOLAH Pada pagi hari, seluruh siswa-siswi, ibu-bapak guru dan karyawan telah berada di sekolah sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan; yang sakit atau mempunyai kepentingan lainnya selalu mengirim surat ijin. Para siswa yang bertugas piket, asyik bekerja sesuai dengan pembagiannya, sedangkan teman yang lainnya bersenda-gurau di halaman, sebagian ada yang duduk-duduk, berdiri di taman, dan tidak ada seorangpun berada di kelas, karena sedang ditata dan dibersihkan. Ibu dan bapak guru sebagian berada di ruang guru, berdiskusi dan mempersiapkan bahan pembelajaran, sebagian ibu-bapak guru berada di halaman dan taman sekolah untuk mengawasi para siswanya. Dengan tertib para siswa duduk di tempatnya setelah bel masuk berbunyi, berdo’a, memberi hormat pada ibu-bapak guru, mengikuti petunjuk, menjalankan semua tugas, berdiskusi dengan teman, bekerjasama dan menyelesaikan pelajaran; sebagian kelas kosong, karena pelajaran olah raga di lapangan, tapi beberapa siswa yang piket menjaganya. Pada jam istirahat, mereka bermain di luar kelas, ada yang membeli makanan di kantin, ada yang duduk dan berdiri di taman; sedangkan yang bertugas piket tetap berada di sekitar kelas untuk menjaga keamanan. Warga sekolah pada setiap kegiatan selalu bekerja sama, saling menghormati dan menghargai, sopansantun. Begitu pula pelajaran berikutnya setelah istirahat, suasana pembelajaran tetap berjalan tertib, hingga jam pelajaran selesai. sebelum pulang ibu-bapak guru memperdalam pemahaman siswa, memberi pekerjaan rumah; kemudian para siswa berdo’a dan memberi hormat. Lembar Pencarian Informasi 3 BERTETANGGA Pak budi mengenal sebagian besar tetangganya dalam satu kampung, begitu pula tetangga yang lain, mereka juga saling mengenal, nampaknya saling mengenal di kampung itu sudah membudaya. Setiap warga yang bertemu di mana saja dan kapan saja, selalu saling menyapa; hal ini yang bisa membedakan, apabila saling bertemu dan tidak saling menyapa, berarti pendatang/tamu atau bahkan bukan warga kampung. Bahkan rumah kediaman warga kampung jarang yang membangun pagar, hanya ditandai dengan batas alam, misalnya: pohon, tanaman atau batu dan sebagainya. Warga kampung saling peduli, menghargai, dan saling ingat-mengingatkan dengan sopan santun, misalnya : apabila di malam hari terdapat pintu rumah tetangga yang lupa ditutup, menemukan barang berharga, dan sebagainya. Apabila terdapat rumah rusak atau kurang layak dihuni milik warga yang tergolong kurang mampu, atau saluran pembuangan air yang tidak berjalan, atau jalan kampung rusak, dan sebagainya, maka dilakukan kegiatan gotong royong. Iuran warga kampung untuk kepentingan bersama, dan melakukan sistem keamanan lingkungan (siskamling) berjalan dengan tertib. Kegiatan bersama berjalan dengan lancar dan semua merasa terlibat, misalnya : merayakan hari besar nasional, hari besar agama ataupun kegiatan sosial lainnya. Budaya menghormati terhadap tokoh, pemimpin kampung, anak, perempuan, ataupun terhadap orang yang berusia lebih tua berjalan sesuai dengan tatanan/aturan masyarakat. B. Lembar Tugas Lembar Pencarian Informasi 1:KELUARGA Setelah membaca wacana tentang kehidupan keluarga di atas, coba diskusikan dan uraikan : Apa saja manfaat hidup dalam keluarga yang teratur, tertib, kompak dan bahagia ? Lembar Pencarian Informasi 2: KEBERSAMAAN DI SEKOLAH Setelah membaca wacana tentang kehidupan sekolah di atas, coba diskusikan dan uraikan : Apa saja manfaat hidup di sekolah yang sesuai dengan Tata Tertib Sekolah ? Lembar Pencarian Informasi3: KEBERSAMAAN DI MASYARAKAT Setelah membaca wacana tentang kehidupan bertetangga di atas, coba diskusikan dan uraikan : Apa saja manfaat hidup dalam bertetangga yang teratur, tertib, salingmengenal, dan bergotong-royong ? C. Jawaban Tugas Lembar Pencarian Informasi 1: Manfaat hidup dalam keluarga yang bahagia 1. Terjaminnya kedamaian, ketenangan, dan ketentraman; 2. Terjaganya kebersihan, ketertiban; dan keamanan rumah; 3. Berlangsungnya kewajiban-kewajiban anggota keluarga secara teratur; 4. Dapat mempermudah pencapaian cita-cita dan harapan; 5. Terdapat keterbukaan masing-masing anggota; 6. Mencegah terjadinya perselisihan dan persaingan; 7. Dan sebagainya (dapat dikembangkan yang relevan). Lembar Pencarian Informasi 2: Manfaat hidup di sekolah yang sesuai dengan tatatertib 1. Berlangsungnya keamanan dan ketertiban sekolah; 2. Kebersihan dan kerapian sekolah terjaga; 3. Terpeliharanya kerukunan dan kedamaian; 4. Terwujudnya sifat saling percaya, kejujuran dan keterbukaan; 5. Berlangsungnya kerjasama yang positif semua pihak; 6. Keindahan dan kewibawaan sekolah terpelihara; 7. Dan sebagainya (dapat dikembangkan yang relevan). Lembar Pencarian Informasi 3: Manfaat hidup bertetangga yang saling menghargai : 1. Berlangsungnya keamanan dan ketertiban lingkungan; 2. Kebersihan dan kerapian lingkungan terjaga; 3. Terpeliharanya kerukunan dan kedamaian; 4. Terwujudnya sifat saling percaya, kejujuran dan keterbukaan; 5. Berlangsungnya kerjasama yang positif semua pihak; 6. Keindahan dan kewibawaan lingkungan terpelihara; 7. Dan sebagainya (dapat dikembangkan yang relevan). RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE-1 Satuan : Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran : PPKn Kelas : VII Semester : Satu Alokasi Waktu : 1 X Pertemuan ( 3 Jampel) Topik : Menanamkan Kesadaran Dan Keterikatan Terhadap Norma Kompetensi Inti : SIKAP Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Memiliki prilaku yang mencerminkan sikap orang beriman,berakhlak mulia,pecaya diri dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya PENGETAHUAN Memahami pengetahuan ( faktual, konseptual dan prosedural ) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi,seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata KETERAMPILAN Mencoba, mengolah, dan menyajidalam ranah konkrit ( menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat ) dan ranah abstrak ( menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang ) sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori ) Kompetensi Dasar : 3.4 Menahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara 4.5 Menyaji hasil pengamatan tentang norma-norma yang berladalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa 4.6 Menyajikan hasil telaah tentang interaksi dengan teman dan orang lain berdasarkan prinsip saling menghormati dan menghargai dalam keberagaman suku,agama,ras,budaya dan jenis kelamin 2.2 Menghargai prilaku sesuai dengan norma-norma dalam berinteraksi dengan kelompok sebaya dan masyarakat sekitar Indikator Pencapaian Kompetensi: 5. Menjelaskan hakekat norma dalam kehidupan bermasyarakat 6. Membedakan norma agama dengan norma yang lainnya 7. Menunjukan sikap positif terhadap pelaksanaan norm-norma yang berlaku dalam kehiduan bermasyarakat 8. Berprilaku sesuai dengan norma-norma dalam kehiduan bermasyarakat. E. Tujuan Pembelajaran 5. Peserta didik dapat menjelaskan hakekat norma dalam kehidupan bermasyarakat melalui dialog dan berfikir kritis 6. Peserta didik dapat membedakan norma agama dengan norma yang lainnya 7. Peserta didik dapat menunjukan sikap positif terhadap pelaksanaan norm-norma yang berlaku dalam kehiduan bermasyarakat 8. Peserta didik dapat menunjukan prilaku baik sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat F. Materi Ajar 1.Pengertian norma adalah kaidah atau aturan-aturan bertindak yang dibenarkan untuk mewujudkan sesuatu yang penting, berguna, dan benar. Norma-norma dijadikan sebagai: (1) aturan sosial; (2) patokan perilaku yang pantas; (3) bertingkah laku rata-rata yang diabstraksikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa norma masyarakat adalah aturan-aturan atau sebagai hasil kesepakatan masyarakat untuk mengatur sikap dan perilaku anggota masyarakat demi terwujudnya ketertiban dan kedamaian.Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud: perintah dan larangan.Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karenaakibat 2. Macam-macam norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. a. Norma Agama ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah,larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat. b.Norma Kesusilaan ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia.Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan.Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.c.Norma Kesopanan ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya,karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata karma atau adat istiadat. d.Norma Hukum ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah :(a) “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun”.(b) “Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”,misalnya jual beli. (c) “Dilarang mengganggu ketertiban umum”. 3.Kemampuan berperilaku berdasarkan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat mengandung maksud orang tersebut memiliki pengetahuan tentang norma yang berlaku di lingkungan masyarakat ataupun di negara Indonesia, memiliki pengetahuan tentang isi norma, memiliki sikap positif terhadap norma dapat memberikan manfaat atau kegunaan bagi kehidupan diri dan lingkungannya. 4.Kemauan untuk senantiasa berperilaku berdasarkan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat: sikap yang dimaknai sebagai individu dan anggota masyarakat serta warga negara, mengerti dan mau mentaati norma karena keyakinan dalam hatinya bahwa dengan mentaati norma akan menciptakan kebaikan bagi dirinya dan bagi semua orang. G. Metode Pembelajaran Pendekatan : Scientific Strategi : - Pencarian Informasi ( information Search) - Dialog tentang hakekat noma dan perbedaan norma - Mengamati gambar-gambar tentang norma Metoda : Ceramah,tanya jawab dan penugasan D. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a.Mengajak peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. b. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran(tujuan 1sd.4. c. Menginformasikan relevansi bahan ajar yang akan disajikan selama pembelajaran bagi kepentingan peserta didik ( materi ajar 1 s.d. 4. d. Melaksanakan pree test secara lisan(materi ajar 1 s.d. 4) 2. Kegiatan Inti a. Menginformasikan cara belajar dengan tanya jawab (dialog dan berpikir ritis), dan pencarian informasi. b. Tanya jawab atau dialog dan berpikir kritis tentang materi ajar membedakan norma agama dengan norma yang lainnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang diawali dengan: 1) Penayangan gambar/video tentang materi ajar kehidupan bermasyarakat 2) Dialog mendalam secara klasikal untuk mengungkap bagaimana peserta didik menunjukkan sikap terhadap norma yang berlaku berdasarkan hasil pengamatan terhadap penayangan gambar/video. 3) Pemantapan/penguatan atas sikap yang telah ditunjukkan peserta didik. 4. Menginformasikan cara belajar dengan pencarian informasi/information search. 3. Kegiatan Penutup a. Melakukan refleksi dengan meminta pendapat peserta didik tentang kegiatan pembelajaran yang telah dialami (memberikan kemudahan dalam belajar atau sebaliknya). b. Bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang materi ajar yang telas disajikan selama pembelajaran, (materi ajar 1 s.d. 4 c. Melaksanakan post test secara lisan(materi ajar 1 s.d. 4) d. Mengajak peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. G. Sumber Belajar Buku paket Buku lain yang relevan 1. Media a. Gambar/Vidio b. Buku yang relevan dengan materi ajar . Lembar Pencarian informasi tentang manfaat hidup bersama di : 1) Keluarga; 2) Sekolah; 3) Masyarakat (tetangga). 2. Sumber Belajar E. Penilaian 1. Tes lisan 2. Pengamatan perilaku. Mengathui; Kepala Sekolah Batang, 11 Juli 2015 Guru Mata Pelajaran PKn Qurrotul Aeni A. Soal Pilihan Ganda PETUNJUK •Berilah tanda silang ( X ) pada huruf jawaban yang saudara anggap paling tepat diantara pilihan jawaban tiap soal. •Bila ingin merubah jawaban, lingkarilah  jawaban yang lama, kemudian berilah tanda silang (X) pada jawaban yang saudara kehendaki SOAL 1. Aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat, dipakai sebagai panduan,tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh masyarakat, disebut…. A. Norma B. Hukum C. Konsitusi D. Adat Istiadat 2. Kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat sebagai aturan hidup yang merupakan tradisi rakyat yang turun temurun disebut…. A. Norma B. Hukum C. Kebiasaan D. Adat Istiadat 3. Pernyataan : 1) Pengakuan terhadap hak asasi manusia 2) Pendorong sikap dan tindakan manusia 3) Petunjuk hidup dalam bersikap dan bertindak 4) Benteng perlindungan keberadaan masyarakat 5) Petunjuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup 6) Pemandu dan pengontrol sikap dan tindakan masyarakat Fungsi norma dalam kehidupan masyarakat ditunjukkan nomor…. A. 1, 2, 3, dan 4 B. 1, 2, 3, dan 6 C. 2, 3, 4, dan 5 D. 2, 3, 4, dan 6 4. Manfaat yang didapat jika seseorang patuh terhadap norma yang berlaku adalah … A. merasa aman dalam setiap langkah hidupnya B. mudah memperoleh segala apa yang diinginkan C. mendapat penghargaan sebagai pribadi yang baik D. mendapatkan keuntungan dalam kehidupan ekonomi 5. Kepatuhan masyarakat terhadap norma, kebiasaan, adat-istiadat dan peraturan yang berlaku akan mewujudkan.... A. keadilan social B. hukum yang adil C. ketertiban dan keamanan masyarakat D. pengakuan terhadap hak asasi manusia. 6. Pernyataan: 1) Menjamin keadilan social 2) Pengayom kepentingan masyarakat 3) Menjamin pemerintahan yang transparan 4) Memenuhi kebutuhan hidup masyarakat 5) Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat Fungsi hukum ditunjukkan nomor…. A. 1, 2, dan 3 B. 1, 2, dan 5 C. 2, 3, dan 4 D. 3, 4, dan 5 7. Aturan-aturan yang dibuat oleh negara atau perlengkapannya dan berlakunya dapat dipaksakan oleh alat-alat kekuasaan negara, seperti polisi, jaksa dan hakim disebut norma…. A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 8. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya.... A. sesuai dengan kebutuhan pribadi B. tergantung cara pandang seseorang C. sesuai dengan kebutuhan masyarakat D. berbeda-beda diberbagai tempat, lingkungan, dan waktu 9. Peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu disebut norma.... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 10. Norma kesusilaan bersumber pada.... A. budaya B. masyarakat C. lembaga Negara D. hati nurani manusia 11. Norma yang bersumber pada keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui kitasuci disebut norma.... A. Agama B. Hukum C. Kesusilaan D. Kesopanan 12. Salah satu ciri norma hukum bila dibandingkan dengan norma lainnya adalah dari segi sanksinya, yaitu …. A. tegas dan keras B. sudah ditentukan terlebih dahulu C. tidak memandang siapa yang bersalah D. tegas, mengikat, dan bersifat memaksa 13. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya adalah…. A. berlaku setelah proses pengadilan. B. bermacam- macan tergantung jenis pelanggaran dan pelakunya. C. dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar yaitu kekuasaan negara. D. ditetapkan oleh masyarakat dengan latar belakang kehidupan yang heterogen 14. Norma yang sanksinya berupa rasa penyesalan bagi si pelaku disebut norma .... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 15. Norma yang sanksinya berupa celaan, hinaan dan dikucilkan dari masyarakat adalah contoh sanksi yang diterima seseorang yang melanggar norma .... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 16. Pelanggaran terhadap norma agama akan mendapatkan sanksi secara tidak langsung, artinya.... A. akan menerima sanksi nanti di akhirat B. akan mendapat celaan dari masyarakat C. akan dikucilkan dari pergaulan masyarakat D. sanksi akan dijatuhkan kepada ahli warisnya 17. Perhatikan pernyataan berikut! 1) Peraturan tertulis 2) Bersifat relative 3) Bersifat memaksa 4) Sanksi secara tidak langsung 5) Dibuat oleh lembaga resmi Negara 6) Bagi yang melanggar mendapat sanksi tegas 7) Peraturan mengenai tingkah laku dalam pergaulan Dari pernyataan di atas, unsur-unsur hukum ditunjukkan nomor…. A. 1, 2, 5, dan 6 B. 1, 3, 5, dan 6 C. 1, 4, 5, dan 7 D. 1, 3, 5, dan 7 18. Kelebihan norma hukum bila dibandingkan dengan norma masyarakat yang lain terletak pada…. A. isinya B. kekuatan mengikatnya C. luas ruang lingkup norma itu D. hukumannya yang bersifat fisik 19. Salah satu prinsip hukum yang harus dipegang oleh warga negara adalah adanya supremasi hukum, artinya... A. setiap warga negara terjamin hak asasi manusianya B. norma hukum lebih tinggi kedudukannya daripada norma yang lain C. setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum. D. segala urusan dan penyelesaian masalah dalam kehidupan negara harus didasarkan pada hukum, bukan oleh penguasa. 20. Hukum bersifat memaksa, yang bertujuan…. A. hukum dibuat oleh lembaga yang berwenang. B. tidak bertentangan dengan keinginan masyarakat C. dengan terpaksa kita melaksanakan aturan hukum. D. ditaati, supaya keamanan dan ketertiban dalam masyarakat tercapai 21. Makan dan minum dengan tangan kanan merupakan perilaku yang baik di masyarakat. Hal ini merupakan contoh.... A. cara (usage) B. kebiasaan (folkways) C. Tata kelakuan (mores) D. adat-istiadat (custom) 22. Pernyataan 1) Menghormati guru 2) Membantah nasehat guru 3) Datang kesekolah tepat waktu 4) Meninggalkan sekolah tanpa ijin 5) Mengerjakan tugas sekolah dari bapak/ibu guru 6) Menjaga kebersihan di kelas dan di lingkungan sekolah Contoh perbuatan yang sesuai dengan norma di lingkungan sekolah ditunjukkan nomor.... A. 1, 2, 4, dan 5 B. 1, 3, 5, dan 6 C. 2, 3, 4, dan 6 D. 2, 3, 5, dan 6 23. Pernyataan 1) Mengikuti kerja bakti 2) Membeli barang di pasar gelap 3) Membuang sampah sembarangan 4) Membantu warga yang kena musibah 5) Saling menghormati dan toleransi dengan tetangga 6) Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kampung Contoh perbuatan yang sesuai dengan norma di lingkungan masyarakat ditunjukkan nomor.... A. 1, 2, 4, dan 6 B. 1, 4, 5, dan 6 C. 2, 3, 5, dan 6 D. 3, 4, 5, dan 6 24. Menghormati dan menghargai orang lain merupakan contoh penerapan norma.... A. agama B. hokum C. kesusilaan D. kesopanan 25. Penerapan norma hukum dalam kehidupan bernegara adalah berupa... A. menggunakan produk dalam negeri B. membayar pajak sesuai ketentuan dan tepat waktu C. membayar tagihan air minum dan listrik tepat waktu D. menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar B. Lembar Pengamatan proses Lembar Penilaian ( Lembar Pengamatan ) No Nama Aspek Sikap Nilai Rata-Rata Menghormati Kerja Sama Kedisiplinan Tanggung Jawab Keterangan: E. = baik Sekali = 4 F. = baik = 3 G. = Cukup = 2 H. = Kurang = 1 C. Lembar Pengamatan Prilaku Berdasarkan Norma PRILAKU BERDASARKAN NORMA DALAM KEHIDAN BERMASYARAKAT No Aspek Prilaku Kategori KET 4 3 2 1 1 Ikut dalam siskamling 2 Bertegur sapa dengan sopan 3 Bertamu dengan sopan 4 Menerima tamu dengan sopa 5 Ikut kerja bakti 6 Ikut gotong royong 7 Tolong -menolng 8 Meang tempatnghormati orang yang lebih tua 9 Tidak meludah disembar 10 Idak makan sambil berbicara 11 Berbuat baik erhadap sesama manusia 12 Berprilaku jujur 13 Menjaga kebersihan lingungan 14 Membantu yang terkena musibah 15 Menga kerukunan dengan tetatangga Jumlah Skor Nilai Keterangan: Sangat baik/sering = 4 Baik/sering = 3 Cukup/kadang-kadang = 2 Kurang/tidak pernah = 1. 1 A 6 B 11 A 16 A 21 B 2 D 7 B 12 D 17 B 22 B 3 D 8 D 13 C 18 B 23 B 4 A 9 D 14 C 19 D 24 C 5 C 10 D 15 D 20 D 25 B Pedoman Penskoran 1. Pilhan Ganda Nilai = Jumlah Jawaban Benar X 4 2. Lembar Pengamatan Proses Nilai = Jumlah Nilai Rata-rata 3. Lembar Pengamatan Perilaku Nilai = (Jumlah Skor Perolehan : Skor Maksimal) X 100 4. Total Nilai: (Nilai Pilihan Ganda + Nilai Pengamatan Proses + Nilai Pengamatan Perilaku) : 3 Lampiran 2. Media Pembelajaran Lembar Pencarian Informasi Lembar Pencarian Informasi 1 KELUARGA Setiap pagi hari kurang lebih jam 04.00 seluruh anggota keluarga sudah bangun dari tidurnya, bapak budi, ibu asih dan kedua putranya. mereka pemeluk agama islam, sehingga setelah mandi berangkat menuju masjid yang berdekatan dengan rumahnya. sepulang dari masjid bapak budi membuka seluruh pintu dan jendela rumah, menyapu dan membersihkan halaman rumahnya; ibu asih menuju dapur mempersiapkan dan memulai memasak makanan; sedangkan kedua putranya membersihkan kamar tidurnya, halaman dalam rumah, kamar mandi dan halaman belakang, selanjutnya mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Sejak bangun tidur hingga menjalankan tugas masing-masing terlihat mereka berbincang bincang akrab, santai dan gembira. Setelah makan pagi bersama, kedua putranya berpamitan berangkat ke sekolah, sejenak kemudian bapak budi berangkat ke kantornya, ibu asih menata dan mengatur rumah serta mengkondisikan rumah agar Sepulang dari sekolah kedua putranya bersalaman dengan ibunya, meletakkan perlengkapan sekolah di tempatnya, mengganti baju sekolah dengan baju rumah, menjalankan ibadah dan makan siang, ibu asih mengiringi putranya sambil berbincang-bincang dengan akrabnya, kemudian mereka menuju tempat tidur untuk istirahat siang. Pada sore hari bapak budi pulang dari bekerja menjumpai putra-putra dan bu asih sedang menunggu kedatangannya di ruang tamu, setelah bersalaman dan bercengkerama bapak budi mandi, bu asih dan kedua putranya membersihkan dan merapikan rumah. Seluruh kegiatan di rumah dilakukan tanpa ada perintah, dikerjakan dengan rela, gembira, bersama hingga kedua putranya belajar di sore dan malam harinya. Setelah makan malam, beribadah bersama, bapak budi dan ibu asih mendampingi kedua putranya dalam belajar hingga waktu untuk tidur, dengan tidak lupa berdo’a sebelum memulai setiap kegiatan dan sesudahnya. Lembar Pencarian Informasi 2 SEKOLAH Pada pagi hari, seluruh siswa-siswi, ibu-bapak guru dan karyawan telah berada di sekolah sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan; yang sakit atau mempunyai kepentingan lainnya selalu mengirim surat ijin. Para siswa yang bertugas piket, asyik bekerja sesuai dengan pembagiannya, sedangkan teman yang lainnya bersenda-gurau di halaman, sebagian ada yang duduk-duduk, berdiri di taman, dan tidak ada seorangpun berada di kelas, karena sedang ditata dan dibersihkan. Ibu dan bapak guru sebagian berada di ruang guru, berdiskusi dan mempersiapkan bahan pembelajaran, sebagian ibu-bapak guru berada di halaman dan taman sekolah untuk mengawasi para siswanya. Dengan tertib para siswa duduk di tempatnya setelah bel masuk berbunyi, berdo’a, memberi hormat pada ibu-bapak guru, mengikuti petunjuk, menjalankan semua tugas, berdiskusi dengan teman, bekerjasama dan menyelesaikan pelajaran; sebagian kelas kosong, karena pelajaran olah raga di lapangan, tapi beberapa siswa yang piket menjaganya. Pada jam istirahat, mereka bermain di luar kelas, ada yang membeli makanan di kantin, ada yang duduk dan berdiri di taman; sedangkan yang bertugas piket tetap berada di sekitar kelas untuk menjaga keamanan. Warga sekolah pada setiap kegiatan selalu bekerja sama, saling menghormati dan menghargai, sopansantun. Begitu pula pelajaran berikutnya setelah istirahat, suasana pembelajaran tetap berjalan tertib, hingga jam pelajaran selesai. sebelum pulang ibu-bapak guru memperdalam pemahaman siswa, memberi pekerjaan rumah; kemudian para siswa berdo’a dan memberi hormat. Lembar Pencarian Informasi 3 BERTETANGGA Pak budi mengenal sebagian besar tetangganya dalam satu kampung, begitu pula tetangga yang lain, mereka juga saling mengenal, nampaknya saling mengenal di kampung itu sudah membudaya. Setiap warga yang bertemu di mana saja dan kapan saja, selalu saling menyapa; hal ini yang bisa membedakan, apabila saling bertemu dan tidak saling menyapa, berarti pendatang/tamu atau bahkan bukan warga kampung. Bahkan rumah kediaman warga kampung jarang yang membangun pagar, hanya ditandai dengan batas alam, misalnya: pohon, tanaman atau batu dan sebagainya. Warga kampung saling peduli, menghargai, dan saling ingat-mengingatkan dengan sopan santun, misalnya : apabila di malam hari terdapat pintu rumah tetangga yang lupa ditutup, menemukan barang berharga, dan sebagainya. Apabila terdapat rumah rusak atau kurang layak dihuni milik warga yang tergolong kurang mampu, atau saluran pembuangan air yang tidak berjalan, atau jalan kampung rusak, dan sebagainya, maka dilakukan kegiatan gotong royong. Iuran warga kampung untuk kepentingan bersama, dan melakukan sistem keamanan lingkungan (siskamling) berjalan dengan tertib. Kegiatan bersama berjalan dengan lancar dan semua merasa terlibat, misalnya : merayakan hari besar nasional, hari besar agama ataupun kegiatan sosial lainnya. Budaya menghormati terhadap tokoh, pemimpin kampung, anak, perempuan, ataupun terhadap orang yang berusia lebih tua berjalan sesuai dengan tatanan/aturan masyarakat. B. Lembar Tugas Lembar Pencarian Informasi 1:KELUARGA Setelah membaca wacana tentang kehidupan keluarga di atas, coba diskusikan dan uraikan : Apa saja manfaat hidup dalam keluarga yang teratur, tertib, kompak dan bahagia ? Lembar Pencarian Informasi 2: KEBERSAMAAN DI SEKOLAH Setelah membaca wacana tentang kehidupan sekolah di atas, coba diskusikan dan uraikan : Apa saja manfaat hidup di sekolah yang sesuai dengan Tata Tertib Sekolah ? Lembar Pencarian Informasi3: KEBERSAMAAN DI MASYARAKAT Setelah membaca wacana tentang kehidupan bertetangga di atas, coba diskusikan dan uraikan : Apa saja manfaat hidup dalam bertetangga yang teratur, tertib, salingmengenal, dan bergotong-royong ? C. Jawaban Tugas Lembar Pencarian Informasi 1: Manfaat hidup dalam keluarga yang bahagia 1. Terjaminnya kedamaian, ketenangan, dan ketentraman; 2. Terjaganya kebersihan, ketertiban; dan keamanan rumah; 3. Berlangsungnya kewajiban-kewajiban anggota keluarga secara teratur; 4. Dapat mempermudah pencapaian cita-cita dan harapan; 5. Terdapat keterbukaan masing-masing anggota; 6. Mencegah terjadinya perselisihan dan persaingan; 7. Dan sebagainya (dapat dikembangkan yang relevan). Lembar Pencarian Informasi 2: Manfaat hidup di sekolah yang sesuai dengan tatatertib 1. Berlangsungnya keamanan dan ketertiban sekolah; 2. Kebersihan dan kerapian sekolah terjaga; 3. Terpeliharanya kerukunan dan kedamaian; 4. Terwujudnya sifat saling percaya, kejujuran dan keterbukaan; 5. Berlangsungnya kerjasama yang positif semua pihak; 6. Keindahan dan kewibawaan sekolah terpelihara; 7. Dan sebagainya (dapat dikembangkan yang relevan). Lembar Pencarian Informasi 3: Manfaat hidup bertetangga yang saling menghargai : 1. Berlangsungnya keamanan dan ketertiban lingkungan; 2. Kebersihan dan kerapian lingkungan terjaga; 3. Terpeliharanya kerukunan dan kedamaian; 4. Terwujudnya sifat saling percaya, kejujuran dan keterbukaan; 5. Berlangsungnya kerjasama yang positif semua pihak; 6. Keindahan dan kewibawaan lingkungan terpelihara; 7. Dan sebagainya (dapat dikembangkan yang relevan).
Makalah Supervisi Klinis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan kebutuhan akan pendidikan membutuhkan beberapa literature tertentu untuk mMakalah Supervisi Klinis eningkatkan kualitas pemberdayaan SDM dan sarana prasarana. Pendidikan pada era sekarang sudah mampu bergerak mendekati garis kebutuhan yang harus ditempuh, dibanding sebelumnya ketika kedudukan pendidikan hanya sebagai formalitas global. Menindak semakin luasnya cakupan kebutuhan pendidikan, maka sekolah perlu memperhatikan beberapa aspek yang berhubungan dengan kualitas kinerja guru sebagai pencetak output sekolah yakni siswa. Guru perlu mendapatkan referensi tentang pengembangan pengajaran agar mencapai keberhasilan dalam melaksanakan kurikulum yang berlaku. Supervisi perlu sekali dilakukan sebagai alat untuk mengetahui proporsi kualitas guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Aspek yang diberikan dalam supervisi yang ada biasanya hanya bersifat umum, karena guru tidak dilibatkan dalam perencanaan pembuatan supervisi padahal nantinya guru mendapatkan follow up dari supervisi yang sudah dilakukan.[1] B. Permasalahan 1. Pengertian Supervisi Klinis 2. Perbedaan Supervisi Klinis dan Supervisi Pendidikan 3. Karakteristik Supervisi Klinis 4. Tujuan Supervisi Klinis 5. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Supervisi Klinis Secara umum supervisi klinis diartikan sebagai bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada guru berdasarkan kebutuhannnya melalui siklus yang sistematis. Siklus sistematis ini meliputi: perencanaan, observasi yang cermat atas pelaksanaan dan pengkajian hasil observasi dengan segera dan obyektif tentang penampilan mengajarnya yang nyata. Jika dikaji berdasarkan istilah dalam “klinis”, mengandung makna: (1) Pengobatan (klinis) dan (2) Siklus, yaitu serangkaian kegiatan yang merupakan daur ulang. Oleh karena itu makna yang terkandung dalam istilah klinis merujuk pada unsur-unsur khusus, sebagai berikut: o Adanya hubungan tatap muka antara pengawas dan guru didalam proses supervisi. o Terfokus pada tingkah laku yang sebenarnya didalam kelas. o Adanya observasi secara cermat. o Deskripsi pada observassi secara rinci. o Pengawas dan guru bersama-sama menilai penampilan guru. o Fokus observasi sesuai dengan permintaan kebutuhan guru.[2] B. Perbedaan Supervisi Klinis dan Supervisi Pendidikan Ada perbedaan yang diulas dari dua macam supervisi ini yaitu untuk supervisi pendidikan sifatnya lebih umum dan kompleks sehingga format supervisi yang ada lebih luas tidak hanya menyangkut pengajaran saja. Sedangkan untuk supervisi klinis sifatnya lebih kearah yang khusus dan terbatas pada aspek tertentu yang dibutuhkan dalam pengajaran guru. Supervisi klinis adalah bentuk bantuan profesioanl yang diberikan pada guru berdasarkan kebutuhan dengan beberapa siklus tertentu. Siklus yang ada pada desain supervisi ini melibatkan guru sebagai target utama, tetapi sesuai dengan kebutuhan yang guru rasakan masih sangat kurang. Ada tiga siklus dalam pelaksanaan supervisi klinis, meliputi pertemuan awal, observasi, dan pertemuan balikan. Aplikasi ini dilakukan dengan beberapa langkah pendekatan oleh guru untuk pelaksanaan supervisi dilapangan. Seorang supervisor untuk hal ini perlu melakukan kajian ulang tentang segala hal yang dialami guru atau karakteristik guru itu sendiri. Dalam supervisi klinis ada tiga prinsip yang harus diketahui supervisor, yaitu interaktif, demokratif, dan terpusat pada guru (Acheson dan Gall, 1987). Prinsip ini berbeda dengan siklus, dimana prinsip ini menjadi dasar pengetahuan sebelum melakukan supervisi sedangkan siklus hanya dilakukan ketika pelaksanaan supervisi menyangkut format dll. Selain prinsip itu, kepala sekolah perlu memperhatikan prisnsip tambahan seperti hubungan antara guru dan supervisor sifatnya interaktif daripada direktif, penentuan tindakan dilakukan secara demokratik, terpusat pada guru (pelaksanaa supervisi), pemberian balikan dengan rekaman yang cermat, supervisi bukan instruksi tapi bantuan, supervisi dilakukan sesuai kontrak. Dari perencanaan tersebut, maka supervisi yang akan dilaksanakan supervisor dapat dikatakan sesuai prosedur atau tingkat efektifitasnya tinggi. Jika disimak dari beberapa fungsi serta tahapan tersebut, maka supervisi yang cocok untuk dilakukan pada guru adalah supervisi klinis bukan supervisi pendidikan, hal ini sesuai dengan kajian proporsi supervisi yang dibutuhkan. Seperti dikatakan Sergivanni dan Starrat dalam buku supervisi klinis Dra. Maisyaroh, M. Pd bahwa supervisi klinis memang berbeda dengan supervisi pendidikan (supervisi non klinis). Terdapat beberapa perbedaan signifikan antara lain seperti tabel dibawah, No Aspek Supervisi Klinis Supervisi Non Klinis 1 Prakarsa dan tanggung jawab guru supervisor 2 Hubungan supervisor dengan guru Kolegial sederajat dan interaktif Hubungan atasan bawahan yang birokratis 3 Sifat Bantuan demokratis Otoriter 4 sasaran Diajukan guru dengan kajian dan kontrak bersama Sesuai keinginan supervisor 5 Ruang lingkup terbatas luas 6 Tujuan Bimbingan analitik dan deskriptif evaluatif 7 Peran supervisor Banyak bertanya pada guru Banyak memberi tahu dan mengarahkan Dari penjabaran tabel diatas akan memudahkan referensi kepala sekolah dalam menjalankan supervisi. Kajian-kajian tersebut membuka pemikiran desain supervisi yang perlu dilakukan pada guru untuk keperluan sekolah. Dalam pelaksanaan di sekolah, kebanyakan supervisi yang dilakukan adalah supervisi klinis, ini dikarenakan fungsi utama supervisi klinis lebih mengarah pada kinerja pengajaran guru dibanding dengan konten supervisi pendidikan / non klinis yang cenderung meluas. Kepala sekolah memang diharapkan dapat membantu kualitas pengajaran guru dengan baik, sehingga peranannya sangat penting sebagai seorang supervisor, terlebih lagi keharusan kepala sekolah untuk memahami konsep supervisi yang akan dijalankan. Secara garis besar, kepala sekolah harus bisa meletakkan bagian mana untuk supervsi klinis dan mana untuk non klinis, serta memahami pula supervisi mana yang akan dilakukan, supervisi klinis atau pendidikan. Dari hal tersebut akan didapat hasil supervisi yang isinya lebih efektif untuk pengembangan sekolah atau peningkatan kualitas pendidik. Desain supervisi ini menjadi referensi kepala sekolah dalam menentukan kemajuan pendidikan, substansi pendidikan yang menjadi pengembangan metode pendidikan, dan nantinya lebih menuju ke arah hasil output yang berhasil.[3] C. Karakteristik Supervisi Klinis Merujuk pada pengertian yang telah dipaparkan, terdapat beberapa karakteristik supervisi klinis, yaitu: 1. Perbaikan dalam mengajar mengharuskan guru mempelajari keterampilan intelektual dan bertingkah laku berdasarkan keterampilan tersebut. 2. Fungsi utama supervisor adalah mengajar keterampilan-keterampilan kepada guru. 3. Fokus supervisi klinis adalah:  Perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah kepribadian guru.  Dalam perencanaan pengajaran dan analisisnya merupakan pegangan supervisor dalam memperkirakan perilaku mengajar guru.  Pada sejumlah keterampilan mengajar yang mempunyai arti penting bagi pendidikan dan berada dalam jangkauan guru.  Pada analisis yang konstruktif dan memberi penguatan (reinforcement) pada pola-pola atau tingkah laku yang berhasil daripada “mencela” dan “menghukum” pola-pola tingkah laku yang belum sukses.  Didasarkan pada bukti pengamatan dan bukan atas keputusan penilaian yang tidak didukung oleh bukti nyata. 4. Siklus dalam merencanakan, mengajar dan menganalisis merupakn suatu komunitas dan dibangun atas dasar pengalaman masa lampau. 5. Supervisi klinis merupakan suatu proses memberi dan menerima informasi yang dinamis dimana supervisor dan guru merupakan teman sejawat didalam mencari pengertian bersama mengenai proses pendidikan. 6. Proses supervisi klinis terutama berpusat pada interaksi verbal mengenai analisis jalannya pelajaran. 7. Setiap guru mempunyai kebebasan maupun tanggung jawab untuk mengemukakan pokok-pokok persoalan, menganalisis cara mengajarnya sendiri dan mengembangkan gaya mengajarnya. 8. Supervisor mempunyai kebebasan dan tanggung jawab untuk menganalisis dan mengevaluasi cara supervisi yang dilakukannya dengan cara yang sama seperti ketika ia menganalisis dan mengevaluasi cara mengajar guru. D. Tujuan Supervisi Klinis 1. Tujuan umum Secara umum Supervisi klinis bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajar guru di kelas. Hubungan ini supervisi klinis merupakan kunci untuk meningkatkan kemampuan professional guru. 2. Tujuan khusus Secara khusus Supervisi klinis bertujuan untuk: a) Menyediakan suatu balikan yang objektif dalam kegiatan mengajar yang dilakuakan guru dengan berfokus terhadap: o Kesadaran dan kepercayaan diri dalam mengajar. o Keterampilan-keterampilan dasar mengajar yang diperlukan. o Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah pembelajaran. b) Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi pembelajaran. c) Membantu guru mengembangkan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. E. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis Dalam supervisi klinis terdapat sejumlah prinsip umum yang menjadi landasan praktek, antara lain: 1. Hubungan antara supervisor dengan guru adalah hubungan kolegial yang sederajat dan bersifat interaktif. Hubungan semacam ini lebih dikenal sebagai hubungan antara tenaga professional berpengalaman dengan yang kurang berpengalaman, sehingga terjalin dialog professional yang interaktif dalam suasana yang intim dan terbuka. Isi dialog bukan pengarahan atau instruksi dari supervisor/pengawas melainkan pemecahan masalah pembelajaran. 2. Diskusi antara supervisor dan guru bersifat demokratis, baik pada perencanaan pengajaran maupun pada pengkajian balikan dan tindak lanjut. Suasana demokratis itu dapat terwujud jika kedua pihak dengan bebas mengemukakan pendapat dan tidak mendominasi pembicaraan serta memiliki sifat keterbukaan untuk mengkaji semua pendapat yang dikemukakan didalam pertemuan tersebut dan pada akhirnya keputusan ditetapkan atas persetujuan bersama. 3. Sasaran supervisi terpusat pada kebutuhan dan aspirasi guru serta tetap berada didalam kawasan (ruang lingkup) tingkah laku gurudalam mengajar secara aktual. Dengan prinsip ini guru didorong untuk menganalisis kebutuhan dan aspirasinya didalam usaha mengembangkan dirinya. 4. Pengkajian balikan dilakukan berdasarkan data observasi yang cermat yang didasarkan atas kontrak serta dilaksanakan dengan segera. Dari hasil analisis balikan itulah ditetapkan rencana selanjutnya. 5. Mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab guru baik pada tahap perencanaan, pengkajian balikan bahkan pengambilan keputusan dan tindak lanjut. Dengan mengalihkan sedini mungkin prakarsa dan tanggung jawab itu ke tangan guru diharapkan pada gilirannya kelak guru akan tetap mengambil prakarsa untuk mengembangkan dirinya. Prinsip-prinsip supervisi klinis diatas membawa implikasi bagi kedua belah pihak (supervisor dan guru). a. Implikasi bagi supervisor antara lain: o Memiliki keyakinan akan kemampuan guru untuk mengembangkan dirinya serta memecahkan masalah yang dihadapinya. o Memiliki sikap terbuka dan tanggap terhadap setiap pendapat guru. o Mau dan mampu memperlakukan guru sebagai kolega yang memerlukan bantuannya. b. Implikasi bagi guru antara lain: o Perubahan sikap dari guru sebagai seseorang yang mampu mengambil prakarsa untuk menganalisis dan mengembangkan dirinya. o Bersikap terbuka dan obyektif dalam menganalisis dirinya. F. Prosedur Supervisi Klinis Prosedur supervisi klinis berlangsung dalam suatu proses berbentuk siklus, terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pertemuan pendahuluan, tahap pengamatan dan tahap pertemuan balikan. Dua dari tiga tahap tersebut memerlukan pertemuan antara guru dan supervisor, yaitu pertemuan pendahuluan dan pertemuan lanjutan. 1. Tahap Pertemuan Pendahuluan Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana tentang materi observasi yang akan dilaksanakan. Tahap ini memberikan kesempatan kepada guru dan supervisor untuk mengidentifikasi perhatian utama guru, kemudian menterjemahkannya kedalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. Pada tahap ini dibicarakan dan ditentukan pula jenis data mengajar yang akan diobservasi dan dicatat selama pelajaran berlangsung. Suatu komunikasi yang efektif dan terbuka diperlukan dalam tahap ini guna mengikat supervisor dan guru sebagai mitra didalam suasana kerja sama yang harmonis. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemuan pendahuluan dengan baik, yaitu: 1) Menciptakan suasana intim antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. 2) Mengkaji ulang rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. 3) Mengkaji ulang komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. 4) Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang akan menjadi perhatian utamanya. 5) Instrumen observasi yang dipilih atau yang dikembangkan dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. 2. Tahap Pengamatan/Observasi Mengajar Pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajar berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pendahuluan. Di pihak lain supervisor mengamati dan mencatat atau merekam tingkah laku guru ketika mengajar berdasarkan komponen keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi antara guru dan siswa. Kunjungan dan observasi yang dilaksanakan supervisor bermanfaat untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran sebenarnya. Manfaat observasi tersebut antara lain dapat: o Menemukan kelebihan atau kekurangan guru dalam melaksanakan pembelajaran guna pengembangan dan pembinaan lebih lanjut; o Mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam melaksanakan suatu gagasan pembaharuan pengajaran; o Secara langsung mengetahui keperluan dan kebutuhan masing-masing guru dalam melaksanakan proses belajar-mengajar; o Memperoleh data atau informasi yang dapat digunakan dalam penyusunan program pembinaan profesinal secara terinci; o Menumbuhkan kepercayaan diri pada guru untuk berbuat lebih baik; serta o Mengetahui secara lengkap dan komprehensif tentang hal-hal pendukung kelancaran proses belajar-mengajar. Dalam proses pelaksanaannya, supervisor seharusnya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: o Menciptakan situasi yang wajar, mengambil tempat didalam kelas yang tidak menjadi pusat perhatian anak-anak, tidak mencampuri guru yang sedang mengajar, sikap waktu mencatat tidak akan menimbulkan prasangka dari pihak guru. o Harus dapat membedakan mana yang penting untuk dicatat dan mana yang kurang penting. o Bukan melihat kelemahan, melainkan melihat bagaimana memperbaikinya. o Harus diperhatikan kegiatan atau reaksi murid-murid tentang proses belajar. 3. Tahap Pertemuan Lanjutan Sebelum pertemuan lanjutan dilaksanakan supervisor mengadakan analisis pendahuluan tentang rekaman observasi yang dibuat sebagai bahan dalam pembicaraan tahap ini. Dalam hal ini supervisor harus mengusahakan data yang obyektif, menganalisis dan menginterpretsikan secara koperatif dengan guru tentang apa yang telah berlangsung dalam mengajar. Setelah melakukan kunjuangan dan observasi kelas, maka supervisor seharusnya dapat menganalisis data-data yang diperolehnya tersebut untuk diolah dan dikaji yang dapat dijadikan pedoman dan rujukan pembinaan dan peningkatan guru-guru selanjutnya. Masalah-masalah professional yang berhasil diidentifikasi selanjutnya perlu dikaji lebih lanjut dengan maksud untuk memahami esensi masalah yang sesungguhnya dan faktor-faktor penyebabnya, selanjutnya masalah-masalah tersebut diklasifikasi dengan maksud untuk menemukan masalah yang mana yang dihadapi oleh kebanyakan guru di sekolah atau di wilayah itu. Ketepatan dan kehati-hatian supervisor dalam menimbang suatu masalah akan berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembinaan professional guru yang bersangkutan selanjutnya. Dalam proses pengkajian terhadap berbagai cara pemecahan yang mungkin dilakukan, setiap alternatif pemecahan masalah dipelajari kemungkinan keterlaksanaannya dengan cara mempertimbangkan factor-faktor peluang yang dimiliki, seperti fasilitas dan kendala-kendala yang mungkin dihadapi. Alternatif pemecahan masalah yang terbaik adalah alternatif yang paling mungkin dilakukan, dalam arti lebih banyak faktor-faktor pendukungnya dibandingkan dengan kendala yang dihadapi. Disamping itu, alternatif pemecahan yang terbaik memiliki nilai tambah yang paling besar bagi peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa. Langkah-langkah utama pada tahap pertemuan lanjutan adalah: 1) Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan. 2) Mengkaji ulang tujuan pelajaran. 3) Mengkaji ulang target keterampilan serta perhatian utama guru. 4) Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pelajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. 5) Menunjukan serta mengkaji bersama guru hasil observasi (Rekaman data). 6) Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. 7) Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya merupakan keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya terjadi atau tercapai. 8) Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya.[4]