Minggu, 27 Oktober 2013

kuliah

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG HANDOUT RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Nama Matakuliah : Supervisi Pendidikan Jumlah SKS : 3 sks Dosen : Dr. Karwanto, M.Pd Tahun : 2012 Deskripsi Mata Kuliah Melakukan kajian mengenai berbagai pendekatan dan teknik dalam penyelenggaraan supervisi, prinsip, fungsi dan peranan supervisi dianalisis dari sudut tinjauan latar dan teori yang mendasari berbagai pendekatan dan teknik tersebut. Tujuan Perkuliahan Perkuliahan bertujuan untuk memahamkan dan mentrampilkan mahasiswa untuk: 1. Memiliki wawasan mengenai konsep dasar supervisi pendidikan. 2. Menguasai pendekatan supervisi pengajaran 3. Menguasai perspektif psikologi supervisi pengajaran 4. Menguasai implementasi supervisi pendidikan dan pengajaran. 5. Menguasai evaluasi dalam kegiatan supervisi pendidikan 6. Membuat perencanaan, praktek melaksanakan supervisi pendidikan dan mengevaluasi pelaksanaan supervisi pendidikan. 7. Mampu menganalisis permasalahan-permasalahan supervisi pendidikan dan menentukan alternatif pemecahannya. Kegiatan Perkuliahan 1. Metode Pembelajaran a. Ceramah Dosen Pembina (20%) b. Presentasi individu/kelompok mahasiswa (pertopik diskusi) (40%) c. Observasi ke lapangan/ Instansi terkait dan representatif dalam konteks supervisi pendidikan (30%) d. Ujian (10%) 2. Bentuk Kegiatan a. Tatap muka: 16 kali. b. Tugas Terstruktur: (1) Studi observasi ke lapangan (2) Laporan tugas individu atau kelompok. 3. Pelaksanaan Evaluasi a. Ujian Tengah Semester : 1 kali. b. Ujian Akhir Semester : 1 kali. c. Penilaian Tugas Terstruktur : 3 kali. Penilaian Aspek yang dinilai sebagai standar keberhasilan mengikuti mata kuliah ini meliputi: 1. Kehadiran dan partisipasi selama mengikuti kegiatan perkuliahan (15%) 2. Penyajian dan Penguasaan materi diskusi/presentasi (15%) 3. Tugas individu atau terstruktur (20%) 4. Hasil Observasi Lapang (20%) 5. Middle dan Final Test (30%) Kewajiban Setiap Mahasiswa 1. Hadir dan berpartisipasi serta mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. 2. Menyiapkan makalah diskusi dan mempresentasikan serta membuat rangkuman diskusi dengan ketentuan: b. Menyerahkan makalah diskusi kepada dosen pembina. c. Menyerahkan makalah laporan hasil diskusi dan rangkuman pada dosen. 3. Melakukan dan melaporkan hasil observasi lapang. 4. Mengikuti Middle dan Final Test sesuai jadwal. Daftar Topik/Kegiatan No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 1 Ke-1 Kontrak Perkuliahan Penjelasan Dosen Pembina 2 Ke-2 Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Dosen Pembina 3 Ke-3 Pendekatan Ilmiah Supervisi Pengajaran Sobirin,fadholi,qurotul 4 Ke-4 Pendekatan Artistik Supervisi Pengajaran Nursidik, nurul zulfa, kholik 5 Ke-5 Supervisi Klinis dan Non-Klinis Lukman,safi’i,rusdiono 6 Ke-6 Tipe, Sikap dan Peranan Supervisor Pendidikan Hakim,Drs. slamet, rihaniyah 7 Ke-7 Perilaku Directive Supervisi Pengajaran sri murahati,siti aisah,irham, 8 Ke-8 Perilaku Non-Directive Supervisi Pengajaran Agus M, H.sujud, slamet S.Ag, 9 Ke-9 Tes Tengah Semester Tugas 10 Ke-10 Perilaku Collaborative Supervisi Pengajaran Rina mulyani,pujianah,kiswati 11 Ke-11 Supervisi dalam Rangka Pembinaan Profesional Jumari, arif R, budiyanto No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 12 Ke-12 Program Pembinaan dan Supervisi Pendidikan di Sekolah Zaenal A, nurwahid, sonif 13 Ke-13 Teknik-teknik Supervisi dalam rangka Pembinaan Profesional Kuswandi, bambang,mufid 14 Ke-14 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan Mahali,fauzan, fauziyah 15 Ke-15 Permasalahan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan dan Alternatif Pemecahannya. Soghir, 16 Ke-16 Tes Akhir Semester - DAFTAR PUSTAKA Ametembun, N.A. 1981. Supervisi Pendidikan. Bandung: Suri. Darma, A. 2000. Manajemen Supervisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Glickman, C.D., dkk. 1991. Supervision and Instructional Leadership A Developmental Approach. Massachussetts: Allyn and Bacon. Imron, A. 1995. Pembinaan Guru di Indonesia. Cet. I. Jakarta: Pustaka Jaya. Naegley, R.L., & Evans, D.N. 1980. Handbook for Effective Supervision of Instruction. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Nurtain. 1989. Supervisi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Oliva, P.F. 1984. Supervision for Today’s Schools. New York and London:Longman. Pidarta, M. 1999. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Cet. II. Jakarta: Bumi Aksara. Pidarta, M. 2009. Supervisi Pendidikan Kontekstual. Jakarta: Rineka Cipta. Sagala, S. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sahertian, P.A., 2008. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Sergiovanni, T.J., & Starrat, R.J. 1983. Supervision: Human Perspective. London: McGraw-Hill, Inc. Suhardan, D. 2010. Supervisi Profesional: Layanan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta. Semarang, 18 November 2012 Dosen Pembina Dr. Karwanto, M.Pd NIP. 197705162010121002 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG HANDOUT RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Nama Matakuliah : Supervisi Pendidikan Jumlah SKS : 3 sks Dosen : Dr. Karwanto, M.Pd Tahun : 2012 Deskripsi Mata Kuliah Melakukan kajian mengenai berbagai pendekatan dan teknik dalam penyelenggaraan supervisi, prinsip, fungsi dan peranan supervisi dianalisis dari sudut tinjauan latar dan teori yang mendasari berbagai pendekatan dan teknik tersebut. Tujuan Perkuliahan Perkuliahan bertujuan untuk memahamkan dan mentrampilkan mahasiswa untuk: 1. Memiliki wawasan mengenai konsep dasar supervisi pendidikan. 2. Menguasai pendekatan supervisi pengajaran 3. Menguasai perspektif psikologi supervisi pengajaran 4. Menguasai implementasi supervisi pendidikan dan pengajaran. 5. Menguasai evaluasi dalam kegiatan supervisi pendidikan 6. Membuat perencanaan, praktek melaksanakan supervisi pendidikan dan mengevaluasi pelaksanaan supervisi pendidikan. 7. Mampu menganalisis permasalahan-permasalahan supervisi pendidikan dan menentukan alternatif pemecahannya. Kegiatan Perkuliahan 1. Metode Pembelajaran a. Ceramah Dosen Pembina (20%) b. Presentasi individu/kelompok mahasiswa (pertopik diskusi) (40%) c. Observasi ke lapangan/ Instansi terkait dan representatif dalam konteks supervisi pendidikan (30%) d. Ujian (10%) 2. Bentuk Kegiatan a. Tatap muka: 16 kali. b. Tugas Terstruktur: (1) Studi observasi ke lapangan (2) Laporan tugas individu atau kelompok. 3. Pelaksanaan Evaluasi a. Ujian Tengah Semester : 1 kali. b. Ujian Akhir Semester : 1 kali. c. Penilaian Tugas Terstruktur : 3 kali. Penilaian Aspek yang dinilai sebagai standar keberhasilan mengikuti mata kuliah ini meliputi: 1. Kehadiran dan partisipasi selama mengikuti kegiatan perkuliahan (15%) 2. Penyajian dan Penguasaan materi diskusi/presentasi (15%) 3. Tugas individu atau terstruktur (20%) 4. Hasil Observasi Lapang (20%) 5. Middle dan Final Test (30%) Kewajiban Setiap Mahasiswa 1. Hadir dan berpartisipasi serta mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. 2. Menyiapkan makalah diskusi dan mempresentasikan serta membuat rangkuman diskusi dengan ketentuan: b. Menyerahkan makalah diskusi kepada dosen pembina. c. Menyerahkan makalah laporan hasil diskusi dan rangkuman pada dosen. 3. Melakukan dan melaporkan hasil observasi lapang. 4. Mengikuti Middle dan Final Test sesuai jadwal. Daftar Topik/Kegiatan No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 1 Ke-1 Kontrak Perkuliahan Penjelasan Dosen Pembina 2 Ke-2 Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Dosen Pembina 3 Ke-3 Pendekatan Ilmiah Supervisi Pengajaran Sobirin,fadholi,qurotul 4 Ke-4 Pendekatan Artistik Supervisi Pengajaran Nursidik, nurul zulfa, kholik 5 Ke-5 Supervisi Klinis dan Non-Klinis Lukman,safi’i,rusdiono 6 Ke-6 Tipe, Sikap dan Peranan Supervisor Pendidikan Hakim,Drs. slamet, rihaniyah 7 Ke-7 Perilaku Directive Supervisi Pengajaran sri murahati,siti aisah,irham, 8 Ke-8 Perilaku Non-Directive Supervisi Pengajaran Agus M, H.sujud, slamet S.Ag, 9 Ke-9 Tes Tengah Semester Tugas 10 Ke-10 Perilaku Collaborative Supervisi Pengajaran Rina mulyani,pujianah,kiswati 11 Ke-11 Supervisi dalam Rangka Pembinaan Profesional Jumari, arif R, budiyanto No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 12 Ke-12 Program Pembinaan dan Supervisi Pendidikan di Sekolah Zaenal A, nurwahid, sonif 13 Ke-13 Teknik-teknik Supervisi dalam rangka Pembinaan Profesional Kuswandi, bambang,mufid 14 Ke-14 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan Mahali,fauzan, fauziyah 15 Ke-15 Permasalahan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan dan Alternatif Pemecahannya. Soghir, 16 Ke-16 Tes Akhir Semester - DAFTAR PUSTAKA Ametembun, N.A. 1981. Supervisi Pendidikan. Bandung: Suri. Darma, A. 2000. Manajemen Supervisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Glickman, C.D., dkk. 1991. Supervision and Instructional Leadership A Developmental Approach. Massachussetts: Allyn and Bacon. Imron, A. 1995. Pembinaan Guru di Indonesia. Cet. I. Jakarta: Pustaka Jaya. Naegley, R.L., & Evans, D.N. 1980. Handbook for Effective Supervision of Instruction. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Nurtain. 1989. Supervisi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Oliva, P.F. 1984. Supervision for Today’s Schools. New York and London:Longman. Pidarta, M. 1999. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Cet. II. Jakarta: Bumi Aksara. Pidarta, M. 2009. Supervisi Pendidikan Kontekstual. Jakarta: Rineka Cipta. Sagala, S. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sahertian, P.A., 2008. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Sergiovanni, T.J., & Starrat, R.J. 1983. Supervision: Human Perspective. London: McGraw-Hill, Inc. Suhardan, D. 2010. Supervisi Profesional: Layanan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta. Semarang, 18 November 2012 Dosen Pembina Dr. Karwanto, M.Pd NIP. 197705162010121002 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG HANDOUT RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Nama Matakuliah : Supervisi Pendidikan Jumlah SKS : 3 sks Dosen : Dr. Karwanto, M.Pd Tahun : 2012 Deskripsi Mata Kuliah Melakukan kajian mengenai berbagai pendekatan dan teknik dalam penyelenggaraan supervisi, prinsip, fungsi dan peranan supervisi dianalisis dari sudut tinjauan latar dan teori yang mendasari berbagai pendekatan dan teknik tersebut. Tujuan Perkuliahan Perkuliahan bertujuan untuk memahamkan dan mentrampilkan mahasiswa untuk: 1. Memiliki wawasan mengenai konsep dasar supervisi pendidikan. 2. Menguasai pendekatan supervisi pengajaran 3. Menguasai perspektif psikologi supervisi pengajaran 4. Menguasai implementasi supervisi pendidikan dan pengajaran. 5. Menguasai evaluasi dalam kegiatan supervisi pendidikan 6. Membuat perencanaan, praktek melaksanakan supervisi pendidikan dan mengevaluasi pelaksanaan supervisi pendidikan. 7. Mampu menganalisis permasalahan-permasalahan supervisi pendidikan dan menentukan alternatif pemecahannya. Kegiatan Perkuliahan 1. Metode Pembelajaran a. Ceramah Dosen Pembina (20%) b. Presentasi individu/kelompok mahasiswa (pertopik diskusi) (40%) c. Observasi ke lapangan/ Instansi terkait dan representatif dalam konteks supervisi pendidikan (30%) d. Ujian (10%) 2. Bentuk Kegiatan a. Tatap muka: 16 kali. b. Tugas Terstruktur: (1) Studi observasi ke lapangan (2) Laporan tugas individu atau kelompok. 3. Pelaksanaan Evaluasi a. Ujian Tengah Semester : 1 kali. b. Ujian Akhir Semester : 1 kali. c. Penilaian Tugas Terstruktur : 3 kali. Penilaian Aspek yang dinilai sebagai standar keberhasilan mengikuti mata kuliah ini meliputi: 1. Kehadiran dan partisipasi selama mengikuti kegiatan perkuliahan (15%) 2. Penyajian dan Penguasaan materi diskusi/presentasi (15%) 3. Tugas individu atau terstruktur (20%) 4. Hasil Observasi Lapang (20%) 5. Middle dan Final Test (30%) Kewajiban Setiap Mahasiswa 1. Hadir dan berpartisipasi serta mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. 2. Menyiapkan makalah diskusi dan mempresentasikan serta membuat rangkuman diskusi dengan ketentuan: b. Menyerahkan makalah diskusi kepada dosen pembina. c. Menyerahkan makalah laporan hasil diskusi dan rangkuman pada dosen. 3. Melakukan dan melaporkan hasil observasi lapang. 4. Mengikuti Middle dan Final Test sesuai jadwal. Daftar Topik/Kegiatan No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 1 Ke-1 Kontrak Perkuliahan Penjelasan Dosen Pembina 2 Ke-2 Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Dosen Pembina 3 Ke-3 Pendekatan Ilmiah Supervisi Pengajaran Sobirin,fadholi,qurotul 4 Ke-4 Pendekatan Artistik Supervisi Pengajaran Nursidik, nurul zulfa, kholik 5 Ke-5 Supervisi Klinis dan Non-Klinis Lukman,safi’i,rusdiono 6 Ke-6 Tipe, Sikap dan Peranan Supervisor Pendidikan Hakim,Drs. slamet, rihaniyah 7 Ke-7 Perilaku Directive Supervisi Pengajaran sri murahati,siti aisah,irham, 8 Ke-8 Perilaku Non-Directive Supervisi Pengajaran Agus M, H.sujud, slamet S.Ag, 9 Ke-9 Tes Tengah Semester Tugas 10 Ke-10 Perilaku Collaborative Supervisi Pengajaran Rina mulyani,pujianah,kiswati 11 Ke-11 Supervisi dalam Rangka Pembinaan Profesional Jumari, arif R, budiyanto No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 12 Ke-12 Program Pembinaan dan Supervisi Pendidikan di Sekolah Zaenal A, nurwahid, sonif 13 Ke-13 Teknik-teknik Supervisi dalam rangka Pembinaan Profesional Kuswandi, bambang,mufid 14 Ke-14 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan Mahali,fauzan, fauziyah 15 Ke-15 Permasalahan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan dan Alternatif Pemecahannya. Soghir, 16 Ke-16 Tes Akhir Semester - DAFTAR PUSTAKA Ametembun, N.A. 1981. Supervisi Pendidikan. Bandung: Suri. Darma, A. 2000. Manajemen Supervisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Glickman, C.D., dkk. 1991. Supervision and Instructional Leadership A Developmental Approach. Massachussetts: Allyn and Bacon. Imron, A. 1995. Pembinaan Guru di Indonesia. Cet. I. Jakarta: Pustaka Jaya. Naegley, R.L., & Evans, D.N. 1980. Handbook for Effective Supervision of Instruction. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Nurtain. 1989. Supervisi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Oliva, P.F. 1984. Supervision for Today’s Schools. New York and London:Longman. Pidarta, M. 1999. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Cet. II. Jakarta: Bumi Aksara. Pidarta, M. 2009. Supervisi Pendidikan Kontekstual. Jakarta: Rineka Cipta. Sagala, S. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sahertian, P.A., 2008. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Sergiovanni, T.J., & Starrat, R.J. 1983. Supervision: Human Perspective. London: McGraw-Hill, Inc. Suhardan, D. 2010. Supervisi Profesional: Layanan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta. Semarang, 18 November 2012 Dosen Pembina Dr. Karwanto, M.Pd NIP. 197705162010121002 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG HANDOUT RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Nama Matakuliah : Supervisi Pendidikan Jumlah SKS : 3 sks Dosen : Dr. Karwanto, M.Pd Tahun : 2012 Deskripsi Mata Kuliah Melakukan kajian mengenai berbagai pendekatan dan teknik dalam penyelenggaraan supervisi, prinsip, fungsi dan peranan supervisi dianalisis dari sudut tinjauan latar dan teori yang mendasari berbagai pendekatan dan teknik tersebut. Tujuan Perkuliahan Perkuliahan bertujuan untuk memahamkan dan mentrampilkan mahasiswa untuk: 1. Memiliki wawasan mengenai konsep dasar supervisi pendidikan. 2. Menguasai pendekatan supervisi pengajaran 3. Menguasai perspektif psikologi supervisi pengajaran 4. Menguasai implementasi supervisi pendidikan dan pengajaran. 5. Menguasai evaluasi dalam kegiatan supervisi pendidikan 6. Membuat perencanaan, praktek melaksanakan supervisi pendidikan dan mengevaluasi pelaksanaan supervisi pendidikan. 7. Mampu menganalisis permasalahan-permasalahan supervisi pendidikan dan menentukan alternatif pemecahannya. Kegiatan Perkuliahan 1. Metode Pembelajaran a. Ceramah Dosen Pembina (20%) b. Presentasi individu/kelompok mahasiswa (pertopik diskusi) (40%) c. Observasi ke lapangan/ Instansi terkait dan representatif dalam konteks supervisi pendidikan (30%) d. Ujian (10%) 2. Bentuk Kegiatan a. Tatap muka: 16 kali. b. Tugas Terstruktur: (1) Studi observasi ke lapangan (2) Laporan tugas individu atau kelompok. 3. Pelaksanaan Evaluasi a. Ujian Tengah Semester : 1 kali. b. Ujian Akhir Semester : 1 kali. c. Penilaian Tugas Terstruktur : 3 kali. Penilaian Aspek yang dinilai sebagai standar keberhasilan mengikuti mata kuliah ini meliputi: 1. Kehadiran dan partisipasi selama mengikuti kegiatan perkuliahan (15%) 2. Penyajian dan Penguasaan materi diskusi/presentasi (15%) 3. Tugas individu atau terstruktur (20%) 4. Hasil Observasi Lapang (20%) 5. Middle dan Final Test (30%) Kewajiban Setiap Mahasiswa 1. Hadir dan berpartisipasi serta mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. 2. Menyiapkan makalah diskusi dan mempresentasikan serta membuat rangkuman diskusi dengan ketentuan: b. Menyerahkan makalah diskusi kepada dosen pembina. c. Menyerahkan makalah laporan hasil diskusi dan rangkuman pada dosen. 3. Melakukan dan melaporkan hasil observasi lapang. 4. Mengikuti Middle dan Final Test sesuai jadwal. Daftar Topik/Kegiatan No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 1 Ke-1 Kontrak Perkuliahan Penjelasan Dosen Pembina 2 Ke-2 Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Dosen Pembina 3 Ke-3 Pendekatan Ilmiah Supervisi Pengajaran Sobirin,fadholi,qurotul 4 Ke-4 Pendekatan Artistik Supervisi Pengajaran Nursidik, nurul zulfa, kholik 5 Ke-5 Supervisi Klinis dan Non-Klinis Lukman,safi’i,rusdiono 6 Ke-6 Tipe, Sikap dan Peranan Supervisor Pendidikan Hakim,Drs. slamet, rihaniyah 7 Ke-7 Perilaku Directive Supervisi Pengajaran sri murahati,siti aisah,irham, 8 Ke-8 Perilaku Non-Directive Supervisi Pengajaran Agus M, H.sujud, slamet S.Ag, 9 Ke-9 Tes Tengah Semester Tugas 10 Ke-10 Perilaku Collaborative Supervisi Pengajaran Rina mulyani,pujianah,kiswati 11 Ke-11 Supervisi dalam Rangka Pembinaan Profesional Jumari, arif R, budiyanto No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 12 Ke-12 Program Pembinaan dan Supervisi Pendidikan di Sekolah Zaenal A, nurwahid, sonif 13 Ke-13 Teknik-teknik Supervisi dalam rangka Pembinaan Profesional Kuswandi, bambang,mufid 14 Ke-14 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan Mahali,fauzan, fauziyah 15 Ke-15 Permasalahan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan dan Alternatif Pemecahannya. Soghir, 16 Ke-16 Tes Akhir Semester - DAFTAR PUSTAKA Ametembun, N.A. 1981. Supervisi Pendidikan. Bandung: Suri. Darma, A. 2000. Manajemen Supervisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Glickman, C.D., dkk. 1991. Supervision and Instructional Leadership A Developmental Approach. Massachussetts: Allyn and Bacon. Imron, A. 1995. Pembinaan Guru di Indonesia. Cet. I. Jakarta: Pustaka Jaya. Naegley, R.L., & Evans, D.N. 1980. Handbook for Effective Supervision of Instruction. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Nurtain. 1989. Supervisi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Oliva, P.F. 1984. Supervision for Today’s Schools. New York and London:Longman. Pidarta, M. 1999. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Cet. II. Jakarta: Bumi Aksara. Pidarta, M. 2009. Supervisi Pendidikan Kontekstual. Jakarta: Rineka Cipta. Sagala, S. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sahertian, P.A., 2008. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Sergiovanni, T.J., & Starrat, R.J. 1983. Supervision: Human Perspective. London: McGraw-Hill, Inc. Suhardan, D. 2010. Supervisi Profesional: Layanan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta. Semarang, 18 November 2012 Dosen Pembina Dr. Karwanto, M.Pd NIP. 197705162010121002 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG HANDOUT RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER Nama Matakuliah : Supervisi Pendidikan Jumlah SKS : 3 sks Dosen : Dr. Karwanto, M.Pd Tahun : 2012 Deskripsi Mata Kuliah Melakukan kajian mengenai berbagai pendekatan dan teknik dalam penyelenggaraan supervisi, prinsip, fungsi dan peranan supervisi dianalisis dari sudut tinjauan latar dan teori yang mendasari berbagai pendekatan dan teknik tersebut. Tujuan Perkuliahan Perkuliahan bertujuan untuk memahamkan dan mentrampilkan mahasiswa untuk: 1. Memiliki wawasan mengenai konsep dasar supervisi pendidikan. 2. Menguasai pendekatan supervisi pengajaran 3. Menguasai perspektif psikologi supervisi pengajaran 4. Menguasai implementasi supervisi pendidikan dan pengajaran. 5. Menguasai evaluasi dalam kegiatan supervisi pendidikan 6. Membuat perencanaan, praktek melaksanakan supervisi pendidikan dan mengevaluasi pelaksanaan supervisi pendidikan. 7. Mampu menganalisis permasalahan-permasalahan supervisi pendidikan dan menentukan alternatif pemecahannya. Kegiatan Perkuliahan 1. Metode Pembelajaran a. Ceramah Dosen Pembina (20%) b. Presentasi individu/kelompok mahasiswa (pertopik diskusi) (40%) c. Observasi ke lapangan/ Instansi terkait dan representatif dalam konteks supervisi pendidikan (30%) d. Ujian (10%) 2. Bentuk Kegiatan a. Tatap muka: 16 kali. b. Tugas Terstruktur: (1) Studi observasi ke lapangan (2) Laporan tugas individu atau kelompok. 3. Pelaksanaan Evaluasi a. Ujian Tengah Semester : 1 kali. b. Ujian Akhir Semester : 1 kali. c. Penilaian Tugas Terstruktur : 3 kali. Penilaian Aspek yang dinilai sebagai standar keberhasilan mengikuti mata kuliah ini meliputi: 1. Kehadiran dan partisipasi selama mengikuti kegiatan perkuliahan (15%) 2. Penyajian dan Penguasaan materi diskusi/presentasi (15%) 3. Tugas individu atau terstruktur (20%) 4. Hasil Observasi Lapang (20%) 5. Middle dan Final Test (30%) Kewajiban Setiap Mahasiswa 1. Hadir dan berpartisipasi serta mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. 2. Menyiapkan makalah diskusi dan mempresentasikan serta membuat rangkuman diskusi dengan ketentuan: b. Menyerahkan makalah diskusi kepada dosen pembina. c. Menyerahkan makalah laporan hasil diskusi dan rangkuman pada dosen. 3. Melakukan dan melaporkan hasil observasi lapang. 4. Mengikuti Middle dan Final Test sesuai jadwal. Daftar Topik/Kegiatan No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 1 Ke-1 Kontrak Perkuliahan Penjelasan Dosen Pembina 2 Ke-2 Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Dosen Pembina 3 Ke-3 Pendekatan Ilmiah Supervisi Pengajaran Sobirin,fadholi,qurotul 4 Ke-4 Pendekatan Artistik Supervisi Pengajaran Nursidik, nurul zulfa, kholik 5 Ke-5 Supervisi Klinis dan Non-Klinis Lukman,safi’i,rusdiono 6 Ke-6 Tipe, Sikap dan Peranan Supervisor Pendidikan Hakim,Drs. slamet, rihaniyah 7 Ke-7 Perilaku Directive Supervisi Pengajaran sri murahati,siti aisah,irham, 8 Ke-8 Perilaku Non-Directive Supervisi Pengajaran Agus M, H.sujud, slamet S.Ag, 9 Ke-9 Tes Tengah Semester Tugas 10 Ke-10 Perilaku Collaborative Supervisi Pengajaran Rina mulyani,pujianah,kiswati 11 Ke-11 Supervisi dalam Rangka Pembinaan Profesional Jumari, arif R, budiyanto No Perte- muan ke- Topik/Kegiatan Kuliah Keterangan 12 Ke-12 Program Pembinaan dan Supervisi Pendidikan di Sekolah Zaenal A, nurwahid, sonif 13 Ke-13 Teknik-teknik Supervisi dalam rangka Pembinaan Profesional Kuswandi, bambang,mufid 14 Ke-14 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan Mahali,fauzan, fauziyah 15 Ke-15 Permasalahan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan dan Alternatif Pemecahannya. Soghir, 16 Ke-16 Tes Akhir Semester - DAFTAR PUSTAKA Ametembun, N.A. 1981. Supervisi Pendidikan. Bandung: Suri. Darma, A. 2000. Manajemen Supervisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Glickman, C.D., dkk. 1991. Supervision and Instructional Leadership A Developmental Approach. Massachussetts: Allyn and Bacon. Imron, A. 1995. Pembinaan Guru di Indonesia. Cet. I. Jakarta: Pustaka Jaya. Naegley, R.L., & Evans, D.N. 1980. Handbook for Effective Supervision of Instruction. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Nurtain. 1989. Supervisi Pengajaran. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Oliva, P.F. 1984. Supervision for Today’s Schools. New York and London:Longman. Pidarta, M. 1999. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Cet. II. Jakarta: Bumi Aksara. Pidarta, M. 2009. Supervisi Pendidikan Kontekstual. Jakarta: Rineka Cipta. Sagala, S. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sahertian, P.A., 2008. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Sergiovanni, T.J., & Starrat, R.J. 1983. Supervision: Human Perspective. London: McGraw-Hill, Inc. Suhardan, D. 2010. Supervisi Profesional: Layanan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta. Semarang, 18 November 2012 Dosen Pembina Dr. Karwanto, M.Pd NIP. 197705162010121002

pidhato bhs jawi

Teks Pidhato Pasrah lan Tampa Penganten Kakung Teks pidhato pasrah penganten kakung Nuwun. Kasugengan saha kanugrahaning Gusti kang Maha asih mugi Kajiwa kasarira wonten Panjenengan Sedaya.Kairing Sagunging Pakurmatan,Ibu saha Bapak RAHARJO,Para putra Putri dalasan Sagung kuluwarga.miwah para rawuh. Nuwun.Kepareng matur,minangka sesulihipun Ibu saha Bapak R.KUSNA WIJAYA sakuluwarga,Kula kadhawuhan masrahaken Panganten kakung BAGUS ADI SUMANTRI.katur ibu saha bapak R.KUSNA WIJAYA. Wondene kalampahanipun makaten :kalawau wanci tabuh 09.45, Penganten kakung kula pendhet saking dalem Jln.SUNAN KALIJAGA,kanthi kairing para sepuh.kuluwarga,sanak kadang,mitra Pitepangan sawatawis,kula bekta sowan dumugi ing dalem Jln.Diponegara ngriki kalayan gangsar saha gancar. Pramila,ngembun sarta ngemban dhawuh wigatosing sedya,kepareng ing samangke penganten kakung kula Pasrahaken tuwin kula Sumanggakaken katur Bapak Soedarta,ingkang anyulihi ibu dalasan Bapak Sukarjo,cundhuk kaliyan lampahing upacara. Wasana kula nyuwun Pangaksami mbokbilih anggen kula nindhakaken ayahan Punika wonten ingkang kirang ndadhosaken Pirenaning penggalih. Nuwun. Teks Pidhato Tampi Pengaten Kakung Nuwun, Winantu ing kawilujengan,sinartan sinukartaning Panembrama. Ibu miwah Bapak R. KUSNA,dalah para putra-putri,sanggayaning (seluruh) kuluwarga,Punapa dene Para rawuh. Nuwun,Tumanggap Pangandikanipun Bapak Drs Imam Sarjana,ingkang anyulihi (mewakili) Ibu saha Bapak R.KUSNA WIJAYA, Amasrahaken Penganten Kakung,Kepareng kula matur,minangka Sesulihipun ibu saha Bapak SUHARJO,kula kadhawuhan Tampi Pasrah Penganten Kakung. Pramila,Kaparengan Amratelakaken bilih ing samangke wanci Tabuh 10.00,Penganten Kakung kula Tampi kanthi sae,andadosaken suka bingahing manah ,Saha Sumangga Sami meji-muja syukur Konjuk ing Hyang Murbeng Gesang. Salajengipun Panganten Kakung badhe sarimbit kaliyan Penganten Putri Rr. ASIH SULASTRI,Dumungkap upacara candhakipun. Kula nyadhong Pangaksami mbokbilih wonten kekirangan saha kaladuking panampi. Nuwun.

Kamis, 24 Oktober 2013

tauhid rububiyah dan uluhiyah

Make your own free website on Tripod.com Close Ad TAUHID AR-RUBUBIYYAH DAN TAUHID AL-ULUHIYYAH Makna kalimah tauhid Kalimah tauhid membawa pengertian mengetahui, berikrar, mengakui dan mempercayai bahawa sesungguhnya sembahan yang benar dan berhak disembah ialah Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) semata-mata. Selain daripada-Nya, sama sekali tidak benar dan tidak berhak disembah. Penghayatan kalimah itu meliputi berikrar dengan hati, menyatakan dengan lidah dan membuktikan dengan perbuatan. Tauhid ar-Rububiyyah ( ) dan Tauhid al-Uluhiyyah ( ) Tauhid ar-Rububiyyah bermakna beri’tiqad bahawa Allah SWT bersifat Esa, Pencipta, Pemelihara dan Tuan sekelian alam. Tauhid al-Uluhiyyah pula bermakna menjadikan Allah SWT sahaja sebagai sembahan yang sentiasa dipatuhi. Pengertian lanjut Tauhid ar-Rububiyyah Antara pengertian kalimah Rabb ( ) ialah: 1. As-Sayyid (Tuan) 2. Al-Malik (Yang Memiliki) 3. Pencipta 4. Penguasa 5. Pendidik 6. Pengasuh 7. Penjaga 8. Penguatkuasa. Allah jua bersifat mutlak Manusia, jika dia bersifat seperti memiliki dan berkuasa, maka sifatnya itu sementara. Segala sesuatu di alam ini kepunyaan Allah. Apa yang dimiliki makhluk hanyalah bersifat pinjaman dan majaz (kiasan). Hanya Allah sebagai Rabb al-’Alamin (Rabb sekelian alam) dan mempunyai segala sifat kesempurnaan. Dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna mengakibatkan seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, memerlukan pertolongan-Nya dan berharap kepada-Nya. Manusia, jika dia cerdik, bijak dan pandai, maka semuanya itu datang daripada Allah. Segala kekayaan dan penguasaan manusia bukanlah miliknya yang mutlak tetapi datang daripada Allah. Manusia dijadikan hanya sebagai makhluk. Dia tidak memiliki apa-apa melainkan setiap kuasa, tindak-tanduk, gerak nafas dan sebagainya datang daripada Allah. Allah, Dialah Maha berkuasa, mencipta, menghidup dan mematikan. Dia berkuasa memberikan manfaat dan mudarat. Jika Allah mahu memberikan manfaat dan kelebihan kepada seseorang, tiada siapa mampu menghalang atau menolaknya. Jika Allah mahu memberikan mudarat dan keburukan kepada seseorang seperti sakit dan susah, tiada siapa dapat menghalang atau mencegahnya. Oleh itu hanya Allah sahaja ‘mutafarriq’, bermakna hanya Allah yang berkuasa untuk memberikan manfaat atau mudarat. Firman Allah SWT: “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tiada yang dapat menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dialah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (Al-An’am: 17) Dengan sifat-sifat Allah tersebut, maka timbullah kesan tauhid kepada seseorang. Dia hanya takut kepada Allah, dan berani untuk bertindak melakukan sesuatu kerana keyakinannya kepada Allah. Manusia bersifat fakir Manusia di dunia ini bersifat fakir (tidak memiliki apa-apa), sebaliknya sentiasa memerlukan pertolongan Allah. Firman Allah SWT di dalam Al-Hadith Al-Qudsi: “Hai manusia, kamu semua berada di dalam kesesatan kecuali mereka yang Aku berikan taufiq dan hidayah kepadanya. Oleh itu mintalah hidayah daripada-Ku.” “Hai manusia, kamu semua lapar, kecuali mereka yang aku berikan makan, oleh itu mintalah rezeki daripada-Ku.” “Hai manusia, kamu semua telanjang kecuali mereka yang Aku berikan pakaian. Oleh itu mohonlah pakaian daripada-Ku.” Sifat fakir dan sifat kaya Berhajatkan sesuatu adalah sifat semua makhluk. Manusia, haiwan, tumbuh-tumbuhan dan makhluk lain berhajatkan kepada Allah. Oleh itu semua makhluk bersifat fakir. Allah Maha Kaya. Dia tidak berhajat kepada sesuatu. Jika manusia memiliki keyakinan ini maka dia akan sentiasa berbaik sangka terhadap Allah. Firman Allah SWT: “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya (yang tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Fathir: 15) Fakir adalah sifat yang zati bagi setiap makhluk ciptaan Allah. Kaya adalah sifat yang zati bagi al-Khaliq (Pencipta). Dalil-Dalil Tauhid ar-Rububiyyah Banyak dalil menunjukkan bahawa Allah itu Maha Esa dan tiada sesuatu menyamai Allah dari segi Rububiyyah. Antaranya: 1. Lihatlah pada tulisan di papan hitam, sudah pasti ada yang menulisnya. Orang yang berakal waras akan mengatakan bahawa setiap sesuatu pasti ada pembuatnya. 2. Semua benda di alam ini, daripada sekecil-kecilnya hinggalah sebesar-besarnya, menyaksikan bahawa Allah itu adalah Rabb al-’Alamin. Dia berhak ke atas semua kejadian di alam ini. 3. Susunan alam yang mengkagumkan, indah dan tersusun rapi adalah bukti Allah Maha Pencipta. Jika alam boleh berkata-kata, dia akan menyatakan bahawa dirinya makhluk ciptaan Allah. Orang yang berakal waras akan berkata bahawa alam ini dijadikan oleh satu Zat Yang Maha Berkuasa, iaitu Allah. Tidak ada orang yang berakal waras akan menyatakan bahawa sesuatu itu boleh berlaku dengan sendiri. Begitulah hebatnya Ilmu Allah. Pandanglah saja kepada kejadian manusia dan fikirkanlah betapa rapi dan seni ciptaan-Nya. Terdapat seribu satu macam ciptaan Allah yang memiliki sifat yang berbeza-beza antara satu sama lain. Semuanya menunjukkan bahawa Allah adalah Rabb yang Maha Bijaksana . Fitrah mengakui Rububiyyah Allah Berikrar dan mengakui akan Rububiyyah Allah adalah suatu perkara yang dapat diterima. Hakikat ini terlintas dalam setiap fitrah manusia. Meskipun seseorang itu kafir, namun jauh di lubuk hatinya tetap mengakui Rububiyyah Allah SWT. Firman Allah SWT: “Dan jika kamu bertanyakan mereka tentang: Siapakah pencipta mereka? Nescaya mereka menjawab: Allah.” (Az-Zukhruf: 87) “Dan jika kamu bertanyakan mereka tentang: Siapakah pencipta langit dan bumi? Nescaya mereka menjawab: Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa dan Yang Maha Mengetahui.”(Az-Zukhruf: 9) Tidaklah susah untuk membuktikan Rububiyyah Allah SWT. Fitrah setiap insan adalah buktinya. Manusia yang mensyirik dan mengkufurkan Allah juga mengakui ketuhanan Allah Yang Maha Pencipta. Al-Quran mengakui adanya Tauhid ar-Rububiyyah di dalam jiwa manusia Al-Quran mengingatkan bahawa fitrah atau jiwa manusia memang telah memiliki rasa mahu mengakui Allah Rabb al-’Alamin. Firman Allah SWT: “Berkata rasul-rasul mereka: Apakah terdapat keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi.” (Ibrahim: 10) “Dan mereka mengingkarinya kerana kezaliman dan kesombongan (mereka) pada hal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.”(An-Naml: 14) Keengganan dan keingkaran sebahagian manusia untuk mengakui kewujudan Allah sebagai al-Khaliq (Yang Maha Pencipta), sebenarnya didorong oleh perasaan sombong, degil (‘inad) dan keras hati. Hakikatnya, fitrah manusia tidak boleh kosong daripada memiliki perasaan mendalam yang mengakui kewujudan al-Khaliq. Jika fitrah manusia bersih daripada sombong, degil, keras hati dan selaput-selaput yang menutupinya, maka secara spontan manusia akan terus menuju kepada Allah tanpa bersusah payah untuk melakukan sebarang pilihan. Secara langsung lidahnya akan menyebut Allah dan meminta pertolongan daripada-Nya. Telatah manusia, apabila berada di saat-saat genting, tidak akan terfikir dan terlintas sesuatu di hatinya kecuali Allah sahaja. Ketika itu segenap perasaan dan fikirannya dipusatkan kepada Allah semata-mata. Benarlah Firman Allah SWT: “Dan apabila mereka dilambung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan keikhlasan kepada-Nya, maka ketika Allah menyelamatkan mereka lalu sebahagian daripada mereka tetap berada di jalan yang lurus. Dan tiada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain golongan yang tidak setia lagi ingkar.” (Luqman: 32) Sesungguhnya permasalahan mengenai kewujudan Allah adalah mudah, jelas, terang dan nyata. Kewujudan Allah terbukti dengan dalil yang banyak dan pelbagai. Tauhid al-Uluhiyyah Maksud Tauhid al-Uluhiyyah ialah kita mentauhidkan Allah dalam peribadatan atau persembahan. Allah SWT mengutuskan para rasul bertujuan menyeru manusia menerima Tauhid al-Uluhiyyah. Firman-firman Allah SWT yang berikut membuktikan hal tersebut: “Dan Kami tidak mengutuskan seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahawasanya tiada tuhan melainkan Aku, maka kamu sekelian hendaklah menyembah Aku.” (Al-Anbiya’: 25) “Dan sesungguhnya Kami telah utuskan pada setiap umat itu seorang rasul (untuk menyeru): Sembahlah Allah dan jauhilah Taghut.” (An-Nahl: 36) “Dan sesungguhnya Aku telah utuskan Nuh (nabi) kepada kaumnya, lalu dia berkata (menyeru): Wahai kaumku, hendaklah kamu menyembah Allah, (kerana) sesekali tiada tuhan melainkan Dia.” (Al-Mu’minun: 23) “Dan (Kami telah mengutuskan) kepada kaum ‘Ad saudara mereka Hud (nabi): Hai kaumku sembahlah Allah, sesekali tiada tuhan bagi kamu selain dari-Nya.” (Al ‘Araf: 65) Cetusan rasa cinta kepada Allah Menyembah atau beribadah kepada Allah dapat dilaksanakan apabila tercetus rasa cinta yang suci kepada Allah dan rela (ikhlas) menundukkan diri serendah-rendahnya kepada-Nya. Seseorang hamba itu disifatkan sedang menyembah Allah apabila dia menyerahkan seluruh jiwa raga kepada Allah, bertawakkal kepada Allah, berpegang teguh kepada ajaran-ajaran Allah, berpaut kepada ketentuan Allah, meminta (mengharap) serta memulang (menyerah) sesuatu hanya kepada Allah, berjinak-jinak dengan Allah dengan cara sentiasa mengingati-Nya, melaksanakan segala syariat Allah dan memelihara segala perlakuan (akhlak, perkataan dan sebagainya) menurut cara-cara yang diredhai Allah. ‘Ubudiyyah yang semakin bertambah Pengertian ‘ubudiyyah (pengabdian) kepada Allah akan bertambah sebati dan hebat kesannya dalam kehidupan manusia apabila semakin mendalam pengertian dan keinsafannya tentang hakikat bahawa manusia itu terlalu fakir di hadapan Allah. Manusia sentiasa bergantung dan berhajat kepada Allah. Manusia tidak boleh terlupus daripada kekuasaan dan pertolongan Allah walaupun sekelip mata. Begitu juga dengan cinta atau kasih (hubb) manusia kepada Allah dan rasa rendah diri (khudu’) manusia kepada Allah yang akan bertambah teguh apabila semakin mantap ma’rifat dan kefahamannya terhadap sifat-sifat Allah, Asma’ Allah al-Husna (sifat-sifat Allah yang terpuji), kesempurnaan Allah dan kehebatan nikmat kurniaan Allah. Semakin terisi telaga hati manusia dengan pengertian ‘ubudiyyah terhadap Allah semakin bebaslah dia daripada belenggu ‘ubudiyyah kepada selain daripada Allah. Seterusnya dia akan menjadi seorang hamba yang benar-benar tulus dan ikhlas mengabdikan diri kepada Allah. Itulah setinggi-tinggi darjat yang dapat dicapai oleh seseorang insan. Allah telah menggambarkan di dalam al-Qur’an keadaan para rasul-Nya yang mulia dengan sifat-sifat ‘ubudiyyah di peringkat yang tinggi. Allah telah melukiskan rasa ‘ubudiyyah Rasulullah SAW pada malam sewaktu wahyu diturunkan, ketika baginda berda’wah dan semasa baginda mengalami peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Firman Allah SWT: “Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.” (An-Najm: 10) “Dan ketika berdiri hamba-Nya (Muhammad) untuk menyembah-Nya (beribadat), hampir saja jin-jin itu mendesak-desak mengerumuninya.” (Al-Jin: 19) “Maha Suci Allah yang memperjalankan hambanya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa.” ( Al-Isra’: 1) Tauhid al-Rububiyyah menghubungkan Tauhid al-Uluhiyyah Seperti yang telah dinyatakan di atas, Tauhid al-Rububiyyah ialah mengakui keesaan Allah sebagai Rabb, Tuan, Penguasa, Pencipta dan Pengurnia secara mutlak. Tidak ada sekutu bagi-Nya di dalam Rububiyyah. Sesungguhnya kesanggupan dan kesediaan manusia mentauhidkan Allah dari segi Rububiyyah dengan segala pengertiannya akan menghubung atau menyebabkan manusia mengakui Tauhid al-Uluhiyyah iaitu mengesakan Allah dalam pengabdian. Secara spontan pula manusia akan mengakui bahawa Allah sahaja layak disembah, selain daripada-Nya tidak layak disembah walau dalam apa bentuk sekalipun. Al-Quran terlebih dahulu memperingatkan orang-orang musyrikin Quraisy agar mengakui Tauhid al-Rububiyyah. Apabila mereka menerima Tauhid al-Rububiyyah dan bersungguh-sungguh mengakuinya, maka terbinalah jambatan yang menghubungkan mereka dengan Tauhid al-Uluhiyyah. Hakikat ini jelas dan tidak boleh dicuai atau diselindungkan lagi. Firman Allah SWT: “Apakah mereka mempersekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu apapun? Sedangkan berhala-berhala tersebut adalah buatan manusia.” (Al-A’raf: 191) “Apakah (Allah) yang menciptakan segala sesuatu itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapakah kamu tidak mengambil pengajaran?” (An-Nahl: 17) “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu serukan selain daripada Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu daripada mereka, tiada mereka dapat merebutnya kembali daripada lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah pula yang disembah.” (Al-Hajj: 73) Ayat-ayat tersebut mengingatkan orang-orang musyrikin mengenai suatu hakikat yang nyata iaitu sembahan-sembahan mereka adalah lemah, malah tidak berkuasa untuk mencipta sesuatu walaupun seekor lalat. Jika lalat itu mengambil atau merampas sesuatu daru mereka, maka mereka tidak berkuasa untuk mendapatkannya kembali. Ini menunjukkan betapa lemah yang meminta dan lemah pula yang dipinta. Oleh itu akal yang sejahtera tidak boleh menerima penyembahan selain daripada Allah. Dalam peribadatan mereka tidak boleh mempersekutukan sesuatu dengan Allah. Allah adalah al-Khaliq Yang Esa. Selain daripada-Nya adalah lemah dan dhaif belaka. Tuhan-tuhan palsu yang tidak memiliki apa-apa Al-Quran menghujah dan mengingatkan orang-orang musyrikin bahawa apa yang mereka sembah selain daripada Allah tidak memiliki sebutir atom pun sama ada di bumi mahupun di langit. Malah sembahan mereka sama sekali tidak menyamai Allah walaupun sebesar zarah sama ada di bumi mahupun di langit. Allah tidak mempunyai apa-apa keperluan dengan tuhan-tuhan palsu yang mereka sembah. Jika mereka menyedari hakikat ini, mereka akan merasai kewajipan untuk beribadat dengan ikhlas kepada Allah semata-mata. Firman Allah SWT: “Katakanlah: Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak memiliki satu saham pun dalam penciptaan langit dan bumi, dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.” (Saba’: 22) Al-Quran mengakui bahawa orang-orang musyrikin mengiktiraf sebahagian daripada Rububiyyah Allah seperti Allah itu Pemilik langit serta bumi dan Allah itu Pengurus kejadian-kejadian di langit serta di bumi. Jika begitulah pengiktirafan mereka, sepatutnya mereka beriman dan menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya. Firman Allah SWT: “Katakanlah (kepada mereka): Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya jika kamu mengetahui? Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah (kepada mereka): Apakah kamu tidak ingat? “Katakanlah (kepada mereka): Siapakah yang mempunyai langit yang tujuh dan yang empunya ‘arasy yang besar? Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah (kepada mereka): Apakah kamu tidak bertaqwa? “Katakanlah (kepada mereka): Siapakah yang di tangan-Nya berada segala kekuasaan sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi daripada (azab)-Nya, jika kamu mengetahui? Mereka akan menjawab: Kepunyaan Allah. Katakanlah (kepada mereka): (Oleh yang demikian) dari jalan manakah kamu ditipu ? “Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka dan sesungguhnya mereka sebenarnya orang-orang yang berdusta.” (Al-Mu’minun: 84-90) Sains dan aqidah tauhid Penemuan-penemuan dalam bidang sains dan teknologi mengenai alam buana, atom, manusia, tumbuh-tumbuhan dan pelbagai bidang industri telah berjaya menyingkap keindahan dan ketelitian ciptaan Allah. Penemuan-penemuan dan rekaan-rekaan baru itu menguatkan lagi ajaran aqidah tauhid dan meneguhkan lagi keimanan orang-orang mu’min. Hasil-hasil kajian itu menunjukkan kebesaran dan keluasan kudrat serta ilmu Allah. Sesungguhnya di sebalik kehalusan ciptaan dan keindahan sistem sejagat ini pasti ada Penciptanya Yang Maha Basar dan Maha Berkuasa. Kedudukan tauhid dalam Islam Keseluruhan ajaran Islam berasaskan tauhid. Keseluruhan kandungan al-Quran berlegar di atas tauhid. Kandungan ayat-ayat al-Quran meliputi pengkhabaran tentang Allah, sifat Allah, kejadian Allah, perbuatan Allah dan pentadbiran Allah. Al-Qur’an membincangkan tentang al-amr (perintah) dan anbiya’ Allah (nabi-nabi Allah) kerana kedua-duanya ada kaitan dengan penciptaan dan kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya. Al-Qur’an menerangkan segala bentuk balasan baik (pahala) untuk mereka yang mentaati Allah, Rasul dan syariat-Nya. Semua ini untuk mengajak mereka menegakkan Tauhid al-Uluhiyyah dan Tauhid al-Rububiyyah. Al-Qur’an menerangkan segala bentuk balasan siksa (dosa) untuk mereka yang tidak mematuhi syariat-Nya, menceritakan tentang keadaan orang-orang zaman dahulu yang telah menderhakai Allah. Semua ini untuk menjelaskan bahawa manusia perlu kembali kepada dasar tauhid dan ibadah kepada Allah. Oleh itu tauhid adalah intipati atau asas Islam. Daripada tauhid terpancar segala sistem, perintah, hukum dan peraturan. Semua ibadat dan hukum dalam Islam bertujuan untuk menambah, memahir, menguat dan mengukuhkan lagi tauhid di dalam hati orang-orang mu’min. Dengan tauhid seluruh dorongan manusia akan terbentuk Dengan tauhid yang kuat, maka akan terbentukkan pelbagai dorongan yang ada dalam jiwa manusia. Dia akan takut hanya kepada Allah SWT dan berani mempertahankan keyakinannya seperti yang dipersaksikan dalam sirah Rasulullah dan para sahabat: 1. Rasulullah SAW pernah memerintahkan Ali RA agar tidur di atas katilnya sebelum baginda keluar berhijrah ke Madinah, sedangkan musuh Islam begitu giat mengintip. Namun Sayyidina Ali sanggup berbuat mengikut perintah Rasulullah SAW kerana beliau yakin atas Kehendak dan Kekuasaan Allah. 2. Khalid Ibn al-Walid RA pernah mengalami banyak calar dan luka pada badannya kerana berperang di jalan Allah. Namun dia tetap yakin dengan Kekuasaan Allah. Dia tetap meneruskan pertempuran melawan musuh. 3. Bilal bin Rabah RA sanggup diheret di padang pasir, dijemur di bawah kepanasan matahari dan diseksa dengan batu besar diletakkan di atas tubuhnya. Dia tetap mempertahankan keimanannya. Kini, ramai manusia yang kehilangan keyakinan ini. Mereka masih yakin kepada yang lain daripada Allah. Mereka takut kepada kegagalan, ketua, kematian dan sebagainya. Oleh itu menjadi kewajipan bagi pendakwah-pendakwah Islam untuk mengembalikan manusia kepada keyakinan yang betul. Syahadah bahawa Nabi Muhammad itu Rasulullah Syahadah merupakan teras Islam yang kedua. Syahadah ini menuntut manusia mengetahui, membenar dan menyakini dengan muktamad (dengan i’tiqad yang jazim serta pegangan yang putus) bahawa Nabi Muhammad SAW adalah Rasulullah serta membuktikannya dengan perkataan dan perbuatan sekaligus. Pembuktian dengan perkataan ialah melafazkan kalimah syahadah itu dengan lidah. Pembuktian dengan perbuatan ialah menegakkan tingkah laku (tatasusila) dan seluruh tindak-tanduk yang bersesuaian dengan ajaran Nabi Muhammad SAW serta menuruti jejak langkah baginda. Para rasul menegakkan tauhid Pada dasarnya pengutusan para rasul bertujuan untuk mengesakan Allah dalam Tauhid al-Rububiyyah dan Tauhid al-Uluhiyyah. Dialah Tuhan Rabb al-’Alamin dan Tuhan para Rasul tersebut. Tiada tuhan yang sebenar melainkan Allah. Tauhid al-Rububiyyah dan Tauhid al-Uluhiyyah menjelaskan kekuasaan Allah yang Maha Suci dalam pentadbiran urusan makhluk-Nya. Allah Pengurnia kemaslahatan dan kebaikan. Allah Penentu al-amr (perintah). Allah-lah Pengutus ar-Rasul untuk makhluk-Nya. Manusia memerlukan rasul untuk mencapai kesempurnaan hidup Tidak syak lagi untuk mencapai kesempurnaan hidup, manusia bukan sahaja berkehendakkan kepada makanan, pakaian, tempat berlindung dan keperluan-keperluan jasmani yang lain, bahkan manusia juga berkehendakkan sesuatu untuk memenuhi tuntutan roh. Dengan memenuhi tuntutan roh, manusia akan dapat mencapai taraf kesempurnaan sebagai manusia yang mulia dan berbeza dengan makhluk-makhluk yang lain. Tugas para rasul adalah untuk memberitahu kepada manusia bahawa Allah adalah enciptanya yang layak disembah dan Dialah yang meletakkan manusia di atas jalan lurus (sirat al-mustaqim). Dengan keyakinan ini barulah manusia dapat sampai ke jalan kebahagiaan dan kesempurnaan sebenar. Manusia sendiri tidak dapat mengetahui perkara-perkara ghaib mengenai Pencipta dan sirat al-mustaqim dengan menggunakan kudrat dan akalnya yang lemah. Manusia kerap melakukan kesilapan. Untuk memikirkan mengenai Pencipta dan sirat al-mustaqim adalah di luar kemampuan akal manusia. Oleh itu pengutusan para rasul Allah menunjukkan kebijaksanaan-Nya dan merupakan rahmat yang paling besar untuk umat manusia. Para rasul Allah dilantik daripada golongan manusia sendiri supaya mereka dapat menggunakan kebiasaan dan bahasa yang dapat difahami oleh manusia. Seterusnya menyampaikan ajaran Allah, menjelaskan cara-cara untuk sampai kepada risalah-Nya dan menghuraikan cara mana untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sungguh tidak patut sikap manusia sekiranya dia mengingkari Rasul Allah SWT. Firman Allah SWT: "Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang sewajarnya ketika mana mereka berkata: Allah tidak menurunkan sesuatu pun untuk manusia.” (Al-An’am: 91) Mengingkari kenabian Nabi Muhammad adalah kesalahan yang besar Mengingkari kenabian Nabi Muhammad SAW setelah nyata dalil-dalil mengenai kebenaran dan kenabiannya bererti merendah dan melemahkan akal manusia. Sikap seperti ini merupakan keingkaran yang sangat buruk, kedegilan yang sangat tebal dan dosa yang sangat besar. Allah akan membalas sikap sebegini dengan balasan pedih. Mengithbatkan (Mensabitkan) kenabian Muhammad SAW Seseorang tidak boleh mendakwa bahawa dia nampak bintang-bintang di langit sekiranya dia mengingkari kewujudan matahari, sedangkan dia nampak matahari. Kalau dia mendakwa dan percaya juga, itu bertentangan dengan keimanannya terhadap apa yang dilihatnya. Begitu juga seseorang tidak boleh beriman kepada nabi-nabi lain sekiranya dia tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW dan mengingkari kenabiannya. Mengithbatkan (mensabitkan) kenabian Muhammad SAW bererti mensabitkan juga kenabian seluruh para anbiya’ AS sepertimana yang tersebut di dalam al-Quran. Oleh itu mengingkari perutusan sebarang rasul bererti membohongi sebahagian daripada apa yang terkandung di dalam al-Quran dan mengingkari risalah Islam. Kesan dan implikasi keimanan kepada Nabi Muhammad SAW Mengimani Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasulullah bererti mengimani secara mutlak dan sempurna bahawa segala perkara yang dibawa dan dikhabarkan oleh baginda datang daripada Allah SWT. Implikasinya agar manusia wajib membenar dan mentaati segala suruhan dan larangan Nabi Muhammad SAW dengan penuh redha dan ikhlas, tanpa was-was, tanpa rasa keberatan, tanpa rasa sempit dan tanpa rasa terpaksa. Manusia perlu taat sepenuhnya kepada ajaran Nabi Muhammad SAW tanpa menimbulkan suasana berhujah, berdebat dan berbincang, seolah-olah ajaran itu datang daripada seorang manusia biasa. Beriman dengan Nabi Muhammad SAW tidak boleh sama sekali dengan cara mempercayai atau mengambil sebahagian dan meninggalkan sebahagian daripada ajarannya. Sikap sebegini adalah berlawanan dengan natijah yang sepatutnya lahir daripada keimanan terhadap Nabi Muhammad SAW. Al-Quran kerap menyatakan nas-nas yang qat’i tentang implikasi keimanan kepada Nabi Muhammad SAW. Firman Allah SWT: Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberikan rahmat.” (Ali ‘Imran: 132) “Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kamu.” (Ali ‘Imran: 31) “Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir. (Ali ‘Imran: 32) “Sesiapa yang mentaati Rasul maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” (An-Nisa’: 80) “Sesungguhnya jawapan orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, lalu mereka berkata: Kami dengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 51) “Dan sesiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, nescaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan sesiapa yang berpaling nescaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.” (Al-Fath: 17) “Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, dan apa yang dilarang bagimu maka tinggallah.” (Al-Hasyr: 7) “Dan tidak patut bagi lelaki-lelaki mukmin dan bagi perempuan-perempuan Mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan, ada pilihan lain bagi mereka tentang urusan mereka.” (Al-Ahzab: 36) “Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman dengan Allah dan Hari Akhirat.” (An-Nisa’: 59) “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya.” (An-Nisa’: 65) “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpakan cubaan atau ditimpakan azab yang pedih.” (An-Nur: 63) Nas-nas seperti yang tersebut di atas sememangnya banyak di dalam al-Quran yang mengingatkan orang-orang beriman akan tanggungjawab mereka selepas beriman kepada Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul. Antaranya: 1. Nas-nas itu menyuruh manusia mentaati Nabi Muhammad SAW, kerana taatkan baginda bererti taatkan Allah SWT. Balasan orang yang mentaatinya ialah Syurga an-Na’im dan balasan orang yang mengingkarinya ialah Neraka. 2. Nas-nas itu menerangkan kepada orang-orang mukmin bahawa beriman kepada Nabi Muhammad SAW bererti mengikuti apa yang disuruhnya dan meninggalkan apa yang dilarangnya. 3. Nas-nas itu menyuruh orang Islam yang bertelingkah pendapat agar kembali kepada Allah dan Rasul-Nya serta redha menuruti hukum Rasulullah SAW. Natijah logik Semua yang dinyatakan dalam nas-nas al-Quran di atas adalah natijah logik bagi seseorang yang beriman dengan Nabi Muhammad SAW. serta menerima dengan rela akan kerasulannya. Suatu hal yang bertentangan dan tidak diterima akal jika seseorang itu beriman kepada Nabi Muhammad SAW tetapi menentang atau tidak menerima dengan rela hati perkara yang dibawanya dengan alasan, misalnya, tidak sesuai dengan sesuatu kepercayaan. Umpama seorang yang telah menaruh kepercayaan kepada seorang doktor mahir, sudah tentu dia menerima nasihat doktor itu dan mengikuti cara pengubatannya. Dia akan mematuhi cara-cara memakan ubat dan segala pantang larangnya. Dia tidak boleh menentang atau membahaskan kata-kata doktor pakar itu. Jika kepatuhan dan kerelaan seseorang pesakit terhadap doktor adalah suatu yang dianggap lumrah dan munasabah, padahal doktor itu mungkin tersalah, maka bagaimana pula sikap seseorang terhadap Rasulullah yang diutuskan oleh Allah SWT, sedangkan Rasulullah adalah penghulu bagi segala doktor? Kewajipan terhadap Rasulullah SAW Kewajipan seorang muslim terhadap Rasulullah SAW ialah membenarkan semua yang dibawanya, mematuhi segala perintah dan meninggalkan segala larangannya. Seseorang muslim itu hendaklah menerima ajaran baginda dengan sempurna, ikhlas dan rela seperti yang telah dinyatakan. Kewajipan-kewajipan lain ialah: 1. Mengasihi atau mencintai Rasulullah SAW lebih daripada mengasihi atau mencintai diri, anak, isteri, harta dan isi alam. Sabda Rasulullah SAW: “Tidak sempurna iman seseorang kamu sehinggalah dia sanggup menjadikan aku lebih dikasihi daripada dirinya, anaknya, hartanya dan manusia seluruhnya.” Tanda manusia yang benar-benar mengasihi Rasulullah SAW ialah mengikuti baginda dengan penuh ikhlas. Dia segera mengerjakan apa yang disukai atau dikasihi baginda. Itulah tanda-tanda manusia yang benar-benar kasihkan Rasulullah SAW. Firman Allah SWT: “Mereka bersumpah kepada kamu dengan nama Allah untuk mencari keredhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keredhaannya jika mereka itu adalah orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 62) 2. Menghormati dan memuliakan Rasulullah SAW sama ada ketika baginda masih hidup atau telah wafat. Firman Allah SWT: “Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian yang lain.” (An-Nur: 63) Rasulullah SAW bukanlah seperti manusia biasa. Baginda adalah Nabi dan Rasul. Rasulullah diutuskan untuk seluruh manusia. Maka wajarlah manusia membesar dan memuliakan baginda sehingga apabila memanggil baginda hendaklah memanggil: “Ya Rasulullah”, “Ya Nabiyullah”, “Ya Habibullah” dan sebagainya. Antara cara menghormati dan memuliakan Rasulullah SAW ialah tidak mendahului baginda semasa bercakap dan tidak meninggikan suara. Firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu meninggikan suaramu lebih daripada suara Nabi dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras sepertimana kerasnya suara sebahagian daripada kamu kepada sebahagian yang lain, supaya tidak terhapus pahala amalan kamusedangkan kamu tidak menyedarinya. Sesungguhnya orang-orang merendahkan suara di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka untuk bertaqwa. Bagi mereka keampunan dan pahala yang besar.” (Al-Hujurat: 1-3) Menghormati dan memuliakan Nabi perlu terus berlanjutan sehingga selepas kewafatan baginda. Seseorang Muslim tidak boleh mengangkat suara di dalam Masjid an-Nabawi atau di sisi maqam baginda. Seseorang muslim wajib bersopan, bersungguh-sungguh dan redha ketika mendengar hadith baginda yang mulia. Seseorang muslim tidak boleh menafi atau menentang hadith-hadith baginda dengan pendapat-pendapat atau fikiran-fikiran yang karut dan menyesatkan. Jika seseorang muslim itu mendengar: “Qala Rasulullah S.A.W. (Sabda Rasulullah SAW), maka hendaklah dia memahami bahawa sabda baginda tidak boleh dibohongi oleh manusia. Oleh itu ia tidak boleh ditentang, bahkan hendaklah didengar, difahami dan diamalkan. 3. Bersungguh-sungguh menghindarkan apa-apa yang boleh menyakiti Rasulullah Nabi SAW sama ada sedikit atau banyak. Menyakiti Rasulullah SAW adalah haram dan berdosa. Malah, menyakitinya boleh menyebabkan seseorang itu terkeluar daripada Islam. Firman Allah SWT: “Dan tidak boleh kamu menyakiti hati Rasulullah.” (Al Ahzab: 53) “Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu bagi mereka azab yang pedih.” (At-Taubah: 61) Termasuk dalam pengertian menyakiti Rasulullah SAW ialah menghina atau mencerca para isteri baginda yang mulia. Isteri-isteri Rasulullah adalah “Ibu Orang-Orang Yang Beriman”. Begitu juga, dianggap menyakiti Rasulullah, sekiranya seseorang menghina atau mencerca “Ahl al-Bait” baginda. 4. Membaca salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu kepada Nabi dan ucaplah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56) Rujukan: Dr. Abdul Karim Zaidan, Usul Ad-Da’wah.

tauhit rububiyah dan tauhid uluhiyah

Home AMALAN BATIN Aqidah Dakwah DOWNLOAD KONSULTASI Mursyid video Kenapa saya keluar dari salafy / salafi/sunni palsu /wahaby/wahabi/darul hadits / DHIYA’US SUNNAH / wahdah islamiyah/al-Nidaa'/LBI Al atsary/ Al-irsyad/ AL QAIDA/LDII/PERSIS/NII DAN SEMUA VARIAN WAHHABY ? Entries RSS | Comments RSS Categories ' Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby 'Bidah Hasanah and Bid'ah Dholalah in the books of Imams 'Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi 'isa dan Idris a.s.) 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa 'Legalitas Tawasul – Bukti 20 scan kitab imam sunni 'video kuliah salafytobat di youtube (Kitab Fathul bari Membungkam kaidah fiqh wahaby )Kaidah Fiqh Islam : “Asal Ibadah adalah Tauqif” Bukan "haram" *Anti Virus Syiah *Bongakr Kepalsuan Akidah salafy/wahaby *Bukti (Scan Kitab) legalitas Maulid Nabi Menurut Imam Sunni *Cara dapatkan ilmu laduni menurut alqur'an dan sunnah *Dakwah dan Tabligh *Fakta Ibnu Taymiyah dan Al-Bany Taubat Dari Aqidah Ses *Hujjah Imam Hanafi Kalahkan Aqidah sesat salafy / waha *Ibnu Katsir membungkam Wahhaby *Imam adzahabi (ahlusunnah) membungkam Wahabi *Kesesatan albany (salafy wahaby) dalam ilmu hadits *Membantah buku Sesat “Benteng Tauhid” Syekh Abdullah Bin Baaz *Nur Muhammad Menurut Al-qur'an & Hadits *Sifat Puasa Nabi Vs Sifat Puasa wahaby/salafy *Sifat Shalat Nabi Vs Sifat Shalat Al-Bany *Sifat wudhu Nabi Vs Sifat wudhu wahaby/salafy *Sunnah maulid Nabi : Allah pun merayakan Maulid Nabi-nabi *Telaah kritis atas doktrin wahaby *Wahabi memalsukan kitab ulama sunni salaf 10 sahabat nabi yang telah dijanjikan syurga oleh Allah. 12 RABIUL AWAL : PERISTIWA MAULID 1500 year old Bible found in Turkey : 'Jesus predicts coming of Prophet Muhammad' 24312870 3 Musuh Islam Paling Berbahaya (Wahhaby – Syiah – Islam Liberal) 31879083 33430067 33452185 4 Nabi Yang Masih Hidup (khidr 4 pertanyaan gugurkan aqidah bathil salafy / wahabi 6 Scanned Books : Proof Live after Death : Mereka Yang Hidup setelah Mati (Para nabi dan wali : Menjawab Salam – shalat – berdoa – jasad utuh etc di dalam kuburnya) Abdullah ibnu Mubarak : Fiqh Madzab adalah tafsir al-quran & Hadits ABU HAYYAN AL-ANDALUSY : IBN TAYMIYAH AL-HARRANY SESAT! Ada 2 orang nama ad-Darimi yg jauh berbeda ( yg 1 sesat – yg 1 lagi ahli hadits terkemuka) [Waspadai Tipu daya Kaum Wahabi] Adab Berdzikir Menurut Alqur'an dan Sunnah Adzan Bukan Hanya Untuk Panggilan Sholat Ahlussunnah Waljamaah vs Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah Ahlusunnah dan Salafussholih yang dikafirkan wahabi Ahlusunnah Menta’wil Ayat Mutasyabihat Ahlusunnah Menyikapi Hadis – Hadits Dhoif ahlusunnah- Indonesia NU (Nahdhatul ulama ) MENOLAK SYIAH (SYIAH SESAT) AJARAN DASAR TARIKAT Ajaran sesat Yang Secara Dusta Disandarkan Kepada Syaikh Abdul Al-Qadir al-Jilani Akar terorisme : Kesalahan fahaman Teroris WAHABY terhadap sURAT al – maidah ayat 44 Akibat Tidak Bermadzab : Fatwa-fatwa 'Aneh' Ulama Wahabi Saudi Membingungkan Rakyat al Khathib al Baghdadi (w 463 H): Tabarruk Imam Syafi'i Ziarah di Makam Imam Abu Hanifah Al-Albani Unveiled – An Exposition of His Errors and ot Al-Albany Al-Wahhaby Jahil Bahasa Arab AL-ALBANY MENGKAFIRKAN IMAM BUKHARY Al-Allamah Al-Mufassir Al-Muhaddith Al-Sheikh Husayn Sa Al-Awa’il al-Sunbuliyyah: Kitab Sanad yang Masyhur Al-Bany (Wahaby) : Muhadits sesat tanpa Sanad Al-Hafidz Adz-Zahabiy (Ahlusunnah) Vs Ibnu Taimiyah (Mu Al-Imam Al-Mujaddid Al-‘Allamah Murtadha Al-Husayni A Al-Imâm Tajuddin as-Subki (w 771 H) : Mengkritik aqidah tajsim ad-zahabi dan ibnu taimiyah Al-irsyad adalah wahhaby bukan Haddadiyah (alawiyyin/keturunan nabi) Albany (wahaby) mencelarukan lebih dari 1000 hadits Ali Bin Abi Thalib Ra. : Sesungguhnya Allah menciptakan arsy untuk menampakan tanda kekuasaan-Nya-Bukan untuk menjadikan tempat bagi Dzat-Nya ALLAH ADA TANPA TEMPAT; [Membongkar Aqidah Sesat Wahhabi Yang Sering Berbohong Besar Atas Nama Imam Abu Hanifah] Alqaida hanya memusuhi Amerika? Ternyata ada Agen Yahudi di Al qaida : Ambil Berkat Dari Kubur Harus (Boleh)- TOKOH WAHHABI Shalih Fauzan Anak laki laki pemimpin wahabi India murtad menjadi pendeta hindu Anak umur 5 tahun hafal quran- fasih 5 bahasa – asbab hidayah islamnya ribuan orang and Exists without a Place! ANJURAN UNTUK TAHLILAN DAN ZIARAH KUBUR. TAK ADA LARANGAN! Anti/Bebas Mazhab bid`ah terbesar hancurkan Syariat Islam Apa yang dimaksud dengan Madzhab Ahlul Bait ? AQIDAH 4 MADZAB KALAHKAN AQIDAH SALAFY/WAHABY (SCAN KIT AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT: Wahhabiyyah Musyabbihah Menyelewengkan Firman Allah QS Thaha:5 Utk Menetapkan Keyakinan Rusak Mereka.. Anda Jangan Terkecoh!!! Aqidah Ahlusunnah (Allah ada tanpa Tempat) kalahkan Aqidah Mujasimmah (Penyembah Dajjal keriting) – Bantahan salatobat kepada mujasimmah wahaby firanda.com dan mahrus ali sesat (mantan kyai NU menggug Aqidah Ahlusunnah kalahkan aqidah palsu kaum Mujasimmah (scan Kitab) Aqidah Ahlusunnah menurut 4 madzab Aqidah imam al zabidi dan ibnu mubarak : Allah ada tanpa tempat Aqidah Imam Hasan Al-banna Vs Aqidah wahabi Aqidah salafy / wahabi = aqidah yahudi Aqidah shohih : Allah ada tanpa tempat dan arah AQIDAH SIFAT 50 ADALAH IJMA DAN AKIDAH MAYORITY UMMAT ISLAM AQIDAH SYEIKH ASY-SYATIBY VS Aqidah Sesat Wahabi Aqidah tajsim sesat aliran Karramiyyah – Sekarang Namanya Wahhabiyyah Aqidah Thahawiyah (pengikut imam al maturidi) : Allah tidak terkungkungi arah aqidah wahaby bersumber pada aqidah mujasimah hashiwiyah (pencetus fitnah di baghdad) As-Sawaiqul Al-Ilahiyyah Fi Ar-Raddi 'Ala Al-Wahhabiyah As-Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani Ashhaabul Badr / Ahli Badar Asiyah & Bidadari hadir saat nabi lahir AWAL MAKHLUK YANG DICIPTAKAN ALLAH Awaq AA Gym (Ponpes Darutauhid) – Anis Matta (PKS) Berfaham sesat Wahabi Jihadi (Teroris alqaida) awas Ma'had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta awas ma'had wahaby : Masjid Ma'had Darul Atsar ( Kampung Bugis AWAS BUKU "KESAKSIAN RAJA JIN (ABU AQILA) SESAT Awas Era muslim dan LIPIA Awas Hidayatullah (http://hidayatullah.com) sudah kerasukan faham sesat Wahhaby! Awas MA'HAD AL-BAYYINAH AL-ISLAMY ( Sidayu Gresik) berfaham wahaby sesat! AWAS MA’HAD ‘ALI IMAM SYAFI’I (MAIS CILACAP) MA'HAD SESAT WAHHABY! Awas Penerbit buku sesat Pustaka Ar-Royyan . At-Tibyan.Pustaka Imam Abu Hanifah.Pustaka Darulhadis AWAS Pustaka Imam Syafii (P.I.S) Penerbit buku sesat wa AWAS Teroris wahhaby (Al-qaida – JI- Al-Shabaab – Hizbul islam- MMI etc) ingin tegakan Hukum Kufur MUjasimmah wahhaby AWASI JEMAAH WAHHABI MENGKAFIRKAN UMAT ISLAM Ayah dan Ibu Nabi Muhammad SAW Masuk Sorga Azar adalah paman nabi ibrahim dan Sanggahan Orang Tua Nabi Kafir AZAZ DAKWAH WALISONGO “DEDENGKOT” WAHABI; IBNU UTSAIMIN DAN AL ALBANI MENGINGKARI RASULULLAH SEBAGAI MAKHLUK ALLAH PALING MULIA Bab 1.larangan mensesatkan Bab 10. Amalan Nisfu sya'ban dan bulan rajab Bab 2. Siapakah golonan Salafi/Wahabi dan bagaimana Fah Bab 3. Kewajiban Bertaqlid Bagi Yang tidak Mampu Berijt Bab 5. Dalil Ziarah Kubur Bab 6. Faedahnya Kumpulan/Majlis Dzikir /dzikir jahar Bab 7. Hukum bersentuhan dengan wanita Bab 8. Maulidin Nabi saw.serta mengagungkan Nabi saw Bab 9. Washithah/ Tawassul dan tabarruk Bab4. Tuduhan Bid’ah yang dipermasalahkan Bab4. Tuduhan Bid’ah yang dipermaslahkan Bacaan al- Quran Di Tanah Perkuburan – Menjawab Tulisan Dr Azwira Abdul aziz UKM bacaan alfatihah Bagaimana Hukum Membaca bismillah dalam shalat? Bagaimana hukumnya baca manaqib? Bagi Pembenci Sahabat nabi (syiah Bahaya Menulis Bahkan Ibnu Taymiyah pun dukung "Maulid Nabi" Bahkan Khalifah Ali Pun Mengusir Abdullah Bin Saba (Rabbi Yahudi Pendiri Syiah) Bahtera Nabi Nuh A.S Bait Diwan Imam Syafe'i yang dihilangkan oleh wahabi Bantahan : Sholat Tarawih Rasulullah bukan 8 raka'at Bantahan Disertasi Hidayat Nurwahid wahabi : Mualid Al-barzanji Bukan Milik Syi’ah Bantahan Salafytobat 2 : Bukti SYIAH Wahabi/Salafy/Al qaida dan Mujasimmah = penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi Bantahan Salafytobat 2 : Bukti Wahabi dan Mujasimmah penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi bantahan salafytobat terhadap website dan blog wahhaby (Bantahan salafytobat terhadap wahhaby sesat ( Abul-Jauzaa Blogspot darussalaf.com dsb) Bantahan salatobat kepada mujasimmah wahaby firanda.com dan mahrus ali sesat (mantan kyai NU menggugat) BANTAHAN TERHADAP SITUS PENENTANG AHLUSSUNNAH (BAGIAN KE-IV) : Kesesatan Paham yang Menafikan Tawassul BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOG PENENTANG AHLUSSUNNAH (BAG II) Bea siswa Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam & Arab (LIPIA) Beramal Kerana Allah Semata-mata adalah Keikhlasan Yang Paling Tinggi (dan Tidak Bertentangan dengan al-Quran dan al-Sunnah) Berbohong yang diperbolehkan menurut islam berfaham sesat wahaby! Bermazhab dengan mazhab al-Salafiyyah (Salafy) adalah DILARANG & bid’ah Bermazhab dengan mazhab al-Salafiyyah adalah bid’ah Bermazhab dengan mazhab/manhaj "salafy" adalah bid’ah Biawak Haram Bid'ah / Bidaah Bid'ah bukan Hukum Islam – Hukum dalam Islam Hanya ada 5 [Wajib - Sunnah (Mandzub/Mustahab) - Mubah (Jaiz)- Makruh dan Haram.] Bid'ah saudy : PERAYAAN Maulid MUHAMMAD ABDUL WAHHAB Biography of al imam asyaafi'i Bocoran wikileaks : Pangeran Saudi Doyan pesta alkohol dan Narkoba Boko Haram (Wahabi Arab Saudi di Nigeria) bunuh Ulama Muslim Nigeria Ibrahim Birkuti Bolehnya Mengahayunkan Badan Sambil Berdzikir (Nampak Macam menari) Bom bunuh diri terorist wahaby : menyerang peziarah makam ulama sunni di lahore pakistan Bongkar Kepalsuan Aqidah salafy/wahaby! Bukti (scan kitab) Pemalsuan Kitab Minhajussunnah annabawiyah (Ibnu Taymiyah) yang menafika arah bagi Allah Bukti (Scanned book alwasiat and fiqh al absath) Aqidah Imam Abu Hanifah “ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH” Bukti (Scanned kitab) kejahatan wahabi memalsukan kitab Imam Ahlusunnah (Part 1) BUKTI : ALQAIDA (WAHABY QUTHBIYUN) AGENT ZIONIST – Jewish Zionist faking Al Qaeda Bukti : Fatwa Para Imam dan Ulama Tentang Kesesatan Syi’ah Bukti : Juru Bicara Alqaida adalah Agen ZIONIST KETURUNAN YAHUDI Bukti : Wahaby/salafy bunuh Ulama&Muslimin Hijaz! Bukti Ahlu hadis palsu (nasiruddin albani al Wahaby) mendoifkan hadis shahih tentang keutamaan surat yasiin Bukti Al-irsyad (Wahhaby Indonesia 1914) buatan kafir Belanda! Bukti Albany Palsukan dan mendhaifkan Kitab Hadis Imam Bukhary Bukti Alqaida (wahabi quthbiyun) Profokator perang saudara Suriah / syiria: Mengebom masjid Sunni dan Ulama Sunni Asyafi'i (termasauk Asyahid Syaikh Ramadhan Al Buthi Asyafi'i) Bukti Alqanuji wahabi (kitab addinul kholis) kafirkan siti hawa Bukti Antek antek teroris wahabi alqaida (NII- MMI- JAT etc) Kafirkan polisi Indonesia Bukti Aqidah Imam Abu Hanifah "ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH" (Mewaspadai Ajaran Sesat Wahabi) Bukti Aqidah islam (Allah ada tanpa tempat dan arah): Imam al-Baqilani (403 H) scan kitab al inshof Bukti Aqidah wahabi = aqidah yahudi : Tuhan Yahudi/wahabi duduk diatas langit Bukti Bin Baz & Wahhabi Kafirkan Ibnu Hajar & Imam Nawawi (1 & 2) Bukti Dedengkot wahabi saling mengkafirkan : Syaikh Bin Baz dikafirkan Oleh Syaikh Utsaimin Bukti Fatwa Sesat Wahabi menyalahi Ijma: Pria Dewasa menyusu Perempuan Dewasa supaya jadi Mahrom Bukti Fitnah Wahabi (syaikh muqbil wahabi ) kepada Imam ahlusunnah Imam Hanafi attabi'in – Muqbil katanan Imam hanafi nerbahaya bagi umat islam Bukti Hizbut Tahrir (HT) Mengingkari Kemakshuman Para Nabi Bukti Hukum Qishas disaudi hanya untuk rakyat jelata – keluarga saud tak tersentuh hukum : Pangeran saudi layak di pancung karena berzina (pemerkosa) Bukti Ibnu qayyim melegalkan tawasul dan Kejahatan Wahabi memalsukan kitab ibnul qayyim Bukti Ibnu Taimiah Pernah Bertaubat Dan Ikut AL-ASYA’ Bukti Ibnu Taimiyyah dan Imam Bukhary mentakwil ayat Al-Quran: Ayat Mutasyabihat Wajah Bukti Ibnu taymiyah – ibnu qayyim – utsaimin – imam 4 madzab: sampai hadiah pahala bacaan alquran bagi Mayit muslim Bukti Ibnu Taymiyah dan Al-Bany Taubat Dari Aqidah Sesa Bukti Ibnu Taymiyah membagi Bid'ah menjadi 2 : Bid'ah hasanah dan bid'ah dlolalah (mengakui pendapat imam Syafii dan ijma ulama sunni) Bukti Ibnu Taymiyah sokong aqidah Kristen: " Tuhan bapa diatas langit" Bukti Imam Ahmad takwil ayat mutasyabihat dan Kedustaan Wahabi (Utsaimin) Bukti Imam al-Baghawi (Lahir 433 H) : Kemaksuman dan Keimanan Para Nabi sebelum di Turunkan wahyu pada mereka Bukti kaum mujasimmah (Ibnul Qayyim) berdusta atas nama imam al-Baihaqi Bukti Kebohongan Wahabi Bermadzhab Hanbali Bukti Kedustaan wahabi – wahabi bukanlah Salafi tapi penentang salafussahalih Bukti Kejahatan Wahabi Mengubah Kitab Ash Shobuni dengan kedok Tharij/ Tahrif = Ziarah Kubur Nabi Menjadi Ziarah masjid nabi Bukti kesesatan LDII / Darul hadits /Ajaran Manqul/ Maqoliyah beraqidah wahhaby takfiri Bukti kesesatan Syaih Albani al wahabi : Al bani Haramkan perhiasan emas bagi wanita Bukti Keshahihan Hadits Malik addar (Legalitas Tawassul dan tabaruk dengan Makam nabi Muhammad) Bukti Khawarij Wahabi (salafy palsu) : Kafirkan Umat islam [emgikut 4 madzab (ahlusunnah wal jamaah) Bukti kitab wahabi : wajib hancurkan kubah makam Nabi Muhammad S.a.w Bukti Kitab wahabi Kaum Wahabi Mengkafirkan Seluruh Umat Islam Ahlusunnah 4 madzab Bukti mufti saudi wahabi (Ibnu Baz) : Halalkan kawin kontrak atau “KAWIN DENGAN NIAT AKAN DI TALAQ (di cerai)" Bukti pengkafiran wahaby : menyesatkan aqidah imam Nawawi dan aqidah mayoritas islam sunni Bukti scan kitab Fathul Bari (Ibnu Hajar atsqalani) – Mustahil Sifat Arah Pada Allah Bukti scan kitab Fatwa sesat Albany wahaby : Onani tidak membatalkan puasa Bukti Scan Kitab Ithaf As-Sadati Al-Muttaqin: Aqidah Imam Syafi’i -Allah Tidak Bertempat Bukti Scan Kitab Syarh Shahih Muslim (Imam Nawawi) & at-tidzkar fi afdhali al-adzkar (Imam Qurtubi) : Hadits "jariyah" bukan Dalil Dzat Allah bertempat / di dalam langit Bukti scan kitab: Imam Bukhari Menta’wil Tertawa Dengan Rahmat Bukti Syaikh Utsaimin wahabi – Imam 4 Madzab – Ibnu taymiyah – Ibnu qayyim : Sampainya Hadiah Bacaan Alquran kepada Orang islam yang sudah mati Bukti Terkini Wahabi hancurkan kubur sahabat Nabi di mesir (Saidina 'Uqbah Bin 'Amir Ra.) dan libya (Saidina Zuhair bin Qais Ra.) Bukti Ulama Cina Dulu dan Sekarang BerMadzab Hanafi : Kitab Shalawat Burdah Dengan Tarjamah Bahasa Cina Bukti video scan kitab Ahlusunnnah "beraqidah Allah ada tanpa tempat" Bukti Wahabi Berdusta Atas Nama Ibnu Katsir : Maulid Nabi di Kitab al-Bidayah wa an-Nihayah Bukti Wahabi Bersaudara Dengan Yahudi Dan Kaum Kafir Lainnya Bukti wahabi jihadi = antek israel : Wahabi jihadi disposori israel dan USA buka Kedubes Israel dan USA di Libia dan menghancurkan makam wali allah Bukti Wahabi Kafirkan Imam Al Mufassir Fakhruddin Al Razi (w.606 H) Bukti wahabi memalsu kitab salaf Bukti Wahabi Saudi memalsukan Kitab shahih Bukhary : Hadits Mutasyabihat "Pinggang Arrahman" diubah / dipalsukan Bukti Wahabi selewengkan fakta KITAB AL IBANAH (2) Bukti Wahaby adalah jamaah takfir! Bukti Wahaby fatwakan Khamr tidak najis! Bukti Wahaby haramkan Takbir Hari raya Bukti wahaby kafirkan Sahabat Abdullah Ibn Umar – Imam al Bukhari – Dan Ibnu Taimiyah BUKTI WAHHABI HALALKAN LIWAT Bukti WAHHABI KAFIRKAN SYEIKH MUHAMMAD 'ALAWI MALIKIY Bukti wahhabi pemujaan dan haul / ulang tahun kematian syaikh utasimin al wahabi Bukti Wahhaby Indonesia antek Zionis Belanda (Al irsyad Bukti: Wahabi – Syiah – Yahudi Nasrani Samakan Bentuk Allah dengan Bentuk Nabi Adam. Na'udzubillah Buku "Menyingkap Tipu Daya dan Fitnah Keji Salafi Wahabi" (1) : Wahhaby Penipu Ummat Buku Aqidah Sunni : Tafsir Istawa Studi Komprehensif Tafsir Istawa Allah ada tanpa Buku Bagus: Argumen Ahlussunnah Wal Jama'ah (Jawaban Tuntas Terhadap Tudingan Bid'ah Dan Sesat) Buku Baru "Membersihkan Nama Ibnu 'Arabi Studi Komprehensif Tasawuf Rasulullah" Buku Baru : Radikalisme Sekte Wahabiyah (Mengurai Sejarah Dan Pemikiran Wahabiyah) "edisi revisi" Buku Baru : SALAFI MELAWAN SALAFI (Al Albani Vs Bin Baz Vs Utsaimin) – SMS ABU-ABU Buku Baru : Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi Buku Baru: Terbongkar! Lumbung Dinar Jaringan Islam Radikal dan Pertikaian Faksi-Faksi Wahabi Buku Cara Shalat Wahaby dilarang di Malaysia buku Kenalilah Aqidahmu 2 versi online (Al ustaz Habib Munzir al musawa) : Melindungi dari fitnah wahabi – syiah – liberal Buku Pintar Berdebat dengan Wahhabi: Apakah Allah berada di Langit? Buletin Al-Arkhabiil – LIPIA . Majalah Al-Muwajjih – www.lipia.org Cara Mendapatkan Ilmu Laduni Menurut Alqur’an dan Sun CD Buya Yahya Asyyafii vs Prof Salim bajri : Ahlusunnah kalahkan hujah wahabi – sampainya pahala membaca bacaan alquran kepada mayit Cirebon Complete proof of The concept of "Bid'ah Hasanah and Bid'ah Dholalah" in the Classic Book [Scanned Kitab of Fathul bari (Ibn Hajar atsqalani) – Tahdib al asma wallughat – Syarah Muslim (Imam Nawawi) - CONFESSIONS of A BRITISH SPY Daftar Agen Majalah Asy-Syariah DAFTAR HUJJAH AHLUSUNNAH ATAS KESESATAN WAHABI(PENTING! Daily Supplications Dakwah & Tabligh : Belajar Bahasa Bangla / Benggali /bangladesh – Learn Bangla Language 1-2 Dakwah dan tabligh : Mereka itu Berjalan Kaki di Atas Permukaan Bumi Untuk Memberi Nasihat Dalil alqur'an : 3 kerja Nabi ( Dakwah – Tazkiyatul qulub/Mensucikan Hati – Ta'lim/Mengajarkan ilmu & Hikmah) Dalil Asawad al adham (Mayority ulama islam & Muslimin) adalah sunni 4 madzab = golongan yang selamat Dalil Batalnya Wudhu Karena Menyentuh Wanita Dalil Bertawasul Dgn Orang yang Mati Dan Belum Lahir Dalil dalil Bolehnya Memakai Hirz atau Ta'widz atau wafaq Dalil dalil Shahih : Sunnahnya dzikir zahar /suara keras selepas shalat Dalil dan Cara Sujud Sahwi (Dua sujud sebelum salam) Dalil Hadis dan Al qur'an : Semua mahluq sampai benda Mati dan atom – Berdzikir Pada Allah Dalil Hadits : Sunnahnya Memakai Kopiah / peci /tutup kepala Dalil Hadits rahasia Amalan 40 hari : puasa – ibadah – tawajuhhan dzikir – dakwah Dalil Hadits Shahih: Sunnahnya Memakai Sorban/ Turban / 'imamah Dalil Kebolehan Mencium Hajar Aswad – Makam Rasulullah – Makam Orang-orang Saleh Dari Kitab Wafa' al Wafa (Imam as Samhudi al hambali (W 911 H)) Dalil Larangan memberontak dan hukuman bagi pemberontak/separatis/terorist Dalil Lengkap Sunnahnya mencium tangan ulama dan orang shaleh Dalil mencium tangan orang shalih – orang tua – penguasa muslim yg shalih Dalil Nabi Muhammad Bertawasul dengan Para Nabi 'alaihi Dalil Sambutan MaulidRasul SAW Dalil Shahih Bolehnya Mengkhususkan Amal Ibadah Pada Hari Hari Tertentu Dalil Tentang Tahlilan (Riwayat Thawus Al-yamani Tabi'i Dalil-dalil Diperbolehkannya Berdzikir secara Jahr dan Secara Berjamaah Dasar/Dalil Talqin Dzikir Thariqat daurah kitab Daurah Kitab Salafy : Syaikh Utsaimin Kafirkan imam naw daurah masayikh timur tengah Daurah masyayikh : Salafy/wahaby sedunia Kafirkan syaik daurah salafy daurah masyaikh daurah kitab salafy alban Debat Ahlusunnah vs wahaby : Wahaby kalah DEFINISI AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH ( ASWJ ) Densus 99 : laskar ahlusunnah indonesia – siap hadapi wahabi radikal (teroris antek alqaida) Di Saudi Arabia (daulah rezim wahabi) Ada Pangakalan Militer Kafir USA dan Zionist Israel DIFINISI SAHABAT NABI DO'A DALAM KEADAAN TERTENTU DO'A SEHARI-HARI DOA – DOA dengan ASMAUL HUSNA Doa Awal Tahun & Doa Akhir Tahun Doa Ka`ab al-Ahbaar untuk perlindungan dari sihir / guna-guna / santet DOA QUNUT NAZILAH Doa Sholat Witir Doktrin sesat Wahabi : Kaum muslimin yang bertawassul dengan nabi/ wali adalah syirik dan murtad serta darahnya halal dibunuh dan hartanya halal diambil. Download Audio kuliah (Bhs Indonesia) : Allah ada tanpa tempat Download jadwal Imsakiyah dan buka puasa Ramadhan 1431 H tahun 2010 – Indonesia Download Kitab dan Risalah Ahlusunnah (2) DOWNLOAD KITAB KLASIK/ KITAB KUNING / ISLAMIC ARABIC BOOK (SCAN PDF) TERLENGKAP Download kitab2 ahlusunnah terlengkap!!! DR Azwira tak nak disebut wahhaby? Dr. Azwira Abdul Aziz jawab ust Zamihan DR. Muhammad Tahir Ul Qadri : Bongkar kesesatan terrorist wahhaby (al qaida – JI – MMI etc) Dr.Yusuf Qardawi & AL-AZHAR MESIR : Ibnu Taimiah&Ibnu Qayyim Adalah MUJASSIM Dusta Salafi Di Balik Nama Wahabi – Wahabi sebenarnya difatwa sesat oleh mufti 4 madzab sunni Dzikrul Maut Evolution of the wahhabiyyah from Ibn Taymiyya Extremist Sects : Wahaby/ fake salafi – Syiah – Liberal Fadhilah shalawat Fadhilah shalawat (Syaikhul Hadits Maulana zakariya) : Shalawat Nur al-Qiyamah FADHILAH WUDHU (MEMBASUH ANGGOTA WUDHU TIGA KALI) Fatwa 100 Ulama: Wahabi Adalah aliran sesat khawarij pemecah belah umat islam dan Terorist fatwa fatwa sesat Ibnu qayyim al Jawziyyah (Murid Ibnu Taymiyah) Fatwa Kibar Ulama al azhar : salafy Wahaby Sesat! fatwa mawlid ibnu taimiyyah vs wahaby Fatwa mufti mesir : Hukum mencabut/mencukur bulu mata – mencukur kumis (halus) dan jenggot bagi wanita Fatwa Mufti Mesir: Hukum Menggantung Foto Fatwa mufti saudi : Radio dan TV = bid'ah fii naar…. wahaby radio dan TV? Majalah bulanan dan bultein jumat? Fatwa Mufti Selangor & Jabatan Mufti Selangor Perihal Akidah WAHABI Fatwa MUI – Islam Jama’ah/LDII / Darul Hadits (Wahabi Fatwa MUI – Ingkar Sunnah Sesat dengan dalil dan hujjahnya Fatwa MUI tentang Makanan dan Minuman Halal atau Haram – Minuman Beralkohol – Khamr – etc Fatwa Sesat mufti saudi mahabi = memperingati maulid Nabi bid'ah tapi peringati HUT (maulid) Negara saudi tidak bid'ah Fatwa sesat wahabi/ SALAFI: LARANG MAKAN TOMAT Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan (Wahabi) : Penamaan As-Salafi Atau Al-Atsari Tidak Ada Asal-Usulnya (Bid'ah) FATWA-FATWA BIN BAZ TAK BOLEH PAKAI ! – Anak Bin Baz Sendiri (berbukti) Fatwa-Fatwa Ibnu Taimiyah Yang Melanggar Ijma' Ulama Ahlusunnah wal jamaah Fidyah (Tebusan) Bagi yang Tak Dapat Berpuasa Fiqh : Dalil Mengadakan Shalat Jum’at dengan 40 orang Fiqh ahlusunnah : Keluar darah saat berhubungan suami-istri (Jima') Fiqh ahlusunnah syafiiyah : Zakat Fitrah Dan Problematikanya FIQH AHLUSUNNAH WALJAMAAH Fiqh Akhlaq/Adab Fiqh Aqiqah dan perbedaannya dgn qurban FIQH AURAT MENURUT 4 MADZAB Fiqh Azan dan Iqamah Fiqh bab Najis Fiqh Bejana emas dan perak Fiqh Bersugi dan bersiwak Fiqh Cara Penyembelihan Hewan Fiqh Jinayat (Pembunuhan- zina- liwath- qazaf- khamr- p Fiqh Muamalat- jual beli-riba-jenis-jenis harta Fiqh munakat-Pernikahan-mas kawin-walimatul 'urus-khiar Fiqh Pembahagian Jenis Air Fiqh Qurban 'Iedul adha Fiqh Shalat : Makmum Di Luar Masjid Mengikuti Imam Dalam Masjid Fiqh Taharah / Bersuci FIQH ZAKAT (Kitab Fathul Qarib Al-Mujib) fithrah Fitnah dan Bid’ah Wahaby (Salafy Palsu) di Bulan Ramadhan (1) Fitnah dan Bid’ah Wahaby (Salafy Palsu) di Bulan Ramadhan (2) : Dalil Imsak FITNAH TERHADAP PENGOBATAN ALTERNATIF SYAR'I Fitnah wahabi thd Sholawat Nariyah dan sholawat ahli su Fitnah Wahaby (Salafy Palsu) di Bulan Ramadhan (3) : Sunnahnya Melafadzkan Niat – Bershalawat dan Memberi Komando Shalat Tarawih Berjamaah fitnah wahaby : aqidah hulul=aqidah semua sufi Fitnah wahaby terhadap imam al-asy'ary dan Ibnu Kullab Fitnah Wahhaby di hari raya : Wahhaby bid'ahkan takbir Hari Raya Gambar Tanda Khatam Nubuwwah gerakan jari shalat Golongan Ahlu Sunnah Wal Jama'ah Menurut Imam Al Baghdadi (wafat429H) dalam kitabnya al-Farq Baina al-Firaq Habib Taufiq as-Saqqaf Pengasuh : Radio dan Majalah Sua Hadath Hadiah amalan Hadis Jariyah dan Ibu-Bapak Nabi Di sorga Hadis perdamaian : Keutamaan menjaga perdamaian [dalil azaz dakwah : Perdamaian bukan peperangan] Hadits Hadits : Sunnah Dzikir & Doa Setelah Sholat Hadits Jariah – Syarh Imam Muslim- Tafsir Lafadz "fii sama-i" hadits ke 3360 : sahabat bersalaman / berjabat tangan setelah shalat berjamaah Hadits Kehidupan Khusus Nabi Muhammad di alam kubur : dari kubur nabi menjawab salam- shalawat – terdengar suara adzab Hadits Kehidupan Khusus Nabi Muhammad di alam kubur : dari kubur nabi menjawab salam- shalawat – terdengar suara adzabn Hadits Nabi akan Fitnah Wahaby anajdy : Bukan Masalah B Hadits riwayat Ibnu mas'ud yang melarang dzikir berjamaah adalah dhaif HADITS SENTUHAN DIDHOIF-KAN IMAM BUKHARI : jadi wudhu Batal jadi Menyentuh wanita yang bukan muhrim Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim : Para sahabat Bertabaruk dgn air rendaman Jubah Nabi hadits Tsaqalain Safinah (perahu) ahlu bait Hadits-Hadith Tentang Wahaby Haid HAJI SYAH?? HAJI TIDAK SYAH!! haji/umrah Hakikat & Makrifat HIJRAH DAN WAFAT (HAUL) NABI MUHAMMAD SAW. HIMPUNAN DOA-DOA PILIHAN (2) Himpunan Nama-nama Pilihan Hizbut Tahrir – wahaby gaya baru? Hot !!! hadis hadis Nabi Bukti Wahabi berasal dari Najd – tempat sumber fitnah danpengikut dajjal http://majelisrasulullah.org : Wali – Wali Allah SWT Hujjah Dakwah di jalan Allah : 3 hari – 40 Hari – 4 bulan – 6 bulan – 1 tahun – 5 tahun dsb Hukum Beramal Dengan Hadith Dha'if Hukum Berbicara Saat Berwudhu’ Hukum dan sunnah Memegang Tongkat bagi Khotib HUKUM JIRUS KUBUR Hukum Junub dan Orang junub/haidh tak boleh sentuh Mushaf Al-quran HUKUM MEMBACA ALQUR'AN PADA MAYIT HUKUM MENYAPU MUKA SETELAH SHOLAT Hukum Operasi Selaput Dara Dan Operasi Wajah Total/Face Off Hukum pelihara burung kicau dalam sangkar / binatang / ikan hiasan hukum pembacaan alqur'an bagi orang yang sudah meninggal Hukum qunut subuh shahih – Bacaan qunut subuh – qunut subuh sunnah HUKUM TAHLILAN Hukum Taklid Hukuman Murtad Hulul (Wihdatul Wujud) Bukan aqidah sufi dan ibnu al 'a Ibadah yang dilarang untuk Wanita dalam masa Haid Ibn Hajar Haitamy Al-Makky : Ibn Taymiyah dan Ibn Qayyi Ibnu Hajar al-Haitami; Ulama Terkemuka Madzhab Syafi'i – Mengatakan: "IBNU TAIMIYAH SESAT" (Menohok Wahabi) Ibnu Hajar al-Haytami: Aqidah Imam Ahmad berbeda aqidah Ibnu Taymiyyah dan Ibnul qayyim Ibnu katsir membungkam wahhaby (2) : Tafsir ayat “istiwa” Ibnu katsir membungkam wahhaby (3) : Tafsir ayat “Yang dilangit (QS. Mulk 16 -17)” Ibnu Katsir Membungkam Wahhaby (I) : Tafsir ayat Mutasyabihat Yad (tangan) Ibnu Katsir Membungkam Wahhaby 3 : Tafsir Ayat Mutasyabihat "Wajah" Ibnu Katsir Vs Wahabi : Makna “Yadullah” Dalam Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir Vs Wahabi : Scan kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah "Riwayat Shahih Tawasul Sahabat dengan nabi setelah wafat Nabi" Ibnu Taimiyah (Kitab Bayan Tablis Jahmiah): Hadits Dari Arah Timur Akan Muncul FITNAH BESAR Dan PANGKAL KEKUFURAN adalah Najd (Tempat asal mula wahabi mujasimmah dan Musailamah Al kadzab) Ibnu taimiyah dukung tahlilan Ibnu Taimiyah Manusia “Sesat” Pertama Yang Melarang Tawassul dan fatwakan Neraka akan punah Ibnu Taimiyah Puji Al-Asyairah ibnu taimiyah vs wahabi Ibnu taimiyah vs wahaby : Ibnu Taimiyah Puji Al-Asyaira Ibnu Taimiyah Vs wahaby/salafy : amalan nisfu sya'ban IBNU TAYMIAH MEMALSU MADZHAB SALAF Ibnu Taymiyah membungkam wahabi : Bolehnya Dzikir menggunakan Tasbih (batu /simpul tali) Ibnu Taymiyah Vs Albani wahabi Part. 1 Ibnul Qayyim (Scan Kitab Ar-ruh) : Sampainya hadiah bacaan Alqur’an dan Bolehnya membaca Al-Qur’an diatas kuburan Ihsan Ihya Ulumuddin Kitab Paling Ditakuti Wahabi (I) Ijma 4 Madzhab : Tentang Kekufuran Orang Yang Menetapkan Tempat Dan Arah Bagi Allah ijma’ dan qiyas sebagai landasan hukum ijtima dan markaz dakwah dan tabligh dunia Ikutilah Ahlusunnah wal jamaah (pengikut 4 madzab) adalah mayoritas umat (assawad ala'dzhom) ilmu fiqh islam : Hukum Nadzar / Janji dan Pelanggarannya Ilmu Hadits 2 : Skema Unsur Hadis (Sanad dan Matan) Ilmu Hadits : Bilakah naik darjat Hadis Dhoif kepada darjat Hadis Hasan? Ilmu Hadits : Hadis-hadis Dhoif diAkui Agama! Ilmu tasawwuf (sifat Mahmudah & sifat mazmumah) ilyas Imam Abu Bakr Al-Bayhaqi As-shafi'i As-sh'ari Imam Abu Hanifah (imam Hanafi) ternyata seorang tabiin yang bertemu dengan 16 shahabat Imam Ahmad bin Hambal Vs Wahabi : Makam dan Kubah Makam nabi Imam al jauzi (Kitab Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih): Jelaskan Siapa Penyebab dan Penyebar Ajaran Mujasimmah di Kalangan pengikut Imam Hambali Imam al-Fakhr ar-Razi (606 H) Dalam at-Tasir al-Kabir: ALLAH ADA TANPA TEMPAT (Membongkar Kesesatan Aqidah Wahabi) Imam al-Nawawi mengenai Kepentingan Bermazhab (kitab ma Imam Asy-syatibi (Penulis Kitab Al-I’tisham) Membungkam Wahhaby Imam Ibn al-Jauzi al-Hanbali : Membongkar Pemalsuan Aqidah Imam Ahmad Imam Ibnu Abidin Mengkategorikan Wahhabi Sebagai Khawar Imam Malik : Perlu Restu /ijazah /izin 70 Ulama sebelum Berfatwa Imam Malik ibn Anas (W 179 H) Berkeyakinan Allah Ada Tanpa Tempat – Tidak Seperti Yang Sering Diselewengkan Kaum Wahhabiyyah..!! Imam Muhammad Al-Bagir adalah ahlusunnah bukan Syi’ah IMAM NAWAWI & IBNU HAJAR PUN DIKAFIRKAN WAHABI Imam Nawawi (Kitab Syarh Shahih Muslim) : Ada Dua Metode tafsir Hadis Mutasyabihat – Takwil hadits Nuzul Imam subki : Awas Qasidah SESAT Nuniyyah Ibn Qayyim Al Imam Syafi`i Shalat hajat 2 rekaat Tabarruk dengan Kubur Imam hanafi dalam Kitab Khatib al-Baghdadi Iman (yakin) dan Sunnah sebagai penangkal ganguan Jin/setan India /Hindia Dalam Hadits dan al-qur'an Inilah Ucapan Imam Bukhari dan Imam Ahmad Yang Dipelintir Wahabi Institusi Fatwa Mesir untuk pemain bola sepak Mesir Introduction to Usul al-Fiqh I: Ahl al-Ḥadīth (Traditionists)- Ahl al-Raʾy (Rationalists) and al-Imam al-Shafiʿī irhazat (Pertanda / Keajaiban Nabi Muhammad sebelum dilantik jadi nabi) : Sebelum jadi Nabi Muhammad tidak sesat – Bantahan tafsir wahabi Albani yang menghukumi Nabi Muhammad sesat sebelum diangkat ja Islam menyebar di Nusantara sebab dakwah para Da'i (wali) Tasawuf istinja Jadual Waktu Imsak dan Waktu Berbuka Puasa Bagi Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur- Putrajaya dan Labuan bagi tahun 2011 Jadwal buka puasa dan imsak seluruh Indonesia 1430/2009 M Jadwal buka puasa dan imsak seluruh Indonesia 2008 Jadwal Imsakiyah 1430 H Ramadhan 2009 M Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1431 H / 2010 Indonesia Terlengkap jadwal pengajian salafy metro lampung. salafy unila lampung. salafy bandar lampung. salafy kotabumi. salafy krui. salafy politeknik negri lampung. Forum Mahasiswa Salafy di Bandar Lampung (FORMASY) Jadwal Puasa 2011 – Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2011/ 1432 Hijriyah – Seluruh Indonesia Jadwal Puasa dan Imsakiyah Ramadhan 1434 H 2013 Di Seluruh Indonesia – Poster Jadwal taklim di Ma’had Dhiya’us Sunnah JAKIM : Download Waktu Imsak Dan Berbuka Puasa Negeri-Negeri Seluruh Malaysia Tahun 1434H/2013M JAKIM MALAYSIA : Akidah 'Allah Bertempat' = Akidah Kufur Terkeluar Dari Islam JALUR SILSILAH /SANAD RIWAYAT KITAB-KITAB MADZHAB SYAFI'IYYAH Jamaah Tabligh (2) jamaah tabligh jaulah dakwah khuruj Jannisary (pasukan elite Sultan Mahmud alfatih) : Pasukan pertama yang memakai senapan di dunia Jawab Fitnah wahaby terhadab Kitab barzanji (Majalah as-sunah maret 2009 – zainal abidin Lc) jawaban : membongkar kedok sufi jawaban : membongkar kedok sufi tasauf ilmu laduni jawaban : Membongkar kedok tasauf (ilmu laduni) Jawaban atas 12 Kedustaan Agama Ahmadiyah Al -qadyani Jawaban atas fitnah wahaby terhadap ihya 'ulumuddin alg Jidat Hitam Bekas sujud Bukan Sunnah JIHAD SEKSUAL ALA WAHABI JIHADI ANTEK DAJJAL : Ditipu di Suriah- Sejumlah Wanita Tunisia Pulang Dalam Kondisi Hamil JIL jtima' serpong – "karghazary usaha dakwah dan tabligh N Jual Jakitabi (Sepatu Ninja dari kulit) Di Indonesia Jual Jikatabi (Sepatu Ninja dari kulit) Di Indonesia Jual Trisula / Sai electra (tajam) handmade (hanya di Indonesia) hanya Rp. 900 ribu (sudah dgn Ongkir) Jubb al-Huzn KAEDAH AL-TARKU (الترك) Kaidah Aqidah Asya'irah Adalah Aqidah Ahlusunnah waljam Kaidah at-tarku : "Tidak ada Contoh Nabi" = Bukan Hujjah Kaidah Tauhid " sifat Qudrah Allah tidak terkait dengan Wâjib ‘Aqly dan tidak terkait dengan Mustahîl ‘Aqly " Menjawab pertanyaan anti tauhid : Kajian ilmu Hadits 1: Definisi & Sumber Hadis KAJIAN TERPERINCI DAN TEPAT THD IBNU TAYMIYAH KALAMULLAH Kaligrafi/seni khat Islam Kalimah Tauhid Dihina KAMI MEMBERIKAN DALILNYA Kaum Wahabi Di Atas Keyakinan Abu Jahal Dan Abu Lahab (Lihat bukti scan ini dari buku mereka sendiri!!!!) Kebohongan Abd. Aziz (Ustad Gadungan Wahabi) Dibongkar Oleh Pemeluk Hindu Kedudukan Orang Awam Yang Tidak Mampu Menjadi Mujtahid Keharusan Bermadzab dan mengenal sanad 4 Imam Mujtahid/Madzab Keistimewaan Bulan Rajab menurut Ahlusunnah (Menjawab artikel subhat ajaran wahabi/salafy palsu Kejahatan Wahabi Yang Merombak Kitab al-Washiyyah (Imam Abu Hanifah) : Dia Allah Istawâ atas arsy dari tanpa memerlukan kepada arsy itu sendiri dan tanpa bertempat di atasnya Kekejaman Al-qaida wahhaby di Iraq : Membantai Muslim Sunni Kel Matalamagi Kelahiran Sang Nabi Dalam Untaian Puisi (Barzanji) KEMULIAAN KETURUNAN (AHLUL-BAIT) RASULALLAH SAW Kenangan Peninggalan Baginda Rasulullah s.a.w (FOTO) KENAPA KITA DILARANG MEMUKUL ANAK KECIL SEDANG MENANGIS Kenapa Ulama Guna Istilah "Bid'ah Dholalah" Bukan "sunnah sayyi'ah" KENDURI ARWAH BUKAN BID’AH DHALALAH BAHKAN SUNNAH NABI S.A.W Kepentingan Ilmu Majaz Dalam Memahami Al Quran Dan Hadith Kerancuan konsep Tauhid versi Wahaby (Salafy) – Bag I Kesaksian Ulama Fiqh (Pentingnya Tasawwuf) Kesalahan Albany dalam ilmu Hadits Kesalahan Shalat salafy/wahaby : Menggerak-gerakan Jari Kesalahan Wahaby/salafy terhadap keistimewaan Rejab/Raj Keseriusan Isu Wahhabi/salafy Dari Perspektif Ulama' Kesesatan "Puasa / Shaum " Wahaby : Onani Tidak Batalk KESESATAN ALKAAFY – KITAB RUJUKAN UTAMA SYI'AH IMAMIYYAH kesesatan Ibnu Taimiyah: Alam Ini Tidak Memiliki Permulaan Kesesatan Imam Wahabi di Masjid Nabawi Madinah : Batalkan shalat maghrib (katanya tunggu sebentar) kelauar shalat lalu kembali jadi imam lagi Kesesatan Kitab Kasyfu Asy-Syubuhat (kitab doktrin waha Kesesatan Kitab Shalat Tarawih Bersama Rasulullah (Nashiruddin albany) Kesesatan mahrus ali wahabi (mantan kyai NU palsu) 1: Shalat Pakai sandal dan sepatu – Shalat Jumat dirumah Kesesatan Paham yang Menafikan Tawassul Kesesatan Shalat Al-Albani yang Menyalahi ijma 4 madzab : Melarang Membaca “Assalamu’alaika Ayyuhannabiyyu” Dalam Shalat Kesesatan Shalat Tarawih Bersama Rasulullah (Karya Nashiruddin albany alwahhaby) Kesesatan SYI'AH IMAMIYAH- Ideologi dan Ajarannya Kesesatan syiah : 17 Perbedaan Mendasar Syi’ah Dengan Ahlussunnah kesesatan wahabi2 Kesesatan WAHABI: Merayakan Hari Khitan Anak Gadis Kita Boleh Hukumnya tapi Merayakan Hari Maulid Nabi Saw. Bid’ah!! kesesatan wahhaby/salafy palsu mengenai Amalan/ Ibadah di Kuburan kesesatan wudhu salafy KESESATAN-KESESATAN NASHIRUDDIN AL ALBANY (Syaikh Wahab KESUKSESAN AGAMA SYIAH SEPANJANG SEJARAH = KEHANCURAN UMMAT ISLAM KETELITIAN MUHADDITS DALAM MENILAI KESAHIHAN Keutamaan & Peta Lokasi Makam Sahabat dan Keluarga Nabi SAW di Pemakaman Baqi Madinah Keutamaan Abu bakar ashidiq (pahlawan islam – khalifah islam ) keutamaan penduduk yaman dan alqur'an dan hadits (Negeri Para Nabi dan Habaib) khutbah jum'at nabi kirim pahala/amal SUNNAH KISAH ASY-SYAHID SYEIKH NIZAR (ASWJ) DIBUNUH WAHHABI Kisah Kehidupan sahabat : Tentang Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Kisah Kisah Karomah dan Kasyaf Sayyidina Umar Bin Khattab Ra. Kisah Lengkap Perjalanan Dakwah Rasulullah ke Thaif dan Islamnya seorang kristen Kisah Nabi Khidir Dalam Kitab Ibnu Hajar Asqalaniy Kisah Nabi Simson atau Samson atau Nabi Sam’un Ghozi AS yang berjihad 1000 bulan Kisah Nabi Yusya Bin Nun 'alahi salam bersama bani Israel Kisah Syaikh Abdul Kadir Jailani (1) Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani (Bagian 2) Kitab "Senjata Syariat " : Tolak ajaran sesat wahaby/sa Kitab Al hikam Fasal 13 : mengenai dalil ilmu laduni Kitab Al- i'tisham (Imam Syatibi) Vs Wahaby : Tasawwuf Bukan Bid'ah Kitab al-Farq baina al-Firaq (Abu Manshur Albaghdadi) : Allah Ada Tanpa Tempat Kitab al-i'tisham : Mengenai Mimpi Bertemu Allah atau Nabi dan permasalahnya Kitab al-Raddul Jamil li Ilahiyati `Isa (Imam Ghazali) : menggugat konsep ketuhanan Yesus kitab alwasiat imam hanafy bantah wahaby / salafy KItab aqidah ahlusunnah dengan pengantar ulama ahlusunnah terkemuka (Syahamah) KITAB ASLI KH AHMAD DAHLAN TH 1925 : MUHAMMADIYAH TARAWIH 20 REKAAT SAMA DENGAN TARAWIH DI MASJIDIL HARAM – MASJID NABAWI – AL AQSA Kitab Bughyah al-Mustarshidin: Makruh/Haram Berkahwin dengan Hanabilah al-Mujassimah Kitab Daf'u syubah (Imam Ibnul Jauzi – Bab Hadits No. 3 ) : Hadits Hadits palsu yang dipakai kaum mujasimmah Kitab Darmogadul : Kitab kristenasasi berkedok ajaran kebatinan / kejawen Kitab Durratun nashihin & Ibnu Katsir : Keutamaan Sepuluh Dzul hijah Kitab Fathul Bari : Bukti Wahabi menipu ummat (pendapat Ibnu rajab pada masalah shalat – bukan menolak takwil imam ahmad) Kitab Istiqal Tarekat Qadiriyyah-Naqhsabandiyyah Kitab Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah : bolehkan Dzikir Berjama’ah dan Tahlilan Kitab Manaqib Syafi'i lil Baihaqi : Prilaku Ima ahmad dan ayahnya bertabaruk dengan imam syafii.. syirik menurut wahaby? Kitab Mardawi (Fiqh Madzab Hanbali) : fikih madzhab Hanbali melegalkan ziarah kubur- tabaruk dan tawasul. KITAB REKAYASA WAHABI Berjudul "JUZK FIL HURUF WAL ASHWAT" Bukan Kitab Buatan Imam Nawawi kitab Riyaduhashalihin: Bab 43 Memuliakan Ahli Baitnya Rasulullah s.a.w. Dan Keutamaannya Kitab Safinatun Naja – Kitab Fiqh Madzab Syafei (Englis KITAB SAHIH SIFATUSSOLAH AN-NABIY Kitab Siyar A'lam an-Nubala' Imam Adzahabi – membungkam kelompok anti tawassul (wahabi) Kitab syaikh alqathani : Kitab yang paling ditakuti wah Kitab Tablis Iblis (Imam Ibn al Jauzi) : Allah ada Tanpa Tempat Kitab Tablis iblis (Imam Ibn al Jawzi) membungkam aqidah sesat tajsim wahaby Kitab Tafsir mu'tabar Sunni (Allah ada tanpa tempat dan arah) : Tafsir Istawa Dalam Tafsir Ibnu Katsir – Tafsir Annasafi – Imam qurtubi Kitab Tafsir Muktbar sunni ( Allah ada tanpa tempat) : Tafsir istawa di kitab tafsir annasafi Kitab Tanwirul Qulub (Ahlusunnah) Vs Kitab Sesat Wahhaby "Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi’i " (P.I.S) kitab Tasynif Al-masami’ (Al- Imam Badr al-Din Muhammad bin Bahadar bin `Abdullah al- Zarkasyi (wafat 794 H) : Akidah Mujasimah adalah akidah kufur dan sesat (berserta dalil dari kitab) Komik buat wahaby/salafy Komisi Fatwa Arab Saudi Dan Ibnu Taymiyah : Arah Timur sumber fitnah adalah Najd kristen dan fir'aun Kubur Nabi-nabi dlm Masjid? Bagaimana Sembahyang didlmnya? Kuburan KULLIYYAH BAHASA ARAB Kumpula artikel membungkam wahabi (facebook note : Allah ada tanpa tempat) Lafadz dan Dalil Sunnahnya mengeraskan Takbir Hari Raya Lagi 5 Bukti scan kitab Sahabat Nabi -Imam Hambali – Imam Syafii bertawassul dan bertabaruk Lailatur Raghaib latar belakang sejarah yang menyebabkan lahirnya akidah Ahlusunnah (Asy’ariyah dan Maturidiyah) Legalitas Tawassul dalam kitab adabul mufrad (imam bukhary) dan kitab kalimuthayyid (ibnu taymiyah) : Tawasul Nida "Yaa muhammad" Legality of Tawassul /inter mediation : Part 1(5 of 21 Scanned Kitab of Musnad Ahmad bin Hambal – Tuhfah uth-Dhakireen (Assawkani) – Sunan Darimi – Tafsir Ibn Katsir – al-Musannaf Ibn Abi Shaybah) Legality of Tawassul /inter mediation : Part 3 (5 of 21 Scanned Kitab of Dala’il un Nubuwwah (imam mundhiri) – Syarah Tirmidzi (Abdur Rahim al-Mubarakfoori)- Tafsir Ruh ul Ma’ani (Al ghazali) – al Legality of Tawassul /inter mediation : Part 4 (6 of 21 scanned kitab: Attawasul (Al bani) – Tahdib uttahdib (Ibnu Hajar atsqalani) – Athiqat (Ibn Hibban) – Syu'abul Iman (Al baihaqi) – Bidayah Wannih Legality of Tawassul : Part 1(5 of 19 Scanned Kitab of Attarghib watargheeb (Imam al mundhiri) – Al Hisn ul Haseen(Ibn al Jazri ) – Mu'jam al-Ausat (imam Tabarani) – Tafsir Imam Qurtubi al-Jami li Ahk Logo dajjal – mata satu – mata horus : di negeri wahabi saudi arabia Lutut adalah Aurat (Bongkar Fatwa sesat Wahaby) ma'had sesat wahaby! MA'UNAH Ma’had Salafy di Jogjakarta – Ma’had Al-Anshar-Ma’had Darussunnah Al-Khairiyah-Ma’had Ar-Ridho Al-Islami-Tarbiyatul Aulad Ibnu Taimiyah Madzab Hambali membungkam Wahabi : Bab Makam Nabi dan Orang Saleh MADZAB PARA HABAIB Majalah As-sunnah Majalah Salafy MAJLIS PENGAJIAN INTENSIF KITAB TURATH I'TIQAD ASWJ [Siri 2] Makna Ayat dan Hadis Mutasyabihat Dalam Kitab Tafsir Mu'tabar Makna Nama Allah “al-‘Alyy” Dan Kata“Fawq” Pada Hak Allah malaikat dan sahabat : memakai sorban (warna putih – hitam – hijau) dan keutamaanya Manaqib (biografi SHOHIH) syaikh abdul kadir jailani ra Manaqib (Biografi) : Syaikhul Hadits Imam Sayuthi Rah. Manaqib Imam Syafei (Biografi ) Manaqib Imam Syafii (albaihaqi) : Imam Syafi’i Tentang Hadits Jariyah mandi Mantan LDII(Varian Wahabi): Saya Dibilang Kafir dan Masuk Neraka- tidak perlu shalat karena sudah kafir Mari Bertaubat ! (Dalil shalawatan – Haul – dzikir jamaah – ziarah kubur) Masbuq Dalam Shalat Berjama’ah : Bagaimana setelah "imam mengucapkan salam" masjid al aqsa & Masjid Nabawi adzan jum'at 2 kali dan tarawih 20 rekaat Matahari tepat diatas ka'bah : Umat Islam Diimbau Seragamkan Kiblat 28 Mei 2010 Materi Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah: Aqidah Rasulullah – Para Sahabat Dan Keluarganya Materi liqa / usrah ikhwanul muslimin Guna akidah sesat wahaby Maulana Ilyas Khandahlawi rahmatullahia’laih yang berketurunan banu Tamim adalah ‘lelaki dari timur Penolong Imam Mahdi’? (episod 1) Maulid adalah amalan untuk memuliakan Nabi : Jawaban Khutbah sesat wahaby Sudais Maulid nabi : Amalan sejalan dengan perintah Allah dan sunnah Nabi Maulid Nabi Dalam Al-Qur’an dan Hadits mazhab Hanafi-Syafi’e dan Hanbali: 20 rakaat (a) mazhab Hanafi-Syafi’e dan Hanbali: 20 rakaat (madzab maliki 36) mbah Ibnu Taimiyah Manusia “Sesat” Pertama Yang Melarang Tawassul melafazdkan niat (sebelum Takbir) dan Niat (bersamaan dgn Takbir) Meluruskan Propaganda “Pengikut Ahli Hadits” kaum wahaby tanpa sanad Membantah Fatwa sesat Bin Baz : Sunnah mencium Tangan Orang Shalih / Ulama Membantah fitnah wahhaby 3-a : Allah ada tanpa tempat bukan di arsy/langit/arah atas Membantah fitnah wahhaby 3-b : Allah bukan jisim (Tangan – wajah- kaki- jari dsb) membantah subhat dan finah agama wahhaby badui Najd terhadap Imam Ibnu Hajar Asyafi'i – al asy'ary (Bab Maulid) Membela wali Allah (Rabiah al-Adawiyyah ) dari Fitnah wahaby/salafy membongkar kedok jamaah tabligh membongkar kedok sufi Membongkar Kesesatan Ajaran Wahabi Yang Membagi Tauhid kepada 3 Bagian; Aqidah Mereka Ini Nyata Bid'ah Sesat MEMBONGKAR KESESATAN PEMIKIRAN JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL) Membungkam terorist alqaeda wahaby quthbiyun : "jihad perang sebelum dakwah dan wujud daulah islam adalah haram" Memukul Rebana (Terbangan) Di Masjid Mengangkat Tangan Adalah Sunnah dan Adab sewaktu berdo’a Mengenal "Tanda Khatam Nubuwwah" di belakang Tubuh Nabi Mengenal Ajaran Kesesatan Ajaran Wahhabiyyah /salafy palsu mengkafirkan sesama muslimin Mengobati sihir – gangguan jin – melihat jin – alam jin dan ruqyah syar'i Mengubur Mayit Secara Islami menurut ahlus sunnah Mengucapkan “Sayyidina” Menjawab Fitnah Agama Wahhaby Terhadap Blog Salafytobat (I-a) Menjawab Fitnah Agama Wahhaby Terhadap Blog Salafytobat (I-b) Menjawab Fitnah Kaum SYIAH : Wilayah bukan imamah Menjawab Fitnah wahaby (1) : ilmu laduni /ilmu mauhub Menjawab kepada artikel wahaby/salafy malaysia Menjawab pertanyaan seputar usaha/amalan dakwah dan Tabligh Menjawab Tuduhan No. 2: Beramal bukan kerana mahukan Syurga dan jauhi Neraka itu Boleh [Siri 1] Menjawab Tuduhan No. 2: Beramal bukan kerana mahukan Syurga dan jauhi Neraka itu salah?! [Siri 1] Menjawab Tuduhan Palsu Terhadap Syeikh Al-Muhaddith Al- Menses continues for 18 days then has purity for 15 what to do menyapu khuf Menyiram Kuburan dengan Air Bunga Merasionalkan Aqidah Sifat Dua Puluh Mereka Yang Membenci Tharekat Mereka yang tersesat karena mensifatkan sifat Tempat dan arah bagi dzat Allah (Dalil yang digunakan Aliran sesat Mujasimmah – Mu'tazillah – Wihdatul Wujud) Meriahnya Maulid Nabi di Pakistan : Minhajul qur'an International – Syaikh Tahir ulqadri Metodologi Ibnu Taymiyyah Menyebabkan Tashbih dan Tajsi More Proves of the Mawlid Nabi Legality ( with Scanned Book/ Kitab Ibnu katsir – Imam Al zarqani – Imam Suyuti – Imam Adzahabi ) Mr. Zakir Naik (Khawarij Wahabi) Naik A Big Lier Exposed Mr. Zakir Naik (Khawarij Wahabi) Naik A Big Lier Exposed : Dalil sunnahnya berdoa mengangkat tangan dan mengusapkannya kemuka Mudzakarah 6 ( enam ) Sifat Sahabat Nabi Mufti Besar Mazhab Hanbali Menolak Wahhabi Mufti Mazhab Shafie di Masjidil Haram : Wahaby/salafy s Muhaddis Tanpa Sanad Andalan Wahabi/salafy palsu Muhammad Umar As-Sewed VS Abdurahman Wonosari VS Abu Muhammadiyah Mukjizat dan Keutamaan Nabi Muhammad S.a.w- lengkap dengan Dalil hadisnya Mulla Ali Al-Qari (Imam Madzab Hanafi) di Kitab Syarh al-Fiqh al-Akbar : "TELAH KAFIR ORANG YANG MENETAPKAN TEMPAT BAGI ALLAH" Mulla ali qari (Mufassir Madzab Hanafi) : Nur Muhammad berasal dari Nur-Nya (yakni Nur yang dimiliki Allah) Mullah Abdul Salam Hanafi (mantan gubernur Taliban) : Taliban (wahabi) dilatih oelh Inggris dan digaji $300/bulan Mursyid dalam tasawuf / Tharekat Mutiara Kisah-kisah Benar Nabi Adam Bertawassul dengan Nabi Muhammad SAW. Nabi Khidr Masih Hidup Nabi Muhammad "sayyid" anak adam dari para nabi Naik Nyamuk Lagi NASA juga Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat Nasab yang mulia Nasihat adzahabi kepada Gurunya Ibnu Taimyah Nasihat Kepada Golongan Yang Fanatik Menyerang Mazhab Nenek Moyang Taliban? Neo-Salafisme Wahabi: Ironi Teologi dan Pendangkalan Islam New Link : Download KItab kloasik Islam / Kitab Kuning Digital ( Scan kitab Pdf) Terlengkap Niaga : Senjata (Sai / Tekpi – Ninjato – Samurai – Karambit – Shuriken – Kunai – Baton) Murah (only for Malaysia – Singapore – Thailand Nifas dan Hamil/Wiladah Nilai Nisbah Huruf Hijaiyah ninja tools collection – ready stock in Malaysia (november 2012) Nishab Sapi/Kerbau Nizhomul Ghaib : DitundukkanNya Sungai Dijlah – Binatang Buas – Api – air dsb bagi Pasukan Muslimin Nur Muhammad Menurut Ahlusunnah dan Ibnu taymiyah Para Nabi Hidup Dalam Kubur Mereka Para Ulama Menolak Praktek Tarawih ’4 Rakaat Sekali Salam’ Pasukan Imam Mahdi Memerangi Jazirah Arab pedang milik nabi muhammad saw. Pelaku Teroris Aceh : Jamaah Anshar Tauhid (JAT) Pimpinan abu bakar ba'asyir teroris wahhabi quthbiyun / alqaida Pemahaman Ahlussunnah Tentang Hadîts an-Nuzûl; Mewaspadai Akidah Tasybih Ajaran Wahabi Pemalsuan pendapat salaf oleh wahhaby dengan kedok Takhrij dan mukhtarat (meringkas) PEMBACAAN SYAIR & LAGU-LAGU DALAM MAULID NABI Pembagian Hadits Secara Umum Pembenci Rasulullah Terpanggang Di atas Qubbah Khadlra (Qubah Hijau Makam Rasulullah) Pembunuhan Anwar saadat (PM Mesir 1981) oleh teroris wahhaby Pendiri arrahmah.com (website teroris wahaby) Anak Abu Jibril- Tersangka terorist Pengamalan Tharekat 2 : Suluk Pengamalan Tharekat I : Taubat PENGASAS AJARAN WAHHABI MENGKAFIRKAN ULAMA ISLAM Pengharaman Buku-Buku Tulisan Ustaz Wahaby (Rasul Dahri) Yang Telah Diperakui Haram di Malaysia Pengikut Wahabi mengritik aqidah takfir Pendiri Wahabi (mohammad ibnu abdul wahab) Pengkafiran Wahhaby (3); Muhammad bin Abdul Wahhab dan Pengkhianatan Al-Irsyad (Wahhaby) Terhadap Perjuangan Muslimin Indonesia Melawan Penjajah Kafir Belanda? Pengkhianatan wahaby terhadap salafushalih dan Tasawwuf PENGOBATAN SYAR'I BUKAN HANYA "DENGAR KASET RUQYAH" Penjelasan Imam al-Nawawi mengenai Kepentingan Bermazha Peran "Lawrence Of Arabia" di Balik Berdirinya Kerajaan Saudi & Pergerakan manhaj sesat wahhabi Perang Badar / Ghazwa-e-Badar (foto BADAR ) Perbedaan Ahlussunnah Waljamaah & Syiah Imamiyah It perencanaan keluarga / keluarga berencana (KB) / alat kontrasepsi dalam islam Perhiasan Untuk Laki-Laki (Hukum emas – perak – cincin – emas putih etc) Peringatan Bagi Jaamaah Haji :Hadiah Buku sesat wahaby Peringatan Nabi : Penghancuran Madinah (Yatsrib) oleh W Peringatan Nabi SAW Tentang Munculnya Wahabi Peringtan nabi akan munculnya fitnah dari Najd (wahabi Perintah Mengikuti AS-SAWADU AL- A’DZAM ( PARA ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH) PERKARA-PERKARA YANG MEMBATALKAN DUA KALIMAH SYAHADAH – MURTAD : HUKUM – SEBAB DAN AKIBATNYA Perkataan Kufur Ibnu taymiyah – ibnu qayyim – wahabi dan Yusuf qardhawi : Neraka akan punah Pernyataan Imam Syefei yang disalah artikan wahaby Persis) Pertanyaaan Gugurkan Aqidah batil Trinitas wahabi (uluhiyah – rububiyah Pertolongan Allah (Nusratullah) Pada Dakwah Wali Songo PIHAK BERWAJIB WAJIB SEMAK SEMULA SILIBUS AKIDAH DI MALAYSIA Potret Arab Saudi di Masa Datang : Menghilangkan Jejak Rasulullah & Rubah tempat Sa'i? Presiden dan Rakyat Chechnya Menyambut datangnya kembali " Mangkuk Rasulullah" yang dahulu disimpan Sayyidina Ali Puasa 'Asyura dan Keagungannya (Fadhilahnya) Pujian Ulama Terhadap Tasawwuf Pusat Fatwa Mesir : Kesesatan Aqidah Rububiyah – Uluhiyah Wahhaby Pusat Fatwa Mesir dan al-azhar : Pembagian tauhid versy Wahhaby adalah Sesat PUSAT FATWA MESIR MENJELASKAN KESESATAN PEMBAHAGIAN TAUHID ALA TAYMIYYAH DAN WAHHABIYYAH Qadha (penggantian) Sholat yang ketinggalan dan dalil-dalil Qadiriyyah (syeikh Abdul Qadir Jilani) Qadli al Qudlat al Imam al Hafizh al Mufassir al Mujtahid Ali ibn Abdil Kafi as Subki (w756) Membongkar Kekufuran Ibnu Taimiyah Qiblah Direction for North America is East South East جهة القبلة بالنسبة لأمريكا الشمالية هي جنوب شرق Rabbi yahudi = ulama wahabi : memakai ghurtah /kain penutup kepala (tapi bukan sorban/turban) Racun Yang Disebarkan Yahudi : Selalu Menanyakan Dalil Radio dakwah salafy salafi radio salafy online Raja saudi vs mufti wahabi 1 : Gambar raja saud di uang saudi RAJAH AZIMAT WIFIQ Renungan kepada syiah yang melaknati istri nabi Rezim wahhaby saudy = agen yahudi-usa berjubah Ringkasan ihya 'ulumuddin Alghazali – Bimbingan Mukmin RISALAH PERNIKAHAN DARI KITAB “QURRATUL ‘UYUN” (B Roh/Ruh Orang Beriman Rukun dan syarat shalat Rukun Dan Syaratnya menurut ahlu sunnah RUQYAH JAMPI MANTRA Saadah Ba 'Alawi (4 Kitab Ahlusunnah yang utama) Sahabat ada yang diperlihatkan siksa kubur salaf taubat Salafi (wahabi)- Saudi and Jews – an unholy nexus Salafi adalah Sebuah Fase Sejarah- Bukan Mazhab salafitaubat salafitobat SALAFIYYUN DALAM SOROTAN : BENARKAH GERAKAN SALAFY PALI salafy haraky vs salafy yamani vs salafy sururi Salafy Indonesia. Salafy Jogja · Salafy Jember · Salafy Makasar · Salafy Jakarta SALAFY MASONIC? salafy pekanbaru thullabul-ilmiy.or.id – salafy bontang http://www.darussalaf.or.id – http://www.asysyariah.com – www.salafy.or.id salafy Pulau Pinang . Salafy USM . Salafy Kedah . Salafy Perak . Salafy selangor. Salafy Kuala Lumpur . Salafy Johor. Salafy Pahang. Salafy Malaysia. Salafy Perlis. salafu UNimap. Salafy UTM. Salafy S Salafy purbalingga . salafiyin purbalingga . Salafy purwokerto . salafy Banyumas . salafy cilacap . salafy Banjarnegara. salafy Bima . safay Lombok. salafy Makassar. salafy Batam . salafy Medan . sala salafy taubat Salafy UNILA . Salafy ITB . Saalafy UGM. Salafy USU Medan > Salafy Unhas. Salafy Undip . Salafy UNS . Salafy Unsoed . Salafy UNDIP . Salafy Semarang . Salafy Cirebon. Salafy Muhammadiyah. Salafy Un salafy/salafi = anti salafuhalih? Salafy/wahaby Palsukan KITAB AL-IBANAH IMAM AL-ASY'ARI Salafy/wahaby sedunia : Syaikh Albany Bukan Salafy! Salafy/wahaby sedunia Kafirkan syaikh albany salafytaubat Salah Kaprah Salafi ( Wahhaby quthbiyun Vs Wahhaby Salafy ) Salah satu kesesatan Ibnu Taimiyah Bahwa Neraka Akan Punah Salik dan Murid Tharekat Sampainya Hadiah Bacaan Al-qur’an untuk mayyit (Orang Mati) Sampainya Hadiah Pahala kepada Orang Mati – Scan Kitab Adzkar (Imam Nawawi )- Kitab Ar-ruh- (Ibnu qayim)- Majmu (Ibnu taymiyah) Sanggahan Terhadap Mereka Yang Menyifatkan Allah SWT dg SARH AL-SUDUR BISRH (IMAM SUYUTI) SCAN KITAB ASLI MANAQIB IMAM SYAFII 'ALA IMAM BAIHAQI DAN KITAB IBNU TAYMIYAH : IMAM SYAFII BAGI 2 BID'AH (BID'AH HASANAH DAN BID'AH DLOLALAH) SCAN KITAB SHAHIH MUSLIM (HADIST SHAHIH) : SAHABAT BERTABARUK DENGAN AIR RENDAMAN JUBAH NABI Scan lengkap Kitab Durrar kaminah (ibnu hajar alatsqolani) bukti Taubatnya ibnu Taymiyah dari aqidah tajsim Sebarkan!!) Sebelum negara Saudi (badwi najd wahabi) Sultan Hijaz (arab) adalah para habib/sharif/ sayyid / keturunan nabi Sejarah HITAM Wahhabi Berdasarkan Fakta Sejarah Tulen sejarah kelam wahabi SEJARAH PEMBERIAN NAMA THARIQAH (TARIKAT) Sejarah qasidah burdah : Nabi memberi burdah (selendang) kepada shahabat nabi (Ka’ab bin Zuhair) yang membaca qasidah Sejarah singkat penamaan ahlusunnah wal jamaah Sejarah Sultah Muhammad Al-Fatih al-asy'ary (1453 M) – sebaik baik raja – pasukannya sebaik baik pasukan sementara orang2 Wahabi mengatakan syirik! Semua Ulama Ahlusunnah : Aqidah Wahaby sesat! Semua Ulama ahlusunnah Tolak Ajaran sesat IBNU TAYMIYAH Senarai/Daftar nama-nama bayi perempuan Islam bersama maksudnya Senjata ninja – available in malaysia &singapore ..ready stock (march 2013) Seruan Dari Para Habib (keturunan Nabi) : Tolak Ajaran Sesama Wahabi Saling Menyesatkan : Syaikh Utsaimin Vs Syaikh Abdurrahman Damasyqiyyah Sesi Tanya jawab Ustaz Abu Syafiq Vs Mujasimmah : Aqidah Ahlusunnah Kalahkan aqidah mujasimmah Shahihnya Hadits Riwayat Thawus Attabi'in dan Umair bin Ubaid : Dalil Selamatan / Kenduri Arwah / Tahlilan 7 hari & 40 Hari Shalahuddin Al Ayubi Pro Maulid Nabi shalat fardhu dan nafilah shalat jum'at Shalat Qabliyah Jum’at (Dalilnya Sahih) SHALAT SUNAT IED DAN LAFADZ TAKBIR HARI RAYA Shalawat SHEIKH ABDUS-SAMAD AL-FALIMBANI: SESEORANG YANG MENUDUH SHEIKH ABDUS-SAMAD AL-FALIMBANI: SESEORANG YANG MENUDUH TARIKAT (YANG MUKTABAR) SESAT BOLEH JATUH KAFIR Sheikh al-Tabbani Membongkar Kesesatan al-Wahhabi Sheikh Dr. Umar Kamel : Kebathilan Tauhid Tiga Versy wahaby Sholawat Nabi Rukun Khutbah Jum'at : Harus Menyebutkan Nama "Nabi Muhammad" ataugelaran Junjungan Nabi SAW yang shorih / Jelas" siapa saja yang dikafirkan wahabi? siapakah admin blog salafytobat.wordpress.com ? Sayalah admin blog salafytobat sifat shalat berjama'ah Sifat Shalat Nabi Vs " Sifat Shalat Albani Silsilah Imam Syafi’i & Hubungannya Dengan Rasulullah SIMPUL SIHIR LABIB SIRR AL-ASRAR (Syaikh Abdul Kadir Jailani q.s.) Siti Maryam Solat Tarawih 20 raka’at (Dalilnya) Sorong) – Ma'had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta – MA'HAD AL-BAYYINAH AL-ISLAMY – Sidayu Gresik – Ma'had Salafy Jember – Ma'had Ali Al-Irsyad As-Salafi – Ma'had suara perempuan itu bukan aurat bagi lelaki ajnaby Sunah dalam sifat shalat nabi Sunnah menyapu muka setelah shalat Sunnahnya akad nikah di masjid : Dalil dan haditsnya Sunnahnya Haul dan Dalil /dasar haditsnya Sunnahnya Membaca Qunut Subuh Sunnatnya Shalat dua rekaat sebelum maghrib Sunni Scholars that Refuted "Ibn Taimiah" al-Harrani Surat dari Syaikh Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki r.h kepada Gurunya Sheikhul Hadith Maulana Muhammad Zakariyya Al Kahdahlawi r.h. syafaat / syafa'at Syaikh Albani wahabi mengubah Kitab Jami'ushaghir Imam Suyuti Syaikh Nashiruddin Albani Kafirkan Syaikh Bin Baz dan Tuwaijiry Syaikh Utsaimin Vs mbah albani : masalah adzan jumat 2 kali syair nabi Syair Sayyidina Abbas r.a Memperingati Maulidnya Rasul Syamaail ar-Rasuul : Fadhilah Siwak / Miswak Syamaail ar-Rasuul: Kasihnya Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم Kepada Umat – 2 Syarah Muslim membungkam wahaby: Makna Hadits Jariyah Syariat Syariat Tarikat Hakikat & Makrifat SYEIKH DAUD AL-FATHONY TOLAK AKIDAH "ALLAH BERTEMPAT" Syeikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthy Alasy'ary dikuburkan disebelah Panglima Islam Shalhuddin alayubi alasy'ary Ta'wil ayat dan hadits mutasyabihat Tabaruk Ibnu Katsir kepada ibnu taymiyah (Yang sudah bertaubat) : Apa berani wahabi mengkafirkan ibnu katsir Tablis iblis wahaby : Ternyata Imam Syafi'i menganjurkan bertsawuf Tafsir "Man Fissama-i" dalam kitab tafsir Mu'tabar Tafsir al kabir (imam arrozi) : Aqidah salaf adalah Allah ada tanpa tempat dan arah Tafsir Al Qur’an Surat An Nur Ayat 63 : Tidak Beradab Menyebut Rasulullah Muhammad SAW Langsung Namanya Dan Dalil Maulid Tafsir “al-Ma'iyyah” Pada Hak Allah (Bukan Dalam Makna Menempel; Hati-hati!!!!) Tafsir Bukti Science Surat Yasin 38 : matahari berjalan ditempat peredarannya Tafsir hadis kitab al Misykat Al Mashobih: Jangan kamu jadikan kuburku perayaan/hari raya Tafsir Ibnu Katsir dan Adzkar Imam Nawawi : Kisah Tawassul Dengan Nabi Muhammad (Sesudah Wafatnya Nabi) Tafsir lengkap ayat ayat mutasyabihat "Dua tangan" bagi Allah Tafsir Surah AL-BAQARAH Ayat : 248 : Dalil Tawasul & Bani Israel Bertawasul dgn Tabut Tafsir surat alqiyamah (75: 16 – 21) : Hikmah ilmu laduni Tafsir Surat An-Najm : Kisah Shahih Peristiwa Isra Mi'raj Tafsir yang bernama Abu Hayyan al Andalusi : kesesatan aqidah tajsim ibnu taymiyah Tafsir yang shahih Surat Al maidah ayat 3 : "Hari ini Telah kusempurnakan agamamu.." Tahlil Talqin Talqin Dzikir Thareqat TALQIN MENURUT HADITH DAN 4 MADZAB TANGAN DI ATAS DADA : SIFAT SHALAT WAHABI = SIFAT IBADAH YAHUDI (TALMUD) Tanggung Jawab Ummat : Dakwah dan Tabligh Keseluruh Alam taqlid pada Imam Mujtahid (Madzab) itu wajib dilaksanakan bila kita tidak mampu berijtihad Tarikat Tarjamah Kitab Matan Fathul Qarib 1 (Ringkasan Fiqh Madzab Syafii) Bab Thaharah – sampai Haji Tarjamah Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah) Tarjamah Teks Piagam madinah = Rukun Negara zaman Rasulullah di madinah (tiap negara ada rukun negara : Indonesia = panca sila /piagam jakarta) Tasauf dan Hakikat / Hakekat Tasauf dan Ma'rifat Tasauf dan syari'at /syariat Tata cara Thariqah Syadzaliyah Tata Cara Thoriqoh Tata Cara Thoriqoh Qodiriyah Wan-Naqsyabandiyah Tata Cara Thoriqoh Syathoriyah Tata Cara Thoriqoh Tijaniyah Taubat tayamum TEGURAN ILMIAH BUAT DR. JOHARI MAT Telaah Kritis Atas Doktrin Faham Salafi / Wahabi TENTANG KAROMAH DAN PENGOBATAN MENURUT SYARIAT ISLAM Tentang Tawassul Terbongkar kedustaan wahabi mengenai perkataan Imam Syafii mengenai Tasawwuf – Sufi – Thareqat Terbukti pemimpin teroris khawari al qaeda wahabi (anwar al awlaki) habiskan ribuan dolar dengan pelacur Terima pembuatan pedang / katana / senjata ninja : dengan desain anda sendiri – harga nego (hanya di Indonesia) Terjemah kitab ilmu Nahwu Matan Al-Ajurumiyah (Jurmiyah) Terjemahan Kitab Ta’lim Muta’allim Terkini (2012) WAHABI JIHADY (QUTHBIYUN) : MEMBUNUHI ULAMA – ULAMA SUNNI MADZAB HANAFI DI DAGESTAN RUSIA Ternyata Bumi itu Bulat dan Benda Bulat tidak punya arah Atas (Dalil naqli dan aqli) Terorisme dan Bom bunuh diri ala alqaida DIJAMIN MASUK NERAKA Thaghut yang paling berbahaya adalah Orang sesat yang mengaku ulama / muhadis /imam mujtahid / nabi / tuhan = dajjal (pendusta) The Deception of The Salafi Sect The Feet In Salaat – The Salafi Error The Quran Verses – Muhkamat ayat & Mutashabihat ayat Tidak ada Larangan (Bukan Bid'ah) Dzikir dengan Tasbih Tiga landasan Utama ( ushulutsalatsah) Tingkatan Mufti Dalam Mazhab Asy Syafie (1. Mujtahid Mutlak 2. Mujtahid Madzhab 3. Mujtahid Fatwa 4. Mufti Muqallid) Tingkatan Waliyullah (Kekasih Allah) = Khatamul anbiya (Penutup Para Nabi = Nabi Muhammad s.a.w.) – Khatamul Auliya (Penutup Para Wali = Isa Bin Maryama.s.) Tipu daya jin : Melihat Penampakan Hantu dan pengobatannya TOLAK SIHIR Tuhan wahabi tidak Betah Di Arsy Tuhan Wahhaby/Salafy Palsu adalah DAJJAL (PEMUDA BERAMBUT KERITING) Tujuh 'aqobah (Kitab Al Qatrul Ghaisiyah oleh Sheikh Ah Tuliskanlah Alqur'an" Ucapan Imam $ madzab yang diselewengkan wahhaby/ Salafy palsu Ulama Afganistan Belajar Pancasila (piagam jakarta) yang mirip PIAGAM MADINAH ZAMAN NABI Ulama ahlusunnah (sunni) menolak wahhaby Ulama Besar Malaysia (Syaikh Utsman) : Keluar dari madzab Yang 4 adalah bid'ah Sesat Ulama Cina Dulu dan Sekarang BerMadzab Hanafi : Kitab Shalawat Burdah Dengan Tarjamah Bahasa Cina Ulama wahabi akhirnya sokong Tasawuf (kitab ad-Durar as-Saniyyah fil ajwibatin Najdiyyah krya Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim al-'Ashimi an-Najdy) Ulama Wahabi Mengingkarinya Ulama’ Al-Azhar dan Pakar Pengkaji Gerakan-gerakan Islam Menegaskan bahawa Wahhabiyyah Mengancam Islam dan Dunia. Apa lagi alasan kita?!!! Uncategorized UNTA Untuk Membungkam Wahabi Yang Anti Takwil (Bag. 1). Mohon Disebarluaskan….!!!!! Urgent ! Usaha Dakwah dan Tabligh dikalangan Bisu Tuli – Tahukah anda mayoritas guru bisu tuli adalah misionaris kafir Ustaz Hj Zamihan Hj Mat Zin al-Ghari Jawab Dr Azwira Abd Aziz dari UKM Usul usul dakwah (Tata tertib dakwah khuruj fii sabilillah) Vaksin dan Ubat dari Babi Video docomenter : Saudy (wahhaby) – America adalah hamba (servant) dan Tuan (Master) Video DR. M. Yahya Waloni (Mantan pendeta) (2): Islam Runtuhkan keyakinan pendeta Video salafytobat di youtube : Dalil Dan Bukti Legalitas Amalan Maulid Nabi dalam Kitab Imam Ahlusunnah Video Salafytobat in Youtube : Dzikir jahar setelah shalat dalam kitab hadis Shahih (Bukhary – Muslim) Video Salafytobat on Youtube : Bukti Wahabi Memalsukan Kitab Klasik Ulama Islam Sunni (Part 1: 4 dari 40 kitab yang dipalsukan) Wahabi & Ajaran Sesat 1/2 Wahabi (LAJNAH AL BUHUTS AL ILMIYYAH WA AD DA'WAH WA AL IRSYAD – Riyad) Mengoyak al Adzkar Karya An Nawawi : wahabi bangga & Ridha! wahabi dan ibnu taymiyah adalah Dajjal berambut keriting Wahabi Mesir Memalsukan Kitab Nihayah al-Qaul al-Mufid fi Ilm at-Tajwid : Menghilangkan keterangan mushanif sebagai pengikut "Thareqat syadzilii" Wahabi palestine (salafy palsu laknatullah): Bunuh aktivis kemanusian Palestina WAHABI RUBAH TEMPAT SA'I WAHABI tak akui kenabian nabi adam WAHABI TIDAK AKUI SIFAT QIDAM ALLAH (ADA TANPA PERMULAA Wahabi Vs Imam Adzahabi al hambali (Kitab Siyar A'lam an-Nubala') : Adzahabi Bolehkan Bertawasul s wahabi vs majmu fatawa syaikh ibnu taimiyah tentang tah wahabi vs wahabi : Bukti Syaikh Bin Baz Membolehkan Berdo’a Menghadap Kuburan Wahabi-Salafi Menentang Syeikh Ibnu Taimiyah Wahaby adalah khawarij yang palsukan kitab Al-Imam Al-Sowi wahaby dsb) Wahaby Dustakan Hadis Shahih "Asbabun Nuzul surat Al-Falaq dan An-naas" Wahaby Guna Hadits Palsu & israiliyat dalam Aqidah Wahaby Kafirkan Ibnu Bathutah wahaby khawarij ashabab somalia rebutan harta dan saling bunuh : 2 pendiri ashabab dan pejuang wahaby asing dibunuh kawannya Wahaby masih tak mau menta'wil ayat al-qur'an???? Wahaby palsukan kitab Fathul bari dan kafirkan sahabat Bilal ra. Wahaby Samakan Islam Dengan Kristen & Yahudi wahaby vs wahaby (LDII) wahaby vs wahaby (wahdah islamiyah) WAHHABI (Drmaza&Uthaimien) MENGKAFIRKAN RAJA SAUDI WAHHABI ADALAH HASIL TANGAN-TANGAN BRITISH WAHHABI GUNA HADITH PALSU DALAM AKIDAH…apa hukumnya?! WAHHABI PALSUKAN & UBAH KITAB TAFSIR ULAMA Wahhabi Pula Mengkafirkan WAHHABI SUATU MISTERI? WAHHABI SUATU LANJUTAN MAZHAB HANBALI? WAHHABI TIDAK SESUAI DI BUMI AHLUSUNNAH? Wahhabism (A Critical Essay) : Bukti Wahhaby Antek Kafir British Wahhabism (A Critical Essay) : Bukti Wahhaby Antek Kafir British dan Amir wahhaby berkalung salib(1) WAHHABISM AND ITS REFUTATION BY THE AHL AS-SUNNAT WAHHABIY TERRORIS – Jaringan teroris internasional terbobgkar di Malaysia WAHHABIYYAH ADALAH KHAWARIJ Wahhaby Dalang semua semua Aksi Teroris! wahhaby/salafy = Hizbusy syaithon! Wajib Menutup Lutut dan aurat Waktu Imsak Dan Berbuka Puasa Negeri-Negeri Seluruh Mal Waktu Imsak Dan Berbuka Puasa Negeri-Negeri Seluruh Malaysia Tahun 1431H/2010M Waktu Imsak Dan Berbuka Puasa Seluruh Malaysia Wali dan keramat / karomah WARTA KERAJAAN AL- SULTAN IBN QALAWUUN (Sulthan masa Ib Wasilah dan Rabithah WikiLeaks Ekspos Hubungan Saudi (Daulah Wahaby) dengan Israel WORLDWIDE TABLIGH MARKAZ ADDRESS Wow- Pesawat AS Bebas Terbang di Saudi (Negeri Tauhid ala wahaby) wudhu Wudhu cara nabi www.forsansalaf.com : Perintah Talqin Mayit Yah / YHWH /Yahweh/Yaeh (Nama Tuhan Kristen dan Yahudi) = Nama dewa bulan zaman mesir kuno Yahudi & Ibnu Taymiyah berkeyakinan neraka akan Punah zakat barang dagangan zakat buah-buahan zakat maal ZIKIR Zionist Conspiracy = Anti christ (To destroy christian) and Wahhaby (To destroy Moslem) [ SALAFY TOBAT ] AQIDAH AHLI SUNNAH DAN PERTENTANGANNYA DENGAN ALIRAN WAHABIYYAH/ SALAFY PALSU [ salafytobat ] : Menyingkap Aqidah HIZBUT TAHRIR [ Teroris solo] Majalah An-Najah : Majalah Teroris wahabi (Salafi palsu) solo [Aqidah Islam Allah ada Tanpa tempat] Referensi Kuat Tentang Kesesatan Akidah Hulûl Dan Wahdah al-Wujûd [Ilmu aqidah] Mengenal Allah – 20 sifat wajib bagi Allah – 20 sifat mustahil bagi Allah – 1 sifat jaiz bagi Allah [salafy salafi tobat ] Doa dan Dzikir sunnah selepas sholat [Salafytobat]Dakwah dan Jihad : Larangan Memerangi Suatu Kaum sebelum Diseru kepada Is [Video kisah salafytobat 1] :Ustadz Salafy/wahhaby tobat dari wahhaby setelah debat [www.shafiifiqh.com] : THE METHOD OF AL-IMAM AL-SHAFI’I IN AL-RISALAH [www.shafiifiqh.com] The Proofs that Touching A Woman Breaks Wudu’ [www.shafiifiqh.com]: Introduction to Usul al-Fiqh II: Al-Risalah and Its Commentaries [www.shafiifiqh.com]: Is it Permissible for men to wear White Gold? [www.shafiifiqh.com]: Is it permissible to use Gold or Silver Picture Frames? [[[ Seri 1 ]]] DI ANTARA BUKTI KEBENARAN AQIDAH ASY’ARIYYAH (Mewaspadai Aqidah Sesat Wahabi) Pages AMALAN BATIN Aqidah Dakwah DOWNLOAD KONSULTASI Mursyid video Archives October 2013 September 2013 August 2013 July 2013 June 2013 May 2013 April 2013 March 2013 January 2013 December 2012 November 2012 October 2012 September 2012 August 2012 July 2012 June 2012 May 2012 April 2012 March 2012 February 2012 January 2012 December 2011 November 2011 October 2011 September 2011 August 2011 July 2011 June 2011 May 2011 April 2011 March 2011 October 2010 September 2010 August 2010 July 2010 June 2010 May 2010 April 2010 March 2010 February 2010 January 2010 December 2009 November 2009 October 2009 September 2009 August 2009 July 2009 June 2009 May 2009 April 2009 March 2009 February 2009 January 2009 December 2008 November 2008 October 2008 September 2008 August 2008 July 2008 June 2008 Blog Stats 4,871,283 hits Bukti Aqidah wahabi = aqidah yahudi : Tuhan Yahudi/wahabi duduk diatas langit Posted on September 6, 2012 by admin Bukti Kongkrit Akidah wahabi-salafi adalah Akidah Yahudi Para pembaca sekalian, mungkin banyak yang tidak mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya akidah wahabi-salafi, orang-orang awam pada umumnya hanya mengetahui bahwa akidah mereka menetapkan sifat-sifat Allah yang ada dalam al-Quran dan menghindari takwil karena takwil bagi mereka adalah perbuatan Yahudi. Apalagi orang-orang yang telah menjadi doktrin mereka atau tertarik ajaran mereka sebab topeng yang mereka gunakan dengan slogan kembali pada Al-Quran dan Sunnah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan, maka sudah pasti akan melihat ajaran dan akidah mereka murni ajaran tauhid yang suci. Usaha keras untuk memberantas segala bentuk kesyirikan yang ada dan telah merata di seluruh permukaan bumi ini. Tapi tidak bagi kaum muslimin yang memiliki pondasi Tauhid Ahlus sunnah waljama’ah, mereka akan mampu mengetahui dan melihat misi jahat yang diselipkan di belakang slogan itu. Seiring waktu berjalan, semakin terlihat, semakin terbongkar akidah wahabi-salafi yang sesungguhnya, semakin tercium dan tampak persamaan akidah wahabi-salafi dan Yahudi. Mereka secara lahir menampakkan pada kaum muslimin permusuhan pada Yahudi, tapi secara sembunyi berteman akrab dengan Yahudi. Pada kali ini, saya akan bongkar untuk pembaca akidah wahabi-salafi yang sesungguhnya yaitu “ AKIDAH WAHABI-SALAFI ADALAH AKIDAH YAHUDI “. Tidak perlu saya mengambil sumber dari kitab-kitab para ulama ahlus sunnah yang menceritakan akidah wahabi. Jika saya nukil dari para ulama ahlu sunnah tentang perkataan tasybih dan tajsim mereka, maka mungkin mereka masih bisa menolak dan mengelak, mereka akan mengatakan itu fitnah dan tuduhan yang tak berdasar pada syaikh-syaikh kami, tapi saya akan tampilkan dengan bukti-bukti kuat akurat yang bersumber dari kitab-kitab karya ulama mereka sendiri yang sudah mereka cetak, terutama Ibnu Taimiyyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, ad-Darimi (bukan ad-Darimi sunni pengarang kitab sunan), Albani, Ibnu Utsaimin dan yang lainnya, Yang tak akan mampu mereka bantah. Saya hanya menampilkan bukti-bukti kongkrit ini semata-mata hanya untuk suadara-saudaraku yang telah terpengaruh dengan akidah wahabi. Dan petunjuk hanyalah dari Allah Swt. Jika masih ada wahabi yang membantah bukti dan penjelasan nyata ini, maka ibarat orang yang berusaha menutupi cahaya matahari yang terang benderang di sinag hari dengan segenggam tangannya. Akidah Yahudi : Di dalam naskah kitab Taurat yang sudah dirubah yang merupakan asas akidah Yahudi yang mereka namakan “ SAFAR AL-MULUK “ Al-Ishah 22 nomer : 19-20 disebutkan : و قال فاسمع إذاً كلام الرب قد رأيت الرب جالسا على كرسيه و كل جند السماء وقوف لديه عن يمينه و عن يساره “ Dan berkata “ Dengarkanlah, ucapan Tuhan..aku telah melihat Tuhanku duduk di atas kursinya dan semua pasukan langit berdiri di hadapannya dari sebelah kanan dan kirinya “. Dalam kitab mereka yang berjudul “ SAFAR AL-MAZAMIR “ Al-Ishah 47 nomer 8 disebutkan : الله جلس على كرسي قدسه “ Allah duduk di atas kursi qudusnya “. Akidah wahabi-salafi : Di dalam kitab andalan wahabi-salafi yaitu Majmu’ al-Fatawa Ibnu Taimiyyah al-Harrani imam wahabi juz 4 halaman 374 : إن محمدا رسول الله يجلسه ربه على العرش معه “ Sesungguhnya Muhammad Rasulullah didudukkan Allah di atas Arsy bersama Allah “. Di dalam kitab “ Syarh Hadits an-Nuzul “ halaman 400 cetakan Dar al-‘Ashimah disebutkan bahwasanya Ibnu Taimiyyah berkata : فما جاءت به الأثار عن النبى من لفظ القعود و الجلوس فى حق الله تعالى كحديث جعفر بن أبى طالب و حديث عمر أولى أن لا يماثل صفات أجسام العباد “ Semua hadits yang datang dari Nabi dengan lafadz qu’ud dan julus (duduk) bagi Allah seperti hadits Ja’far bin Abi Thalib dan hadits Umar, lebih utama untuk tidak disamakan dengan anggota tubuh manusia “. Dalam halaman yang sama Ibnu Taimiyyah berkata : إذا جلس تبارك و تعالى على الكرسي سمع له أطيط كأطيط الرحل الجديد “ Jika Allah duduk di atas kursi, maka terdengarlah suara suara saat duduk sebagaimana suara penunggang bintang tunggangan karena beratnya ” Kitab tersebut dicetak di Riyadh tahun 1993, penerbit Dar al-‘Ashimah yang dita’liq oleh Muhammad al-Khamis. Di dalam kitab ad-Darimi (bukan ulama sunni al-Hafdiz ad-Darimi pengarang hadits sunan) halaman 73 disebutkan : هبط الرب عن عرشه إلى كرسيه “ Allah turun dari Arsy ke kursinya “ Kitab itu terbitan Dar al-Kutub al-Ilmiyyah yang dita’liq oleh Muhamamd Hamid al—Faqiy. Kitab ad-Darimi (al-wahhabu) ini dipuji-puji oleh Ibnu Taimiyyah dan menganjurkannya untuk dipelajari, sebab inilah wahabi menjadi taqlid buta. Tapi akidah mereka ini disembunyikan dan tidak pernah dipublikasikan ke khalayak umum. Sekedar info : Lafadz duduk bagi Allah tidak pernah ada dalam al-Quran dan hadits. Akidah Yahudi : Di dalam naskah Taurat yang sudah ditahrif yang mereka namakan “ Safar at-Takwin Ishah pertama nomer : 26-28 disebutkan : و قال الله نعمل الإنسان على صورتنا على شبهنا… فخلق الله الإنسان على صورته على صورة الله خلقه ذكرا و أنثى خلقهم “ Allah berkata ; “ Kami buat manusia dengan bentuk dan serupa denganku…lalu Allah menciptakan manusia dengan bentuknya, dengan bentuk Allah, dia menciptakan laki-laki dan wanita “. Akidah wahabi : Di dalam kitab “ Aqidah ahlu Iman fii Khalqi Adam ‘ala shurati ar-Rahman “ karya Hamud bin Abdullah at-Tuajari syaikh wahabi, yang dicetak di Riyadh oleh penerbit Dar al-Liwa cetakan kedua, disebutkan dalam halama 16 : قال ابن قتيبة: فرأيت في التوراة: إن الله لما خلق السماء و الأرض قال: نخلق بشرا بصورتنا “ Berkata Ibnu Qathibah “ Lalu aku melihat di dalam Taurat : “ Sesungguhnya Allah ketika menciptakan langit dan bumi, Dia berkata : “ Kami ciptakan manusia dengan bentukku “. Pada halaman berikutnya di halaman 17 disebutkan : و في حديث ابن عباس: إن موسى لما ضرب الحجر لبني إسرائيل فتفجر و قال: اشربوا يا حمير فأوحى الله إليه: عمدت إلى خلق من خلقي خلقتهم على صورتي فتشبههم بالحمير ، فما برح حتى عوتب “ Di dalam hadits Ibnu Abbas : “ Sesungguhnya Musa ketika memukul batu untuk Bani Israil lalu keluar air dan berkata : “ Minumlah wahai keledai, maka Allah mewahyukan pada Musa “ Engkau telah mencela satu makhluk dari makhlukku yang Aku telah ciptakan mereka dengan rupaku, lalu engkau samakan mereka dengan keledai “ Musa terus ditegor oleh Allah “. Naudzu billah dari pendustaan pada Allah dan pada para nabi-Nya. Akidah Yahudi : Disebutkan dalam kitab Yahudi yang mereka namakan “ Safar Khuruj “ ishah 19 nomer : 3-6 : فناداه الرب من الجبل … فالآن إن سمعتم لصوتي و حفظتم عهدي “ Maka Tuhan memanggil kami dari bukit….sekarang jika kalian mendengar suaraku dan menjaga janjiku “. Akidah wahabi : Di dalam kitab “ Fatawa al-Aqidah “ karya Muhammad bin Shalih al-Utsaimin yang dicetak Maktabah as-Sunnah cetakan pertama tahun 1992 di Mesir, pada halaman 72 Ibnu Utsaimin berkata : في هذا إثبات القول لله و أنه بحرف و صوت ، لأن أصل القول لا بد أن يكون بصوت فإذا أطلق القول فلا بد أن يكون بصوت “ Dalam hal ini dijelaskan adanya penetapan akan ucapan Allah Swt. Dan sesungguhnya ucapan Allah itu berupa huruf dan suara. Karena asli ucapan itu harus adanya suara. Maka jika dikatakan ucapan, maka sudah pasti ada suara “. Akidah Yahudi : Di dalam kitab taurat yang sudah ditahrif yang mereka namakan dengan “ SAFAR ISY’IYA “ Ishah 25 nomer 10, Yahudi berkata : لأن يد الرب تستقر على هذا الجبل “ Sesungguhnya tangan Tuhan istiqrar / menetap di gunung ini “ Akidah wahabi : dalam kitab Fatawa al-Aqidah karya Muhammad bin Shalih al-Utsaimin yang diterbitkan oleh Maktabah as-Sunnah cetakan pertama halaman 90, al-Utsaimin berkata : و على كل فإن يديه سبحانه اثنتان بلا شك ، و كل واحدة غير الأخرى ، و إذا وصفنا اليد الأخرى بالشمال فليس المراد أنها أنقص من اليد اليمنى “ kesimpulannya, sesungguhnya kedua tangan Allah itu ada dua tanpa ragu lagi. Satu tangannya berlainan dari tangan satunya. Jika kita sifatkan tangan Allah dengan sebelah kiri, maka yang dimaksud bukanlah suatu hal yang kurang dari tangan kanannya “. Akidah Yahudi : Di dalam kitab Yahud “ Safar Mazamir “ Ishah 2 nomer : 4 disebutkan : الساكن في السموات يضحك الرب “ Yang tinggal di langit, Tuhan sedang tertawa “ Akidah wahabi : Di dalam kitab “ Syarh Hadits an-Nuzul “ cetakan Dar al-’Ashimah halaman 182, Ibnu Taimiyyah berkata : أن الله فوق السموات بذاته “ Sesungguhnya Allah itu di atas langit dengan Dzatnya “ Di dalam kitab “ Qurrah Uyun al-Muwahhidin “ karya Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab (cicit Muhammad bin Abdul wahhab), cetakan Maktabah al-Muayyad tahun 1990 cetakan pertama, halaman 263 disebutkan : أجمع المسلمون من أهل السنة على أن الله مستو على عرشه بذاته…استوى على عرشه بالحقيقة لا بالمجاز “ Sepakat kaum muslimin dari Ahlus sunnah bahwa sesungguhnya Allah beristiwa di Arsy dengan dzat-Nya…Allah beristiwa di atas Arsy secara hakekat bukan majaz “. Dan masih segudang lagi akidah-akidah wahabi-salafi yang meyakiniTuhannya dengan sifat-sifat makhluk-Nya sebagaimana akidah Yahudi. Dan masih segudang lagi akidah-akidah wahabi-salafi yang meyakiniTuhannya dengan sifat-sifat makhluk-Nya sebagaimana akidah Yahudi. Dan jika saya beberkan semuanya, maka akan menjadi lembaran yang sangat banyak. Cukup yang singkat sedikit ini membuktikan bahwa akidah wahabi-salafi yang sesungguhnya adalah akidah Yahudi. Filed under: 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, Bukti Aqidah wahabi = aqidah yahudi : Tuhan Yahudi/wahabi duduk diatas langit | Tagged: Bukti Aqidah wahabi = aqidah yahudi : Tuhan Yahudi/wahabi duduk diatas langit | Leave a Comment » Bukti (scan kitab) Pemalsuan Kitab Minhajussunnah annabawiyah (Ibnu Taymiyah) yang menafikan arah bagi Allah Posted on August 29, 2012 by admin Lenyapnya Teks Ibnu Taymiyyah Yang Menafikan Arah Bagi Allah TIDAK HANYA AL-ASY’ARI, TEKS IBN TAIMIYYAH PUN LENYAP Semoga kesalahan ini hanya kesalahan dipercetakan, bukan unsur kesengajaan. Dan semoga bermanfaat bagi ikhwah Salafi maupun ikhwah sarungan/tradisional dapat mengambil manfaat. Dan selalu memunculkan sikap kritis dan teliti dalam membaca Karya Para Ulama. Di bagian akhir catatan ini dicantumkan munaqasyah dengan perkataan Imam Abu Khanifah, Imam Sufyan Ibn ‘Uyainah, Imam Hammad Ibn Zaid, al-Hafizh Abu Ja’far al-Thahawi, al-Hafizh al-Khithabi, Imam Abu Muhammad al-Muzni (guru Imam al-Hakim), al-Hafizh al-Baihaqi dan al-Hafizh Ibn al-Jawzi. Bermula dari bolak-balik buku karya Ibn Taimiyyah di kamar asrama; Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah, guna mencari bahan tugas akhir kuliah. Kejanggalan teks tiba-tiba terasa, pertama antara pembahasan sebelumnya agak terasa rancu dan tidak selaras dengan pembahasan setelahnya, kedua antara kata sebelum dengan sesudah terjadi jarak yang agak mencolok. Minhaj al-Sunnah ini adalah milik Perpustakaan Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darussunnah. Rasa penasaran itu membawa hasrat untuk memastikan hal ini. Sorenya langsung berangkat ke Perpustakaan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Akhirnya kitab yang sama ditemukan, namun dengan cetakan berbeda. Cetakan yang dimiliki perpustakaan Darussunnah adalah Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah (sama dengan cetakan al-Ibanah yang kehilangan teks) 2 jilid font kecil, sementara yang dimiliki UIN adalah cetakan Mu’assasah Qurthubi 8 jilid font besar. Sedikit rumit melakukan pencarian lantaran daftar isi tampil beda antara dua cetakan. Alhamdulillah hal yang dicari ditemukan. POSITIF, dengan perbandingan dua kitab, ternyata teks itu betul-betul hilang. Dengan analisa awal barangkali teks itu tidak banyak, namun fakta berkata lain. Teks yang hilang (Ibn Taimiyyah membenarkan penafian Jihat -arah-) dalam kitab Minhâj al-Sunnah al-Nabawiyyah (dengan Hâmisy Bayân Muwâfaqah Sharîh al-Ma‘qûl li Shahîh al-Manqûl), cetakan Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, juz.1, hal.217, (teks yang benar-benar panjang untuk dilenyapkan mencapai 210 kata, 833 huruf), na‘ûdzu billah; Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah Cetakan Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah. Milik Perpustakaan Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darussunnah. Perhatikan Baris Ke Tiga Dari Atas (teks yang di dalam), dilingkari pensil. Di situlah posisi lenyapnya teks, antara kata عال عليهdan kata وإذا كان Teksnya sebagai berikut; ونفاة لفظ الجهة يذكرون من أدلتهم أن الجهات كلها مخلوقة وأنه كان قبل الجهة وأنه من قال إنه في جهة يلزمه القول بقدم شيء من العالم أو أنه كان مستغنيا عن الجهة ثم صار فيها وهذه الأقوال ونحوها إنما تدل على أنه ليس في شيء من المخلوقات سواء سمى جهة أو لم يسم وهذا حق، فإنه سبحانه منزه عن أن تحيط به المخلوقات أو أن يكون مفتقرا إلى شيء منها العرش أو غيره ومن ظن من الجهال أنه إذا نزل إلى سماء الدنيا كما جاء الحديث يكون العرش فوقه ويكون محصورا بين طبقتين من العالم فقوله مخالف لإجماع السلف مخالف للكتاب والسنة كما قد بسط في موضعه وكذلك توقف من توقف في نفى ذلك من أهل الحديث فإنما ذلك لضعف علمه بمعانى الكتاب والسنة وأقوال السلف، ومن نفى الجهة وأراد بالنفي كون المخلوقات محيطة به أو كونه مفتقرا إليها فهذا حق، لكن عامتهم لا يقتصرون على هذا بل ينفون أن يكون فوق العرش رب العالمين أو أن يكون محمد صلى الله عليه وسلم عرج به إلى الله أو أن يصعد إليه شيء وينزل منه شيء أو أن يكون مباينا للعالم بل تارة يجعلونه لا مباينا ولا محايثا فيصفونه بصفة المعدوم والممتنع وتارة يجعلونه حالا في كل موجود أو يجعلونه وجود كل موجود ونحو ذلك مما يقوله أهل التعطيل وأهل الحلول. Teks ini terdapat dalam cetakan Mu’assasah Kordoba, cet.1, vol.1, hal.189. Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah Cetakan Mu’assasah Qurthubi Teks yang diberi garis adalah teks yang lenyap Teks yang diberi garis adalah teks yang hilang… “Kalangan yang menafikan lafaz al-Jihah (arah penjuru) menyebutkan -berdasarkan dalil-dalil mereka- bahwa semua al-Jihât (arah penjuru) adalah makhluk, sementara Allah telah ada sebelum adanya al-Jihah. Dan orang yang mengatakan bahwa Allah berada pada Jihat, sama artinya bahwa bagian dari alam ini ada sesuatu yang Qadîm (karena Jihat adalah Makhluk/Hâdits), atau pada sisi lain dia mengatakan bahwa Allah sebelumnya tidak butuh Jihat yang kemudian Dia berjihat (hal ini sama dengan mengatakan Allah akan eksis bila ada Jihat, tentunya ini Bathil). Ungkapan-ungkapan ini dan lain sebagainya mengindikasikan bahwa Allah tidak berada pada sesuatupun (ليس في شيئ) daripada makhluk-Nya, baik dengan menyebutkan Jihat atau tidak, INI BENAR. Karena Allah subhanahu wa ta‘ala tidak diliputi oleh makhluk dan tidak membutuhkannya seumpama ‘Arasy atau selainnya (seperti langit, kursi). Jika ada kalangan tak terdidik mengira bahwa apabila Allah Nuzûl ke langit dunia -sebagaimana terdapat dalam hadis- lalu ‘Arasy berada di atas-Nya dan Dia berada di antara dua komponen alam (di antara langit dan ‘arasy, atau di antara bumi dan ‘arasy), maka dia telah menyelisihi konsensus kalangan salaf, al-Qur’an dan al-Sunnah, sebagaimana telah tertera di tempat (pembahasannya). Begitu juga sebagian ahli hadis ada yang bersikap tawaqquf dalam menafikan Jihat, hanyasaja hal itu lantaran tidak begitu mengetahui makna-makna al-Qur’an, al-Sunnah, dan statemen-statemen kalangan salaf (Allâhu A‘lam apa yang dimaksudkan oleh Ibn Taimiyyah dengan statemen ini bahwa ahli hadis tidak mengetahui). Dan orang yang menafikan Jihat dan bermaksud menafikan Allah diliputi oleh makhluk atau menafikan bahwa Allah membutuhkannya, MAKA INI ADALAH BENAR. Namun ada kalangan yang menafikan Jihat, tidak mencukupkan sampai disini (seperti Mu‘atthilah Mu‘tazilah), bahkan (secara muthlak) mereka menafikan fawqiyyah Tuhan semesta alam atas ‘Arasy, menafikan mi‘rajnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada-Nya, atau naik atau turunnya sesuatu dari-Nya (seperti turunnya rahmat), atau di antara mereka ada yang menafikan keberadaan Allah Mubâyinan terhadap alam, bahkan terkadang mereka menjadikan Allah tidak Mubâyin/Muhâyits (Mufâriq -al-Mu‘jam al-Wasîth- atau Muqâbil *berhadapan), sehingga mereka mensifatinya dengan sifat ketiadaan dan kemustahilan. Dan terkadang ada yang menjadikan-Nya menempati segala yang mawjûd (seperti al-Murji’ah), atau mereka menjadikan Allah sebagai wujud dari segala wujud (seperti al-Muttahidah) dan lain sebagainya dari ungkapan-ungkapan Ahl al-Ta‘thîl dan Ahl al-Hulûl”. *Begitulah bagaimana Ibn Taimiyyah membenarkan penafian Jihat dari Allah, karena konsekuensi Jihat adalah keberadaan Allah diliputi oleh alam, karena jika Allah berjihat, sementara jihat adalah makhluk ciptaannya, maka ini adalah hulul, yaitu Allah berada pada jihat. Atau dengan ungkapan agak menipu logika seperti pada Azali Allah tidak berjihat, lalu setelah Dia menciptakan makhluk maka Dia berjihat. Benarlah apa yang diungkapkan Abu Ja‘far al-Thahawi; لا تحويه الجهات الست (Allah tidak diliputi enam penjuru; atas, bawah, depan, belakang, kanan dan kiri). Manakala Allah bersifat Baqâ’ (kekal), maka segala sifat-Nya pun turut kekal tanpa berubah Min Bidâyatin Lâ Awwala Lahâ ilâ Nihâyatin Lâ Âkhira Lahâ. Sementara ada kalangan yang menganggap hal ini tidak logis dan sama saja mengatakan Allah itu tiada, karena semua wujud pasti ada jihat. Ungkapan ini adalah penganalogian Allah dengan makhluk, karena yang terbayang dalam benak mereka adalah keberadaan diri mereka berada pada jihat, dan mereka juga ingin mengatakan Allah berjihat seperti wujud mereka, konsekuensi hal ini adalah keberadaan hadd (batas) bagi Allah, maka cukuplah perkataan Imam ‘Ali من زعم أن إلهنا محدود فقد جهل الخالق المعبود (siapa yang beranggapan bahwa Allah berbatas dimensi, dia tidak mengenal Allah sang pencipta yang maha disembah)ز juga ungkapan Abu Ja‘far al-Thahawi وتعالى عن الحدود والغايات (Allah maha suci dari batas dan batas akhir -dzat maupun sifat-). *Ibn Taimiyyah menafikan konsekuensi nuzul yang berakibat keberadaan-Nya ada pada dua komponen alam yaitu ‘Arasy dan Langit ke 2,3,4,5,6 dan 7, karena langit dunia adalah langit pertama. Maka tidak sah jika nuzûl Allah aadalah Nuzûl berpindah dari atas ke bawah, akan tetapi Nuzûl sebagaimana layaknya bagi Dzat Allah ta‘âlâ. Jika turun cara makhluk adalah dari atas ke bawah, maka Nuzûl Allah tidak sebagaimana turunnya makhluk, karena turun dari atas ke bawah adalah ciri khas makhluk. Oleh karena itu Abu Ja‘far al-Thahawi berkata من وصف الله بمعنى من معانى البشر فقد كفر (siapa yang menyifati Allah dengan sebuah makna atau ciri dari ciri-ciri makhluk, maka dia telah ingkar/fasiq). Begitu juga al-Hâfizh al-Khithâbî (guru al-Hâfizh al-Hâkim) berkata bahwa Allah tidak disifati dengan bergerak, perpindah karena dua hal ini adalah ciri-ciri makhluk (Lihat al-Asma’ wa al-Shifat Baihaqi, cet.Darul Hadis, hal.446), al-Hafizh al-Baihaqi pun menegaskan bahwa turun dari atas ke bawah adalah ciri khas makhluk, karena bentuk ini adalah sebuah kayfiyyah, dan Allah maha suci dari segala kayfiyyah (al-Asma’ wa al-Shifat,hal.466). Abu Hanifah ketika ditanya tentang Nuzûl, maka beliau jawab ينزل بلا كيف (Allah nuzul tanpa Kayf, lihat al-Asma’ wa al-Shifat, hal.447). Karena segala bentuk gerak adalah Kayf. Lebih dari itu Imam Hammad Ibn Zaid berkata نزوله إقباله (al-Iqbâl, lihat al-Asma’ wa al-Shifat, hal.447). Imam Abu Muhammad al-Muzni, juga guru Imam Hakim berkata المجيئ والنزول صفتان منفيتان عن الله تعالى من طريق الحركة والانتقال من حال إلى حال، بل هما صفتان من صفات الله تعالى بلا تشبيه، جل الله تعالى عما يقول المعطلة لصفاته والمشبهة بها علوا كبيرا (datang dan turun adalah dua sifat yang ternafi dari Allah ta‘ala -jika dipahami- dengan bergerak dan berpindah dari suatu keadaan ke keadaan lain, akan tetapi keduanya adalah dua sifat dari sifat-sifat Allah ta‘ala tanpa Antropomorphism, maha suci Allah dari anggapan Mu‘atthilah (yang menafikan nuzul) dan dari anggapan Musyabbihah (yang mengatakan nuzul dengan bergerak dan berpindah, lihat al-Asma’ wa al-Shifat, hal.447). Inilah pendapat salaf yang telah dikuatkan oleh al-Baihaqi. Munaqasyah; Fawqiyyah Al-Hafizh Ibn al-Jawzi menegaskan bahwa Fawqiyyah Allah ta‘ala adalah Fawqiyyah yang bukan Fawqiyyah Hissiyyah (fawqiyyah fisik/inderawi), karena al-Fawq dan al-‘Uluw pada Dzat Allah adalah ‘Uluw al-Martabah (al-Hâfizh Ibn al-Jawzî, Daf‘u Syubhah al-Tasybîh bi Akuff al-Tanzîh bi man Yantahilu Madzhab al-Imâm Ahmad, al-Maktabah al-Tawfîqiyyah, hal.41). Fawqiiyah Hissiyyah adalah sebuah Hadd, Jihât, potensi Tahayyuz, Allah maha suci dari ciri khas makhluk. Naiknya amalan shaleh Al-Hafizh al-Baihaqi telah menuturkan, bahwa naiknya amal kebaikan adalah sebagai ibarat/istilah amalan itu diterima oleh Allah dengan baik. Sementara naiknya malaikat adalah ke tempat mereka di langit, kerena langit adalah tempat mereka. (lihat al-Asma’ wa al-Shifat, hal.425). Mubâyin/Mujâwir Al-Hafizh Ibn al-Jawzi menegaskan bahwa Mubâyin & Mujâwir (berhadapan antara Allah dan makhluk dengan Jihat dan Masâfah) mustahil bagi Zat Allah, karena dari sana Allah akan berbatas dan berjihat. (Lihat Daf‘u Syubhah al-Tasybîh bi Akuff al-Tanzîh bi man Yantahilu Madzhab al-Imâm Ahmad, hal.41). ——————— *Dapat disimpulkan, jika Allah tidak diliputi oleh Jihât, Masafah, Hadd, maka benarlah sikap Salafusshaleh; ketika muncul ayat Istiwâ’, mereka tidak memaknainnya dengan duduk, Julus atau Istiqrar, namun Istiwâ’ yang layak bagi keagungan Allah. Allah nuzul, tanpa menyerupai makhluk yang harus berpindah dari atas ke bawah, namun Allah nuzul sebagaimana yang tertera dalam nash. Dia tidak butuh bergerak. Maka jika ada nash2 mutasyabihat, hal yang harus dipahami oleh seorang muslim adalah ungkapan Sufyan Ibn ‘Uyaynah; تفسيره تلاوته/قراءته (tafsirnya adalah bacaan itu sendiri), tidak perlu dibuat ungkapan-ungkapan “dari atas ke bawah, duduk, bersemayam, dll”. Maka madzhab yang lebih benar adalah Madzhab Salaf, yaitu Tafwîdh, dan dengan tafwidh ini semua syubhat-syubhat Karramiyyah, Hisyamiyyah, Mujassimah, Musyabbihah, Hasyawiyyah akan terbantahkan. Namun jika ada sebagian kalangan yang mengingkari Tafwîdz, adakalanya mereka adalah Musyabbihah, adakalanya Mu‘atthilah. Rasulullah bersabda; وأنت الظاهر فليس فوقك شيئ، وأنت الباطن فليس دونك شيئ (Engkau maha Zhahir, maka tiada sesuatu pun di atas-Mu, Engkau maha Bathin, maka tiada sesuatu pun di bawah-Mu). Al-Hafizh al-Baihaqi menjelaskan hadis ini; jika di atas maupun di bawah-Nya tiada sesuatu pun maka Allah tidaklah bertempat (al-Asma’ wa al-Shifat, hal.406). Seperti Istiwâ’, tidak boleh dipahami dengan Istiqrâr atau menempati ‘Arasy. Wajar Syeikh al-Albani membantah Syeikh Abu Zahrah ketika mengatakan bahwa Ibn Taimiyyah mengatakan bahwa Allah Istiwâ’ dengan makna Istiqrâr, kata beliau; فأين رأيت ابن تيمية يقول بالاستقرار على العرش علما بأنه أمر زائد على العلو وهو مما لم يرد به الشرع ولذلك رأينا مؤلفنا الحافظ الذهبي قد أنكر على بعض القائلين بصفة العلو التعبير عنها بالاستقرار. Perhatikan bagaimana Syeikh al-Albani tidak menyetujui Istiqrâr, lihat (Muhammad Nâshiruddîn al-Albani, Mukhtashar al-‘Uluw, Beirut: al-Maktab al-Islamî, cet.1, 1401H, hal.41). “Tipuan logika musyabbihah; mengatakan Allah tiada berjihat sama saja mengatakan Allah tidak ada. Al-Hâfizh Ibn al-Jawzi menjawab; Jika sebuah wujud dapat disifati dengan al-ittishâl dan al-Infishâl, maka engkau benar. Namun jika sebuah wujud tidak disifati dengan keduanya, maka tidak mesti sesuatu wujud itu menjadi tidak ada (Lihat Daf‘u Syubhah al-Tasybîh bi Akuff al-Tanzîh bi man Yantahilu Madzhab al-Imâm Ahmad, hal.43). Dapat kita contohkan tentang Ittishal dan Infishalnya dua sifat yang memang tidak dimiliki oleh sebuah wujud, seperti sebuah BATU. Kita katakan bahwa batu tidak dapat melihat, di lain sisi batu ini juga tidak buta. Apakah hal ini kita katakan sebuah kontradiksi sehingga batu itu menjadi mustahil adanya? Jawabannya tidak, kerena persoalan melihat dan kebutaan bukan sifat batu. Begitu juga jika dikatakan Allah tidak di luar maupun di dalam alam, karena luar dan dalam bukan dimensi dan sifat Allah. Lalu apakah ini sebuah kontradiksi? Jawabannya iya jika hal ini dinisbatkan kepada makhluk. Karena makhluk tidak terlepas dari dua dimensi ini atau pun salah satunya, karena pada hakikatnya makhluk adalah alam”. *Sebelum Allah menciptakan alam, tidak ada istilah luar dan dalam karena Rasulullah bersabda: كان الله ولم شيئ قبله/غيره (Allah ada sejak azali, tiada sesuatupun sebelum-Nya/selain-Nya) ‘Ali ibn Abi Thalib berkata: كان الله ولا مكان (Allah ada sejak azali tanpa tempat). Setelah Allah menciptakan alam, Dia tetap sebagaimana ada-Nya, sebagaimana ‘Ali bin Abi Thalib berkata: وهو الآن على ما عليه كان (Dia sekarang ada sebagaimana adanya -pada azali-). Mari kita pahami, dan kita bedakan istilah بالنسبة إلى الله dan بالنسبة إلى المخلوق. Tidak adanya dimensi luar dan dalam sangat mustahil Bi al-Nisbah ilâ al-Makhlûk. Namun ketiadaan keduanya tidak mustahil Bi al-Nisbah ilâ Allah subhânahû wa ta‘âlâ, karena jika Allah tidak menghendaki adanya makhluk maka Allah akan tetap sebagaimana adanya, begitupun jika Allah menghendaki untuk melenyapkan alam, Dia akan tetap sebagaimana adanya tanpa Jihat, Ruang dan Waktu. Dimensi luar dan dalam mengikut kepada makhluk, maka jika makhluk atau alam dilenyapkan oleh Allah, dua dimensi ini pun akan lenyap. Untuk pendekaan memahami ini, dalam Fiqh ada sebuah kaedah kulliyyah yang tidak menyentuh hal-hal juz’iyyah, yaitu kaedah ke empat yang berbunyiالتابع تابع (sesuatu yang mengikut, pasti mengikuti-yang diikuti-, lihat al-Mawâhib al-Saniyyah), dalam hal ini dimensi luar maupun dalam adalah al-Tâbi‘u, sedangkan status keduanya adalah sebagai Tâbi‘un kepada alam. Dari sini dapat kita pahami perbedaan antara Khalik dengan Makhluk. Ibnu ‘Abbas berkata, ليس في الدنيا مما في الجنة إلا الأسماء, dan nash lainلا يشبه شيءٌ مما في الجنة ما في الدنيا إلاألأسماء (tiada sesuatu pun perserupaan antara apa yang ada di dunia dengan apa yang ada di surga melaikan hanya nama). Manakala antara sesama makhluk hanya ada perserupaan nama saja, maka antara khalik dan makhluk lebih utama untuk itu. Begitulah Istiwâ’, Nuzûl, Wajah, Yad, ‘Ain. Jangan kita bersikap ghuluw dalam Itsbat, metode salaf adalah paling baik, yaitu menyerahkan maksudnya kepada Allah sembari mengimani, tanpa Takyîf. Maka janganlah hendaknya kita mengharapkan agar Ahwâl Allah serupa dengan kita, harus berjihat, berdimensi ruang dan waktu, Allah maha suci dari ini semua. Jangan kita mengkhianati Lisan yang berkata: بلا كيف, بلا تكييف, وكيف عنه مرفوع namun pemahaman kita tetap memberikan Kaifiyyah kepada Allah meski tidak kita sadari. Apalagi jika Lisan kita sering mengucapkan firman Allah ليس كمثله شيئ, namun pada prakteknya pemahaman kita tetap memberikan Tasybiih kepada Allah meski tidak kita sadari. Sudah cukup kiranya kefasihan al-Qur’an yang menampilkan penafian perserupaan dengan menggunakan dua adat Tasybîh dalam ayat itu, yaitu الكاف dan مثل, Semoga kita dapat diberi pemahaman oleh Allah subhanahu wa ta‘ala. Amin مهما تصورت ببالك فالله بخلاف ذلك Allahu A’lam ‘Ashfi Raihan http://warkopmbahlalar.com/lenyapnya-teks-ibnu-taymiyyah-yang-menafikan-arah-bagi-allah/ Filed under: 'Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi, 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, *Bongakr Kepalsuan Akidah salafy/wahaby, *Fakta Ibnu Taymiyah dan Al-Bany Taubat Dari Aqidah Ses, *Wahabi memalsukan kitab ulama sunni salaf, Bukti (scan kitab) Pemalsuan Kitab Minhajussunnah annabawiyah (Ibnu Taymiyah) yang menafika arah bagi Allah | Tagged: Bukti (scan kitab) Pemalsuan Kitab Minhajussunnah annabawiyah (Ibnu Taymiyah) yang menafika arah bagi Allah | Leave a Comment » Bukti Scan Kitab Ithaf As-Sadati Al-Muttaqin: Aqidah Imam Syafi’i -Allah Tidak Bertempat Posted on July 3, 2012 by admin Aqidah Imam Syafi’i -Allah Tidak Bertempat By T. MUHAMMAD SYUHADA - ALSO WROTE Salafi Wahabi Serukan Perang Terhadap Ahlus Sunnah Dimana Allah ? Langit Adalah Qiblat Ketika Berdoa Istawa Bukan Bersemayam Menurut Imam Abu Hanifah Memberantas Salafi Wahabi Semua Ulama Salaf mendapat fitnah dari Salafi Wahabi terhadap aqidah mereka, disebabkan oleh kesalah-pahaman Wahabi memahami hakikat Manhaj Salaf, betapa sedih ketika membaca buku atau artikel yang memuat aqidah Imam Syafi’i yang di tulis oleh para Wahabi, sadar atau tidak, tulisan mereka tentang aqidah Imam Syafi’ijustru menjadi fitnah terhadap Imam Syafi’i, yang menyedihkan lagi ketika mereka menulis biografi Imam Syafi’i, di awal tulisan mereka memuji kehebatan Imam Syafi’i setinggi langit, tapi di ujung tulisan mereka selipkan aqidah mereka yang mereka nisbahkan kepada Imam Syafi’i, sementara Imam Syafi’i terlepas dari aqidah mereka, trik ini mereka gunakan agar terkesan bahwa aqidah mereka sama persis dengan Imam Syafi’i dan para ulama salaf lain nya, padahal aqidah mereka sangat jauh berbeda dari aqidah ulama salaf, bagaikan perbedaan langit dan bumi, sebagai bukti lihat perkataan Imam Syafi’i yang termaktub dalam kitab Ithaf as-Sadati al-Muttaqin,lihat scan kitab di bawah ini : Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata : إنه تعالى كان ولا مكان فخلق الـمكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه الـمكان لا يجوز عليه التغيِير فى ذاته ولا في صفاته “Sesungguhnya Allah ta’ala ada dan tidak ada tempat, maka Dia (Allah) menciptakan tempat, sementara Dia (Allah) tetap atas sifat azali-Nya, sebagaimana Dia (Allah) ada sebelum Dia (Allah) menciptakan tempat, tidak boleh atas-Nya berubah pada dzat-Nya dan pada sifat-Nya”. [Kitab Ithaf As-Sadati Al-Muttaqin –Jilid 2-halaman 36]. إنه تعالى كان ولا مكان “Sesungguhnya Allah ta’ala ada dan tidak ada tempat” Maksudnya : Allah telah ada tanpa permulaan atau di sebut azali atau qadim, dan belum ada tempat seperti ‘Arasy, langit, bumi, dan segala makhluk lain nya, Allah ta’ala sudah sempurna dengan segala sifat-Nya yang azali sebelum ada apa pun selain-Nya, sifat-sifat dzat Allah tidak lantas bertambah ketika Allah menciptakan makhluk-Nya. فخلق الـمكان وهو على صفة الأزلية “maka Dia (Allah) menciptakan tempat, sementara Dia (Allah) tetap atas sifat azali-Nya” Maksudnya : kemudian Allah menciptakan tempat, artinya bukan tempat Allah, tapi menciptakan makhluk-Nya yang di sangka itu adalah tempat Allah oleh orang-orang yang berprasangka buruk terhadap Allah, tetapi Imam Syafi’i menepis prasangka tersebut, beliau berkata allah tetap atas sifat azali-Nya, artinya sekalipun setelah ada makhluk-Nya, Allah tetap bersifat dengan sifat-sifat azali-Nya, tidak ada sifat yang bertambah bagi Allah setelah adanya makluk-Nya, karena sifat yang baru ada setelah adanya makhluk itu juga termasuk makhluk. كما كان قبل خلقه الـمكان “sebagaimana Dia (Allah) ada sebelum Dia (Allah) menciptakan tempat” Maksudnya : Sebagaimana Allah ada sebelum adanya makhluk, dengan segala sifat kesempurnaan-Nya, begitu juga Allah dan sifat-Nya setelah adanya makhluk, adanya makhluk tidak dapat memberi pengaruh apa pun terhadap dzat dan sifat Allah, Allah maha sempurna jauh sebelum adanya makhluk. لا يجوز عليه التغيِير فى ذاته ولا في صفاته “tidak boleh atas-Nya berubah pada dzat-Nya dan pada sifat-Nya” Maksudnya : tidak boleh (mustahil) ada perubahan pada dzat dan sifat Allah, tidak terjadi perubahan pada Allah bukan berarti itu kelemahan atau kekurangan Allah, tapi justru bila berubah, dapat menimbulkan kekurangan bagi Allah, karena Allah maha sempurna, berubah dari sempurna tentu dapat kekurangan bagi-Nya, dan setiap perubahan adalah makhluk, karena tidak ada yang dapat berubah dengan sendiri nya kecuali Allah yang menciptakan perubahan tersebut, sementara Allah adalah khaliq, bukan makhluk. Maka dengan memahami perkataan Imam Syafi’i di atas, dapat pula kita pahami Aqidah Imam Asy-Syafi’i bahwaImam Syafi’i meniadakan tempat bagi dzat Allah, Allah ada tanpa arah dan tempat, inilah hakikat aqidah ulama salaf, sangat bertolak-belakang dengan aqidah Salafi-Wahabi, yang menduga ‘Arasy adalah tempat persemayaman Tuhan, padahal ‘Arasy juga makhluk-Nya, yang baru ada ketika diciptakan oleh-Nya, dan sifat-sifat kesempurnaan Allah telah ada sebelum adanya ‘Arasy dan segala makhluk lain nya. Maha suci Allah dari Arah dan tempat. http://suaraaswaja.com Filed under: ' Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby, 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, Bukti Scan Kitab Ithaf As-Sadati Al-Muttaqin: Aqidah Imam Syafi’i -Allah Tidak Bertempat | Tagged: Bukti Scan Kitab Ithaf As-Sadati Al-Muttaqin: Aqidah Imam Syafi’i -Allah Tidak Bertempat | Leave a Comment » Bukti scan kitab Fathul Bari (Ibnu Hajar atsqalani) – Mustahil Sifat Arah Pada Allah Posted on July 3, 2012 by admin Ibnu Hajar – Mustahil Arah Pada Allah By T. MUHAMMAD SYUHADA - Dimana Allah ? Mi’raj Bukan Bukti Tuhan Di Langit Istawa Dalam Tafsir An-Nasafi Bid’ah Hasanah Dalam Pandangan Imam Syafi’i Istawa Dalam Tafsir Imam al-Qurthubi Setiap yang mengaku muslim, pasti mengakui dan yakin bahwa Allah maha tinggi, tidak ada seorang muslim pun yang mengingkari ketinggian-Nya, namum sebagian yang mengaku muslim salah dalam memahami maksud sifat maha tinggi Allah, mereka menyangka maha tinggi artinya Allah berada di arah atas paling tinggi, dan tanpa sadar telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, mereka menyangka hakikat sifat Allah dengan hakikat sifat makhluk sama saja, cuma berbeda kaifiyat nya, seakan yang tidak boleh sama Allah dan makhluk-Nya hanya dalam kaifiyat nya saja, sementara aqidah Ahlus sunnah waljama’ah tidak hanya membedakan dalam kaifiyat nya tapi juga membedakan dalam hakikat sifat nya, dzat dan sifat Allah sangat berbeda dengan dzat dan sifat makhluk-Nya, bukan bereda kaifiyat saja, oleh karena itu, Allah bersifat dengan maha tinggi, tapi bukan berarti Allah berada di arah atas, berada di arah atas adalah sesuatu yang tidak mungkin pada Allah (mustahil), karena dapat menimbulkan kekurangan bagi Allah dan keserupaan sifat dengan makhluk. Berkata Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani : ولا يلزم من كون جهتي العلو والسفل مُحالاً على الله أن لا يوصف بالعلو ، لأن وصفه بالعلو من جهة الـمعنى ، والـمستحيل كون ذلك من جهة الحس، ولذلك ورد في صفته العالي والعلي والـمتعالي ، ولـم يرد ضد ذلك وإن كان قد أحاط بكل شىءٍ علـماً “Dan tidak melazimi dari keadaan dua arah (jihat) atas dan bawah itu mustahil pada Allah, bahwa Allah tidak disifatkan dengan sifat tinggi (uluw), karena sesungguhnya mensifati-Nya dengan sifat tinggi (uluw) itu dari segi maknawi, sedangkan yang mustahil adalah keadaan demikian dari segi hissi, dan karena demikian datang pada sifat-Nya Al-‘Aaliy dan Al-‘Aliy dan Al-Muta’aliy, dan tidak datang lawan sifat demikian, sekalipun adalah Allah itu meliputi ilmu dengan setiap sesuatu”.[ Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani Jilid 6 Halaman 136]. Perhatikan scan kitab di bawah ini ولا يلزم من كون جهتي العلو والسفل مُحالاً على الله أن لا يوصف بالعلو “Dan tidak melazimi dari keadaan dua arah (jihat) atas dan bawah itu mustahil pada Allah, bahwa Allah tidak disifatkan dengan sifat tinggi (uluw)” Maksudnya : arah (jihat) atas dan bawah adalah mustahil (tidak mungkin) bagi Allah, maka tidak ada kemungkinan Allah berada di bawah bahkan di atas, baik di atas langit atau di atas ‘Arasy, akan tetapi ketidak-mungkinan ini tidak berarti Allah tidak bersifat dengan sifat tinggi (uluw), artinya Allah bersifat dengan sifat tinggi, tapi ketinggian Allah bukan berada di arah atas, karena arah atas mustahil pada Allah sebagaimana mustahil arah bawah pada-Nya. لأن وصفه بالعلو من جهة الـمعنى ، والـمستحيل كون ذلك من جهة الحس “karena sesungguhnya mensifati-Nya dengan sifat tinggi (uluw) itu dari segi maknawi, sedangkan yang mustahil adalah keadaan demikian dari segi hissi” Maksudnya : ketika arah atas itu mustahil pada Allah tapi tidak otomatis Allah tidak bersifat dengan maha tinggi, karena tidak ada pertentangan antara sifat maha tinggi dengan kemustahilan arah atas pada-Nya, karena sifat tinggi (uluw) itu dari segi maknawi, tinggi dalam artian keagungan dan keluhuran-Nya, sementara yang mustahil itu adalah keberadaan dzat-Nya di arah atas, Allah bersifat dengan tinggi maknawi bukan dengan tinggi hissi, tinggi yang hissi inilah yang mustahil pada Allah, oleh karena itu, sekalipun arah atas mustahil pada Allah tapi Allah bersifat dengan sifat tinggi dalam artian tinggi martabat, yakni maha agung lagi maha luhur. ولذلك ورد في صفته العالي والعلي والـمتعالي ، ولـم يرد ضد ذلك وإن كان قد أحاط بكل شىءٍ علـماً “dan karena demikian datang pada sifat-Nya Al-‘Aaliy dan Al-‘Aliy dan Al-Muta’aliy, dan tidak datang lawan sifat demikian, sekalipun adalah Allah itu meliputi ilmu dengan setiap sesuatu” Maksudnya : karena tidak ada pertentangan antara mustahil arah atas dengan sifat tinggi Allah, maka diperdapatkan dalam Al-Quran dan Hadits sifat-sifat Allah seperti Al-‘Aaliy, Al-‘Aliy, Al-Muta’aliy dan sifat-sifat yang menunjuki kepada ketinggian dan keluhuran-Nya, dan tidak didapati lawan dari sifat tersebut, karena mustahil Allah bersifat dengan lawan sifat tersebut, sekalipun Allah mengetahui setiap sesuatu, baik dilangit atau dibumi, bahkan di dasar bumi sekalipun, tapi Allah tidak harus berada dilangit atau dibumi atau dimanapun. Itulah cuplikan pernyataan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar secara jelas mengatakan bahwa arah atas adalah mustahil pada Allah. maha suci Allah dari arah dan tempat Wallahu a’lam http://suaraaswaja.com/imam-bukhari-mentawil-tertawa-dengan-rahmat.html Bukti Bin Baz & Wahhabi Kafirkan Ibnu Hajar & Imam Nawawi (1 & 2) Ibnu Hajar BERAQIDAH SESAT- Bin Baz & Wahhabi (berbukti) IMAM IBNU HAJAR AL-ASQOLANY DIHUKUM OLEH KESEMUA WAHHABI SEBAGAI BERAQIDAH SESAT Bukan anda sahaja yang dikafirkan oleh Wahhabi. Imam yang agong dan hebat pengarang kitab Fathul Bari Syarh Sohih Bukhari yang terkenal ini juga tidak terlepas dihukum sebagai sesat aqidahnya. Buktinya dalam kitab Wahhabi berjudul: ” At-Tanbih ‘Ala Al-Mukhalafaat Al-’Aqdiyah Fi Fathil Bary ” tajuk buku yang bermaksud Peringatan Ke Atas Penyelewengan Aqidah Dalam Kitab Fathul Bary (karangan Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany)” yang mana buku ini telah mendapat kata-kata aluan dan pujian oleh tokoh-tokoh Wahhabi setelah mereka menelitinya isi kandungannya. Tajuk buku Wahhabi itu: At-Tanbih ‘Ala Al-Mukhalafaat Al-’Aqdiyah Fi Fathil Bary Dikumpulkan oleh Wahhabi bernama: Ali Bin Abdul Aziz Bin Ali Asy-Syibil. Buku itu telah diteliti dan diperakui benar dan betul belaka oleh tokoh-tokoh Wahhabi: 1- Abdul Aziz Bin Baz. 2- Soleh Al-Fauzan. 3- Abdullah Bin ‘Aqil. 4- Abdul Bin Muni’. 5- Abdullah Al-Ghonimaan. * Kenyataan Bin Baz Mufti Wahhabi mengatakan: ” Kerja menghukum sesat aqidah Ibnu Hajar Al-Asqolany dari bukunya Fathul Bary adalah amalan yang TERBAIK “. Lihat Taqriz dalam kitab di atas. Lihat bagaimana Bin Baz dan Wahhabi memuliakan amalan menghukum sesat terhadap aqidah ulama Islam. APA WAHHABI KATA DALAM BUKU ITU? Dalam kitab Wahhabi tadi mereka telah bersepakat menghukum Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany pengarang kitab Fathul Bary Syarah Sohih Al-Bukhari sebagai:- 1- Tidak beraqidah Ahli Sunnah Wal Jama’ah. 2- Pembasmi aqidah Ahli Sunnah Wal Jama’ah. 3- Menafikan sifat Allah (nufaat). 4- Suka ta’wil yang sesat. 5- Ikut Al-Asya’irah dan Al-Maturidiyyah yang sesat. 6- Suka bawa bid’ah. 7- Mangharuskan tawassuk syirik. 8- Mengharuskan tabarruk syirik. 9- Sesat. 10- Kafir. (itulah hakikat Wahhabi ingin nyatakan tetapi mereka BERTAQIYYAH). Demikianlah penghukuman Wahhabi terhadap Imam Ibnu Hajar Al-Aqolany dalam kitab mereka tadi. Ada lagi banyak kenyataan yang jelek dan keji Wahhabi luahkan kepada Imam Ibnu Hajar ini. * P/S: Wahhabi suka bertaqiyyah iaitu bercakap bohong dan bersumpah bohong. Contoh. Jika anda tanya mereka berdepan perihal Imam Ibnu Hajar dihadapan khalayak ramai Wahhabi akan menjawab Beliau bagus…beliau ok. tapi Wahhabi MENGKAFIRKAN Imam Ibnu Hajar pada hakikatnya. JANGAN TERTIPU DENGAN TAQIYYAH WAHHABI. WAHHABI TURUT MENGHUKUM IMAM NAWAWI SEBAGAI SESAT KEKAL DALAM NERAKA. AWAS! IMAM NAWAWI & IBNU HAJAR PUN KAFIR?! Assalamualaikum. Oleh: abu_syafiq Islam dan ulamanya tidak harus dikafirkan seperti yang dilakukan oleh Wahhabi..habis dikafirkan semua. Mungkin sekiranya Nabi Muhammad masih hidup dimuka bumi ini pun baginda tidak akan terlepas dari dikafiran oleh golongan Wahhabiyah ini. Tidak mustahil pada suatu hari nanti Allah pun Wahhabi kafirkan…wal iyazubillah. Wahhabi bukan sahaja mengkafirkan Sultan Solahuddin Al-Ayyubi. tetapi…. WAHHABI TURUT MENGKAFIRKAN IMAM NAWAWI DAN IMAM IBNU HAJAR AL-ASQOLANY! Saudara seislam sekali….. Apa dah jadi dengan Wahhabi ni?!!! aduiii..pesal Wahhabi benci sangat dgn ajaran Ahli Sunnah Wal Jamaah dan ulamanya?! tengok dibawah ini seorang lagi ulama Wahhabi yang menjadi rujukan utama oleh Wahhabi dan kitab2 nya diberi secara percuma ketika kita semua pergi menunaikan umrah dan haji…Wahhabi ini yg bernama Muhammad Soleh Uthaimien menyatakan bahawa : “IMAM IBNU HAJAR AL-ASQOLANY ( PENGARANG FATHUL BARI SYARAH SOHIH BUKHARY) DAN JUGA IMAM NAWAWI ( PENGARANG SYARAH SOHIH MUSLIM) KATA WAHHABI : NAWAWI DAN IBNU HAJAR ADALAH PEMBUAT KESESATAN DAN NAWAWI SERTA IBNU HAJAR BERAQIDAH SESAT DAN MEREKA BERDUA ADALAH KAFIR”!!. Inilah makna dakwaan Wahhabi. BUKTI ; Lihat buktinyapada line yg telah dikuningkan: Filed under: ' Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby, 'Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi, 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, *Bongakr Kepalsuan Akidah salafy/wahaby, Bukti scan kitab Fathul Bari (Ibnu Hajar atsqalani) – Mustahil Sifat Arah Pada Allah | Tagged: Bukti scan kitab Fathul Bari (Ibnu Hajar atsqalani) – Mustahil Sifat Arah Pada Allah | Leave a Comment » Bukti scan kitab: Imam Bukhari Menta’wil Tertawa Dengan Rahmat Posted on July 3, 2012 by admin Benarkah Salafi Wahabi bermanhaj salaf ? atau cuma Manhaj Salaf Bid’ah yang baru ada sejak masa Ibnu Taymiyah ? ini satu bukti bahwa Salafi Wahabi tidak bermanhaj ulama Salaf, tapi hanya Manhaj Salaf versi baru, sementara hakikat Manhaj Salaf sangat berbeda dengan Manhaj Salaf versi mereka, sudah bukan rahasia lagi bahwa Wahabi sangat anti dengan Ta’wil, semua nash-nash tentang sifat Allah mereka artikan serampangan, tidak peduli adanya pertentangan atau tidak, mereka boleh saja menganggap merekalah yang bertauhid sesuai dengan tauhid para Salafus Sholeh, tapi apakah Ulama Salaf bertauhid seperti tauhid mereka ? Imam Bukhari yang juga bermanhaj Salaf, tapi tidak sejalan dengan Manhaj Wahabi yakni Manhaj Salaf versi Wahabi, Imam Bukhari sama sekali tidak anti Ta’wil, pertanda bahwa Ta’wil sudah ada sejak Ulama Salaf, dan Ta’wil tidak otomatis telah bertentangan dengan Manhaj Salaf, sehingga harus mengecam Ta’wil secara mutlak. Berikut bukti Ta’wil dari Imam Bukhari yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqqi dalamkitab al-Asma’ was-Sifat Halaman 459, lihat scan kitab di bawah ini : Imam Baihaqqi menuliskan : قال البخاري معنى الضحك الرحمة “Berkata Imam Bukhari : Makna Al-Dhahak adalah Rahmat”. Maksudnya : الضحك yang seharusnya bermakna “tertawa” tapi ketika kalimat tersebut disandarkan kepada Allah maka makna nya tidak boleh bermakna dhohir karena dapat terbawa kepada menyerupakan Allah dengan makhluk, Allah tidak bersifat dengan tertawa, maka nya Imam Bukhari menta’wil dari makna tertawa kepada makna yang pantas bagi Allah yaitu Rahmat, maka dapatlah kita pahami bahwa pada kalimat yang mutasyabihat tidak boleh diartikan secara dhohiriyah, oleh karena itu timbullah dua Manhaj Tafwidh dan Ta’wil, seandainya makna dhohiriyah itu tidak bermasalah, maka sungguh tidak akan diperdapatkan metode Ta’wil dari para ulama, karena tidak punya hajat kepada demikian, dan dapat pula kita pahami bahwa metode Tafwidh dari sebagian Ulama Salaf bukan maksudnya beriman dengan makna dhohiriyah lalu mentafwidh kaifiyat, akan tetapi ketika makna dhohir tidak boleh bagi Allah, maka sebagian ulama Salaf mentafwidh makna nya kepada Allah, bukan tafwidh kaifiyat, dan dengan tanpa Ta’wil, baik atas metode Tafwidh atau pun metode Ta’wil sepakat bahwa makna dhohiriyah tidak boleh dan tidak sah bagi Allah, maka Tafwidh dan Ta’wil tidak bertentangan, justru metode Tafwidh sangat bertentangan dengan metode Wahabi yang menetapkan makna dhohir, dan dapatlah dipastikan bahwaManhaj Salaf versi Salafi Wahabi sangat bertentangan dengan Manhaj Salaf Ahlus Sunnah Waljama’ah. Wallahul muwaffiq. Filed under: ' Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby, 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, *Bongakr Kepalsuan Akidah salafy/wahaby, Bukti scan kitab: Imam Bukhari Menta’wil Tertawa Dengan Rahmat | Tagged: Bukti scan kitab: Imam Bukhari Menta’wil Tertawa Dengan Rahmat | Leave a Comment » Kitab Tafsir mu’tabar Sunni (Allah ada tanpa tempat dan arah) : Tafsir Istawa Dalam Tafsir Ibnu Katsir – Tafsir Annasafi – Imam qurtubi Posted on July 3, 2012 by admin Istawa Dalam Tafsir Ibnu Katsir Salafy Wahaby Manhaj Fir’auny Bid’ah Hasanah Dalam Pandangan Imam Syafi’i Wahabi Lebih Suka Nama Salafi Langit Adalah Qiblat Ketika Berdoa Benarkah Maulid Nabi Ajaran Syi’ah ? Tulisan ini kami persembahkan buat mereka yang tiap minggu Dauroh kajian Tafsir Ibnu Katsir, tapi pemahaman mereka justru berbeda dengan kajian-kajian mereka, parah nya penyakit Tasybih yang sudah mendarah daging dalam keras nya hati mereka, membuat mereka sulit menerima fakta kebenaran nya, dan membuat mereka tidak bisa menyadari bahaya besar yang sedang menjerat akidah mereka, hendak nya tulisan ini menjadi semangat baru bagi mereka agar kembali membuka kembali kajian mereka dan semoga tulisan ini menjadi pertimbangan dalam kajian ulangan nanti nya. Kesalahan mereka dalam memahami hakikat Manhaj Salaf telah menjadikan mereka sebagai fitnah agama ini, sebagai bukti mari lihat Tafsir Ibnu Katsir tentang “Istawa”atau tentang bab Mutasyabihat umum nya, dan bagaimana hakikat Manhaj Salaf versi Ibnu Katsir akan kita pahami di sini. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir -Surat al-A’raf – ayat 54 sebagai berikut : وأما قوله تعالى: { ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ } فللناس في هذا المقام مقالات كثيرة جدا، ليس هذا موضع بسطها، وإنمايُسلك في هذا المقام مذهب السلف الصالح: مالك، والأوزاعي، والثوري،والليث بن سعد، والشافعي، وأحمد بن حنبل،وإسحاق بن راهويه وغيرهم، من أئمة المسلمين قديما وحديثا، وهو إمرارها كما جاءت من غير تكييف ولا تشبيه ولاتعطيل. والظاهر المتبادر إلى أذهان المشبهين منفي عن الله، فإن الله لا يشبهه شيء من خلقه، و { لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌوَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ } بل الأمر كما قال الأئمة -منهم نُعَيْم بن حماد الخزاعي شيخ البخاري -: “من شبه الله بخلقه فقدكفر، ومن جحد ما وصف الله به نفسه فقد كفر”. وليس فيما وصف الله به نفسه ولا رسوله تشبيه، فمن أثبت للهتعالى ما وردت به الآيات الصريحة والأخبار الصحيحة، على الوجه الذي يليق بجلال الله تعالى، ونفى عن الله تعالىالنقائص، فقد سلك سبيل الهدى. Barkata Ibnu Katsir dalam Tafsirnya : “Adapun firman Allah taala { ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ } maka bagi manusia pada tempat ini pernyataan yang banyak sekali, di sini tidak mengupas semua nya, di sini hanya menempuh Madzhab Salafus Sholih yaitu imam Malik, dan al-Auza’i, dan Al-tsuri, al-laits bin sa’ad dan imam Syafi’i dan imam Ahmad dan Ishaq bin rahawaih dan selain mereka dari ulama-ulama islam masa lalu dan masa sekarang, dan Madzhab Salaf adalah memperlakukan ayat tersebut sebagaimana datang nya, dengan tanpa takyif (memerincikan kaifiyat nya) dan tanpa tasybih (menyerupakan dengan makhluk) dan tanpa ta’thil (meniadakan) dan makna dhohir (lughat) yang terbayang dalam hati seseorang, itu tidak ada pada Allah, karena sesungguhnya Allah tidak serupa dengan sesuatupun dari makhluk-Nya, dan [tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah, dan Dia maha mendengar lagi maha melihat. QS Asy-Syura ayat 11], bahkan masalahnya adalah sebagaimana berkata para ulama diantaranya adalah Nu’aim bin Hammad al-Khuza’i, guru al-Bukhari, ia berkata : “Barang siapa yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka sungguh ia telah kafir, dan barang siapa yang mengingkari sifat yang Allah sifatkan (sebutkan) kepada diri-Nya, maka sungguh ia telah kafir”. Dan tidak ada penyerupaan (Tasybih) pada sifat yang disifatkan/disebutkan oleh Allah dan Rasul kepada diri-Nya, maka barang siapa yang menetapkan bagi Allah taala akan sesuatu yang telah datang ayat yang shorih (ayat Muhkam) dan Hadits yang shohih, dengan cara yang layak dengan keagungan Allah taala, dan meniadakan segala kekurangan dari Allah taala, maka sungguh ia telah menempuh jalan yang terpetunjuk”.[Tafsir Ibnu Katsir -Surat al-A’raf – ayat 54] Perhatikan scan kitab di bawah : Mari kita pahami uraian Ibnu Katsir tentang “Istawa” di atas pelan-pelan : فللناس في هذا المقام مقالات كثيرة جدا، ليس هذا موضع بسطها، وإنما يُسلك في هذا المقام مذهب السلف الصالح: مالك، والأوزاعي، والثوري،والليث بنسعد، والشافعي، وأحمد بن حنبل، وإسحاق بن راهويه وغيرهم، من أئمة المسلمين قديما وحديثا “maka bagi manusia pada tempat ini pernyataan yang banyak sekali, di sini tidak mengupas semua nya, di sini hanya menempuh Madzhab Salafus Sholih yaitu imam Malik, dan al-Auza’i, dan Al-tsuri, al-laits bin sa’ad dan imam Syafi’i dan imam Ahmad dan Ishaq bin rahawaih dan selain mereka dari ulama-ulama islam masa lalu dan masa sekarang” Maksudnya : pada ayat-ayat Mutasyabihat seperti ayat tersebut ada banyak pendapat manusia, dan di sini Ibnu Katsir tidak membahas semua nya, hanya membahas bagaimana pendapat kebanyakan ulama Salaf saja seperti imam Malik, dan al-Auza’i, dan Al-tsuri, al-laits bin sa’ad dan imam Syafi’i dan imam Ahmad dan Ishaq bin rahawaih dan selain mereka dari ulama-ulama islam, dari sini nantinya kita pahami mana Manhaj Salaf / Madzhab Salaf sebenarnya, agar tidak tertipu dengan tipu daya Salafi Wahabi yang juga mengaku bermanhaj Salaf. وهو إمرارها كما جاءت من غير تكييف ولا تشبيه ولا تعطيل. والظاهر المتبادر إلى أذهان المشبهين منفي عن الله “dan Madzhab Salaf adalah memperlakukan ayat tersebut sebagaimana datang nya, dengan tanpa takyif (memerincikan kaifiyat nya) dan tanpa tasybih (menyerupakan dengan makhluk) dan tanpa ta’thil (meniadakan) dan makna dhohir (lughat) yang terbayang dalam hati seseorang, itu tidak ada pada Allah” Maksudnya : Menurut Ibnu Katsir, Manhaj Salaf adalah memberlakukan ayat-ayat Mutasyabihat sebagaimana datang nya dari Al-Quran, artinya para ulama Salaf ketika membahas atau membicarakan atau menulis ayat tersebut, selalu menggunakan kata yang datang dalam Al-Quran tanpa menggunakan kata lain, baik dengan Tafsirnya atau Ta’wilnya atau bahkan terjemahannya, atau biasa disebut dengan metode Tafwidh makna, dan tanpa menguraikan kaifiyatnya, artinya tanpa membicarakan apakah itu sifat dzat atau sifat fi’il, apakah itu sifat atau ta’alluq-nya atau lain nya, dan tanpa Tasybih artinya menyerupakan atau memberi makna yang terdapat penyerupaan di situ, dan tidak meniadakan nya karena keadaan nya yang tidak diketahui makna nya, artinya bukan berarti ketika tidak diketahui makna nya, otomatis telah mengingkari sifat Allah, karena telah menetapkan sifat Allah dengan kata yang datang dari Al-Quran, sedangkan makna atau terjemahan yang dipahami oleh seseorang, makna tersebut tidak ada pada Allah, artinya sebuah makna yang otomatis dipahami ketika disebutkan sebuah kalimat, maka makna tersebut bukan maksud dari ayat Mutasyabihat, karena makna tersebut tidak boleh ada pada Allah, kerena dengan menyebutkan makna tersebut kepada Allah, otomatis ia telah melakukan penyerupaan Allah dengan makhluk, Ibnu Katsir di atas menyebut dengan sebutan “Musyabbihin” kepada orang yang memahami makna dhohirnya, ini artinya menyebutkan makna dhohir kepada Allah otomatis telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, inilah poin penting yang harus diperhatikan oleh para Salafi Wahabi, bahwa para ulama Salaf dan Khalaf sepakat bahwa makna terjemahan dhohiriyah dalam bab Mutasyabihat tidak layak dengan keagungan Allah, dan menjadikan orang nya sebagai orang yang telah menyerupakan Allah dengan makhluk.inilah metode kebanyakan dari ulama Salaf, dan nampak jelas perbedaan manhaj Salaf dengan manhaj Salafi Wahabi. فإن الله لا يشبهه شيء من خلقه، و { لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ } “karena sesungguhnya Allah tidak serupa dengan sesuatupun dari makhluk-Nya, dan [tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah, dan Dia maha mendengar lagi maha melihat. QS Asy-Syura ayat 11]” Maksudnya : kenapa makna dhohirnya tidak boleh, karena Allah tidak serupa sedikit pun dengan makhluk-Nya sebagaimana disebutkan dalam surat asy-Syura ayat 11, dan ketika makna dhohirnya terdapat sedikit keserupaan, maka makna dhohir tersebut tidak boleh pada Allah. بل الأمر كما قال الأئمة -منهم نُعَيْم بن حماد الخزاعي شيخ البخاري -: “من شبه الله بخلقه فقد كفر، ومن جحد ما وصف الله به نفسه فقد كفر” “bahkan masalahnya adalah sebagaimana berkata para ulama diantaranya adalah Nu’aim bin Hammad al-Khuza’i, guru al-Bukhari, ia berkata : “Barang siapa yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka sungguh ia telah kafir, dan barang siapa yang mengingkari sifat yang Allah sifatkan (sebutkan) kepada diri-Nya, maka sungguh ia telah kafir”. Maksudnya : Bukan saja masalah nya sebatas tidak boleh, bahkan orang tersebut dapat menjadi kafir dengan sebab ini, sebagaimana berkata para ulama diantaranya adalah Nu’aim bin Hammad al-Khuza’i, guru al-Bukhari, ia berkata : “Barang siapa yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka sungguh ia telah kafir, dan barang siapa yang mengingkari sifat yang Allah sifatkan (sebutkan) kepada diri-Nya, maka sungguh ia telah kafir”. artinya termasuk dalam orang dihukumi kafir adalah orang yang beriman dengan makna dhohir, karena sudah dijelaskan di atas bahwa dalam makna dhohir sudah terkandung Tasybih, dan tidak termasuk dalam mengingkari sifat Allah adalah orang yang mengingkari makna dhohir, karena alasan tersebut juga. Maka dapat dipastikan bahwa beriman dengan makna dhohir dalam masalah ini adalah akidah yang salah, bukan akidah Ahlus Sunnah Waljama’ah, bahkan bukan Manhaj Salaf, sekalipun tentang hukum kafir orang nya terdapat perbedaan pendapat ulama, karena kemungkinan dimaafkan bagi orang awam, mengingat ini adalah masalah yang sulit, na’uzubillah. وليس فيما وصف الله به نفسه ولا رسوله تشبيه “Dan tidak ada penyerupaan (Tasybih) pada sifat yang disifatkan/disebutkan oleh Allah dan Rasul kepada diri-Nya” Maksudnya : Tidak ada Tasybih pada kata-kata yang datang dalam Al-Quran dan hadits tentang sifat Allah, bukan pada makna nya, sementara pada makna nya tergantung bagaimana memaknainya, sekaligus ini alasan kenapa tidak boleh mengimani makna dhohiriyah, karena semua sifat yang Allah sebutkan dalam Al-Quran dan Rasul sebutkan dalam Hadits untuk sifat Allah, tidak ada satupun yang ada Tasybih (penyerupaan), maka makna dhohir tersebut dapat dipastikan bukan sifat Allah, karena pada nya terdapat keserupaan. فمن أثبت لله تعالى ما وردت به الآيات الصريحة والأخبار الصحيحة، على الوجه الذي يليق بجلال الله تعالى، ونفى عن الله تعالى النقائص، فقد سلك سبيلالهدى. “maka barang siapa yang menetapkan bagi Allah taala akan sesuatu yang telah datang ayat yang shorih (ayat Muhkam) dan Hadits yang shohih, dengan cara yang layak dengan keagungan Allah taala, dan meniadakan segala kekurangan dari Allah taala, maka sungguh ia telah menempuh jalan yang terpetunjuk”. Maksudnya : Kesimpulan dari uraian di atas, siapa yang menetapkan bagi Allah akan sifat-sifat yang datang dalam ayat-ayat yang shorih yakni ayat-ayat yang Muhkam, bukan malah yakin dengan makna tasybih dalam ayat Mutasyabihat, dan yang datang dalam hadits-hadits yang shohih, dengan metode yang layak dengan keagungan Allah, bukan malah dengan metode yang identik dengan makhluk, dan meniadakan pada Allah segala bentuk kekurangan dari pada sifat-sifat makhluk atau keserupaan dengan makhluk, maka ia telah menempuh jalan yang terpetunjuk yaitu bertauhid dengan tauhid yang benar. Wallahu a’lam Istawa Dalam Tafsir An-Nasafi Dalam Tafsir an-Nasafi terbukti bahwa Salafi Wahabi adalah pendusta agama yang berdusta atas nama Al-Quran dan as-Sunnah, dan memfitnah para ulama Salaf atas nama Manhaj Salaf, mereka dalam bab Mutasyabihat mentafwidh kaifyat dan mentafsirkan dengan makna dhohir, mereka sangat anti dengan Ta’wil dan mengkafirkan aqidah Ta’wil, mereka sangan anti dengan Ta’wil Istawa dengan Istaula, sementara dakwaan mereka sebalik dengan hakikat Manhaj Salaf sesungguhnya, sebagai bukti mari buka Tafsir an-Nasafi, dan lihat apa kata Imam an-Nasafi sebagai berikut : { استوى } استولى . عن الزجاج ، ونبه بذكر العرش وهو أعظم المخلوقات على غيره . وقيل : لما كان الاستواء على العرش وهو سرير الملك مما يردف الملك جعلوه كناية عن الملك فقال استوى فلان على العرش أي ملك وإن لم يقعد على السرير ألبتة وهذا كقولك «يد فلان مبسوطة» أي جواد وإن لم يكن له يد رأساً ، والمذهب قول علي رضي الله عنه : الاستواء غير مجهول والتكييف غير معقول والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة لأنه تعالى كان ولا مكان فهو على ما كان قبل خلق المكان لم يتغير عما كان . “Istawa artinya Istaula (menguasai) dihikayahkan dari Imam az-Zajjaj as-Salafi (241-311 H), dan memberitahu dengan penyebutan ‘Arasy atas lain nya, dan dia adalah sebesar-besar makhluk, dan dikatakan : manakala Istiwa’ atas ‘Arasy yaitu singgasana Raja adalah sebagian dari sesuatu yang berhubungan dengan milik, maka para ulama menjadikan Istiwa’ sebagai kinayah dari pada milik, maka dikatakan Istawa fulan atas ‘Arasy artinya memiliki nya, sekalipun ia tidak duduk atas singgasana sama sekali, demikian seperti perkataan “tangan si fulan luas” artinya pemurah sekalipun ia tidak punya tangan pada kenyataan nya. Dan pendapat kuat itu pernyataan Sayyidina Ali –radhiyallahu ‘anhu- : Istiwa’ tidak majhul, dan menguraikan kaifiyat nya tidak ma’qul, dan beriman dengan nya wajib, dan bertanya tentang nya Bid’ah, karena sesungguhnya Allah taala ada dan tidak ada tempat, maka Allah tetap sebagaimana sebelum menciptakan tempat, Allah tidak berubah sebagaimana ada-Nya”. Perhatikan scan kitab berikut { استوى } استولى . عن الزجاج “Istawa artinya Istaula (menguasai) dihikayahkan dari Imam az-Zajjaj as-Salafi (241-311 H)” Maksudnya : Imam an-Nasafi merujuk ke Tafsir Imam az-Zajjaj as-Salafi, dalam Tafsirnya az-Zajjaj menta’wil Istawa dengan Istaula, inilah bukti bahwa Ta’wil juga berasal dari Manhaj Salaf, karena sebagian ulama Salaf melakukan Ta’wil pada sebagian ayat Mutasyabihat, Cuma kebanyakan ulama Salaf lebih memilih Tafwidh makna dan tidak mengkafirkan ulama yang bermanhaj Ta’wil, dua manhaj Ta’wil dan Tafwidh adalah metode agar tidak terjebak dengan Tasybih dalam makna dhohir nya, lain hal nya dengan Salafi Wahabi yang tidak melakukan Tafwidh seperti Tafwidh nya Salaf, dan juga mengkafirkan orang yang bermanhaj Ta’wil, dan mereka justru mentafsirkan nya dengan makna dhohir yang terdapat Tasybih dan Tajsim pada nya. ونبه بذكر العرش وهو أعظم المخلوقات على غيره “dan memberitahu dengan penyebutan ‘Arasy atas lain nya, dan dia adalah sebesar-besar makhluk” Maksudnya : kenapa disebutkan ‘Arasy bila Istawa bermakna Istaula, padahal Allah menguasai semua makhluk-Nya, bukan hanya ‘Arasy, maka jawabnya dengan penyebutan ‘Arasy maka termasuklah semua makhluk lain, karena ‘Arasy adalah makhluk yang paling besar. وقيل : لما كان الاستواء على العرش وهو سرير الملك مما يردف الملك جعلوه كناية عن الملك “dan dikatakan : manakala Istiwa’ atas ‘Arasy yaitu singgasana Raja adalah sebagian dari sesuatu yang berhubungan dengan milik, maka para ulama menjadikan Istiwa’ sebagai kinayah dari pada milik” Maksudnya : Sebagian ulama mentafsirkan Istawa dengan makna memiliki, karena punya hubungan antara makna Istiwa’ dan makna milik, karena tertegah memaknai nya dengan makna dhohir Istawa, maka kata Istawa adalah kinayah dari memiliki. فقال استوى فلان على العرش أي ملك وإن لم يقعد على السرير ألبتة وهذا كقولك «يد فلان مبسوطة» أي جواد وإن لم يكن له يد رأساً “maka dikatakan Istawa fulan atas ‘Arasy artinya memiliki nya, sekalipun ia tidak duduk atas singgasana sama sekali, demikian seperti perkataan “tangan si fulan luas” artinya pemurah sekalipun ia tidak punya tangan pada kenyataan nya” Maksudnya : ketika dikatakan bahwa “si fulan bersemayam /beristiwa’ atas singgasana, maka artinya si fulan memiliki singgasana tersebut walaupun ia tidak berada /bersemayam di atas nya, demikian juga seperti dikatakan “Tangan si fulan luas” maka artinya si fulan adalah seorang yang pemurah, sekalipun ia tidak punya tangan sama sekali, karena kata tangan adalah kiasan dari pemurah, sebagaimana Istawa adalah kiasan dari memiliki. والمذهب قول علي رضي الله عنه : الاستواء غير مجهول “Dan pendapat kuat itu pernyataan Sayyidina Ali –radhiyallahu ‘anhu- : Istiwa’ tidak majhul” Maksudnya : Pendapat kuat dalam masalah makna ayat Mutasyabihat adalah sebagaimana Manhaj kebanyakan ulama Salaf yaitu pernyataan Sayyidina Ali –Radhiyallahu ‘anhu- bahwa Istawa tidak majhul artinya telah dimaklumi kata Istawa dari Al-Quran dan dimaklumi makna dhohirnya, tapi tidak dimaklumi makna maksud darinya. Dapatlah diketahui bahwa tentang masalah makna nash Mutasyabihat adalah masalah khilafiyah, ketika makna dhohirnya tidak boleh dinisbahkan kepada Allah, maka boleh memaknainya dengan makna apa saja yang layak dengan keagungan dan kesempurnaan Allah, sehingga lahirlah bermacam ta’wil dengan makna yang layak dengan Allah, sementara kebanyakan ulama Salaf lebih memilih tidak menentukan satu makna tertentu untuk kata tersebut, karena apapun makna yang dipakai, semua makna itu tidak akan mampu mewakili kata yang telah dipilih oleh Allah untuk diri-Nya. والتكييف غير معقول “menguraikan kaifiyat nya tidak ma’qul” Maksudnya : berbicara tentang kaifiyat nya adalah tidak masuk akal (mustahil), bagaimana pun mengurai kaifiyat nya, namun yakinlah bahwa Allah tidak seperti demikian. والإيمان به واجب “dan beriman dengan nya wajib” Maksudnya : Wajib beriman dengan kata Istawa karena jelas penyebutan nya dalam Al-Quran, bukan beriman dengan makna dhohir, sementara beriman dengan makna dhohir adalah tidak boleh karena terdapat Tasybih padanya, maka mengingkari makna dhohir tidak menjadi kafir karena nya, tapi kafir bila ingkar kata Istawa, maka termasuk dalam orang yang beriman di sini adalah orang yang bermanhaj Ta’wil. والسؤال عنه بدعة “dan bertanya tentang nya Bid’ah” Maksudnya : Bertanya tentang Istawa Bid’ah dan bahkan membicarakan dan menguraikan ini adalah Bid’ah, tapi mudah-mudahan ini Bid’ah hasanah, karena para ulama telah menguraikan nya, selama tidak membicarakan kaifiyat nya. لأنه تعالى كان ولا مكان “karena sesungguhnya Allah taala ada dan tidak ada tempat” Maksudnya : Ini poin penting, apa hubungan nya dengan Istawa, seandainya makna dhohir Istawa yaitubersemayam itu layak dengan keagungan dan kesempurnaan Allah, maka tidak ada hubungan Istawa dengan pernyataan Sayyidina Ali ini, tapi Sayyidina Ali mengatakan Allah telah ada dan tidak ada tempat, artinya sebelum ada ‘Arasy Allah tidak bersifat dengan bertempat/bersemayam, maka setelah menciptakan ‘Arasy juga demikian, maka makna dhohir yang dipahami bahwa Allah bertempat atau bersemayam di atas ‘Arasy setelah menciptakan ‘Arasy adalah tidak layak dengan keagungan dan kesempurnaan Allah, karena terdapat Tasybih di dalam nya, inilah hubungan antara pernyataan ini dengan Istawa. فهو على ما كان قبل خلق المكان لم يتغير عما كان “maka Allah tetap sebagaimana sebelum menciptakan tempat, Allah tidak berubah sebagaimana ada-Nya”. Maksudnya : Dzat Allah dan sifat-sifat Allah tidak berubah atau bertambah, sebagaimana Allah ada sebelum menciptakan apapun, begitu juga Allah setelah menciptakan makhluk-Nya dan selama nya, sementara Salafi Wahabi percaya dan sangat yakin bahwa Allah berubah dan bertambah sifat-Nya ketika menciptakan ‘Arasy dan langit. Na’uzubillah Kesimpulan dari Tafsir an-Nasafi adalah : · Sepakat ulama Salaf tidak memahami nash Mutasyabihat dengan makna dhohir, dengan dua metode Tafwidh makna dan Ta’wil makna. · Kebanyakan ulama Salaf memilih Tafwidh dan sebagian ulama Salaf memilih Ta’wil. · Ta’wil Istawa dengan Istaula adalah Ta’wil dari Manhaj sebagian Salaf. · Ulama Salaf tidak anti Ta’wil. · Manhaj Salaf bukan mentafwidh kaifiyat, tapi mentafwidh makna maksud kepada Allah. Wallahu a’lam Istawa Dalam Tafsir Imam al-Qurthubi Mulia dengan Manhaj Salaf adalah selogan yang agung dan benar adanya, namun ketika fakta nya mereka yang mereka yang selalu mengagung-agungkan manhaj Salaf, pada kenyataan nya mereka sendiri sangat bertentangan dan jauh menyimpang dari Manhaj Salaf, mereka hanya membanggakan diri, tapi tidak ada yang bisa dibanggakan dari mereka, tidak mungkin ada kemuliaan pada dua sisi yang saling bertentangan, itulah gambaran bagi para pengikut Manhaj Wahabi, Manhaj Salaf versi mereka adalah Manhaj mereka sendiri, tidak ada hubungan dengan Manhaj Salaf nya para ulama Salaf, ini salah satu buktinya : Imam al-Qurthubi menuliskan dalam Tafsir nya sebagai berikut : وهذه الآية من المشكلات، والناس فيها وفيما شاكلها على ثلاثة أوجه، قال بعضهم : نقرؤها ونؤمن بها ولا نفسرها؛ وذهب إليه كثير من الأئمة، وهذا كما روي عن مالك رحمه الله أن رجلاً سأله عن قوله تعالى ٱلرَّحْمَـٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَى,قال مالك : الاستواء غير مجهول، والكيف غير معقول، والإيمان به واجب، والسؤال عنه بدعة، وأراك رجل سَوْء! أخرجوه. وقال بعضهم : نقرؤها ونفسّرها على ما يحتمله ظاهر اللغة. وهذا قول المشبّهة. وقال بعضهم : نقرؤها ونتأوّلها ونُحيل حَمْلها على ظاهرها “Dan ayat ini sebagian dari ayat-ayat yang sulit, Dan manusia pada ayat ini dan pada ayat-ayat sulit lainnya, ada tiga (3) pendapat : Sebagian mereka berkata : “kami baca dan kami imani dan tidak kami tafsirkan ayat tersebut, pendapat ini adalah pendapat mayoritas para Imam, dan pendapat ini sebagaimana diriwayatkan dari Imam Malik –rahimahullah- bahwa seseorang bertanya kepada nya tentang firman Allah taala (Ar-Rahman ‘ala al-‘Arsyi Istawa), Imam Malik menjawab : Istiwa’ tidak majhul, dan kaifiyat tidak terpikir oleh akal (mustahil), dan beriman dengan nya wajib, dan bertanya tentang nya Bid’ah, dan saya lihat anda adalah orang yang tidak baik, tolong keluarkan dia”. Dan sebagian mereka berkata : “kami bacakan dan kami tafsirkan menurut dhohir makna bahasa (lughat)”, pendapat ini adalah pendapat Musyabbihah (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk). Dan sebagian mereka berkata : “kami bacakan dan kami Ta’wil dan kami berpaling dari memaknainya dengan makna dhohir”.[Tafsir al-Qurthubi. Surat al-Baqarah ayat 29] Perhatikan scan kitab di bawah ini Imam al-Qurthubi sangat shorih dalam menafsirkan ayat tersebut, dan beliau juga sangat telilti dalam menjelaskanmetode dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat, dan kita tahu bagaimana aqidah Imam al-Qurthubi, mari kita pahami syarahan dari Imam al-Qurthubi di atas. وهذه الآية من المشكلات “Dan ayat ini sebagian dari ayat-ayat yang sulit” Maksudnya : Ayat tersebut termasuk dalam bagian ayat-ayat yang sulit, yaitu yang sering disebut dengan ayat-ayat Mutasyabihat, memahami ayat ini tidak segampang memahami ayat lain, menandakan ada “sesuatu” pada ayat tersebut, karena memahami ayat ini dengan metode yang sama dengan ayat lain, akan membuat seseorang terjebak dalam aqidah Tasybih, maka nya Imam al-Qurthubi mengatakan bahwa ayat tersebut termasuk dalam ayat yang sulit, dan tertolaklah anggapan sebagian orang yang menyangka semua ayat mudah dan ditafsirkan dengan cara yang sama. والناس فيها وفيما شاكلها على ثلاثة أوجه “Dan manusia pada ayat ini dan pada ayat-ayat sulit lainnya, ada tiga (3) pendapat” Maksudnya : Setelah melakukan penelitian, Imam al-Qurthubi mendapati ada tiga macam pendapat atau metode dalam memahami ayat-ayat Mutasyabihat, tiga pendapat ini masih secara keseluruhan, mana yang benar dan mana yang sesat, insyaallah akan kita pahami nantinya. قال بعضهم : نقرؤها ونؤمن بها ولا نفسرها “Sebagian mereka berkata : kami baca dan kami imani dan tidak kami tafsirkan ayat tersebut” Maksudnya : Pendapat pertama adalah mereka yang membaca dan beriman dengan kata yang datang dari Al-Quran dengan tidak mentafsifkan nya, mereka memperlakukan kata tersebut sebagaimana datang nya tanpa mentafsirkan nya dengan kata lain yang sama artinya, metode mereka adalah tidak mentafsirkan baik denganmakna dhohir atau makna Ta’wil, baik dalam membaca atau mengungkapkan nya atau pun dalam mengimani nya, mereka bukan mengimani makna nya karena mereka tidak mentafsirkan nya, inilah yang disebut Tafwidh atau Ta’wil Ijmali, maka disini jelas kesalahan orang yang mengatakan bahwa Tafwidh adalah Tafwidh kaifiyat bukan Tafwidh makna maksud. وذهب إليه كثير من الأئمة “pendapat ini adalah pendapat mayoritas para Imam” Maksudnya : Metode di atas adalah metode mayoritas Ulama, yaitu metode Tafwidh makna maksud, dan beriman dengan mengungkapkan dengan kata yang datang dari Al-Quran tanpa mentafsirkan nya dengan kata lain yang sama makna nya. Dan Imam al-Qurthubi tidak membedakan antara Ulama Salaf dan Ulama Khalaf, artinya metode tersebut bukan hanya metode Ulama Salaf, karena Ulama Khalaf pun ada yang berpegang dengan metode ini, dan Ulama Salaf pun ada yang tidak tetap atas metode ini pada sebagian ayat Mutasyabihat. وهذا كما روي عن مالك رحمه الله أن رجلاً سأله عن قوله تعالى ٱلرَّحْمَـٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَى ”dan pendapat ini sebagaimana diriwayatkan dari Imam Malik –rahimahullah- bahwa seseorang bertanya kepada nya tentang firman Allah taala (Ar-Rahman ‘ala al-‘Arsyi Istawa)” Maksudnya : Imam al-Qurthubi memahami metode ini dari sebuah riwayat bahwa Imam Malik ditanyakan oleh seseorang tentang ayat (Ar-Rahman ‘ala al-‘Arsyi Istawa), dari jawaban Imam Malik terhadap orang itu, Imam al-Qurthubi memahami bahwa Imam Malik dalam bab Mutasyabihat bermanhaj Tafwidh, yaitu tidak mentafsirkan atau tidak menterjemahkan kapada satu makna tertentu, tapi menetapkan kata tersebut sebagaimana adanya, baik dalam bacaan atau ungkapan atau pun dalam mengimani nya. Lihatlah bagaimana perbedaan mendasar antara apa yang dipahami oleh Imam al-Qurthubi dan apa yang dipahami oleh kaum Salafi Wahabi, lebih celakanya lagi Salafi Wahabi menyandarkan pemahaman mereka yang sangat jauh melenceng itu kepada Imam Malik dan para ulama Salaf lain nya. قال مالك : الاستواء غير مجهول، والكيف غير معقول، والإيمان به واجب، والسؤال عنه بدعة، وأراك رجل سَوْء! أخرجوه “Imam Malik menjawab : Istiwa’ tidak majhul, dan kaifiyat tidak terpikir oleh akal (mustahil), dan beriman dengan nya wajib, dan bertanya tentang nya Bid’ah, dan saya lihat anda adalah orang yang tidak baik, tolong keluarkan dia” Maksudnya : Imam Malik menjawab bahwa lafadz Istiwa’ tidak majhul, ada dua versi dalam memahami perkataan ini, pertama : Tidak majhul artinya lafadh Istawa ma’lum karena telah datang dalam Al-Quran, kedua : Tidak majhul artinya makna lughat Istawa ma’lum dari bahasa Arab, namun kedua versi tersebut tidak saling bertentangan karena sepakat bahwa Imam Malik tidak mentafsirkan nya kedalam makna lughat atau makna dhohir, sebagaimana Imam al-Qurthubi dan Imam Ahlus Sunnah lain nya, memahami dari pernyataan Imam Malik ini bahwa Imam Malik memberlakukan lafadh tersebut sebagaimana datang nya tanpa mentafsirkan nya dengan satu makna maksud, jadi jelaslah bahwa maksud “tidak majhul” adalah bukan maklum makna maksud (makna murad). Selanjutnya Imam Malik berkata : dan kaifiyat nya tidak ma’qul, artinya kaifiyat nya mustahil pada Allah, bukan hanya sebatas tidak diketahui oleh manusia, artinya Allah taala tidak bersifat dengan kaifiyat, sementara Salafi Wahabi meyakini Allah bersifat dengan kaifiyat tapi tidak ada dalil, dan mereka mentafwidh kaifiyat nya, bukan meniadakan kaifiyat nya sebagaimana aqidah ahlus sunnah waljama’ah. Selanjutnya Imam Malik berkata : danberiman dengan nya wajib, artinya beriman dengan kata Istawa wajib hukum nya, dan kafirlah siapa pun yangmengingkari Istawa, tapi bukan beriman dengan “Bersemayam” atau dengan makna lughat Istawa lain nya, karena tidak pernah mentafsirkan kata Istawa, jadi di sini pun maksudnya adalah beriman dengan kata Istawa bukan dengan makna lughat Istawa. Selanjutnya Imam Malik berkata : dan bertanya tentang nya adalah Bid’ah, menunjukkan ini adalah pembahasan baru yang tidak ada dimasa Rasulullah, lalu Imam Malik meminta agar orang tersebut dikeluarkan karena beliau melihat ia tidak bermaksud baik. وقال بعضهم : نقرؤها ونفسّرها على ما يحتمله ظاهر اللغة “Dan sebagian mereka berkata : kami bacakan dan kami tafsirkan menurut dhohir makna bahasa (lughat)” Maksudnya : Pendapat kedua adalah sebagian orang dalam bab Mutasyabihat memilih metode membaca lalumentafsirkan atau menterjemahkan ke dalam arti bahasa, inilah hakikat Manhaj Salafi Wahabi, tentunya sangat jelas perbedaan metode mereka dengan metode Imam malik di atas, walau pun mereka sandarkan metode mereka kepada metode Ulama Salaf, mereka tidak menyadari ada bahaya besar di balik metode mereka, dan mereka tidak akan pernah sadar telah berpaling dari aqidah Salaf, selama mereka menyangka bahwa metode mereka sama dengan metode Salaf. وهذا قول المشبّهة “pendapat ini adalah pendapat Musyabbihah (orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk)” Maksudnya : Metode menterjemahkan ayat-ayat Mutasyabihat ke dalam arti lughat adalah metode kaum Musyabbihah dulu, artinya dengan berpegang dengan metode ini maka dengan sendiri nya sudah termasuk dalam Musyabbihah (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), karena dalam metode tersebut tersimpan Tasybih. Manhaj inilah yang didakwahkan oleh Salafi Wahabi atas nama Tauhid, tapi ternyata Tauhid yang mereka tegakkan hanyalah Tauhid Musyabbihah. Dan dari pernyataan ini dapatlah diketahui bahwa Imam al-Qurthubi tidak setuju dengan metode ini, dan dari tiga macam metode yang ada hanya metode ini yang tidak berjalan atas Manhaj Ahlus Sunnah Waljama’ah. وقال بعضهم : نقرؤها ونتأوّلها ونُحيل حَمْلها على ظاهرها “Dan sebagian mereka berkata : kami bacakan dan kami Ta’wil dan kami berpaling dari memaknainya dengan makna dhohir” Maksudnya : Pendapat ketiga adalah sebagian orang yang memilih metode membaca lalu menta’wil atau mentafsirkan nya dengan makna yang layak dengan kesempurnaan Allah, bukan dengan makna lughat, dan dari pernyataan ini dapat diketahui bahwa Imam al-Qurthubi tidak mencela metode ini, dan menghargainya selayak nya sebuah khilafiyah, dan Imam al-Qurthubi juga mengatakan bahwa metode ini bukan Manhaj Salaf atau bahkan bertentangan dengan Manhaj Salaf, karena sebagian Salaf juga melakukan Ta’wil pada sebagian ayat Mutasyabihat, cuma mayoritas Ulama lebih memilih metode pertama di atas dari metode ini. Hasbunallah wa ni’mal wakil, semoga Salafi Wahabi segera kembali ke Hakikat Manhaj Salaf di atas, bukan hanya di bibir saja tapi mati-matian membela Manhaj Musyabbihah Mujassimah, sementara Manhaj Salaf terlepas dari mereka. Wallahu a’lam. Filed under: ' Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby, 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, *Bongakr Kepalsuan Akidah salafy/wahaby, *Ibnu Katsir membungkam Wahhaby, Kitab Tafsir mu'tabar Sunni (Allah ada tanpa tempat dan arah) : Tafsir Istawa Dalam Tafsir Ibnu Katsir - Tafsir Annasafi - Imam qurtubi | Tagged: Kitab Tafsir mu'tabar Sunni (Allah ada tanpa tempat dan arah) : Tafsir Istawa Dalam Tafsir Ibnu Katsir - Tafsir Annasafi - Imam qurtubi | Leave a Comment » Bukti Imam Ahmad takwil ayat mutasyabihat dan Kedustaan Wahabi (Utsaimin) Posted on May 31, 2012 by admin Imam Ahmad Ahli Tahrif Kata Wahhabi? Imam Ahmad secara tidak langsung atau langsung telah dituduh oleh wahhabi sebagai ahli Tahrif (mengubah maksud ayat). Imam Ahmad yang dituduh wahhabi sebagai ahli tahrif menurut pengakuan kebanyakan wahhabi adalah bermadzhab Hanbali, yaitu mengikuti metode Imam Ahmad bin Hanbal dalam fiqih, namun bagaimana bisa Imam yang diikuti itu ternyata sebagai ahli tahrif menurut ‘Ulama pentolan wahhabi sendiri? Tuduhan Imam Ahmad sebagai ahli tahrif menurut pentolan ‘Ulama wahhabi berlatar belakang dari Imam Ahmad yang dalam menafsirkan salah satu ayat dalam Al Quran tidak menurut dhohirnya, sebagai berikut: قال تعالى {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22) Sabda Allah: “Dan datanglah Robbmu sementara para Malaikat bershaf shaf” تفسير الإمام أحمد رحمه الله: روى البيهقي في مناقب الإمام أحمد عن الحاكم، عن أبي عمرو بن السماك عن حنبل أن أحمد بن حنبل تأول قول الله تعالى قال تعالى {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22) أنه جاء ثوابه. ثم قال البيهقي وهذا إسناد لا غبار عليه. نقل هذا ابن كثير في البداية والنهاية المجلد 10 ص 327. “Dalam tafsir Imam Ahmad: Imam Bayhaqi meriwayatkan dalam manaqib Imam Ahmad dari Al Hakim, dari Abi ‘Amru bin samak, dari hanbal sesungguhnya Ahmad bin Hanbal mentakwil Sabda Allah (datanglah Robbmu sementara para Malaikat bershaf shaf) sesungguhnya datang pahalaNya, Imam Bayhaqi menjelaskan bahwa sanad ini tidak bernoda sama sekali, ImamIbnu Katsir menuqilnya dalam kitabnya Al Bidayah Wa Al Nihayah jild 10 hal 327” Adapun Syailh ‘utsaimin dalam masalah ayat tersebut didalam kitabnya yang berjudul “MAJMU’ FATAWA WA AL ROSAIL “ atau anda bisa melihatnya dalam situs http://www.resaltalislam.com/yang saya ambil screen shootnya seperti di bawah ini: mengatakannya sebagai berikut: [فأهل السنة و الجماعة يقولون : نحن نؤمن بهذه الآيات، والأحاديث و لا نحرفها، لأن تحريفها قول على الله بغير علم من وجهين، يتبين ذلك في قوله تعالى {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22) قال أهل السنة والجماعة : جاء ربك أي هو نفسه يجيء، لكنه مجيء يليق بجلاله و عظمته لا يشبه مجيء المخلوقين، ولا يمكن أن نكيفه، و علينا أن نضيف الفعل إلى الله كما أضافه الله إلى نفسه. فنقول: إن الله تعالى يجيء يوم القيامة مجيئاً حقيقياً يجيء هو نفسه، و قال أهل التحريف معناه : و جاء أمر ربك ....] Adapun Ahlussunnah wal Jama’ah mereka mengatakan: Kita mengimani ayat ini juga beberapa hadits (yang membicarakan masalah Shifat) dan Kami tidak mentahrifnya, karena mentahrif ayat dan hadits hadits tersebut adalah ucapan mengatasnamakan Allah tanpa Ilmu dari dua segi, hal itu akan jelas dalam Firman Allah {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً} (الفجر:22), Ahlussunnah wal Jama’ah mengatakan : Datang Tuhanmu yang dimaksud Tuhan datang dengan diiNya, tetapi kedatanganNya yang patut dengan keagungan dan kemulyaanNya, tidak sama seperti kedatangan para Mahluq, dan kita tidak mungkin menteorikan kedatangaNya itu, dan wajib bagi kita untukmenyandarkan perbuatan kepada Allah sebagaimana Allah sendiri menyandarkan perbuatan itu kepada DiriNya sendiri. Maka kami menmgatakan: Allah datamng dihari Qiyamat dengan datang yang sebenarnya, Allah datang dengan Dirinya Sendiri. Dan Orang orang Ahli tahrif mengatakan artinya (Dan datang Robbmu) itu dengan “Dan datang Perintah Robbmu” Demikianlah Imam Ahmad adalah Ahli Tahrif menurut pandangan ‘Ulama wahhabi Syaikh Al ‘utsaimain, sebab Imam Ahmad telah mentakwil ayat tersebut dengan yang tidak seperti mereka katakan atau tidak mengartikan sesuai apa adanya. (By warkopmbahlalar) Bukti aqidah madzab hambali yang haq dalam kitab kitab imam aljauzi aalhambali yang hidup 1 abad sebelum Ibnu taymiyah: Imam al jauzi (wafat 597 H) (Scanned Kitab Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih-): Jelaskan Siapa Penyebab dan Penyebar Ajaran Mujasimmah di Kalangan pengikut Imam Hambali Imam al jauzi (Kitab Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih): Jelaskan Siapa Penyebab dan Penyebar Ajaran Mujasimmah di Kalangan pengikut Imam Hambali 1. Imam al jauzi jelaskan kenapa ada golongan mujasimmah dalam pengikut madzab hambali dan sebutkan biang keroknya Judul : Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih Karya : al-Imam al-Hafidz Abul Faraj ‘Abdurrahman bin al-Jauzi al-Hanbali (w 597 H) Kompilasi ebook kedalam format CHM oleh: http://www.ashhabur-royi.blogspot.com bekerjasama dengan http://www.pustakaaswaja.web.id Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri berkata (original Scanned kitab page 98 -101): “Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah akidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qâdlî Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az-Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan dengan sebab itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan mereka mendapati teks hadits: “إن الله خلق ءادم على صورته”, lalu mereka menetapkan adanya “Shûrah” (bentuk) bagi Allah. Kemudian mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu –dan ini yang sangat menyesakkan– mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”. Dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah mereka memahaminya secara zahir (literal). Tatacara mereka dalam menetapkan dan menamakan sifat-sifat Allah sama persis dengan tatacara yang dipakai oleh para ahli bid’ah, sedikitpun mereka tidak memiliki dalil untuk itu, baik dari dalil naqli maupun dari dalil aqli. Mereka tidak pernah menghiraukan teks-teks yang secara jelas menyebutkan bahwa sifat-sifat tersebut tidak boleh dipahami dalam makna literalnya, juga mereka tidak pernah mau melepaskan makna sifat-sifat tersebut dari tanda-tanda kebaharuan. Begitulah ungkapan keprihatinan Imam Ibnul Jauzi terhadap perjalanan Madzhab Hanbali yang beliau tuliskan didalam muqaddimah kitab Da’fu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih (دفع شبه التشبيه بأكف التنزيه) yakni salah satu karya monumental beliau dalam bidang aqidah. Kitab ini memaparkan kesesatan-kesesatan aqidah tasybih ( menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’alaa dengan makhluk) yang sangat penting untuk dibaca dan disebarkan guna menghalau kelompok-kelompok yang mempropagandakan aqidah tasybih seperti sekte Wahhabiyah dan semisalnya mereka. Dalam ebook ini juga terdapat pengantar dari penterjemah yang sangat penting untuk dibaca agar anda bisa membedakan antara Ibn Al-Jauzi dengan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, Penjelasan mendalam tentang faham Ibn Taimiyah yang ditentang ulama-ulama terkemuka dari masa ke masa dari generasi ke generasi, Cara mudah membantah ajaran wahabi, dan panduan membaca kitab terjemah Daf’u Syubah At-Tasybih ini. Segera Download Ebooknya, Gratis!!! Klik disini : http://www.mediafire.com/?ljb0wwpj1ph66h9 (format CHM) Ebook ini didedikasikan bagi para pejuang ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk memberantas ajaran Wahabi dan faham-faham menyesatkan lainnya. Halal untuk diperbanyak dengan cara apapun dengan tanpa merubah sedikitpun kandungan yang dimaksud. Selain E-book dengan format CHM, anda juga bisa mendownload E-book ini dalam format PDF ~dengan isi yang sama~ yang mana dengan format PDF bisa dibaca melalui HP (semua HP yang punya Sistem Operasi baik itu Symbian, Windows Mobile, maupun Android), silahkan download E-book PDFnya disini : http://www.mediafire.com/?kmuu3tgemfk9tf9 Kami sertakan juga link download kitab Daf’u Syubah At-Tasybih دفع شبه التشبيه بأكف التنزيهberbahasa arab bagi anda yang ingin melihat teks arab kitab ini. Silahkan download disini: http://www.mediafire.com/?whb05pg0xd5284k ( Format PDF, Size 6,4 Mb) Bermanfaat, Insya Allah!! 2. al Imam al Hafizh Ibn al Jawzi Membongkar Kesesatan Aqidah Tasybih wahabi (penyembah dajjal keriting) ((( Mewaspadai Ajaran Wahabi ))) by AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT Kitab ini berjudul “Talbis Iblis”, [ artinya Membongkar Tipu Daya Iblis ], karya al Imam al Hafizh Abdurrahman ibn al Jawzi (w 579 H), salah seorang ulama terkemuka (–bahkan rujukan–) dalam madzhab Hanbali. Terjemahan yang diberi tanda: “Mereka yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi ada beberapa golongan. Mereka berkata bahwa Allah bertempat di atas arsy dengan cara menyentuhnya, jika DIA turun (dari arsy) maka DIA pindah dan bergerak. Mereka menetapkan ukuran penghabisan (bentuk) bagi-NYA. Mereka mengharuskan bahwa Allah memiliki jarak dan ukuran. Mereka mengambil dalil bahwa Dzat Allah bertempat di atas arsy [--dengan pemahaman yang salah--] dari hadits nabi: “Yanzil Allah Ila Sama’ ad Dunya”, mereka berkata: “Pengertian turun (yanzil) itu adalah dari arah atas ke arah bawah”. Mereka memahami makna “nuzul” (dalam hadits tersebut) dalam pengertian indrawi yang padahal itu hanya khusus sebagai sifat-sifat benda. Mereka adalah kaum Musyabbihah yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi (meterial). Dan Telah kami paparkan perkataan-perkataan mereka dalam kitab karya kami berjudul “Minhaj al Wushul Ila ‘Ilm al Ushul”. Imam Ibn al Jawzi al Hanbali menegaskan bahwa KEYAKINAN ALLAH BERTEMPAT DI ATAS ARSY ADALAH KEYAKINAN MUSYABBIHAH. Lihat, beliau adalah ulama besar dalam madzhab Hanbali, hidup jauh sebelum datangnya Ibnu Taimiyah dengan faham-faham Tasybih-nya. Ratusan tahun sebelum datang Muhammad bin Abdil Wahhab dengan faham-faham Tajsim-nya……. Catatan Penting: Ibn al-Jauzi adalah al-Imam al-Hafizh Abdurrahman ibn Abi al-Hasan al-Jauzi (w 597 H), Imam Ahlussunnah terkemuka, ahli hadits, ahli tafsir, dan seorang teolog (ahli ushul) terdepan. Beliau bermadzhab Hanbali. Awas salah; beda antara Ibn al-Jauzi dengan Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Adapun ibn Qayyim al-Jauziyyah ini adalah Muhammad ibn Abi Bakr az-Zar’i (w 751 H) murid dari Ibn Taimiyah yang dalam keyakinannya persis sama dengan Ibn Taimiyah sendiri; dua-duanya orang sesat dan menyesatkan. 3. Beda Antara Imam Abu ya’ala (Muhadits) dengan Abu ya’la (Mujasimmah) Tulisan ini sangat penting dan sangat mendesak untuk menghindari tipu daya kaum Wahhabi. Perhatikan, ada dua orang bernama Abu Ya’la, keduanya orang berbeda, yang pertama adalah ulama terkemuka ahli hadits di kalangan Ahlussunnah, sementara yang ke dua adalah seorang Musyabbih (seorang yang sesat; menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya) yang seringkali menjadi rujukan utama bagi orang Wahabi dalam menetapkan keyakinan sesat mereka. Perhatikan; Orang Pertama: Nama: Abu Ya’la ahli hadits bernama; Ahmad bin Ali bin al Mutsanni bin Yahya bin Isa al Maushiliy, penulis kitab Musnad (Dikenal dengan kitab Musnad Abi Ya’la al Maushili), lahir tahun 210 H, wafat tahun 307 H (satu pendapat mengatakan wafat tahun 306 H). Guru-guru: Di antaranya Imam-imam Ahli hadits terkemuka berikut ini; Ali bin al Madini, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yahya bin Sa’id al Qaththan, Abu Bakr bin Abi Syaibah, dan lainnya. Murid-murid: Di antaranya Imam-imam ahli hadits terkemuka berikut ini; an Nasa’i, Ibnu Adiy, Abu Hatim, Abu asy-Syaikh, Abu Bakr bin al Muqri’, ath-Thabarani, dan lainnya. Orang Ke Dua: Nama: Muhammad bin al Husain bin Muhammad bin Khalaf bin Ahmad al Baghdadi al Hanbali, dikenal dengan sebutan al Qadli Abu Ya’la al Hanbali. Lahir tahun 380 H, wafat 458 H. Al Qadli Abu Ya’la ini dikenal sebagai orang yang menyebarkan faham tasybih, bahkan salah seorang yang paling bertanggungjawab atas kerusakan Madzhab Hanbali. Orang inilah yang telah “menyuntikan penyakit” akidah tasybih di dalam madzhab Hanbali, dia banyak menuliskan akidah tasybih lalu dengan BOHONG BESAR ia mengatakan bahwa itu semua adalah aqidah Imam Ahmad bin Hanbal. Imam al Hafizh Ibn al Jawzi (w 597 H) berkata: Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah aqidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qadli Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan karena itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan, mereka mendapati teks hadits “Innallah Khalaqa Adam ‘Ala Shuratih”, lalu mereka menetapkan adanya “Shurah” (bentuk) bagi Allah. Lalu mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu -dan ini yang menyesakkan- mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 7-8) Kemudian dalam nasehatnya kepada para pengikut madzhab Hanbali; al Hafizh Ibn al Jawzi menuliskan: Janganlah kalian memasukan ajaran-ajaran aneh ke dalam madzhab orang salaf yang saleh ini (Ahmad bin Hanbal); yang nyata-nyata itu bukan dari ajarannya. Kalian telah menutupi madzhab ini dengan bungkus yang buruk, hingga tidak disebut siapapun seorang yang bermadzhab Hanbali kecuali ia dianggap sebagai Mujassim (berkeyakinan sesat bahwa Allah sebagai benda). Selain itu kalian juga telah merusak madzhab ini dengan sikap fanatik terhadap Yazid bin Mu’awiyah. Padahal kalian tahu sendiri bahwa Imam Ahmad bin Hanbal, perintis madzhab ini membolehkan melaknat Yazid. Bahkan Syekh Abu Muhammad at Tamimi sampai berkata tentang salah seorang imam kalian (yaitu Abu Ya’la al-Mujassim): “Dia (Abu Ya’la) telah menodai madzhab ini dengan noda yang sangat buruk, yang noda tersebut tidak akan bisa dibersihkan hingga hari kiamat”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 10) Imam Abu Muhammad at Tamimiy berkata: “Abu Ya’la telah mengotori orang-orang Madzhab Hanbali (al Hanabilah) dengan kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan air lautan sekalipun”. (diriwayatkan oleh Ibn al Atsir dalam al Kamil Fi at Tarikh). Waspadalah…. waspadalah… !!!!! Kitab berjudul “Ash Shawa’iq al Ilahiyyah Fi ar Radd ‘Ala al Wahhabiyyah”, karya Syekh Sulaiman bin Abdil Wahhab. Beliau adalah saudara kandung dari Muhammad bin Abdil Wahhab; perintis gerakan wahabi. Lihat, saudara kandungnya aja mengatakan bahwa Muhammad bin Abdil Wahhab orang sesat!!!!! [WAHABI mati kutu Filed under: ' Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby, 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, Bukti Imam Ahmad takwil ayat mutasyabihat dan Kedustaan Wahabi (Utsaimin) | Leave a Comment » Kejahatan Wahabi Yang Merombak Kitab al-Washiyyah (Imam Abu Hanifah) : Dia Allah Istawâ atas arsy dari tanpa memerlukan kepada arsy itu sendiri dan tanpa bertempat di atasnya Posted on May 11, 2012 by admin Kejahatan Wahabi Yang Merombak Kitab al-Washiyyah Karya Imam Abu Hanifah Tradisi buruk kaum Musyabbihah dalam merombak karya para ulama Ahlussunnah terus turun-temurun dan berlangsung hingga sekarang. Kaum Wahhabiyyah di masa sekarang, yang notabene kaum Musyabbihah juga telah melakukan perubahan yang sangat fatal dalam salah satu karya al-ImâmAbu Hanifah berjudul al-Washiyyah. Dalam Kitab berjudul al Washiyyah yang merupakan risalah akidah Ahlussunnah karya Imam agung, Abu Hanifah an Nu’man ibn Tsabit al Kufiyy (w 150 H), beliau menuliskan : استوى على العرش من غير أن يكون احتياج إليه واستقرار عليه (Artinya; Dia Allah Istawâ atas arsy dari tanpa membutuhkan kepada arsy itu sendiri dan tanpa bertempat di atasnya). Perhatikan manuskrip kitab al Washiyyah ini: Namun dalam cetakan kaum Wahabi tulisan Imam Abu Hanifah tersebut dirubah menjadi: استوى على العرش من غير أن يكون احتياج إليه واستقر عليه Maknanya berubah total menjadi: ”Dia Allah Istawâ atas arsy dari tanpa membutuhkan kepada arsy, dan Dia bertempat di atasnya”. Anda perhatikan dengan seksama cetakan kaum Wahabi berikut ini: Padahal, sama sekali tidak bisa diterima oleh akal sehat, mengatakan bahwa Allah tidak membutuhkan kepada arsy, namun pada saat yang sama juga mengatakan bahwa Allah bertempat di atas arsy. Yang paling mengherankan ialah bahwa dalam buku cetakan mereka ini, manuskrip risalah al-Imâm Abu Hanifah tersebut mereka sertakan pula. Dengan demikian, baik disadari oleh mereka atau tanpa disadari, mereka sendiri yang telah membuka ”kedok” dan “kejahatan besar” yang ada pada diri mereka, karena bagi yang membaca buku ini akan melihat dengan sangat jelas kejahatan tersebut. Anda tidak perlu bertanya di mana amanat ilmiah mereka? Di mana akal sehat mereka? Dan kenapa mereka melakukan ini? Karena sebenarnya itulah tradisi mereka. Bahkan sebagian kaum Musyabbihah mengatakan bahwa berbohong itu dihalalkan jika untuk tujuan mengajarkan akidah tasybîh mereka. A’ûdzu Billâh. Inilah tradisi dan ajaran yang mereka warisi dari “Imam” mereka, “Syaikh al-Islâm” mereka; yaitu Ahmad ibn Taimiyah, seorang yang seringkali ketika mengungkapkan kesesatan-kesesatannya lalu ia akan mengatakan bahwa hal itu semua memiliki dalil dan dasar dari atsar-atsar para ulama Salaf saleh terdahulu, padahal sama sekali tidak ada. Misalkan ketika Ibn Taimiyah menuliskan bahwa “Jenis alam ini Qadim; tidak memiliki permulaan”, atau ketika menuliskan bahwa “Neraka akan punah”, atau menurutnya “Perjalanan(as-Safar) untuk ziarah ke makam Rasulullah di Madinah adalah perjalanan maksiat”, atau menurutnya “Allah memiliki bentuk dan ukuran”, serta berbagai kesesatan lainnya, ia mengatakan bahwa keyakinan itu semua memiliki dasar dalam Islam, atau ia berkata bahwa perkara itu semua memiliki atsar dari para ulama Salaf saleh terdahulu, baik dari kalangan sahabat maupun dari kalangan tabi’in, padahal itu semua adalah bohong besar. Kebiasaan Ibn Taimiyah ini sebagaimana dinyatakan oleh muridnya sendiri; adz-Dzahabi dalam dua risalah yang ia tulisnya sebagai nasehat atas Ibn Taimiyah, yang pertama an-Nashîhah adz-Dzhabiyyah dan yang kedua Bayân Zaghl al-‘Ilm Wa ath-Thalab. Sesungguhnya memang seorang yang tidak memiliki senjata argumen, ia akan berkata apapun untuk menguatkan keyakinan yang ia milikinya, termasuk melakukan kebohongan-kebohongan kepada para ulama terkemuka. Inilah tradisi ahli bid’ah, untuk menguatkan bid’ahnya, mereka akan berkata: al-Imam Malik berkata demikian, atau al-Imam Abu Hanifah berkata demikian, dan seterusnya. Padahal sama sekali perkataan mereka adalah kedustaan belaka. Dalam al-Fiqh al-Akbar, al-Imam Abu Hanifah menuliskan sebagai berikut: “Dan sesungguhnya Allah itu satu bukan dari segi hitungan, tapi dari segi bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, tidak ada suatu apapun yang meyerupai-Nya. Dia bukan benda, dan tidak disifati dengan sifat-sifat benda. Dia tidak memiliki batasan (tidak memiliki bentuk; artinya bukan benda), Dia tidak memiliki keserupaan, Dia tidak ada yang dapat menentang-Nya, Dia tidak ada yang sama dengan-Nya, Dia tidak menyerupai suatu apapun dari makhluk-Nya, dan tidak ada suatu apapun dari makhluk-Nya yang menyerupainya” (Lihat al-Fiqh al-Akbar dengan Syarh-nya karya Mulla ‘Ali al-Qari’, h. 30-31). Masih dalam al-Fiqh al-Akbar, Al-Imam Abu Hanifah juga menuliskan sebagai berikut: وَاللهُ تَعَالى يُرَى فِي الآخِرَة، وَيَرَاهُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَهُمْ فِي الْجَنّةِ بِأعْيُنِ رُؤُوسِهِمْ بلاَ تَشْبِيْهٍ وَلاَ كَمِّيَّةٍ وَلاَ يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ خَلْقِهِ مَسَافَة.“Dan kelak orang-orang mukmin di surga nanti akan melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka melihat-Nya tanpa adanya keserupaan (tasybih), tanpa sifat-sifat benda (Kayfiyyah), tanpa bentuk (kammiyyah), serta tanpa adanya jarak antara Allah dan orang-orang mukmin tersebut (artinya bahwa Allah ada tanpa tempat, tidak di dalam atau di luar surga, tidak di atas, bawah, belakang, depan, samping kanan atau-pun samping kiri)”” ( Lihat al-Fiqh al-Akbar dengan syarah Syekh Mulla Ali al-Qari, h. 136-137). Pernyataan al-Imam Abu Hanifah ini sangat jelas dalam menetapkan kesucian tauhid. Artinya, kelak orang-orang mukmin disurga akan langsung melihat Allah dengan mata kepala mereka masing-masing. Orang-orang mukmin tersebut di dalam surga, namun Allah bukan berarti di dalam surga. Allah tidak boleh dikatakan bagi-Nya “di dalam” atau “di luar”. Dia bukan benda, Dia ada tanpa tempat dan tanpa arah. Inilah yang dimaksud oleh Al-Imam Abu Hanifah bahwa orang-orang mukmin akan melihat Allah tanpa tasybih, tanpa Kayfiyyah, dan tanpa kammiyyah. Pada bagian lain dari Syarh al-Fiqh al-Akbar, yang juga dikutip dalam al-Washiyyah, al-Imam Abu Hanifah berkata: ولقاء الله تعالى لأهل الجنة بلا كيف ولا تشبيه ولا جهة حق“Bertemu dengan Allah bagi penduduk surga adalah kebenaran. Hal itu tanpa dengan Kayfiyyah, dan tanpa tasybih, dan juga tanpa arah” (al-Fiqh al-Akbar dengan Syarah Mulla ‘Ali al-Qari’, h. 138). Kemudian pada bagian lain dari al-Washiyyah, beliau menuliskan: وَنُقِرّ بِأنّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى العَرْشِ اسْتَوَى مِنْ غَيْرِ أنْ يَكُوْنَ لَهُ حَاجَةٌ إليْهِ وَاسْتِقْرَارٌ عَلَيْهِ، وَهُوَ حَافِظُ العَرْشِ وَغَيْرِ العَرْشِ مِنْ غَبْرِ احْتِيَاجٍ، فَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا لَمَا قَدَرَ عَلَى إيْجَادِ العَالَمِ وَتَدْبِيْرِهِ كَالْمَخْلُوقِيْنَ، وَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا إلَى الجُلُوْسِ وَالقَرَارِ فَقَبْلَ خَلْقِ العَرْشِ أيْنَ كَانَ الله، تَعَالَى اللهُ عَنْ ذَلِكَ عُلُوّا كَبِيْرًا.“Kita menetapkan sifat Istiwa bagi Allah pada arsy, bukan dalam pengertian Dia membutuhkan kepada arsy tersebut, juga bukan dalam pengertian bahwa Dia bertempat atau bersemayam di arsy. Allah yang memelihara arsy dan memelihara selain arsy, maka Dia tidak membutuhkan kepada makhluk-makhluk-Nya tersebut. Karena jika Allah membutuhkan kapada makhluk-Nya maka berarti Dia tidak mampu untuk menciptakan alam ini dan mengaturnya. Dan jika Dia tidak mampu atau lemah maka berarti sama dengan makhluk-Nya sendiri. Dengan demikian jika Allah membutuhkan untuk duduk atau bertempat di atas arsy, lalu sebelum menciptakan arsy dimanakah Ia? (Artinya, jika sebelum menciptakan arsy Dia tanpa tempat, dan setelah menciptakan arsy Dia berada di atasnya, berarti Dia berubah, sementara perubahan adalah tanda makhluk). Allah maha suci dari pada itu semua dengan kesucian yang agung” (Lihat al-Washiyyah dalam kumpulan risalah-risalah Imam Abu Hanifah tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 2. juga dikutip oleh Mullah Ali al-Qari dalam Syarh al-Fiqhul Akbar, h. 70). Dalam al-Fiqh al-Absath, al-Imam Abu Hanifah menuliskan: قُلْتُ: أرَأيْتَ لَوْ قِيْلَ أيْنَ اللهُ؟ يُقَالُ لَهُ: كَانَ اللهُ تَعَالَى وَلاَ مَكَانَ قَبْلَ أنْ يَخْلُقَ الْخَلْقَ، وَكَانَ اللهُ تَعَالَى وَلَمْ يَكُنْ أيْن وَلاَ خَلْقٌ وَلاَ شَىءٌ، وَهُوَ خَالِقُ كُلّ شَىءٍ.“Aku katakan: Tahukah engkau jika ada orang berkata: Di manakah Allah? Jawab: Dia Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum segala makhluk-Nya ada. Allah ada tanpa permulaan sebelum ada tempat, sebelum ada makhluk dan sebelum segala suatu apapun. Dan Dia adalah Pencipta segala sesuatu” (Lihat al-Fiqh al-Absath karya al-Imam Abu Hanifah dalam kumpulan risalah-risalahnya dengan tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 20). Pada bagian lain dalam kitab al-Fiqh al-Absath, al-Imam Abu Hanifah menuliskan: “Allah ada tanpa permulaan (Azali, Qadim) dan tanpa tempat. Dia ada sebelum menciptakan apapun dari makhluk-Nya. Dia ada sebelum ada tempat, Dia ada sebelum ada makhluk, Dia ada sebelum ada segala sesuatu, dan Dialah pencipta segala sesuatu. Maka barangsiapa berkata saya tidak tahu Tuhanku (Allah) apakah Ia di langit atau di bumi?, maka orang ini telah menjadi kafir. Demikian pula menjadi kafir seorang yang berkata: Allah bertempat di arsy, tapi saya tidak tahu apakah arsy itu di bumi atau di langit” (al-Fiqh al-Absath, h. 57). Wa Allah A’lam Bi ash Shawab, Wal Hamdu Lillah Rabb al Alamin, (Page AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT) Lampiran : I. Bukti (Kitab al fiqh al absath) Aqidah Imam Abu Hanifah “ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH”, (Mewaspadai Ajaran Sesat Wahabi) Terjemah: Lima: Apa yang beliau (Imam Abu Hanifah) tunjukan –dalam catatannya–: “Dalam Kitab al-Fiqh al-Absath bahwa ia (Imam Abu Hanifah) berkata: Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum menciptakan segala makhluk, Dia ada sebelum ada tempat, sebelum segala ciptaan, sebelum segala sesuatu”. Dialah yang mengadakan/menciptakan segala sesuatu dari tidak ada, oleh karenanya maka tempat dan arah itu bukan sesuatu yang qadim (artinya keduanya adalah II. Hujjah Imam Hanafi dalam Kitab Alwasiat) Kalahkan Aqidah sesat salafy / wahaby NIH BACA YANG DIGARIS MERAH : ( DIATAS ADALAH KENYATAAN IMAM ABU HANIFAH DALAM KITAB WASIAT BELIAU PERIHAL ISTAWA ) Demikian dibawah ini teks terjemahan nas Imam Abu Hanifah dalam hal tersebut ( Rujuk kitab wasiat yang ditulis imam hanifah, sepertimana yang telah di scandiatas, baca yang di line merah) : “ Berkata Imam Abu Hanifah: Dan kami ( ulama Islam ) mengakui bahawa Allah ta’al ber istawa atas Arasy tanpa Dia memerlukan kepada Arasy dan Dia tidak bertetap di atas Arasy, Dialah menjaga Arasy dan selain Arasy tanpa memerlukan Arasy, sekiranya dikatakan Allah memerlukan kepada yang lain sudah pasti Dia tidak mampu mencipta Allah ini dan tidak mampu mentadbirnya sepeti jua makhluk-makhluk, kalaulah Allah memerlukan sifat duduk dan bertempat maka sebelum diciptaArasy dimanakah Dia? Maha suci Allah dari yang demikian”. Tamat terjemahan daripada kenyatan Imam Abu Hanifah dari kitab Wasiat beliau. Filed under: 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, *Hujjah Imam Hanafi Kalahkan Aqidah sesat salafy / waha, Kejahatan Wahabi Yang Merombak Kitab al-Washiyyah (Imam Abu Hanifah) : Dia Allah Istawâ atas arsy dari tanpa memerlukan kepada arsy itu sendiri dan tanpa bertempat di atasnya | Tagged: Kejahatan Wahabi Yang Merombak Kitab al-Washiyyah (Imam Abu Hanifah) : Dia Allah Istawâ atas arsy dari tanpa memerlukan kepada arsy itu sendiri dan tanpa bertempat di atasnya | Leave a Comment » Pertanyaaan Gugurkan Aqidah batil Trinitas wahabi (uluhiyah – rububiyah Posted on January 20, 2012 by admin Pertanyaaan Gugurkan Aqidah batil Trinitas wahabi (uluhiyah – rububiyah Orang-orang Arab Badwi itu berkata:”Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka):”Kamu belum beriman,tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk’ (Islam), karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. 49:14) Pertanyaan ; orang badwi ini bertauhid rububiyah?, apa uluhiyah? apa salah satu (menurut aqidah trinitas wahabi)???? Terbukti, aqidah wahabi hanya untuk mengkafirkan orang orang islam dan menggelari orang kafir dengan sebutan “Umat bertauhid” na’udzubillah ————————————————————————————————————————————- Pusat Fatwa Mesir : Kesesatan Aqidah Rububiyah – Uluhiyah Wahhaby Berikut adalah sebahagian daripada terjemahan kami bagi Fatwa yang telah dikeluarkan oleh Pusat Fatwa Mesir berkaitan kesesatan Pembahagian Tauhid ala Taymiyyah dan Wahhabiyyah. Oleh kerana fatwanya agak panjang maka kami pilih yang sesuai dan bagi sesiapa yang boleh berbahasa Arab, silalah merujuk ke: http://www.dar-alifta.org/ViewFatwa.aspx?ID=6623 TERJEMAHAN: “Dan pembahagian Tauhid kepada Uluhiyyah dan Rububiyyah adalah daripada pembahagian yang baru yang tidak datang daripada generasi Salafus Soleh. Dan orang pertama yang menciptanya – mengikut pendapat yang masyhur – ialah Sheikh Ibnu Taymiyyah (semoga Allah merahmati beliau),… Melainkan beliau membawanya kepada had yang melampau sehingga menyangkakan bahawa Tauhid Rububiyyah semata-mata tidak cukup untuk beriman, dan bahawa sesungguhnya golongan Musyrikin itu bertauhid dengan Tauhid Rububiyyah dan sesungguhnya ramai daripada golongan umat Islam daripada Mutakallimin (ulama’ tauhid yang menggabungkan naqal dan aqal) dan selain daripada mereka hanyalah bertauhid dengan Tauhid Rububiyyah dan mengabaikan Tauhid Uluhiyyah. Dan pendapat yang menyatakan bahawa sesungguhnya Tauhid Rububiyyah sahaja tidak mencukupi untuk menentukan keimanan adalah pendapat yang bid’ah dan bertentangan dengan ijma’ umat Islam sebelum Ibnu Taymiyyah… Dan pemikiran-pemikiran takfir ini sebenarnya bersembunyi dengan pendapat-pendapat yang rosak ini dan menjadikannya sebagai jalan untuk menuduh umat Islam dengan syirik dan kufur dengan menyandarkan setiap kefahaman yang salah ini kepada Sheikh Ibnu Taymiyyah (semoga Allah merahmatinya) adalah daripada tipu daya dan usaha menakutkan yang dijalankan oleh pendokong-pendokong pendapat luar (yang bukan daripada Islam ini) untuk mereka memburuk-burukkan kehormatan umat Islam. Dan inilah sebenarnya hakikat mazhab golongan Khawarij dan telah banyak nas-nas Syariat menyuruh agar kita berhati-hati daripada terjebak ke dalam kebathilannya.” Pembahasan : 1. Syirik dan Tauhid (Iman) tidak mungkin bersatu. Hal ini adalah 2 perkara yang berlawanan bagai siang dengan malam. “Tidak boleh berkumpul antara iman dan kikir di dalam hati orang yang beriman selama-lamanya” [HR Ibn Adiy]. lihatlah : iman dan bakhil saja tidak akan bercampur! apalagi iman dengan KUfur!!!! TIDAK ADA SEBUTAN UMMAT BERTAUHID BAGI YANG TAUHIDNYA BERCAMPUR DGN KUFUR, YANG ADA ADALAH “MUSYRIK” SECARA MUTLAK! 2. Orang kafir di nash kafir tidak layak disebut bertauhid (dengan tauhid apapun) bahkan orang yang telah masuk islam tapi melakukan perbuatan yang membuat mereka kufur, itupun tak layak mendapat sebutan bertauhid dan di nash sebagai KAFIR SECARA MUTLAK! Dalil Kufur Fi’li: Maknanya: “Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan…” (Q.S. Fushshilat: 37) Dalil Kufur Qauli: Maknanya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka katakan) tentulah mereka akan menjawab sesungguhnya kami hanyalah bersendagurau dan bermain-main saja. Katakanlah apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu berolok-olok , tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman …” (Q.S. at-Tubah 65-66) Maknanya: “Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka telah mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kufur dan menjadi kafir sesudah mereka sebelumnya muslim …” (Q.S. at-Taubah: 74) 3. Iman itu yakin sepenuhnya dalam hati, diucapkan dgn lisan dan diamalkan dengan lisan. Orang hanya ucapannya saja itu tak layak disebut beriman/bertauhid! Maknanya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu…” (Q.S. al Hujurat: 15) 4. Tidak ada pembagaian Tauhid rububiyah dan uluhiyah. Tauhid uluhiyah ialah tauhid rububiyah dan tidak bisa dipisah. Dari abu dzar ra. berkata, rasulullah saw bersabda : “Tidaklah seorang hamba Allah yang mengucapkan Laa ilaha illallah kemudian mati dengan kalimat itu melainkan ia pasti masuk sorga”, saya berkata : “walaupun ia berzina dan mencuri?”, Beliau menjawab :” walaupun ia berzina dan mencuri”, saya berkata lagi : “walaupun ia berzina dan mencuri?” Beliau menjawab :” walaupun ia berzina dan mencuri, walaupun abu dzar tidak suka” (HR imam bukhary, bab pakaian putih, Hadis no. 5827). Lihat ratusan hadis ttg kalimat tauhid laa ilaha illah dalam kutubushitah! Kalimat “laailaha illalllah” mencakup rububiyah dan uluhiyah, kalau saja uluhiayah tak mencukupi, maka syahadat ditambah : “laa ilaha wa rabba illallah” tapi nyatanya begitu!! hadis tentang pertanyaan malaikat munkar nakir di kubur : “Man rabbuka?” kalaulah tauhid rububiyah tak mencukupi, pastilah akan ditanya : Man rabbuka wa ilahauka?, tapi nyatanya tidak!! 5. WAHABY MENGGELARI ORANG YANG DI NASH KAFIR SECARA MUTLAK OLEH ALLAH DAN RASUL-NYA DENGAN GELAR “UMAT BERTAUHID RUBUBIYAH” - orang kafir tetap di sebut kafir secara mutlak, tak ada satupun gelaran “tauhid” bagi mereka! lihat QS. Az Zukhruf ayat 88 وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ وَقِيلِهِ يَارَبِّ إِنَّ هَؤُلَاء قَوْمٌ لَّا يُؤْمِنُونَ فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَامٌ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ 86. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya)1368. 87.Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?, 88.dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman (tidak bertauhid DI NASH KAFIR SECARA MUTLAK!!)”. 89.Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk). (QS. Az Zukhruf : 86-89) Orang kafir menurut tauhid rububiyah wahaby sendiri tidak yakin 100% kerububiyahan Allah MEREKA MASIH MENYAKINI BERHALA-BERHALA BISA MEMBERI MANFAAT!!! Mereka telah di nash kafir atau tidak ada iman oleh Allah dan rasulnya!, tak ada satupun gelaran “tauhid” bagi mereka! lihat QS. Az Zukhruf ayat 88 Sedangkan “seorang kafir tidak mungkin muslim apalagi mu’min (beriman/bertauhid)“ dan “seorang mu’min itu pasti muslim, tetapi seorang muslim belum tentu mu’min” sesuai dengan firman Allah : “Surat alHujurat : 14 Jadi , muslim = orang islam (secara hukum) sudah syhadatain munafiq = muslim (secara hukum) yang bukan mu’min, dhahirnya muslim tapi aqidahnya belum betul mu’min = orang yang iman betul dan kuat dan pasti muslim kafir = bukan bukan muslim apalagi mu’min ‘Orang-orang Arab Badui berkata, “kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu … ” kenapa wahaby menghukumi orang kafir sebagai “umat bertauhid/beriman rububiyah”???? Kesimpulan (silahkan rujuk pusat fatwa al-azhar mesir): orang Wahabi mengatakan : orang kafir mengakui adanya Allah tetapi mereka menyembah selain Allah. Jadi, kata mereka, ada orang yang mengakui adanya Tuhan tetapi menyembah selain Tuhan adalah bertauhid Rububiyah iaitu Tauhidnya orang yang mempersekutukan Allah. Adapun Tauhid Uluhiyah ialah tauhid yang sebenar-benarnya iaitu mengesakan Tuhan sehingga tidak ada yang disembah selain Allah. Demikian pengajian Wahabi.Pengajian seperti ini tidak pernah ada sejak dahulu. hairan kita melihat falsafahnya. Orang kafir yang mempersekutukan Tuhan digelar kaum Tauhid. Adakah Sahabat-sahabat Nabi menamakan orang musyrik sebagai ummat Tauhid? Tidak! Syirik dan Tauhid tidak mungkin bersatu. Hal ini adalah 2 perkara yang berlawanan bagai siang dengan malam. Mungkinkah bersatu siang dengan malam serentak?Begitulah juga tidak adanya syirik dan tauhid bersatu dalam diri seseorang. Sama ada dia Tauhid atau Musyrik. Tidak ada kedua-duanya sekali. Jelas ini adalah ajaran sesat dan bidaah yang dipelopori oleh puak Wahabi & kini telah merebak ke dalam pengajian Islam teruatamnya di Timur Tengah. Kaum Wahabi yang sesat ini menciptakan pengajian baru dengan maksud untuk menggolongkan manusia yang datang menziarahi makam Nabi di Madinah, bertawasul dan amalan Ahlussunnah wal Jamaah yang lain sebagai orang “kafir” yang bertauhid Rububiyah dan yang mengikuti mereka sahaja adalah tergolong dalam Tauhid Uluhiyah Filed under: 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, Pertanyaaan Gugurkan Aqidah batil Trinitas wahabi (uluhiyah - rububiyah | Tagged: Pertanyaaan Gugurkan Aqidah batil Trinitas wahabi (uluhiyah - rububiyah | Leave a Comment » Bantahan Salafytobat 2 : Bukti SYIAH Wahabi/Salafy/Al qaida dan Mujasimmah = penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi Posted on December 1, 2011 by admin A. SYIAH itu sama dengan geng Mujasimmah WAHHABI. Wahhabi mendakwa Allah berbentuk SERUPA dgn manusia (Rujuk kitab Wahhabi Aqidah Ahlul Imam oleh At-Tuwaijiriy KLIK SINI). Tahukah anda, Syiah juga berakidah sedemikian. Al-Khomaini mendakwa: “Allah menjelma di cermin manusia dan SERUPA dgn bentuknya” (Rujuk Al-Khomainiy dlm Syarh Du’a). Untuk bukti selanjutnya lihat di Facebook. Klik Sini Allah mencipta manusia seperti rupa bentuk Allah. Wahhabi juga berakidah sedemikian. Subhanallah. B. AQIDAH WAHHABI: “ALLAH SERUPA DENGAN NABI ADAM”. (berbukti) INILAH AKIDAH SESAT WAHHABI YANG DISEBARKAN OLEH WAHHABI SEKARANG : ” ALLAH SERUPA, SAMA & SEPERTI NABI ADAM “ DI ATAS ADALAH COVER MUKA DEPAN KITAB WAHHABI YANG BERJUDUL: “AQIDAH AHL IMAN FI KHOLQI ADAM ‘ALA SURATIR RAHMAN”. DALAM KITAB WAHHABI TERSEBUT MEREKA MENDAKWA BAHAWA RUPA BENTUK GAYA DAN DIRI ALLAH ITU SAMA DAN SERUPA DENGAN BENTUK RUPA NABI ADAM. NA’UZUBILLAH. INILAH BUKTI BAHAWA WAHHABI SEMEMANGNYA MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK SEDANGKAN TIADA SATU AYAT ATAU HADITH PUN YANG MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK DAN TIADA SATU NAS YANG SAHIH PUN MENYATAKAN “RUPA BENTUK ALLAH SERUPA DENGAN RUPA BENTUK NABI ADAM”.LIHATLAH PADA TAJUK KITAB TERSEBUT IANYA AMAT MENGERIKAN DAN JELAS WAHHABI MENYATAKAN “ALLAH SERUPA DENGAN MAKHLUK”. Saya (Abu Syafiq)menyatakan: Inilah sejebis bukti pengakuan wahhabi sendiri yang diakui oleh pendokongnya bahawa akidah mereka sememangnya adalah Allah serupa dengan makhluk. Ketahuilah bahawa akidah Islam sebenar Allah tidak menyerupai makhlukNya dan Allah tidak bersifat rupa paras mahupun rupa bentuk. Dan saya mengatakan akidah tersebut adalah ruh akidah Yahudi sendiri. Ini kerana Yahudi juga mendakwa Allah Berbentuk dan Allah mencipta manusia seperti rupa parasNya. Lihat akidah yahudi tersebut di : http://www.arabicbible.com/bible/ot/gen/1.htm Dalam kitab orang Yahudi berjudul Muqaddas Awwal Safar Takwin Al-Ishah Awwal 26 Yahudi mendakwa فخلق الله الانسان على صورته dan Yahudi juga mendakwa على صورة الله خلق Kedua-dua akidah yahudi itu amat jelas menyatakan Allah mencipta manusia seperti rupa bentuk Allah. Wahhabi juga berakidah sedemikian. Subhanallah. BIN BAZ AL-WAHHABI PADA KITAB TERSEBUT TELAH MEMUJI AKIDAH TAJSIM YANG MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK. (1) BIN BAZ AL-WAHHABI AKIDAH TAJSIM (2) DI ATAS ADALAH COP DAN PENGAKUAN DARI AL-WAHHABI ABDUL AZIZ BIN BAZ BAHAWA KITAB WAHHABI TADI YANG MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK DAN RUPA BENTUK ALLAH ITU SAMA DENGAN RUPA BENTUK NABI ADAM MERUPAKAN AKIDAH YANG DIBAWA OLEH KESEMUA WAHHABI TERMASUK KESEMUA WAHHABI DI MALAYSIA. INI ISI KANDUNGAN KITAB WAHHABI TERSEBUT YANG JELAS MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK DI ATAS ADALAH ISI KANDUNGAN KITAB WAHHABI TADI YANG DIAKUI OLEH BIN BAZ AL-WAHHABI MENYATAKAN AKIDAH MEREKA BAHAWA ALLAH SERUPA DENGAN MANUSIA DAN SERUPA DENGAN SEGALA MAKHLUK-MAKHLUKNYA SERTA WAHHABI MENGUNAKAN HUJAH DARI YAHUDI KITAB TAURAT (MUHARRAFAH) YANG TELAH DITUKAR DAN DIUBAH. WAHHABI TIDAK MENGUNAKAN ALQURAN DAN HADITH TETAPI MENGUNAKAN KENYATAAN YAHUDI DALAM HAL ASAS AKIDAH. PERHATIKAN PADA LINE YANG TELAH DIMERAHKAN AMAT JELAS KESEMUA WAHHABI MENDAKWA ALLAH MENCIPTA MANUSIA SERUPA DENGAN DIRI ALLAH SENDIRI. INILAH AKIDAH MUJASSIMAH AL-YAHUDIYAH YANG DIHIDUPKAN OLEH AL-WAHHABIYAH. semoga Allah memberi hidayah iman kepada Wahhabi. www.abu-syafiq.blogspot.com 2. Ibnu Taimiyyah dan wahabi Menshahihkan Hadis mungkar(“Nabi Melihat Allah SWT Dalam Bentuk Pemuda Amrad”) dan mengunakannya untuk masalah aqidah Kali ini hadis yang akan dibahas adalah hadis ru’yatullah riwayat Ibnu Abbas. Hadis ini juga tidak lepas dari kemungkaran yang nyata dengan lafaz “Melihat Allah SWT dalam bentuk pemuda amrad (yang belum tumbuh jenggot dan kumisnya)”.Tetapi anehnya hadis dengan lafaz mungkar ini tidak segan-segan dinyatakan shahih oleh syaikh salafy wahabi dan syaikh salafy yang terkenal Ibnu Taimiyyah. Takhrij Hadis Ibnu Abbas ثنا حماد بن سلمة عن قتادة عن عكرمة عن بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم رأيت ربي جعدا امرد عليه حلة خضراء Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas yang berkata Rasulullah SAW bersabda “Aku melihat Rabbku dalam bentuk pemuda amrad berambut keriting dengan pakaian berwarna hijau”. Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Asmaa’ was Shifaat no 938, Ibnu Ady dalam Al Kamil 2/260-261, Al Khatib dalam Tarikh Baghdad 13/55 biografi Umar bin Musa bin Fairuz, Adz Dzahabi dalam As Siyaar 10/113 biografi Syadzaan, Abu Ya’la dalam Ibthaalut Ta’wiilat no 122, 123, 125, 126,127 ,129, dan 143 (dengan sedikit perbedaan pada lafaznya), Ibnu Jauzi dalam Al ‘Ilal Al Mutanahiyah no 15. Semuanya dengan jalan sanad yang berujung pada Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas. Sedangkan yang meriwayatkan dari Hammad adalah Aswad bin Amir yakni Syadzaan (tsiqat dalam At Taqrib 1/102), Ibrahim bin Abi Suwaid (tsiqat oleh Abu Hatim dalam Al Jarh wat Ta’dil 2/123 no 377), Abdush Shamad bin Kaisan atau Abdush Shamad bin Hasan (shaduq oleh Abu Hatim dalam Al Jarh Wat Ta’dil 6/51 no 272). Hadis ini maudhu’ dengan sanad yang dhaif dan matan yang mungkar. Hadis ini mengandung illat * Hammad bin Salamah, ia tidak tsabit riwayatnya dari Qatadah. Dia walaupun disebutkan sebagai perawi yang tsiqah oleh para ulama, dia juga sering salah karena kekacauan pada hafalannya sebagaimana yang disebutkan dalam At Tahdzib juz 3 no 14 dan At Taqrib 1/238. Disebutkan dalam Syarh Ilal Tirmidzi 2/164 yang dinukil dari Imam Muslim bahwa Hammad bin Salamah banyak melakukan kesalahan dalam riwayatnya dari Qatadah. Oleh karena itu hadis Hammad bin Salamah dari Qatadah ini tidak bisa dijadikan hujjah apalagi jika menyendiri dan lafaznya mungkar. * Tadlis Qatadah, Ibnu Hajar telah menyebutkannya dalam Thabaqat Al Mudallisin no 92 sebagai mudallis martabat ketiga, dimana Ibnu Hajar mengatakan bahwa pada martabat ketiga hadis perawi mudallis tidak dapat diterima kecuali ia menyebutkan penyimakannya dengan jelas. Dalam Tahrir At Taqrib no 5518 juga disebutkan bahwa hadis Qatadah lemah kecuali ia menyebutkan sama’ nya dengan jelas. Dalam hadis ini Qatadah meriwayatkan dengan ‘an ‘anah sehingga hadis ini lemah. Kelemahan sanad hadisnya ditambah dengan matan yang mungkar sudah cukup untuk menyatakan hadis ini maudhu’ sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jauzi dalam Al ‘Ilal no 15. Kemungkaran hadis ini juga tidak diragukan lagi bahkan diakui oleh Baihaqi dan Adz Dzahabi dalam As Siyaar. Bashar Awad Ma’ruf dalam tahqiqnya terhadap kitab Tarikh Baghdad 13/55 menyatakan hadis ini maudhu’. Ibnu Taimiyyah dan Syaikh wahabi ikut-ikutan menshahihkan hadis Ibnu Abbas ini. Ibnu taymiyah dan wahabi dengan jelas menyatakan shahih marfu’ hadis dengan lafal pemuda amrad dalam kitabnya Bayaan Talbiis Al Jahmiyyah 7/290. Bayaan Talbiis Al Jahmiyyah Dan ini penggalan kitab tersebut juz 7 hal 290 dimana Ibnu Taimiyyah menshahihkan hadis Ru’yah dengan lafal pemuda amrad Bayaan Talbiis Al Jahmiyyah 7/290 Tentu saja fenomena ini adalah keanehan yang luar biasa. Bagaimana mungkin mereka begitu berani menshahihkan hadis tersebut bahkan mengecam orang yang mengingkarinya dan menggunakannya dalam masalah aqidah. Inilah tuhan kaum hindu (dajjal kriting dari india ‘sami baba’) sama dengan tuhan yang dinanti nantikan oleh kaum mujasimmah wahabi : Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibahagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi) Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Nabi saw. bersabda:”Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya.” “Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah dan berambut keriting…” (HR.Bukhari dan Muslim) “Di awal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati (HR.Ibnu Majah) C. Bantahan Ahlusnnah terhadap Aqidah Tajsim wahabi dan Ibnu taymiyah 1. Imam al jauzi jelaskan kenapa ada golongan mujasimmah dalam pengikut madzab hambali dan sebutkan biang keroknya Judul : Daf’u Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih Karya : al-Imam al-Hafidz Abul Faraj ‘Abdurrahman bin al-Jauzi al-Hanbali (w 597 H) Kompilasi ebook kedalam format CHM oleh: http://www.ashhabur-royi.blogspot.com bekerjasama dengan http://www.pustakaaswaja.web.id Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri berkata (original Scanned kitab page 98 -101): “Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah akidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qâdlî Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az-Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan dengan sebab itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan mereka mendapati teks hadits: “إن الله خلق ءادم على صورته”, lalu mereka menetapkan adanya “Shûrah” (bentuk) bagi Allah. Kemudian mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu –dan ini yang sangat menyesakkan– mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”. Dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah mereka memahaminya secara zahir (literal). Tatacara mereka dalam menetapkan dan menamakan sifat-sifat Allah sama persis dengan tatacara yang dipakai oleh para ahli bid’ah, sedikitpun mereka tidak memiliki dalil untuk itu, baik dari dalil naqli maupun dari dalil aqli. Mereka tidak pernah menghiraukan teks-teks yang secara jelas menyebutkan bahwa sifat-sifat tersebut tidak boleh dipahami dalam makna literalnya, juga mereka tidak pernah mau melepaskan makna sifat-sifat tersebut dari tanda-tanda kebaharuan. Begitulah ungkapan keprihatinan Imam Ibnul Jauzi terhadap perjalanan Madzhab Hanbali yang beliau tuliskan didalam muqaddimah kitab Da’fu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih (دفع شبه التشبيه بأكف التنزيه) yakni salah satu karya monumental beliau dalam bidang aqidah. Kitab ini memaparkan kesesatan-kesesatan aqidah tasybih ( menyerupakan Allah Subhanahu wa Ta’alaa dengan makhluk) yang sangat penting untuk dibaca dan disebarkan guna menghalau kelompok-kelompok yang mempropagandakan aqidah tasybih seperti sekte Wahhabiyah dan semisalnya mereka. Dalam ebook ini juga terdapat pengantar dari penterjemah yang sangat penting untuk dibaca agar anda bisa membedakan antara Ibn Al-Jauzi dengan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, Penjelasan mendalam tentang faham Ibn Taimiyah yang ditentang ulama-ulama terkemuka dari masa ke masa dari generasi ke generasi, Cara mudah membantah ajaran wahabi, dan panduan membaca kitab terjemah Daf’u Syubah At-Tasybih ini. Segera Download Ebooknya, Gratis!!! Klik disini : http://www.mediafire.com/?ljb0wwpj1ph66h9 (format CHM) Ebook ini didedikasikan bagi para pejuang ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk memberantas ajaran Wahabi dan faham-faham menyesatkan lainnya. Halal untuk diperbanyak dengan cara apapun dengan tanpa merubah sedikitpun kandungan yang dimaksud. Selain E-book dengan format CHM, anda juga bisa mendownload E-book ini dalam format PDF ~dengan isi yang sama~ yang mana dengan format PDF bisa dibaca melalui HP (semua HP yang punya Sistem Operasi baik itu Symbian, Windows Mobile, maupun Android), silahkan download E-book PDFnya disini : http://www.mediafire.com/?kmuu3tgemfk9tf9 Kami sertakan juga link download kitab Daf’u Syubah At-Tasybih دفع شبه التشبيه بأكف التنزيه berbahasa arab bagi anda yang ingin melihat teks arab kitab ini. Silahkan download disini: http://www.mediafire.com/?whb05pg0xd5284k ( Format PDF, Size 6,4 Mb) Bermanfaat, Insya Allah!! 2. al Imam al Hafizh Ibn al Jawzi Membongkar Kesesatan Aqidah Tasybih wahabi (penyembah dajjal keriting) ((( Mewaspadai Ajaran Wahabi ))) by AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT Kitab ini berjudul “Talbis Iblis”, [ artinya Membongkar Tipu Daya Iblis ], karya al Imam al Hafizh Abdurrahman ibn al Jawzi (w 579 H), salah seorang ulama terkemuka (–bahkan rujukan–) dalam madzhab Hanbali. Terjemahan yang diberi tanda: “Mereka yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi ada beberapa golongan. Mereka berkata bahwa Allah bertempat di atas arsy dengan cara menyentuhnya, jika DIA turun (dari arsy) maka DIA pindah dan bergerak. Mereka menetapkan ukuran penghabisan (bentuk) bagi-NYA. Mereka mengharuskan bahwa Allah memiliki jarak dan ukuran. Mereka mengambil dalil bahwa Dzat Allah bertempat di atas arsy [--dengan pemahaman yang salah--] dari hadits nabi: “Yanzil Allah Ila Sama’ ad Dunya”, mereka berkata: “Pengertian turun (yanzil) itu adalah dari arah atas ke arah bawah”. Mereka memahami makna “nuzul” (dalam hadits tersebut) dalam pengertian indrawi yang padahal itu hanya khusus sebagai sifat-sifat benda. Mereka adalah kaum Musyabbihah yang memahami sifat-sifat Allah dalam makna indrawi (meterial). Dan Telah kami paparkan perkataan-perkataan mereka dalam kitab karya kami berjudul “Minhaj al Wushul Ila ‘Ilm al Ushul”. Imam Ibn al Jawzi al Hanbali menegaskan bahwa KEYAKINAN ALLAH BERTEMPAT DI ATAS ARSY ADALAH KEYAKINAN MUSYABBIHAH. Lihat, beliau adalah ulama besar dalam madzhab Hanbali, hidup jauh sebelum datangnya Ibnu Taimiyah dengan faham-faham Tasybih-nya. Ratusan tahun sebelum datang Muhammad bin Abdil Wahhab dengan faham-faham Tajsim-nya……. Catatan Penting: Ibn al-Jauzi adalah al-Imam al-Hafizh Abdurrahman ibn Abi al-Hasan al-Jauzi (w 597 H), Imam Ahlussunnah terkemuka, ahli hadits, ahli tafsir, dan seorang teolog (ahli ushul) terdepan. Beliau bermadzhab Hanbali. Awas salah; beda antara Ibn al-Jauzi dengan Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Adapun ibn Qayyim al-Jauziyyah ini adalah Muhammad ibn Abi Bakr az-Zar’i (w 751 H) murid dari Ibn Taimiyah yang dalam keyakinannya persis sama dengan Ibn Taimiyah sendiri; dua-duanya orang sesat dan menyesatkan. 3. Beda Antara Imam Abu ya’ala (Muhadits) dengan Abu ya’la (Mujasimmah) Tulisan ini sangat penting dan sangat mendesak untuk menghindari tipu daya kaum Wahhabi. Perhatikan, ada dua orang bernama Abu Ya’la, keduanya orang berbeda, yang pertama adalah ulama terkemuka ahli hadits di kalangan Ahlussunnah, sementara yang ke dua adalah seorang Musyabbih (seorang yang sesat; menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya) yang seringkali menjadi rujukan utama bagi orang Wahabi dalam menetapkan keyakinan sesat mereka. Perhatikan; Orang Pertama: Nama: Abu Ya’la ahli hadits bernama; Ahmad bin Ali bin al Mutsanni bin Yahya bin Isa al Maushiliy, penulis kitab Musnad (Dikenal dengan kitab Musnad Abi Ya’la al Maushili), lahir tahun 210 H, wafat tahun 307 H (satu pendapat mengatakan wafat tahun 306 H). Guru-guru: Di antaranya Imam-imam Ahli hadits terkemuka berikut ini; Ali bin al Madini, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yahya bin Sa’id al Qaththan, Abu Bakr bin Abi Syaibah, dan lainnya. Murid-murid: Di antaranya Imam-imam ahli hadits terkemuka berikut ini; an Nasa’i, Ibnu Adiy, Abu Hatim, Abu asy-Syaikh, Abu Bakr bin al Muqri’, ath-Thabarani, dan lainnya. Orang Ke Dua: Nama: Muhammad bin al Husain bin Muhammad bin Khalaf bin Ahmad al Baghdadi al Hanbali, dikenal dengan sebutan al Qadli Abu Ya’la al Hanbali. Lahir tahun 380 H, wafat 458 H. Al Qadli Abu Ya’la ini dikenal sebagai orang yang menyebarkan faham tasybih, bahkan salah seorang yang paling bertanggungjawab atas kerusakan Madzhab Hanbali. Orang inilah yang telah “menyuntikan penyakit” akidah tasybih di dalam madzhab Hanbali, dia banyak menuliskan akidah tasybih lalu dengan BOHONG BESAR ia mengatakan bahwa itu semua adalah aqidah Imam Ahmad bin Hanbal. Imam al Hafizh Ibn al Jawzi (w 597 H) berkata: Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah aqidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qadli Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan karena itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan, mereka mendapati teks hadits “Innallah Khalaqa Adam ‘Ala Shuratih”, lalu mereka menetapkan adanya “Shurah” (bentuk) bagi Allah. Lalu mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu -dan ini yang menyesakkan- mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 7-8) Kemudian dalam nasehatnya kepada para pengikut madzhab Hanbali; al Hafizh Ibn al Jawzi menuliskan: Janganlah kalian memasukan ajaran-ajaran aneh ke dalam madzhab orang salaf yang saleh ini (Ahmad bin Hanbal); yang nyata-nyata itu bukan dari ajarannya. Kalian telah menutupi madzhab ini dengan bungkus yang buruk, hingga tidak disebut siapapun seorang yang bermadzhab Hanbali kecuali ia dianggap sebagai Mujassim (berkeyakinan sesat bahwa Allah sebagai benda). Selain itu kalian juga telah merusak madzhab ini dengan sikap fanatik terhadap Yazid bin Mu’awiyah. Padahal kalian tahu sendiri bahwa Imam Ahmad bin Hanbal, perintis madzhab ini membolehkan melaknat Yazid. Bahkan Syekh Abu Muhammad at Tamimi sampai berkata tentang salah seorang imam kalian (yaitu Abu Ya’la al-Mujassim): “Dia (Abu Ya’la) telah menodai madzhab ini dengan noda yang sangat buruk, yang noda tersebut tidak akan bisa dibersihkan hingga hari kiamat”. (Daf’u Syubah at Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 10) Imam Abu Muhammad at Tamimiy berkata: “Abu Ya’la telah mengotori orang-orang Madzhab Hanbali (al Hanabilah) dengan kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan air lautan sekalipun”. (diriwayatkan oleh Ibn al Atsir dalam al Kamil Fi at Tarikh). Waspadalah…. waspadalah… !!!!! Kitab berjudul “Ash Shawa’iq al Ilahiyyah Fi ar Radd ‘Ala al Wahhabiyyah”, karya Syekh Sulaiman bin Abdil Wahhab. Beliau adalah saudara kandung dari Muhammad bin Abdil Wahhab; perintis gerakan wahabi. Lihat, saudara kandungnya aja mengatakan bahwa Muhammad bin Abdil Wahhab orang sesat!!!!! [WAHABI mati kutu] Filed under: ' Ahlusunnah membantah fatwa sesat wahaby, 'Ibnu Taimiyah Membungkam Wahhabi, 'Kesesatan Aqidah wahaby (Rububiyah-Uluhiyah-asmawasifa, *Bongakr Kepalsuan Akidah salafy/wahaby, *Fakta Ibnu Taymiyah dan Al-Bany Taubat Dari Aqidah Ses, *Hujjah Imam Hanafi Kalahkan Aqidah sesat salafy / waha, *Imam adzahabi (ahlusunnah) membungkam Wahabi, ALLAH ADA TANPA TEMPAT; [Membongkar Aqidah Sesat Wahhabi Yang Sering Berbohong Besar Atas Nama Imam Abu Hanifah], Bantahan Salafytobat 2 : Bukti SYIAH Wahabi/Salafy/Al qaida dan Mujasimmah = penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi, Bantahan Salafytobat 2 : Bukti Wahabi dan Mujasimmah penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi | Tagged: Bantahan Salafytobat 2 : Bukti SYIAH Wahabi/Salafy/Al qaida dan Mujasimmah = penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi, Bantahan Salafytobat 2 : Bukti Wahabi dan Mujasimmah penyembah dajjal sama dengan aqidah Yahudi | Leave a Comment » Next Page » * Niaga Baju Muslimah (Fashion) Online di Malaysia http://masturat-fashion.blogspot.com/ Jual Murah : Senjata Ninja [ Sai / Tekpi – sword / Ninjato / Katana / samurai – Baton – Double stick /Nunchaku – Panah /Archery – Kunai – Shuriken Kitab Ahlusunnah online (ust abu syafiq) *Jual jikatabi / sepatu ninja dari kulit di Indonesia Jual jikatabi / sepatu ninja dari kulit di Indonesia Blogroll *Download artikel Salafytobat (Pdf) *Telaah Kritis Atas Doktrin Faham Salafi / Wahabi abusalafy.wordpress.com al-ashairah.blogspot.com al-subki.blogspot.com al-subki.blogspot.com almukminun.blogspot.com bahrusshofa bankwahabi.wordpress.com Darulmustafa – Yaman darulpuaka DEPAG RI (Departemen Agama) Dir Pendidikan Diniyah dan Pondok pesantren dongeng wahabi download kitab ahlusunnah Fatwa Halal (Jakim MY) FIQH MADZAB SYAFII (www.shafiifiqh.com) Fiqh Sunni (Majelis rasulullah- Habib Munzir) gudang ilmu Habib ali jufri – hadramaut yaman Habib Alwi bin Utsman bin Yahya Habib umar – tareem yaman http://abulehyah.blogspot.com http://darulfatwa.org.au/ http://masturat-fashion.blogspot.com/ http://pondoktampin.blogspot.com http://salafyindonesia.wordpress.com/ http://www.darulihsan.com/ http://www.shariahboard.org ibnutaymiah.wordpress.com JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) Jam’iyyah ahlith thariqah al mu’tabarah anahdliyah – Indonesia jual masturat fashion online K.H. Tengku Zulkarnain kristentobat (yesuscross.wordpress.com) Madrasah Darulmustafa – Yaman Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mau Beli Buku Sunni? Ponpes Sidogiri Indonesia (NEW) Ponpes suryalaya (qadiriyyah wa naqsyabnadiyah) pustakabasma (pustaka kitab-kitab habaib) Sunni radio sidney Tharekat Naqsyabandiyah Kholidiyah Indonesia thareqat syadziliyah indonesia ustaz abu syafiq WordPress.com WordPress.org www.darussalafsalafy.wordpress.com www.portalsalafi.com [www.Dear Friend.info] Towards understanding Islam [www.IslamHoy.info] Hacia Entendimiento de Islam Blog at WordPress.com. The Digg 3 Column Theme. Follow Follow “Kenapa saya keluar dari salafy / salafi/sunni palsu /wahaby/wahabi/darul hadits / DHIYA’US SUNNAH / wahdah islamiyah/al-Nidaa'/LBI Al atsary/ Al-irsyad/ AL QAIDA/LDII/PERSIS/NII DAN SEMUA VARIAN WAHHABY ?” Get every new post delivered to your Inbox. Join 326 other followers Powered by WordPress.com