Pengajaran berbasis inkuiri untuk mansuka bawang kabupaten
batang meningkatkankualitas pembelajaran kewarganegaraan
kompetensi dasar penegakanan ham dan implikasinya dikelas xasmt 1
Bab
I Pendahuluan
A.
Latar Belakang Masalah
Strategi Pembelajaran pada hakekatnya adalah prosedur
yang sistematis dalam pelaksanaan pengajaran yang merupakan pengejawantahan
dari pemahaman pendidik atas tujuan dan organisasi pengajaran serta isi
pelajaran. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan
paradigma pendidikan menuntut guru lebih inovatif dalam merancang pembelajaran,
artinya guru harus melakukan reformasi kelas dalam menyusun maupun melaksanakan
pembelajaran. Strategi dalam
hal ini merupakan motivasi ekstrinsik yang diharapkan akan dapat membangkitkan
motivasi intrinsik.Apabila komponen tujuan, organisasi dan isi umumnya telah
ditetapkan, maka komponen strategi tergantung pada kreativitas dan kualitas
profesional Guru sebagai pengelola pembelajaran.
Pengalaman mengajar selama 20 tahun di MA Suka,
selama ini guru kurang kreatif menerapkan inovasi pembelajaran Kewarganegaraan.
Hal ini terjadi karena pola pikir belajar diartikan sebagai perolehan
pengetahuan, dan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada siswa,
disamping itu pembelajaran ditekankan pada hasil, bukan pada proses. Akibatnya
guru terpaksa mengajar dengan sistem konvensional dengan penggunaan metode
ceramah dan cara siswa belajar lebih dominan dengan menghafal.
Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di MA dewasa
ini menurut A. Kosasih Djahiri ( 2000;2 ); bersoko guru pada aktivitas proses
belajar siswa kadar tinggi, multi domain, dan multi dimensional. Ini berarti
bahwa saat merancang skenario pembelajaran harus diperhitungkan pendekatan yang
bervariasi. Hal tersebut sejalan dengan hakekat manusia yang secara faktual
selalu utuh dalam berfikir dan berperilaku, serta hakekat kehidupan yang selalu
berkorelasi.
Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan
hasil. Menurut Mulyasa (2003 ; 101): Proses pembelajaran dikatakan efektif
apabila seluruh siswa sekurang-kurangnya 75 % terlibat secara aktif, baik
mental, fisik, maupun sosialnya. Sedangkan dari segi hasil, kualitas
pembelajaran dikatakan baik apabila terjadi perubahan perilaku yang positif
dari siswa antara lain; kemampuan menggali dan mengolah informasi, mengambil
keputusan, menghubungkan variabel.
Nurhadi, ( 2004;43 ) Inkuiri pada dasarnya adalah suatu
ide yang kompleks, yang berarti banyak hal, bagi banyak orang, dalam banyak
konteks. Pengajaran
berbasis inkuri (siswa menemukan sendiri) sebagai salah satu strategi
dikembangkan untuk memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan terciptanya
kualitas pembelajaran. Disamping merupakan bagian inti dari kegiatan
pembelajaran kontekstual, inkuiri yang umumnya diterapkan pada pelajaran sains,
akan dicoba diterapkan pada pelajaran IPS khususnya Pendidikan Kewarganegaraan.
Pemilihan strategi dalam rangka pembelajaran untuk
meningkatkan kualitas proses dan hasil dapat diteliti dengan penelitian
tindakan kelas, karena penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah atau
mengatasi masalah di kelas dengan melakukan tindakan.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah tersebut di atas, maka rumusan masalahnya, yaitu:
1.
Apakah pendekatan inkuiri dapat
meningkatkan aktifitas belajar siswa untuk kompetensi dasar Penegakan HAM dan
Implikasinya pada mata pelajaran PKn?
2.
Apakah pendekatan inkuiri dapat
menumbuhkan kreatifitas guru dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap
kompetensi dasar Penegakan HAM dan Implikasinya.
3.
Apakah pendekatan inkuiri dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas X MA
C.
Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan meningkatkan
profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran sehingga dapat mewujudkan
kualitas proses dan hasil belajar siswa, selain itu akan diperoleh informasi
baru tentang efektifitas pendekatan inkuiri dalam pembelajaran Kewarganegaraan.
Secara Khusus
penelitian ini bertujuan ;
1.
Melalui penelitian tindakan kelas
dapat memecahkan masalah / hambatan dalam pembelajaran PKn terutama Kompetensi
Dasar Penegakan HAM dan Implikasinya kelas XA MA
2.
Melalui Inkuiri memberikan
pengalaman belajar siswa untuk membangun kecakapan hidupnya secara mandiri.
3.
Mengembangkan kreatifitas guru
sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran sehingga mutu pembelajaran dapat
ditingkatkan.
D.
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan
masalah dan tujuan penelitian , maka hipotesis tindakan “ Pengajaran berbasis
inkuiri dapat meningkatkan kualitas pembel-ajaran Pendidikan Kewarganegaraan
untuk kompetensi dasar penegakan HAM dan implikasinya”.
Ditinjau
dari dimensi siswa dan guru hipotesis tindakan dapat dibagi kedalam dua hal
sebagai berikut ;
1.
Pendekatan inkuiri dapat
meningkatkan kualitas belajar siswa terhadap kompetensi dasar penegakan hak
asasi manusia dan implikasinya.
2.
Pendekatan inkuiri dapat
meningkatkan kualitas pengajaran guru mengenai konsep penegakan hak asasi
manusia dan implikasinya.
E.
Manfaat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas dilakukan karena menginginkan
peru-bahan ke arah lebih baik dari apa yang selama ini dijalankan guru, oleh
karena itu kegiatan penelitian ini merupakan suatu strategi pemecahan masalah
yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam
mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya, pihak yang terlibat saling mendukung,
dilengkapi dengan fakta-fakta, dan mengembangkan kemampuan analisis.
Penelitian ini dianggap bahwa tempat kerja guru
menyiapkan konteks belajar untuk dua tim ahli (peneliti yang terlatih dan para
praktisi pendidikan/guru-guru di sekolah). Dalam hal ini dinilai pemahaman
praktis dan keputusan guru, juga budaya kerja dan kondisi sosial
dipertimbangkan serta dihargai. Kolaborator tidak berasumsi bahwa hasil
penelitiannya akan merupakan teori yang dapat digunakan secara umum atau untuk
orang lain, ia hanya memikirkan kepentingannya sendiri dengan tujuan agar
tugasnya sehari-hari dapat dilakukan dengan baik.
Bila dilihat
dari ruang lingkup, tujuan, metode dan prakteknya, diharapkan terbangunnya
sikap kritis guru mengenai apa yang mereka lakukan tanpa tergantung pada teori
bersifat universal dan ditemukan oleh para pakar penelitian yang seringkali
tidak cocok dengan situasi dan kondisi kelas yang mempunyai ciri berbeda.
Berdasarkan hal
di atas manfaat penelitian ini ialah ;
1.
Memperbaiki dan meningkatkan
kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di MA
2.
Diperoleh seperangkat pengalaman
baru dalam inovasi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru
yakni menyusun dan melaksanakan rencana pengajaran yang sudah disesuaikan
dengan situasi dan kondisi kelas.
3.
Mendorong sekolah untuk melakukan
pengamatan sendiri, mencari solusi yang cocok tentang masalah pembelajaran,
serta mengadakan eksperimen pendidikan yang inovatif.
Berikutnya bisa dibaca dan di unduh bab II Kajian
Pustaka dan daftar rujukan
untuk menyusun laporan PTK
……
Advertisement
Tidak ada komentar:
Posting Komentar