Kamis, 23 Februari 2012

pendidikan usia dini sebagai sulusi/ PAUD



PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN  BUDI  PEKERTI
ANAK USIA DINI SEBAGAI  UPAYA MENYIAPKAN SDM YANG BERKUALITAS DAN SELAYANG PANDANG TPA HARAPAN BUNDA
DESA BAWANG

Kajian ilmiyah diajukan guna mengikuti lomba jambore
                                        1000 PTK PAUDNI TAHUN 2011               
Sebagai acuan  kegiatan KBM  PAUD Holistik Intregratif







Disusun Oleh:
Pengelola
PAUD/TPA HARAPAN BUNDA
DESA BAWANG KABUPATEN BATANG


HALAMAN PENGESAHAN


Nama                            : Drs. Qurotul Aeni
Tempat/Tanggal Lahir   : Batang, 19 Desember 1966
Jabatan                          : Kepala PAUD Harapan Bunda Kecamatan
                                        Bawang
Judul Karya Ilmiah     : PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN  BUDI PEKERTI
ANAK USIA DINI SEBAGAI  UPAYA MENYIAPKAN
               SDM YANG BERKUALITAS DI TPA HARAPAN
   BUNDA DESA BAWANG







pengelola
PAUD Harapan Bunda
Kecamatan Bawang



Drs. Qurotul Aeni
Batang, 14 Mei 2011

Ketua AN  KUPT  DISDIKPORA
Kecamatan Bawang




HJ.Kiswati ,S.Pd.
        NIP :  19580701978022001





ABSTRAK

Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini / TPA, yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 8 tahun. Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena pentingnya PAUD/TPA merupakan keniscayaan. TPA menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut the golden age (usia emas).
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”(pasal 1, butir 4). Disebutkan lebih lanjut bahwa PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, dan PAUD/ TPA dapat diselenggarakan dalam jalur pendidikan formal, nonformal dan informal. PAUD jalur pendidikan nonformal diselenggarakan dalam bentuk Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak dan bentuk lain yang sederajat.
Ada dua tujuan dilaksanakannya PAUD, yaitu tujuan utama dan tujuan penyerta. Tujuan utama PAUD adalah memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak sedini mungkin yang meliputi aspek-aspek fisik, psikis, dan sosial secara menyeluruh yang merupakan hak anak. Adapun tujuan penyerta PAUD adalah membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolahngan .Maka dengan kedua tujuan tersebut, memberikan  pendidikan dan pembelajaran budi pekerti di TPA/PAUD sangatlah penting diberikan sejak awal demi mencetak anak didik yang berkuallitas dan berbudi luhur, demi menyongsong masa depan bangsa yang tangguh dan kuat. Dengan demikian maka negara akan terhindar dari krisis multi dimensial baik moral, kesehatan dan ekonomi.
PRAKATA
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan sangat menentukan bagi perkembangan anak di kemudian hari. Secara naluri, keluarga (terutama orang tua) merupakan pendidik yang pertama dan utama ketika anak dilahirkan. Oleh karena itu, sebenarnya kita tidak bisa melarang siapapun yang ingin berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini bagi putra-putrinya. Pemerintah juga tidak bisa melarang para orang tua untuk mengirim putra-putrinya yang masih berusia dini ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini sesuai yang dikehendakinya.
Menyadari akan semuanya tadi, tepat kiranya bila negara menetapkan pendidikan anak usia dini sebagai pasal tersendiri dalam UU Sistem Pendidikan Nasional yang baru (UU Nomor 20 Tahun 2003, pasal 28). Pendidikan anak usia dini tidak hanya dibatasi yang ada di jalur formal (seperti Taman Kanak-kanak atau yang sederajat), tetapi juga terbuka peluang di jalur nonformal (Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain atau bentuk lain yang sederajat), dan di jalur informal (seperti pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan dalam keluarga).
Di dalam pendidikan anak usia dini, anak belajar berpisah dari orang tua dan dari lingkungan sehari-harinya di rumah. Mereka belajar bersosialisasi dengan lebih banyak orang, seperti guru Pendidikan Anak Usia Dini, dan teman-teman sekelasnya. Di dalam pendidikan anak usia dini anak menjalani tahapan yang sangat mendasar dan penting bagi perkembangan dan pendidikan mereka selanjutnya. oleh sebab itu, keberadaan guru atau pendidik di pendidikan anak usia dini sangat penting, yaitu berfungsi sebagai pengganti orang tua. Di dalam pendidikan anak usia dini inilah anak memperoleh pengalaman lain, yaitu belajar tunduk pada otoritas selain orang tuanya. sekarang bukan bukan orang tua saja yang membimbing anak, namun ada guru yang tentunya mempunyai gaya dan aturan yang berbeda dengan aturan dan gaya kedua orang tuanya. Oleh karena itu, Pendidikan Anak Usia Dini dianggap sebagai tempat awal anak untuk bermasyarakat. Maka dari itu pendidikan dan pembelajaran budi pekerti sejak dini sangat dibutuhkan di masyarakat demi mencetak anak didik yang berkuallitas dan berbudi luhur, demi menyongsong masa depanya.

Akhirnya saya menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah ikut andil demi tersusunnya karya ilmiah ini. semoga dengan disusunnya karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat yang di ridloi Allah SWT

Batang, 14 Mei 2011
Penulis


Drs. Qurotul Aeni



















DAFTAR ISI


PENGESAHAN............................................................................................            i
ABSTRAK.....................................................................................................                         ii
PRAKATA....................................................................................................                         iii
DAFTAR ISI.................................................................................................           v
DAFTAR TABEL.........................................................................................          vi

BAB I PENDAHULUAN............................................................................           1
A.    Latar Belakang.............................................................................           1
B.     Masalah........................................................................................           2
C.     Tujuan...........................................................................................           2
D.    Manfaat........................................................................................           2

BAB II LANDASAN TEORITIS................................................................           4
A.    Potret Buram Generasi Kini........................................................           4
B.     Pendidikan dan Pembelajaran Budi Pekerti Sejak Usia sebagai Solusi                           8
C.     Menyiapkan SDM Sejak Usia Dini.............................................         10

BAB III METODE DAN PROSEDUR KERJA..........................................         12
A.    Metode........................................................................................         12
B.     Pengolahan dan Penganalisasian Data........................................           1
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.....................................................         13
A.    Faktor-Faktor Penunjang.............................................................         13
B.     Selayang  Pandang Pendidikan Usia Dini/TPA Harapan Bunda                                     22
C.     Tindak Lanjut TPA Harapan Bunda...........................................         29

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI............................................         30
A.    SIMPULAN.......................................................................................         30
B.     REKOMENDASI (secara operasional untuk implementasi temuan)                                     30

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


DAFTAR TABEL

Tabel : 1 ; Perinngkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi menurut UNDP.           4
Tabel : 2 ; Peringkat negara berkembang menurut laporan ESEI...................           5
Tabel : 3 ; Daya saing SDM Indonesia...........................................................           5
Tabel : 4 ; Negara paling korup di dunia........................................................           7











BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dalam era global ini seakan dunia tanpa jarak. Komunikasi dan transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional dapat dilakukan sepanjang waktu. Demikian pula nanti ketika perdagangan bebas sudah diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja bersifat multi bangsa. Pada saat ini bangsa yang unggullah yang akan mampu bersaing.
Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 8 tahun. Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena pentingnya PAUD merupakan keniscayaan. PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut the golden age (usia emas).
Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhan merupakan kesatuan yang sistematik. PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

B.     Masalah
Sumber daya manusia yang ada di Indonesia belum setara dengan Negara-negara lain, baik kualitas maupun moral. Makanya perlu pendidikan dan pembelajaran budi pekerti sejak usia dini, untuk mencetak manusia yang cerdas dan bermoral.
C.    Tujuan
Adapun tujuan dalam karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk memberikan informasi tentang perlunya pendidikan dan pembelajaran budi pekerti di PAUD khususnya di TPA.
2.      Untuk memberikan acuan pada masyarakat tentang perlunya proses pendidikan yang harus diberikan pada TPA, terutama materi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam kegiatan belajar mengajar.
D.    Manfaat
Berdasarkan penelitian karya ilmiah tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis dan praktis.
1.      Manfaat Teoritis
Hasil penulisan karya ilmiah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran untuk masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan pembelajaran budi pekerti bagi anak usia dini untuk mempersiapkan generasi yang cerdas dan berbudi, ceria dan kreatif, serta mandiri.


2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi Peneliti
Dapat memberikan suatu gambaran baru tentang proses pendidikan dan pembelajaran serta pemilihan materi (kurikulum) yang sesuai dengan tumbuh kembang anak.
b.      Bagi Pembaca
Karya ilmiah ini dapat memberi wawasan dan ilmu pengetahuan tentang pendidikan dan pembelajaran budi pekerti yang harus diterapkan pada anak-anaknya.

























BAB II
LANDASAN TEORITIS


A.    Potret Buram Generasi Kini

Memotret generasi kekinian, dari berbagai dimensi, nampak kurang menyenangkan. Sejak dinyatakan krisis pada tahun 1995, hingga lebih dari satu dasawarsa berikutnya, nampak sekali bila Indonesia belum bisa lepas dari apa yang disebutnya dengan “krisis multidimensional” ini. Fakta-fakta dibawah ini akan membenarkan masih bergelimangnya Indonesia pada kubangan krisis multidimensional ini.
1.      Kondisi kualitas fisik manusia Indonesia menurut laporan UNDP, semakin memprihatinkan. Indek pembangunan manusia ditilik dari tingkat kesehatan, pendidikan dan ekonomi rata-rata penduduk, menempatkan Indonesia pada peringkat 111 dari 175 negara. Peringkat ini jauh dibawah negara-negara tetangga; Singapura (25), Brunei Darusalam (31), Malaysia (58), Thailand (76) dan Filiphina (86). Peringkat Indonesia bhkan dibawah negara-negara terbelakang seperti Aljazair (108), Guinea-Katulistiwa (109) dan Kisgistan (110). (Berita Indonesia, Juli 2008)
Negara

Peringkat

Singapura
25
Brunei Darussalam
33
Malaysia
58
Thailand
76
Filiphina
86
Aljazair
108
Guinea-Katulistiwa
109
Kisgistan
110
Indonesia
111
Tabel : 1
Peringkat pendidikan, kesehastan dan ekonomi menurut UNDP
2.      Menurut laporan ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia), tahun 2000 dalam soal daya saing bangsa, Indonesia menempati urutan 44 dari 45 negara berkembang. Tahun 2001, urutan 46 dari 47 negara berkembang. Dalam hal daya saing SDM, tahun 2000 Indonesia berada pada posisi 43 dari 45 negara. Tahun 2001, pada posisi 45 dari 47 negara. Tahun 2002, pada posisi 48 dari 49 negara. Dalam hal daya saing untuk menarik investor, Indonesia berada pada posisi kedua dari bawah. (Berita Indonesia, Juli 2007)
Tahun
Peringkat
Jumlah Negara yang Disurvey
2000
44
45
2001
46
47
2002
49
49
Tabel : 2
Peringkat daya saing bangsa negara berkembang  menurut laporan ISEI

Daya Saing SDM Indonesia

Tahun
Peringkat
Jumlah Negara yang Disurvey
2000
43
45
2001
45
47
2002
48
49
Tabel : 3
Daya saing SDM Indonesia
3.      Di seluruh Indonesia sampai 20 Juni 2005, terdapat 25.467 kasus gizi buruk (busung lapar) yang menimpa balita. (Harian Rakyat Merdeka, 21 Juni 2007). Bila diusia balita bergizi buruk, sulit rasanya diusia dewasa akan mampu berprestasi optimal.
4.      Mantan Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Sri Mulyani, mengatakan bahwa jumlah keluarga miskin tahun 2005 tercatat 16,5 juta keluarga. Sedang Badan Pusat Statistik (BPS), memaparkan jumlah warga miskin saat ini 52 juta orang. Untuk pengangguran penuh, Ketua Dewan Direktur Center of Information dan Development Studies (CIDES), Umar Juoro, memperkirakan sebanyak 10,3%. Sedangkan pengangguran setengah penuh, sekarang ada 31,2%. Kata Iman Sugema dari INDEF (Institute for Development of Economic and Finance) ini artinya, total pengangguran di Indonesia mencapai 40 juta jiwa dari total penduduk yang sekitar 200 juta jiwa. (Harian Republika, 20 Oktober 2007)
5.      Dalam hal hutang, ternyata jumlanya terus terjadi peningkatan. Tahun 1966, pada akhir masa pemerintahan Soekarno, tercatat 6,3 miliar dolar AS. Tahun 1998 saat kejatuhan Soeharto membengkak menjadi 54 miliar dolar AS. Prestasi besar dicatat oleh pemerintah Habibie sukses menambah hutang 23 milyar dolar AS. Hal yang lebih kurang serupa, walaupun dengan volume yang kecil, terus berlanjut dalam 3 pemerintahan berikutnya. Saat ini, secara keselurhan bangsa Indonesia memiliki hutang luar negeri sebesar 78 miliar dolar AS. Jika ditambah dengan hutang dalam ngeri yang muncul sejak 1998, yakni yang berjumlah sebesar Rp 630 triliun, saat ini memiliki hutang sekitar Rp 1.300 triliun. Artinya jika dibagi dengan jumlah penduduk, setiap manusia Indonesia rata-rata memiliki hutang sebesar Rp 6,5 juta per kepala. (Revisond Baswir, dalam “Republika, 17 April 2006)
6.      Bila beban hutang begitu besar, ternyata angka korupsi di Indonesia juga tidak kalah seramnya. Tahun 2006, Indonesia masih tercatat sebagai negara yang unggul korupsinya. Menurut data Transparency International (TI), Indonesia masih menempati rangking 130 dari 163 negara yang disurvey. (Harian Jawa Post, November 2006). Peringkat I (paling korup) ditempati Haiti. Posisi Indonesia tahun 2006 tak jauh dari rangking 2005 yang masuk 5 besar dari 146 negara. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya lebih sedikit baik dari Myanmar. Dari laporan TI itu, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia hanya 2,7 atau hanya sedikit lebih baik daripada IPK Myanmar 1,9. (Catatan: Skor IPK adalah 10 menunjukkan negara tersebut paling bersih dari korupsi, sedangkan yang mendekati angka 0 berarti yang paling parah).

Negara Paling Korup di Dunia Tahun 2007

No

Negara

CPI
Rangking
1.
Haiti
1,6
163
2.
Myanmar
1,9
160
3.
Iraq
1,9
160
4.
Bangladesh
2,0
156
5.
Kamboja
2,1
151
6.
Pakistan
2,2
142
7.
Kamerun
2,3
138
8.
Papua Nugini
2,4
130
9.
Indonesia
2,4
130
10.
Timor Leste
2,6
111
Tabel : 4
Negara paling korup di dunia
7.      Dalam hal moralitas, tidak kalah memprihatinkan, Iip Wijayanto di tahun 2002, melaporkan penelitian di komunitas mahasiswa Yogya. Hasilnya 95% lebih mahasiswi Yogya tidak lagi perawan. Sedang peneliti dokter Muchtadi, M.Sc., Kepala sub Dinas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Jawa Tengah, menyimpulkan bahwa 6% pelajar SLTA di Jawa Tengah pernah melakukan “pergaulan bebas” (Harian Republika, 12 April 1996).
8.      Dalam hal kemampuan membaca Al-Qur’an kitab yang diyakini sebagai pedoman oleh mayoritas bangsa Indonesia, juga sangat memprihatinkan. Yayasan Team Tadarus AMM sebagai Balai Litbang LPTQ Nasional (2003:1) mencatat data telah terjadi peningkatan ketidakmampuan umat Islam Indonesia dalam membaca Al-Qur’an. Bila pada tahun 1950-an, yang tidak mampu membaca Al-Qur’an hanya 17,5%, tahun 1980-an meningkat menjadi 56% dan di tahun 1988 meningkat lagi menjadi 75%. Kemudian pada bulan September 2004, AMM diminta untuk melakukan test penjajagan kemampuan membaca Al-Qur’an terhadap 60 orang Guru SD (guru kelas) di Yogyakarta. Diharapkan guru-guru ini bisa membantu guru-guru agama mengajarkan Iqro’ klasikal di sekolahnya masing-masing. Ternyata, dari 60 guru tersebut, 23 orang (38%) belum bisa membaca Al-Qur’an sama sekali, 18 orang (30%) masih terbata-bata, dan hanya 19 orang (32%) yang telah lancar membaca Al-Qur’an.

B.     Pendidikan dan Pembelajara Budi Pekerti Sejak dini Sebagai Solusi

Potret buram generasi masa kini, bila terus dibiarkan maka tak mustahil dalam waktu yang tidak terlalu lama bangsa Indonesia akan berantakan. Untuk itu, tugas kita semua untuk seoptimal mungkin memperbaikinya.
Disamping perbaikan untuk generasi sekarang ini, yang tak kalah pentingnya adalah kita siapkan generasi mendatang agar lebih baik dan lebih kuat dari yang sebelumnya. Allah mengingatkan:

Artinya:
Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak keturunan yang lemah”. (QS. An-Nisa’:9)

Ada 6 kekuatan yang seharusnya kita miliki dan kita siapkan:
1.      Quwwatul ‘aqidah, yaitu kekuatan keimanan (idiologi power) keyakinan penuh bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang bisa menyelamatkan dan mensejahterakan seluruh dunia. (QS. Al-Ambiya’:107)
2.      Quwwatul Khuluqi, yaitu kekuatan akhlak dan moral. Akhlak perilaku kita senantiasa berpedoman pada akhlakul kharimah yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswah (QS. Al-Ahzab:21)
3.      Quwwatul Ilmi, yaitu kekuatan ilmu dan teknologi. Dengan iptek suatu bangsa akan menjadi disegani oleh bangsa lain dan dapat melintasi penjuru langit dan bumi. (QS. Al-Mujadalah:11 dan QS. Ar-Rahman:33)
4.      Quwwatul Iqtishodi, yaitu kekuatan ekonomi. Harta memang bukan segala-galanya, tetapi tanpa harta pelaksanaan jihad menjadi kurang sempurna dan sulit. (QS. Ash-Shoff:11)
5.      Quwwatul Ijtima’i, yaitu kekuatan organisasi. Kebenaran yang tidak diorganisir dengan baik akan dihancurkan oleh kebathilan yang terorganisir. Termasuk dalam kekuatan ini adalah kekuatan persatuan dan kebersamaan. (QS. Ash-Shodd:4)
6.      Quwwatul jismi, yaitu kekuatan badan atau jasmani. Sebab hanya terletak pada badan yang sehatlah akal seseorang akan terlihat keberadaannya.
Untuk memiliki 6 kekuatan diatas, sarana strategisnya adalah melalui “pendidikan dan pengajaran budi pekerti ”. Kita siapkan pendidikan dan pengajaran budi pekerti anak-anak kita dengan sebaik-baiknya agar menjadi generasi bangsa yang tangguh. Disinilah perlunya pembelajaran budi pekerti dan pendidikan ini segera untuk dilakukan. Kita perlu belajar banyak dari negara-negara tetangga, semisal Jepang, Singapura dan Malaysia.
Ketika kota Hirosima dan Nagasaki luluh lantak dibom atom Agustus 1945 lalu, seorang bijak bestari Jepang segera bertanya apakah masih ada guru yang tersisa? Ketika diketahui masih ada beberapa guru yang hidup, orang bijak itu menyatakan optimis bangsa Jepang akan segera bangkit dari keterpurukan fisik dan mental. Sebab hanya gurulah yang akan mampu mendidik generasi baru menjadi lebih baik. Sampai sekarang orang Jepang sangat hormat pada guru. Satu guru, akan mampu menghantar sekian puluh orang lain menjadi pintar.
Perdana Menteri Lee Kwan Yew, pada awal menjabat (50 tahun lalu) menata Singapura dengan lebih mendahulukan sektor pendidikan dan moral. budget tertinggi pada peningkatan kualitas guru. Lee Kwan percaya hanya dengan cara itulah, Singapura akan memiliki generasi muda/baru  berbudi yang ber-SDM kualitas tinggi. Kini, Lee membuktikan apa yang diprediksikan. Singapura dengan wilayah yang sekecil itu menjadi negara makmur dan sejahtera nomor dua di dunia. Semua berkat ‘anak-anak’ yang 40 tahun lalu, dididik. Apa yang ditanam Lee, benar-benar berbuah lezat.
Langkah Singapura, diikuti Malaysia. Pada pertengahan tahun 1960-an Malaysia mengirim pada guru untuk belajar di seluruh penjuru dunia. Tentu saja termasuk ke Indoneisa. Karena kita ‘telat mikir’ maka menjadi seperti kebakaran jenggot – ketika melihat negara jiran itu kini melesat menjadi negara maju. Sementara kita tetap terpuruk.
Tegasnya, kita mesti dan harus membenahi sektor pendidikan dan moral generasi ini degan sebaik-baiknya dan sesegera mungkin. Jadikan sektor pendidikan dan budi pekerti anak usia dini sebagai pilihan pembangunan yang utama. Tinggalkan kesalahan masa lalu, disaat awal orde baru dulu, yang telah menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai pilihan standar pembangunan. Akibatnya justru kini malah terpuruk dalam krisis multi dimensional yang menyedihkan.

Tengoklah Jerman. Negara yang kini menjadi negara tujuan belajar ilmu teknik nomor satu di dunia, dan tujuan belajar nomor tiga setelah Amerika Serikt dan Inggris itu – sejak zaman dulu, menempatkan fasilitas pendidikan dan pengajaran moral warganya sebagaimana negara itu memberi fasilitas publik. Guru menjadi profesi yang terhormat serta berbudi dan membanggakan dan menjanjikan kehidupan intelek, maju dan sejahtera. Kenapa dengan negara Indonesia ?.....................................

C.      Menyiapkan SDM Sejak Usia Dini

Di atas telah ditegaskan bahwa untuk mengatasi potret buram generasi masa kini, adalah kita siapkan generasi mendatang menjadi generasi yang tangguh, generasi yang memiliki SDM yang berkualitas prima, dengan di tandai oleh dimilikinya 6 kekuatan, yaitu kekuatan (1) aqidah, (2) moral, (3) iptek, (4) ekonomi, (5) persatuan dan kesatuan, serta (6) sehat jasmaninya. Untuk itu, semua usaha pendidikan dan pengajaran budi pekerti mesti harus difokuskan pada 6 kekuatan ini. Keadaan yang demikian harus berlangsung sejak usia sedini mungkin.
Tegasnya, perlu disiapkan SDM yang berkualitas ini sejak anak-anak usia dini. Mengapa? Ada 2 alasan mendasar dalam hal ini:
  1. Secara kuantitas, potensi anak usia dini di Indonesia sangatlah besar. Jika upaya mendidik anak dimulai sejak 0 tahun sampai 6 tahun, maka jumlanya tidak kurang dari 24 juta anak atau 11,6% dari penduduk Indonesia yang berjumlah 206.264.595 (pada tahun 2000). Perkiraan ini didasarkan pada statistik hasil sensus 2000 yang mencatat jumlah penduduk usia 0-4 tahun sebanyak 20.302.376 (10,09%) dan usia 5-9 tahun sebanyak 20.494.091 (10,18%). Dari jumlah tersebut, diperkirakan baru sekitar 5-10% yang terjangkau PAUD/ (Pendidikan Anak Usia Dini) dalam bentuk penitipan anak, kelompok bermain, TK/RA dan TKA (Dr. Anwar, M.Pd., 2004:2-3). Dari data ini, menunjukkan bahwa sebagian besar potensi kuantitas anak usia dini belum tersentuh oleh PAUD, apalagi oleh pendidikan yang berkualitas.dan memadahi.
  2. Secara kualitas, anak usia dini merupakan usia yang sangat potensial untuk dididik. Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Bila ia mendapatkan pendidikan bermutu secara cukup dan benar, bisa diharapkan kelak ia akan menjadi generasi yang berkepribadian unggul. Memang, sebagaimana kata Sutari Imam Barnadib (1987:78), bayi yang baru lahir merupakan makhluk yang tidak berdaya, namun ia dibekali dengan berbagai kemampuan yang bersifat bawaan, antara lain kemampuan untuk bereksplorasi dan beremansipasi. Kedua kemampuan ini, pada anak usia 0-8 th, berkembang dengan sangat luar biasa. Itulah sebabnya, sebagaimana kata Dra. Hibana S Rahman, M.Pd. (2002:5), usia ini disebut sebagai “Golden Age” (usia emas). Lebih lanjut dia mengatakan bahwa ditinjau dari perkembangan otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital, yakni meliputi 80% perkembangan otak. Lebih jelasnya, bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25% orang dewasa. Untuk mencapai kesempurnaan perkembangan otak manusia 50% dicapai hingga usia 4 th, 80% hingga usia 8 tahun dan selebihnya diproses hingga anak usia 18 tahun.
Dengan demikian, bila penyiapan SDM yang berkualitas ini dimulai                   sejak usia dini, maka tentunya kita tidak akan kehilangan momentum yang sangat tepat dan strategis ini.




BAB III
METODE DAN PROSEDUR KERJA

A.    Metode
Metode yang digunakan adalah metode observasi. Observasi merupakan cara mengumpulkan data yang biasa digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan  Yang dapat diamati baik dalam situasi yang alami (sebenarnya) maupun situasi buatan. Tingkah laku anak
,materi, guru dan kbm, merupakan  hal yang paling cocok dinilai dengan observasi. Tentu saja penilai harus terlebih dahulu mempersiapkan perncanaan-perencanaan yang berisi aspek-aspek yang hendak dinilai. Dalam perencaanaan tersebut terdapat kajian masalah yang hendak dinilai, di mana penilai dapat memberikan catatan atau gambaran mengenai kuantitas dan/atau kualitas aspek yang dinilai

B.     Pengolahan dan Penganalisaan Data
Analisa data yang digunakan berupa analisa data kualitatif, yaitu analisa data berupa penilaian ataupun pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap obyek yang di amati dan hasilnya berupa tulisan kualitas suatu objek.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


C.    Faktor faktor penunjang
Begitulah pendidikan dan pembelajaran budi pekerti mesti harus dilakukan, hal ini bila ingin mewujudkan generasi yang memiliki SDM berkualitas. Dan hanya dengan SDM yang unggul serta berbudi  inilah maka bangsa Indonesia akan mampu untuk terus eksis di tengah persaingan bangsa-bangsa global sekarang ini.
Namun satu hal yang harus disadari bahwa keberhasilan pendidikan dan pembelajaran budi pekerti  itu ditentukan oleh banyak factor,sebagaai berikut :  a. Faktor guru sebagai agent pembaruan itu sendiri ,b.sekolah dan kurikulum yang ada
c..metode  dan system pendidikan yang di anut,dan yang tak kalah pentingnya    adalah kemauan semua fihak dari kita semua dan kebijakan pemerintah  yang 
mendukung.                                        
1.         Profil Guru yang ideal ( Etika Guru dalam pendidikan TPA )
             Istilah “ Etika ,budi pekerti dalam bahasa arab biasa disebut juga dengan istilah” adab (muhamad ahmad, 1987. 127) yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai sopan santun,budi pekerti, aturan atau tata cara dalam pergaulan dan tata karma ( Kamus Al Munawir ,1984.14 ).Orang sering menyebut”etika sebagai salah satu bagian dari ilmu filsafat, dengan istilah “ al falsafah al adabiyah “  Dengan demikian tepat sekali apa yang dikatakan oleh Prof.Dr. Amin ( 1991.3 )  Bahwa Etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang  kepada lainya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat. Dengan demikian istilah etika dalam ajaran islam erat kaitanya dengan istilah Ahlak. Menyangkut istilah etika guru yang dalam lembaga pendidikan  TPA yang yang berbasis Al Quran biasa memakai istilah ustad ( guru laki laki ) ,ustadah ( guru perempuan)  bisa diartikan sebagai hal yang harus  dilakukan/ dimiliki oleh setiap ustad berdasarkan nilai- nilai ahlak islam,yakni nilai yang bersumberkan Al-Quqan, Al Hadist serta ijtihad para Ulama. Ustad yang demikian inilah yang pantas mendapat gelar sebagai ; Profil  Ustad yang idial ; menurut pendidikan TPA yang berbasis AL Quran. Suatu gelar yang semestinya  menjadi dambaan setiap ustad/ guru, termasuk ustad/ ustadah  PAUD-TPA,TK-RA, SD-MI dan Mts –MA dimanapun mengajar.  
2.      Keutamaan sebagai Guru/Ustad
Guru dalam bahasa arab biasa dipakai dengan kata “al mualim”, “ al mudaris “al murobi,” dan yang paling populer di indonesia di pakai dengan kata” al ustad bagi guru laki-laki dan ustadah bagi guru perempuan.Demianlah para anak PAUD/TPA Harapan Bunda, umumnya memangil para guru-gurunya dengan pangilan ustad-ustadah ini.Apapun pangilanya  yang digunakan , guru ataupun ustad merupakan sala satu factor yang memegang peranan penting dalam proses pendidikan.Guru/Ustad inilah yang bertanggung jawab dalam pengoperasian nilai–nilai yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan untuk dimiliki oleh para pendidik atau para muridnya. Keberhasilan aktifitas pendidikan banyak bergantung pada keberhasilan para gurunya/ ustadnya dalam mengemban misi kependidikanya itulah sebabnya,Islam sangat menghormati  dan menghargai orang-orang yang mau bertugas sebagai pendidik atau ustad. Imam Ghozali , seorang pemikir islam yang sangat terkenal di dunia barat dan timur sebagai ‘ Hujatul  Islam” dalam kitabnya yang termashur “ Ihya Ulumuddin” ( juz 1,halaman 52)  menulis tentang kedudukan seorang yang berilmu dan mau mengajarkan ilmunya kepada orang lain  sebagai berikut : “ seorang yang berilmu dan kemudian bekerja dengan ilmunya itu, maka dialah yang dinamakan besar dibawah kolonng langit ini, Dia ibarat matahari yang menyinari orang lain dan mencahayai pula dirinya sendiri”
       Demikian pula Syaugi  Bey, seorang penyair yang terkenal di dunia Islam, telah menulis sebuah bait syairnya yang berisi penghormatan terhadap guru/ ustad (Athiyah al abrosyi, 1964.119) “ Berdirilah dan hormatilah guru, serta berilah dia penghargaan , seorang guru itu kedudukanya menyamai rosul” 
       Dari apa yang dikatakan oleh  Imam Ghozali serta ucapan Syauqi Bey  diatas , memberikan pengertian  kepada kita bahwa betapa tinggi dan terhormatnya kedudukan guru/ustad ,lebih-lebih guru-guru pendikan anak usia dini yang berbasis Al Qur”,an,  Menurut  ajaran agama Islam. Disamping  kedudukan yang tinggi dan terhormat, ternyata  Allah juga telah menjanjikan adanya  pahala yang besar bagi para Guru/ ustad . Rosullah bersabda , yang artinya “ Barang siapa yang mengajak kepada Jalan kebajikan, yang  maka baginya mendapat bagian pahala seperti pahala yang diberikan Allah kepada orang yang mengikutinya, tanpa berkurang sedikitpun”  (HR.Muslim ).
Dari arti hadist nabi  ini, dapat penulis simpulkan bahwa :
1.         Bagi guru / ustad yang memiliki banyak murid , akan memiliki kemungkin mendapat pahala yang lebih besar, di bandingkan yang lebih sedikit ,karena yang akan mengikutinya lebih banyak.
2.         Bagi guru/ ustad yang mengajar anak usia dini akan memiliki kemungkinan mendapat pahala yang lebih besar  dibanding mengajar orang-orang tua, karena bagi anak  usia dini akan memiliki kesempatan yang lebih lama dalam mengamalkan  ilmunya disbanding orang tua tua yang sisa umurnya relative lebih pendek.
Untuk itu , adalah sangat rugi bagi seseorang yang memiliki ilmun tetapi tidak mau mengamalkan/mengajarkan pada orang lain.lebih-lebih ilmu yang berkaitan dengan  Pendidikan anak usia dini. Tentu saja agar berhasil dalam medidik anak-anak ,seorang guru /ustad harus berpegang kepada nilai-nilai ahlak yang telah di tentukan oleh ajaran Islam . Sebab bila tidak , boleh jadi  mereka berhasil mengantarkan anak-anak pandai dalam membaca , menulis tetapi tidak mau mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmunya hanya terbatas berada di otak , tidak menembus  pada hati.Padai bicara tentang agama , tetapi prilakunya  jauh dari nilai-nilai agama, Otaknya pinter  tetapi prilakunya tidak bener. Untuk itu setiap guru/ustad perlu memiliki sifat –sifat yang terumus dalam etika guru pendikan usia dini yang berbasi AlQuran yang akan penulis jabarkan dibawah. Hal ini ,tidak lain agar ilmu yang di ajarkannya bermanfaat dan barokah buat diri dan anak didiknya, dunia sampai akherat. Insya allah, amin.
  1. Etika Guru pendidikan usia dini yang berbasis Agama  
         Tugas Guru sebagai pendidik  pada umumnya , khususnya sebagai guru atau ustad , adalah merupakan tugas yang luhur dan berat . sebab mereka tidak hanya bertugas menyelamatkan nasib  para anak didik  dari bencana hidup didunia , namun jauh dari itu  ia memikul  amanat  untuk menyelamatkan  mereka dari api neraka di aherat. Firman Allah yang artinya “ Wahai  orang-orang yang beriman , jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka “ ( QS. Atahrim . 6)                                         
        Yang termasuk keluarga disini adalah semua orang yang menjadi tanggung jawabnya. Tidak terbatas pada anak istri, tetapi termasuk warga jama’ahnya bagi imam, rakyatnya bagi pemerintah dan para muridnya bagi guru. Oleh karena itu guru dalam mendidik anak usia dini disamping harus memiliki prilaku yang terpuji menurut budi pekerti masyarakat lingkunganya dia harus memiliki ahlak yang terpuji
Menurut nilai-nilai etika agama dan masyarakat. Dalam hal ini banyak para ahli yang mencoba merumuskan etika pendidikan itu.
1.      Berjiwa Robbani
     Maksudnya guru dalam pendidikan,termasuk guru PAUD/TPA-TK haruslah menjadikan ROB( tuhan) sebagai tempat berangkat , tempat berpijak dan tempat kembali segala aktifitasnya. Tujuan tingkah lakunya serta pola berfikirnya  itu senantiasa  berpijak dari tuhan ,pada tuhan untuk tuhan. Dengan jiwa robani ini , seseorang guru dituntut senantiasa  untuk menyesuakan diri dengan kehendak tuhan, bersunggu-sungguh berpegang pada wahyunya, mengikuti syariatnya, taat dan mengabdi padanya,serta mengetahui pula sifat yang melekat padaTuhan. Tanpa memiliki jiwa robbani ini, seseorang guru akan tidak mungkin bisa mengantarkan para anak didiknya mencapai manusia yang dicita-citakan oleh dunia pendidikan yakni manusia yang berkwalitas dan taat agama.
2.      Niat Yang Benar  dan Ihklas.
     Islam mengajarka, hendaknya setiap guru melandasi dirinya dalam mendidik para muridnya dengan niat yang benar , yaitu iklas semata mata mencari ridho ilahi, bukan mencari imbalan materi , gaji, jasa, pujian, kemasyuran, kedudukan atau lainya yang datang selai dari Allah. Adaikan kemudian mendapat imbalan gaji missalnya, pastilah Gaji itu digunakan untuk mempermudah jalanya merai keridoanya, jadi tidak dijadikan sebagai tujuan( ghoyah) , tetapi justru dijadikan sebagai sarana ( wasilah) guru PAUD/TPA-TK dalam mengajarkan ilmunya, Karena memang keiklasan adalah pangkal diterimanya amal oleh Allah.
3.      Tawaduk  (  rendah hati  )
     Setiap guru PAUD/TPA  sudah seharusnya menghiasi diri dengan jiwa dan sikap  tawaduk atau rendah hati ,serta menjauhkan diri dari sikap sombong, riyak, tinggi hati, karena betapapun tinginya derajat ilmu yang  telah diraih , pada hakekatnya itu hayalah dalam satu atau dua bidang saja , sedang dalam bidang yang lain boleh jadi masih buta sama sekali, Untuk itulah tidak sepantasnya bila seorang  sombong dengan ilmunya , hanya Allah yang pantas dan berhak untuk sombong ,karena dat yang maha tahu , Bila sikap tawaduk ini benar-benar dimiliki  oleh guru PAUD/TPA tentu akan mendorong kesadaran untuk terus menambah ilmunya dengan cara belajar dari sesama guru dan teman. Ibnu Mubarok mengatakan ( Athiyah  Al abrosi 1969.259)‘’ Seseorang dikatakan berilmu jika ia masih mau belajar , dan jika mereka merasa berilmu , sungguh mereka bodoh”
4.      Yuhud (  Tidak Materialistis  )
       Sifat zuhut ini sebenarnya masih berkaitan erat dengan ketiga sifat diatas, Maksudnya seorang guru PAUD/TPA  seharusnya tidak memiliki sifat materialistic, tidak rakus terhadap dunia dan tidak mengukur segala sesuatu  dengan ukuran materi ,Sebaliknya hendaknya ia mengutamakan pola hidup sederhana, tidak tergiur kepada kemewahan dunia , baik dalam hal makan ,pakaian dan rumah tanganya.Ini tidak berarti bahwa yang dimaksud dengan zuhut itu kemudian meningalkan dunia dan hidup dalam kemiskinan .Tetapi yang dimaksud zuhud disini zuhud hati artinya guru PAUD –TPA , Hatinya tidak terpaut pada dunia , mencukupkan apa yang di rizkikan Allah  kepadanya dan ridho atas karunianya. Tepat sekali apa yang di katakana Muhamad Ahmad ( 1987.150 ) “ Bukanlah yang di maksud zuhut itu meninggalkan dunia secara total dan        meninggalkan usaha,  dan bekerja akan tetapi yang di maksud zuhud adalah menempatkan dunia di tangan bukan dihati”
        Sebab bila zuhud diartikan hidup dalam kemiskinan, berpakaian lusuh, awut- dan penampilan tidak pantas , justru guru PAUD/TPA akan diremehkan orang, itu ssebabnya , Imam Abu hanifah berpesan pada sahabat – sabatnya ( Ali Asad 197.14)“ Besarkanlah putaran  sorbanmu , dan lebarkanlah lengan bajumu” dan baguskanlah  pakainmu dan pantaskanlah kendaranmu sehinga kamu menjadi ibarat tahi lalat yang berada ditengah-tengah lautan manusia” Berpenamilan rapi,berpakaian pantas, bersikap sopan wajar dan tidak berlebihan –lebihan , Dengan demikian , ia akan dihormati orang dan tidak diremehkanya.
5.      Sabar dan Tabah Hati.
Tugas sebagai guru dan pendidik bukanlah tugas yang ringan dan mudah Tetapi tugas yang rumit dan dan berat , sebagai guru tentu akan berhadapan dengan para murid yang memiliki berbagai persoalan ,watak ,dan kecerdasan yang beraneka ragam ini membutuhkan perhatian yang serius , tekun, telaten dan sungguh-sungguh , Untuk itu seorang guru dan pendidik dituntut untuk memiliki sifat sabar dan tabah hati. Dalam kitab Taklim Muta alim ,Azarnuji  menulis,(1198. 7) “ Ketahuilah  sabar dan tabah hati adalah pangkal keutamaan dalam segala hal”
Demikianlah seorang guru dan pendidik dituntut memiliki jiwa kesabaran yang tinggi , dengan jiwa yang demikia ini maka dia tidak akan mudah putus asa dalam menghadapi berbagai rintangan . dia akan terus berusaha mencoba dan mencoba mencari solusi atau pemecahan terhadap segala kesulitan , baik yang menyangkut system pengajaran , metode pengajaran , kurikulum maupun yang lainya.
6.      Tetap Terus Telajar
Bagi guru dan pendidik dituntut untuk tetap terus menerus meningkatkan pengetahuanya , khususnya ilmu-ilmu yang diajarkan Hal ini disamping karena watak ilmu itu sendiri yang terus berkembang, juga karena adanya kekawatiran Bila terjadi kekeliruan didalam memahami ilmu yang bersangkutan, sebab bila terjadi kekeliruan , bisa berakibat fatal. Dia bisa terjerumus dalam kesesatan, dan secara berurutan  iapun bisa menyesatkan anak didiknya, cucu didiknya dan seterunya. Sebagai konsekwensinya , seorang pendidik dan guru di tutut untuk belajar dan terus belajar , baik mengikuti pelatiha-pelatihan yang sering di lakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan yang terkait , harapan penulis ini bsa jadi acuan bagi guru-guru PAUD yang ada di kabupaten batang , terutama bagi guru yang ada di TPA Harapan bunda, untuk menambah wawasan kedepan, demi menciptakan generasi yang mandiri, ceria dan berkwalitas.dan berahlak mulia
7.      Bisa jadi teladan
Semua ahli pendidikan dan para ulamak sepakat bahwa seorang pendidik,guru haruslah bisa jadikan contoh teladan bagi para muridnya , baik dalam Hal tingkah lakunya , ucapanya, kebersihan hatinya ,pergaulan dan ketaatan kepada Allah, Tugas guru bukan didepan kelas tetapi dituntut untuk bisa menjadikan sebagai wujud nyata dari apa yang diajarkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keberhasilan Rosulullah dalam mendidik umatnya  adalah  karena diri Rosul  sendiri bisa dijadikan contoh teladan , Uswatun khasanah , dari apa yang diajarkan  Allah.fir manya : yang artinya “ Sesungguhnya telah ada pada diri rosullullah sori tauladan yang baik baginya Yaitu bagi orang yang berharap rahmat Allah , kebahagian hari aherat dan dia Banyak ingat kepada Allah” ( Qs Al Ahgzab 21 ) Sifat keteladanan ini sungguh sangat penting  bagi TPA karena pada fitrah Pada murid-murid dan anak –anak itu suka meniru apa saja yang ia lihat. Anwar judi ( 1997.168)  mengatakan “  anak-anak itu lebih banyak menerima Pelajaran dengan cara meniru dan mencontoh dari pada dengan nasehatdan petunjuk “
Dari uraian di atas jelas sekali , bahwa peran guru dan pendidik akan mewanai corak prilaku anak nantinya. Maka seorang guru TPA  Harapan Bunda hendanya bisa dijadikan contoh teladan , uswatun khasanah bagi anak didik, keluarga dan masyarakat.
8.      penyantun dan pemaaf.
Salah satu dari keberhasilan dakwah rosulullah saw adalah sifat penyantun  dan pemaaf ini , bila misinya ingin berhasil seperti rosulullah saw, artinya , ia harus suka memaafkan terhadap muridnya ,tidak mempunyai rasa dendam , sanggup menahan diri dari waktu marah , lapang dada , banyak sabar , ramah , dan sikap lemah lembut terhadap anak-anaknya/murid-muridnya. Ini tidak berarti bahwa seorang guru tidak boleh bersikap tegas kepada muridnya ,sikap tegas tetap di perlukan , sesuai dengan batas-batas kewibawaan yang harus ada padanya. Karena seorang guru harus berkepribadian dan memiliki harga diri , menjaga kehormatan, menghidarkan hal-hal hina dan rendah , menahan diri dari sesuatu yang jelek dan harus tetap dihormati dan disegani oleh para anak didik,disinilah perlunya seorang guru TPA  Harapan Bunda memiliki  sikap bijaksana.
9.      Memahami dan Memahami Tabiat anak didik.
Adanya pengetahuan yang mendalam mengenai watak dan tabiat para muridnya , adat kebiasanya ,pembawaanya, kecenderunganya ,lingkunganya, tingkat perkembanganya ,rasa dan pola pemikiranya dan sebagainya, menyebabkan seorang guru tidak akan keliru dalam menghadapi para murid/anak didik. Ia akan bisa menyampaikan materi pelajaranya secara pasti dalam waktu yang tepat sesuai tingkat perkembangan dan pengetahuan para anak didik .Hal ini sesuai dengan pesan Rosullullahi saw “ dengan sabdanya ,berbicaralah dengan manusia sesuai dengan keadaan ,kemampuan akal mereka( hr Muslim). Disinilah pentingnya setiap guru melengkapi dirinya dengan berbagai Bantu, seperti  psicologi perkembangan, sosiologi perkembangan, didaktik metodik, dsb. Tanpa mengetahui ilmu bantu semacam itu , dikawatirkan sekali dalam msenangani anak anak usia dini, Khusus untuk menangani anak-anak TPA harapan unda yang berumur 03 sampai 05,06 tahun , perlu sekali para guru memahami karakteristik anak usia tersebut. Anak adalah bukan orang dewasa yang berbadan kecil, maksudnya guru tidak boleh menghadapi anak-anak disamakan dengan menghadapi orang tua Atiyah al abrosiy ( 1969.276) mengutip pendapatnya iman Ghozali“   Bermain bagi anak-anak adalah seperti bekerja buat orang dewasa. Anak-anak  yang sehat badanya tidak akan mampu duduk diam selama lima menit”Disinilah perlunya seorang guru pada sekolah anak usia dini terutama di TPA Harapan bunda , menguasai ilmu bantu dan menguasai  macam-macam dan tehnik BCM  (,bermain, bercerita, dan beryanyi) Dengan demikian harapan penulis , kegiatan pendidikan  di sekolahan anak usia dini  tidak akan jenuh dan membosankan.
Demikian uraian penulis tentang 8 macam etika guru paud yang idialnya dimiliki oleh setiap guru, tidak hanya untuk guru paud harapan bunda saja, tetapi berlaku pula bagi guru yang lain , baik guru pendidikan formal , non formal maupun guru bidang studi yang lain. Kalau mereka berpegang teguh pada nilai-nilai etika , budi pekerti yang demikian , maka insaallah  ilmu yang di sampaikan , diajarkan, barokah dan manfaat  mengantarkan generasi yang    berkuwalitas, tangguh ,berbudi luhur, cerdas dan ceria.
Namun ini tidak berarti bahwa hanya  delapan (8) hal diatas saja etika penpidik paud itu. Karena kemungkinan besar dengan banyak belajar, pelatihan serta membaca,secara lebih mendalam, harapan penulis , akan ditemukan formula yang baru  tentang nilai- nilai /etika,budi pekerti yang lain.    

D.    Selayang  Pandang Pendidikan Usia Dini/TPA Harapan Bunda.

1.       Paud/TPA Harapan Bunda  Sekolahan Orang Pingiran
Lembaga pendidikan yang beralamat  di jalan sunan fatah  desa bawang tepatnya disebelah masjid jamik Al Mutaqin desa bawang adalah lembaga pendidikan dibawah naungan  yayasan Muslimat cabang batang yakni organisasi di bawah naungan lembaga NU, lembaga social keagamaan terbesar di Indonesia.
Jadinya pendidikan usia dini Harapan Bunda, mempunyai tugas yang sangat penting mencetak generasi yang berkuwalitas yang diidam-idamkan oleh ibu demi menyongsong masa depanya, sesuai dengan nama lembaga pendidikanya, yakni harapan bunda. Karena anak merupakan anugerah Allah yang maha esa, yang kehadiranya membuat bahagia bagi keluarga, anak juga merupakan amanat dari robbil izzati kepada semua manusia, anak merupakan generasi penerus bangsa dan tumpuan keluarga, maka jagalah mereka dengan bijaksana. Sabda Rosulullah yang artinya : Bahwa anak di lahirkan  dalam keadaan bersih dan suci bagai bejana sedangkan kedua orang tuanya yang menjadikan mereka  jadi orang yahudi atau orang nasroni ( m ahmad 1998.57)    jadi jelas bahwa pedidikan  yang akan mengantarkan mereka menjadi baik.
Pendidikan anak usia dini Harapan Bunda berdiri tahun 2009, dengan jumlah murid sembilan anak /siswa dengan guru pengampu empat orang, lembaga ini mulai kiprahnya melalui kegiatan  penitipan anak dan mengunakan rumah pribadi milik Qurrotul Aeni , yang juga pengelola yayasan . Sebagai yayasan yang dirintis dengan tujuan pendidikan yang berorentasi pada kebutuhan masyarakat yakni kesibukan orang tua murid dengan pekerjaanya, disamping mencetak generasi yang berkuwalitas, mandiri ,cerdas,kreatif  dan cinta rosul dan system pendidikan yang berorentasi kekinian , mencetak generasi qur” ani  dan berahlakul karimah, Alhamdulillah, TPA Harapan Bunda tumbuh dan berkembang sangat mengembirakan dan mendapat tempat bagi masyarakat ,TPA Harapan Bunda  dua tahun terahir ini , muridnya melonjok pesat ,pd tahun 2009  siswanya Cuma 9 siswa,sekarang tahun 2011 siswanya berjumlah 60 siswa ,tidak hanya itu ,lulusan anak - anak  paud harapan bunda   memiliki kemampuan baca , tulis dan hafalan ayat- ayat pendek  beserta doa sehari –hari dengan baik.dan memuaskan. Sedangkan letak sekolahan /TPA harapan bunda terletak didekat daerah pegunungan, tujuh kilo meter utara gunung perahu,tepatnya sebelas kilo meter dari dataran tinggi Dieng ,yakni kota kecil ,penghasil sayur dan hasil bumi, dan jauh dari kota kabupaten dan jalan pantura, sehingga orang kota menyebutnya orang pinggiran/orang puncak( wong gunung)  yakni wilayah timur  berbatasan dengan ,wilayah kabupaten Kendal,wilayah  selatan berbatasan dengan Banjarnegara, itulah keberadaan  PAUD/TPA  Harapan Bunda ,di kota Kecamatan  yang di kenal dengan Desa Bawang Kecamatan Bawang Kabupaten Batang .
            
2.      PAUD/TPA Harapan Bunda  Berbasis Sekolah Terpadu,  

Dua tahun  sudah keberadaan TPA Harapan Bunda sudah menjadi harapan masyarakat bawang dan sekitarnya , dengan menyandang paud mandiri, sebutan   dari para wali murid dan masyarakat, tentu saja ada harapan yang akan dicapai oleh lembaga tersebut, baik jangka panjang maupun jangka pendek, oleh karenanya pendidikan anak anak usia dini ini, mulai menerapkan pendidikan yang berorentasi pada pendidikan yang mengunakan sistim pendidikan modern,yang  kekinian, yang mengacu  pada pendidikan  fuul day care dan semi day care, dengan mengunakan sistim ini, maka lembaga pendidikan lebih leluasa mengelola pendidikan yang komperhensif tanpa kendala waktu, itu modal yang penting untuk memajukan lembaga . berorentasi pada pendidikan yang modern dan koperhensip itu , maka lembaga pendidikan anak usia dini di TPA harapan bunda menerapkan panduan system pendidikan yang mumpuni yang sering dipakai pada sekolah unggulan  yakni sistim pembelajaran ,Holistik Intregatif  serta Kreatif  play, mengunakan bahasa pengantar pada pendidikannya, yakni memakai bahasa pengantar ibu dan alqur an serta bahasa inggris dengan mengunakan metode bcct,materi bahasa inggris for song, dan penggulangan materi( murojaah) sedangkan materi yang di tampilkan serta diajarkan , dikemas dalam bentuk pengabungan kurikulum berbasis taman pendidikan Alquran , kompetensi, praktek ibadah, pengenalan alam pegunungan, jalan-jalan, dan lain sebagainya, hal ini disesuaikan perkegembangan anak didik.  
        
3.       PAUD/ TPA Harapan Bunda  Menawarkan Program Unggulan.                           

 Beberapa program unggulan pendidikan anak usia dini , antara lain :
a.       Asmaul khusna dan hafalan doa sehari -hari
b.      Murojaah ayat-ayat pendek beserta nama surat Alquran yang 114
c.       Praktek sholat  wudlu dan  hajji
d.      Hadis pendek dan juz ama,/ qiro”ati
e.       Jarimatika ( kalkulator tangan)
f.       Bahasa inggris( dasar)
g.      Renang
h.      Home visit
i.        Ekploitasi alam
j.        Jalan –jalan
k.      Pembelajaran memakai lcd
 
Program tersebut di dukung dengan berbagai sarana yang memadai , termasuk  sarana tranportasi seperti, bis  dan mini bus sekolah jumlahnya dua buah . Disamping itu semua, pendidikan anak usia dini / taman penitipan anak usia dini di Harapan Bunda Desa bawang , menerapkan fasilitas pemberian snak dan makanan  sehat  yang diberikan  setiap hari oleh sekolahan,sesuai dengan jadwal menu yang ada, sebagai sarana penunjang tumbuh kembang anak-anak didik, biar semakin baik sesuai dengan harapan dan tahap kemandirianya  demi mengantar anak yang berkewalitas, cerdas serta terlihat ceria, disekolahan jauh dari  kedua orang tua dan pembantu rumah tangga.
Dalam membina dan mendidik  anak-anak usia dini, menjadi insan  yang berberkuwalitas dan berbudi luhur  adalah kebahagian tersendiri bagi pendidik dan penggelola pendidikan anak usia dini / taman pendidikan anak Harapan Bunda. Inilah harapan kedepan bagi anak, serta gambaran menu unggulan yang menjadi program pembelajaran yang ada dilembaga pendidikan kami, mudah-mudahan bermanfaat demi kemajuan pendidikan Taman Penitipan Anak  kedepan ,amin.   
4.      Pembelajaran di TPA Harapan Bunda.
1)      Ruang Lingkup
Ruang lingkup program kegiatan di TPA Harapan Bunda  mencakup bidang ,pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan bermain, dan jalan-jalan serta pembiasaan , yang meliputi : 1. Nilai agama dan moral, 2. Kongnitif,3. fisik, 4. Bahasa,5.sosial emosi,6.seni , kegiatan pengembangan suatu aspek anak di TPA Harapan Bunda di lakukan secara terpadu dengan aspek yang lain, mengunakan pendekatan tematik.
2)      Tujuan Pembelajaran di TPA Harapan Bunda ada dua macam yakni:
-          Tujuan Umum  yaitu system pembelajaran yang bertujuan mengembangkan berbagai potensi anak didik sejak usia dini   sebagai persiapan untuk Masa  depanya dan dapat menyesuaikan diri  dengan lingkunganya.
-          Tujuan khusus meliputi dua aspek yakni :
(1)   Anak mampu  mengenal dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan ibadah , mengenal ciptaan Tuhan ,dan mencintai sesame.
(2)   Anak memiliki nilai moral , sikap dan budi pekerti yang baik
(3)   Anak mampu mengelola dan  mengontrol ketrampilan tubuh , termasuk Gerakan halus dan kasar , serta mampu menerima rangsangan  sensorik ( panca indra )
(4)   Anak mampu mengunakan bahasa untuk  memahami bahasa pasif dan dapat berkomonikasi secara efektif dapat bermanfaat untuk berfikir dan belajar.
(5)   Anak memiliki ketrampilan hidup untuk membentuk kemandirian anak
(6)   Anak mampu mengenal lingkungan  alam, social, masyarakat serta mampu mengembangkan konsep diri , rasa memiliki dan sikap positif terhadap belajar.
(7)   Anak memiliki kepekaan terhadap irama, nada ,berbagai bunyi, bertepuk tangan, serta menghargai hasil karya yang kreatif.
5.      Perencanaan Program Pembelajaran di TPA Harapan Bunda .            
Kegiatan yang  di susun dan ditetapkan oleh TPA Harapan Bunda , sesuai dengan sistim semester ada tiga  macam perencanaan kegiatan ,yakni
a.       Perencanaan Tahunan Dan Semester.
Beberapa  langkah yang harus ditempuh oleh seorang pendidik  dalam
Membuat perencanaan tahunan dan semester.
a.kegiatan awal tahun ajaran baru , antara lain , menyusun     jadwal,dan pengadaan fasilitas yang diperlukan demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.
                     Kegiatan semester antara lain menyiapkan buku program , kegiatan
                     mingguan dan harian serta pembelajaran disertai dengan melengkapi
                     fasilitas -fasilitas keperluan semester.
b.      Perencanaan Kegiatan Mingguan dan Harian.
                     Perencanaan satuan kegiatan mingguan adalah penyusunan persiapan
                     Pembelajaran oleh pendidik TPA Harapan Bunda dalam satu minggu,
                     Sedangkan perencanaan satuan kegiatan adalah persiapan pembelajaran
                     yang akan dilakukan pendidik TPA dalam satu hari dengan melihat pa-
                     da tingkat kecerdasan anak  dengan mengacu pada menu pembelajaran
                     yang akan disampaikan..
1.      Kegiatan mingguan adalah kegiatan yang secara pasti bisa diprogramkan setiap minggu . Misalnya, hari Senin diprogramkan pemeriksaan kerapian pakaian anak , hari Sabtu diprogramkan mengevaluasi kegiatan pembelajaran mengajar yang telah diselengarakan TPA.
2.      Kegiatan harian antara lain belajar dan bermain yang akan diberikan
 pada anak didik, termasuk memeriksa kebersihan dan ketertiban ruang.  
                     Kegiatan pembelajaran mingguan dan harian di TPA Harapan Bunda di-
                     Susun berdasarkan perencanaan tahunan dan semester , dengan memper-
                     hatikan sebagai berikut : a. Tema kegiatan ,b. kelompok anak didik, c.Se
                     mester,d. jumlah waktu,jam dan tanggal serta tujuan kegiatan,e. materi,
                     tema, kegiatan serta lingkungan ,bahan ajar, f. evaluasi perkembangan a-
                     nak didik.
6.      Aspek yang akan dikembangkan dalam KBM  TPA Harapan Bunda.
a.       Nilai –nilai agama dan  moral( budi pekerti )
Merespon  hal-hal yang terkait dengan nilai-nilai agama dan budi pekerti
·         Anak sudah bisa mengikuti bacaan doa, asmaul khusna, ayat pendek
sebelum belajar walaupun belum lengkap.
·         Anak sudah bisa mengikuti gerakan sholat, dan hafal bacaanya meski
belum lengkap
·         Anak  sudah mampu menyebut beberapa contoh ciptaan Tuhan.
·         Anak mengucapkan terima kasih setelah menerima sesuatu.
·         Anak sudah mengucapkan salam saat datang.s
b.      Motorik.
·         Anak dapat naik turun  tangga tanpa bantuan  guru TPA, tetapi belum
mengunakan dua kaki secara bergantian
·         Anak dapat melompat lompat dengan kedua kaki , tetapi masih 
·         kesulitan bila melompat dengan mengunakan satu kaki.
c.       Kongnitif.
·         Mengenal pengetahuan umum
·         Mengenal konsep ukuran, bentuk dan pola
d.      Bahasa
·         Menerima bahasa
·         Mengungkapkan bahasa
e.       Sosial  emosional
·         Mampu mengendalikan emosi
·         Dapat menunjukkan ekpresi wajah sedih ,senang dan takut.
·         Dapat berkonsentrasi mendengarkan cerita
·         Sudah dapat makan dan minum  serta pergi ketoilet sendiri.
f.       Seni.
·         Anak dapat menyayikan beberapa lagu pendek dan lengkap
·         Anak mampu bertepuk tangan mengikuti irama.
7.      Program Pembelajaran di TPA Harapan Bunda
Program pembelajaran pada TPA meliputi :
1.      Persiapan pembelajaran
a.       Perencanaan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan atas tema yang
dekat dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik. Dikembangkan da-
lam bentuk silabi /satpel kegiatan, baik harian ataupun mingguan dengan mengunakan pendekatan yang menyeluruh dan terpadu
b.      Satuan kegiatan harian dan mingguan  disusun oleh guru yang  berpedoman pada menu pembelajaran  yang diambil dari aspek perkembangan anak usia dini.
c.       Pembelajaran mengunakan pendekatan metode lingkaran dan permainan dengan berpijak pada 1. Kemampuan yang dikembangkan
2.topik dan kegiatan pembelajaran3.alat dan bahan yang akan digunakan 4, waktu yang digunakan dalam KBM.
              2.  Pelaksanaan Pembelajaran di TPA Harapan Bunda.
                 a  .Waktu 1. Anak dititipkan sehari penuh  dari jam 07.00  sampai 17..00
                                  2. Anak dititipkan hanya setengah hari dari jam 07.00     sampa-
                                       17.00.
                 b.  Kegiatan dalam satu hari dengan kegiatanya sbb :
                      1.  Kegiatan penyambutan  oleh guru TPA yang datang lebih awal     
                      2.  Kegiatan anak bermain bebas dihalaman 
                      3.  Kegiatan anak di sentra bersama guru 
                      4.  kegiatan / materi inti
                      5.  Makan bersama dan istirahat.
                      6.  TPQ / Tidur / istirahat.
                      7. Mandi sebelum pulang.
8.   Pengelolaan Administrasi TPA harapan Bunda. Meliputi sbb :
        1.  Administrasi  Umum.  yang ada  adalah sebagai berikut : a. formulir pendaft-
              aran, b.buku induk,c. buku daftar hadir guru/ karyawan,d. daftar hadir anak,c                                    
              buku tamu,f. buku agenda,g. buku arsip, h.buku infentaris baranng
        2. Administrasi Keuangan. Meliputi : a.buku kas, b. buku pengeluaran  dan penerimaan  uang ,c. kartu pembayaran dari anak didik.
        3.  Administrasi Kegiatan, yang meliputi sbb: a. buku program kegiatan harian
            dan mingguan  b. jadwal kegiatan KBM,c, buku penghubung ortu dan guru
            d. buku catatan perkembangan anak.
9.   Evaluasi  di TPA Harapan Bunda
        Evaluasi  harus dilakukan  untuk mengetahui ,sejauhmana program pembelajaran / KBM yang telah dilaksanakan di taman penitipan anak usia dini  telah tercapai, evaluasi ini sangatlah berguna dalam menentukan arah kebijakan yang akan dilakukan demi kemajuan proses pembelajaran selanjutnya. Yakni proses yang mendorong terciptanya anak-anak kita yang berkuwalitas , cerdas ,ceria berbudi sehingga tercipta generasi yang kuat ,tangguh serta tumbuh dan berkembang sesesuai dengan potensinya.

E.     Tindak Lanjut TPA Harapan Bunda.
         Rencana tindak lanjut  yang akan di tertapkan pada TPA Harapan Bunda adalah Sebagai sangar belajar anak- anak  yang modern dan bekualitas dengan memberikan pelayanan ektra , dan bimbingan les untuk anak sekolah dasar , baik les matematika maupun les bahasa asing dan pembelajaran agama, bagi alumni  TPA Sehiungga anak didik , masih bisa kami bimbing menjadi anak yang berprestasi meski sudah masuk sekolah   dasar, disamping itu di TPA harapan Bunda akan membuka perpustakaan,dan TPQ.


BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.    Kesimpulan
Pendidikan dan pembelajaran budi pekerti merupakan hal yang penting di dalam proses pembentukan insan yang cerdas, kuat dan tangguh di dalam mengatasi krisis multi dimensial, demi mengejar ketertinggalan dengan Negara lain. Dengan adanya system pendidikan anak usia dini merupakan upaya untuk menciptakan SDM yang berkualitas.
TPA Harapan Bunda dengan menerapkan program-program unggulannya merupakan solusi yang mungkin bisa dikembangkan untuk mengatasi kekurangan SDM ke keadaaan yang dipersiapkan untuk membangun Negara yang maju.

B.     Rekomendasi
Konsep pendidikan yang berorientasi pada budi pekerti dan pendidikan usia dini yang berorientasi pada Al-Qur’an/agama merupakan jawaban untuk mengatasi krisis yang multi dimensial ini. Dengan adanya TPA Harapan Bunda yang berorientasi pada sekolahan yang berbasis pada pendidikan AL-Qur’an dan budi pekerti mudah-mudahan bisa mengantarkan anak kearah atau memecahkan masalah yang dialami oleh bangsa yang mengalami krisis ekonomi, SDM, kebudayaan, pendidikan dan kesehatan.
Begitulah pendidikan dan pembelajaran budi pekerti mesti harus dilakukan, hal ini bila ingin mewujudkan generasi yang memiliki SDM berkualitas. Dan hanya dengan SDM yang unggul serta berbudi  inilah maka bangsa Indonesia akan mampu untuk terus eksis di tengah persaingan bangsa-bangsa global sekarang ini.
Namun satu hal yang harus disadari bahwa keberhasilan pendidikan dan pembelajaran budi pekerti  itu ditentukan oleh banyak factor yaitu guru sebagai agent pembaruan itu sendiri , sekolah dan kurikulum yang ada, serta metode  dan system pendidikan yang di anut,dan yang tak kalah pentingnya    adalah kemauan semua fihak dari kita semua dan kebijakan pemerintah  yang 
mendukung.                                        







DAFTAR PUSTAKA

 

Abdullah nasikh Ulwan. 1985. Tarbiyatul Aulat  fil Islam.  Bairut Darussalam.


Abdul Hamid  Al Hasimiy. 1981. Arrosulu Alarabiyu  Al murobii, Damsik Suria Jamik AL Huqquki.

Abu Hamid Al Ghozali. 1987. Ihyak Ulumudin

Ahmad Amin, Dr. 1991. Etika / ahlah dalam Islam. Bulan Bintang.

Azzar muji. t.th. Taklim Mutaalim.

Muhamad ahmad . 1987. Al ilmu , fadluhu , tholabuhu, adabil taklim mutaalim’Jedda Arab Saudi , Darul m. hadist.

Departemen pendidikan nasional. 2010. Pedoman penyelengaraan  PAUD.

Muslimat NU pusat. 2009. Pedoman penyelengaraan anak usia dini./ TPA.

Anwar, Dr., M.Pd. – Arsyad Ahmad, Ir. M.Pd. 2004. Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta, CV.

Chairuddin Hadhiri, SP. 1993. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press.

Departemen Agama. 1997. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: PT. Bumi Restu.

Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Pedoman Penyelenggaraan TK Alternatif Model TK Al-Qur’an. Jakarta: Proyek Pengendalian Mutu Taman Kanak-Kanak Depdiknas.

Hibana, S. Rahman, M.Pd. 2002. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: PGTKI/Press.

M. Budiyanto, H. Drs. 2000. Profil Ustadz Ideal. Yogyakarta: Balitbang LPTQ Nasional.

Muhammad Ali Ash-Shobuni. 2001. Ikhtisar Ulumul Qur’an Praktis (Terjemahan). Jakarta: Pustaka Amani.

Muhammad Jamal Zeeno. 2005. Resep Menjadi Pendidik Sukses (Terjemahan). Bandung: Hikmah.

Muhammad Nur Abdul Hamid. 2004. Mendidik Versi Rasulullah SAW (Terjemahan). Yogyakarta: Darussalam.

Sri Harini, S.Ag., M.Si. 2003. Mendidik Anak Sejak Dini. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Sutari Imam Barnadib, Prof. Dr. 1995. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistimatis. Yogyakarta: Andi Offset.

Team Tadarus “AMM”. 2003.Ringkasan Pengelolaan, Pembinaan dan Pengembangan Gerakan M 5A. Yogyakarta: Balitbang LPTQ Nasional Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar