PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN BUDI
PEKERTI
ANAK USIA DINI SEBAGAI UPAYA MENYIAPKAN SDM YANG BERKUALITAS DAN SELAYANG PANDANG TPA HARAPAN BUNDA
DESA BAWANG
Kajian ilmiyah diajukan guna mengikuti
lomba jambore
1000
PTK PAUDNI TAHUN 2011
Sebagai acuan kegiatan KBM
PAUD Holistik Intregratif

Disusun Oleh:
Pengelola
PAUD/TPA HARAPAN
BUNDA
DESA BAWANG
KABUPATEN BATANG
HALAMAN PENGESAHAN
Nama : Drs. Qurotul Aeni
Tempat/Tanggal
Lahir : Batang, 19 Desember 1966
Jabatan : Kepala PAUD Harapan
Bunda Kecamatan
Bawang
Judul Karya Ilmiah :
PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN BUDI PEKERTI
ANAK USIA DINI SEBAGAI UPAYA
MENYIAPKAN
SDM YANG BERKUALITAS
DI
TPA HARAPAN
BUNDA DESA BAWANG
pengelola
PAUD Harapan Bunda
Kecamatan Bawang
Drs. Qurotul Aeni
|
Batang, 14 Mei 2011
Ketua AN KUPT DISDIKPORA
Kecamatan Bawang
HJ.Kiswati ,S.Pd.
NIP :
19580701978022001
|
ABSTRAK
Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk
menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia
dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini / TPA, yaitu pendidikan
yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 8 tahun. Sejak dipublikasikannya
hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena
pentingnya PAUD/TPA merupakan keniscayaan. TPA menjadi sangat penting mengingat
potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang
usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut the
golden age (usia emas).
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah “suatu upaya
pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun
yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan
dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”(pasal 1, butir 4). Disebutkan lebih
lanjut bahwa PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, dan PAUD/ TPA
dapat diselenggarakan dalam jalur pendidikan formal, nonformal dan informal.
PAUD jalur pendidikan nonformal diselenggarakan dalam bentuk Kelompok Bermain,
Taman Penitipan Anak dan bentuk lain yang sederajat.
Ada dua tujuan dilaksanakannya PAUD, yaitu tujuan utama dan tujuan
penyerta. Tujuan utama PAUD adalah memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan
anak sedini mungkin yang meliputi aspek-aspek fisik, psikis, dan sosial secara
menyeluruh yang merupakan hak anak. Adapun tujuan penyerta PAUD adalah membantu
menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolahngan .Maka
dengan kedua tujuan tersebut, memberikan pendidikan dan pembelajaran budi pekerti di TPA/PAUD
sangatlah penting diberikan sejak awal demi mencetak anak didik yang
berkuallitas dan berbudi luhur, demi menyongsong masa depan bangsa yang tangguh
dan kuat. Dengan demikian maka negara akan terhindar dari krisis multi
dimensial baik moral, kesehatan dan ekonomi.
PRAKATA
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan
sangat menentukan bagi perkembangan anak di kemudian hari. Secara naluri,
keluarga (terutama orang tua) merupakan pendidik yang pertama dan utama ketika
anak dilahirkan. Oleh karena itu, sebenarnya kita tidak bisa melarang siapapun
yang ingin berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini bagi
putra-putrinya. Pemerintah juga tidak bisa melarang para orang tua untuk
mengirim putra-putrinya yang masih berusia dini ke lembaga Pendidikan Anak Usia
Dini sesuai yang dikehendakinya.
Menyadari akan semuanya tadi, tepat kiranya bila negara menetapkan
pendidikan anak usia dini sebagai pasal tersendiri dalam UU Sistem Pendidikan
Nasional yang baru (UU Nomor 20 Tahun 2003, pasal 28). Pendidikan anak usia
dini tidak hanya dibatasi yang ada di jalur formal (seperti Taman Kanak-kanak
atau yang sederajat), tetapi juga terbuka peluang di jalur nonformal (Taman
Penitipan Anak, Kelompok Bermain atau bentuk lain yang sederajat), dan di jalur
informal (seperti pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan dalam keluarga).
Di dalam pendidikan anak usia dini, anak belajar berpisah dari orang tua
dan dari lingkungan sehari-harinya di rumah. Mereka belajar bersosialisasi dengan
lebih banyak orang, seperti guru Pendidikan Anak Usia Dini, dan teman-teman
sekelasnya. Di dalam pendidikan anak usia dini anak menjalani tahapan yang
sangat mendasar dan penting bagi perkembangan dan pendidikan mereka
selanjutnya. oleh sebab itu, keberadaan guru atau pendidik di pendidikan anak
usia dini sangat penting, yaitu berfungsi sebagai pengganti orang tua. Di dalam
pendidikan anak usia dini inilah anak memperoleh pengalaman lain, yaitu belajar
tunduk pada otoritas selain orang tuanya. sekarang bukan bukan orang tua saja
yang membimbing anak, namun ada guru yang tentunya mempunyai gaya dan aturan
yang berbeda dengan aturan dan gaya kedua orang tuanya. Oleh karena itu,
Pendidikan Anak Usia Dini dianggap sebagai tempat awal anak untuk bermasyarakat.
Maka dari itu pendidikan dan pembelajaran budi pekerti sejak dini sangat
dibutuhkan di masyarakat demi mencetak anak didik yang berkuallitas dan berbudi
luhur, demi menyongsong masa depanya.
Akhirnya saya
menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah ikut andil demi
tersusunnya karya ilmiah ini. semoga dengan disusunnya karya ilmiah ini dapat
memberikan manfaat yang di ridloi Allah SWT
Batang,
14 Mei 2011
Penulis
Drs.
Qurotul Aeni
DAFTAR ISI
PENGESAHAN............................................................................................ i
ABSTRAK..................................................................................................... ii
PRAKATA.................................................................................................... iii
DAFTAR
ISI................................................................................................. v
DAFTAR
TABEL......................................................................................... vi
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................ 1
A.
Latar Belakang............................................................................. 1
B.
Masalah........................................................................................ 2
C.
Tujuan........................................................................................... 2
D.
Manfaat........................................................................................ 2
BAB
II LANDASAN TEORITIS................................................................ 4
A.
Potret Buram Generasi Kini........................................................ 4
B.
Pendidikan dan Pembelajaran Budi
Pekerti Sejak Usia sebagai Solusi 8
C.
Menyiapkan SDM Sejak Usia Dini............................................. 10
BAB
III METODE DAN PROSEDUR KERJA.......................................... 12
A.
Metode........................................................................................ 12
B.
Pengolahan dan Penganalisasian
Data........................................ 1
BAB
IV HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................... 13
A.
Faktor-Faktor Penunjang............................................................. 13
B.
Selayang Pandang Pendidikan Usia Dini/TPA Harapan
Bunda 22
C.
Tindak Lanjut TPA Harapan Bunda........................................... 29
BAB
V SIMPULAN DAN REKOMENDASI............................................ 30
A.
SIMPULAN....................................................................................... 30
B.
REKOMENDASI (secara operasional
untuk implementasi temuan) 30
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel
: 1 ; Perinngkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi menurut UNDP. 4
Tabel
: 2 ; Peringkat negara berkembang menurut laporan ESEI................... 5
Tabel
: 3 ; Daya saing SDM Indonesia........................................................... 5
Tabel
: 4 ; Negara paling korup di dunia........................................................ 7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era global ini seakan dunia tanpa jarak.
Komunikasi dan transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional dapat
dilakukan sepanjang waktu. Demikian pula nanti ketika perdagangan bebas sudah
diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja bersifat multi bangsa.
Pada saat ini bangsa yang unggullah yang akan mampu bersaing.
Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan
yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang
hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan
sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu
pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 8 tahun. Sejak
dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan
psikologi maka fenomena pentingnya PAUD merupakan keniscayaan. PAUD menjadi
sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang
terbentuk pada rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia
dini sering disebut the golden age (usia emas).
Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem
pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan di Indonesia terdiri dari
pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi yang keseluruhan merupakan kesatuan yang sistematik. PAUD
diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD dapat diselenggarakan
melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. PAUD pada jalur
pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau
bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk
Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang
sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk keluarga atau
pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
B.
Masalah
Sumber
daya manusia yang ada di Indonesia belum setara dengan Negara-negara lain, baik
kualitas maupun moral. Makanya perlu pendidikan dan pembelajaran budi pekerti
sejak usia dini, untuk mencetak manusia yang cerdas dan bermoral.
C.
Tujuan
Adapun tujuan dalam karya ilmiah ini adalah sebagai
berikut :
1. Untuk memberikan informasi tentang perlunya pendidikan dan
pembelajaran budi pekerti di PAUD khususnya di TPA.
2. Untuk memberikan acuan pada masyarakat tentang perlunya proses
pendidikan yang harus diberikan pada TPA, terutama materi dan syarat-syarat
yang harus dipenuhi dalam kegiatan belajar mengajar.
D.
Manfaat
Berdasarkan penelitian karya ilmiah tersebut,
diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis dan praktis.
1. Manfaat Teoritis
Hasil penulisan karya ilmiah tersebut diharapkan dapat
memberikan gambaran untuk masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan
pembelajaran budi pekerti bagi anak usia dini untuk mempersiapkan generasi yang
cerdas dan berbudi, ceria dan kreatif, serta mandiri.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Dapat memberikan suatu gambaran baru tentang proses
pendidikan dan pembelajaran serta pemilihan materi (kurikulum) yang sesuai
dengan tumbuh kembang anak.
b. Bagi Pembaca
Karya ilmiah ini dapat memberi wawasan dan ilmu
pengetahuan tentang pendidikan dan pembelajaran budi pekerti yang harus
diterapkan pada anak-anaknya.
BAB II
LANDASAN TEORITIS
A. Potret Buram Generasi Kini
Memotret generasi kekinian, dari berbagai dimensi,
nampak kurang menyenangkan. Sejak dinyatakan krisis pada tahun 1995, hingga
lebih dari satu dasawarsa berikutnya, nampak sekali bila Indonesia belum
bisa lepas dari apa yang disebutnya dengan “krisis multidimensional” ini.
Fakta-fakta dibawah ini akan membenarkan masih bergelimangnya Indonesia pada
kubangan krisis multidimensional ini.
1.
Kondisi kualitas fisik manusia Indonesia
menurut laporan UNDP, semakin memprihatinkan. Indek pembangunan manusia ditilik
dari tingkat kesehatan, pendidikan dan ekonomi rata-rata penduduk, menempatkan Indonesia pada
peringkat 111 dari 175 negara. Peringkat ini jauh dibawah negara-negara
tetangga; Singapura (25), Brunei Darusalam (31), Malaysia (58), Thailand (76)
dan Filiphina (86). Peringkat Indonesia
bhkan dibawah negara-negara terbelakang seperti Aljazair (108),
Guinea-Katulistiwa (109) dan Kisgistan (110). (Berita Indonesia, Juli
2008)
Negara
|
Peringkat |
Singapura
|
25
|
Brunei Darussalam
|
33
|
Malaysia
|
58
|
Thailand
|
76
|
Filiphina
|
86
|
Aljazair
|
108
|
Guinea-Katulistiwa
|
109
|
Kisgistan
|
110
|
Indonesia
|
111
|
Tabel : 1
Peringkat pendidikan, kesehastan dan ekonomi menurut UNDP
2. Menurut laporan ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia), tahun
2000 dalam soal daya saing bangsa, Indonesia menempati urutan 44 dari 45 negara
berkembang. Tahun 2001, urutan 46 dari 47 negara berkembang. Dalam hal daya
saing SDM, tahun 2000 Indonesia
berada pada posisi 43 dari 45 negara. Tahun 2001, pada posisi 45 dari 47 negara. Tahun 2002, pada posisi 48 dari
49 negara. Dalam hal daya saing untuk menarik investor, Indonesia berada pada
posisi kedua dari bawah. (Berita Indonesia, Juli 2007)
Tahun
|
Peringkat
|
Jumlah Negara yang
Disurvey
|
2000
|
44
|
45
|
2001
|
46
|
47
|
2002
|
49
|
49
|
Tabel : 2
Peringkat daya saing bangsa negara berkembang menurut laporan ISEI
Daya Saing SDM Indonesia
Tahun
|
Peringkat
|
Jumlah Negara yang
Disurvey
|
2000
|
43
|
45
|
2001
|
45
|
47
|
2002
|
48
|
49
|
Tabel : 3
Daya saing SDM Indonesia
3.
Di seluruh Indonesia
sampai 20 Juni 2005, terdapat 25.467 kasus gizi buruk (busung lapar) yang menimpa
balita. (Harian Rakyat Merdeka, 21 Juni 2007). Bila diusia balita
bergizi buruk, sulit rasanya diusia dewasa akan mampu berprestasi optimal.
4.
Mantan Menneg Perencanaan
Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Sri Mulyani, mengatakan bahwa jumlah
keluarga miskin tahun 2005 tercatat 16,5 juta keluarga. Sedang Badan Pusat
Statistik (BPS), memaparkan jumlah warga miskin saat ini 52 juta orang. Untuk
pengangguran penuh, Ketua Dewan Direktur Center of Information dan Development
Studies (CIDES), Umar Juoro, memperkirakan sebanyak 10,3%. Sedangkan
pengangguran setengah penuh, sekarang ada 31,2%. Kata Iman Sugema dari INDEF
(Institute for Development of Economic and Finance) ini artinya, total
pengangguran di Indonesia
mencapai 40 juta jiwa dari total penduduk yang sekitar 200 juta jiwa. (Harian Republika,
20 Oktober 2007)
5.
Dalam hal hutang, ternyata
jumlanya terus terjadi peningkatan. Tahun 1966, pada akhir masa pemerintahan
Soekarno, tercatat 6,3 miliar dolar AS. Tahun 1998 saat kejatuhan Soeharto
membengkak menjadi 54 miliar dolar AS. Prestasi besar dicatat oleh pemerintah
Habibie sukses menambah hutang 23 milyar dolar AS. Hal yang lebih kurang
serupa, walaupun dengan volume yang kecil, terus berlanjut dalam 3 pemerintahan
berikutnya. Saat ini, secara keselurhan bangsa Indonesia memiliki hutang luar
negeri sebesar 78 miliar dolar AS. Jika ditambah dengan hutang dalam ngeri yang
muncul sejak 1998, yakni yang berjumlah sebesar Rp 630 triliun, saat ini
memiliki hutang sekitar Rp 1.300 triliun. Artinya jika dibagi dengan jumlah
penduduk, setiap manusia Indonesia
rata-rata memiliki hutang sebesar Rp 6,5 juta per kepala. (Revisond Baswir,
dalam “Republika, 17 April
2006)
6. Bila beban hutang begitu besar, ternyata angka korupsi di Indonesia juga
tidak kalah seramnya. Tahun 2006, Indonesia masih tercatat sebagai
negara yang unggul korupsinya. Menurut data Transparency International (TI), Indonesia masih
menempati rangking 130 dari 163 negara yang disurvey. (Harian Jawa Post, November 2006).
Peringkat I (paling korup) ditempati Haiti. Posisi Indonesia tahun 2006 tak
jauh dari rangking 2005 yang masuk 5 besar dari 146 negara. Di kawasan Asia
Tenggara, Indonesia hanya lebih sedikit baik dari Myanmar. Dari laporan TI itu,
Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia hanya 2,7 atau hanya sedikit lebih baik
daripada IPK Myanmar 1,9. (Catatan: Skor IPK adalah 10 menunjukkan negara
tersebut paling bersih dari korupsi, sedangkan yang mendekati angka 0 berarti
yang paling parah).
Negara Paling Korup di Dunia Tahun 2007
No
|
Negara |
CPI
|
Rangking
|
1.
|
Haiti
|
1,6
|
163
|
2.
|
Myanmar
|
1,9
|
160
|
3.
|
Iraq
|
1,9
|
160
|
4.
|
Bangladesh
|
2,0
|
156
|
5.
|
Kamboja
|
2,1
|
151
|
6.
|
Pakistan
|
2,2
|
142
|
7.
|
Kamerun
|
2,3
|
138
|
8.
|
Papua Nugini
|
2,4
|
130
|
9.
|
Indonesia
|
2,4
|
130
|
10.
|
Timor
Leste
|
2,6
|
111
|
Tabel : 4
Negara paling korup di dunia
7.
Dalam hal moralitas, tidak kalah
memprihatinkan, Iip Wijayanto di tahun 2002, melaporkan penelitian di komunitas
mahasiswa Yogya. Hasilnya 95% lebih mahasiswi Yogya tidak lagi perawan. Sedang
peneliti dokter Muchtadi, M.Sc., Kepala sub Dinas Pelayanan Kesehatan
Masyarakat Jawa Tengah, menyimpulkan bahwa 6% pelajar SLTA di Jawa Tengah
pernah melakukan “pergaulan bebas” (Harian Republika, 12 April 1996).
8.
Dalam hal kemampuan membaca
Al-Qur’an kitab yang diyakini sebagai pedoman oleh mayoritas bangsa Indonesia, juga
sangat memprihatinkan. Yayasan Team Tadarus AMM sebagai Balai Litbang LPTQ
Nasional (2003:1) mencatat data telah terjadi peningkatan ketidakmampuan umat
Islam Indonesia
dalam membaca Al-Qur’an. Bila pada tahun 1950-an, yang tidak mampu membaca
Al-Qur’an hanya 17,5%, tahun 1980-an meningkat menjadi 56% dan di tahun 1988
meningkat lagi menjadi 75%. Kemudian pada bulan September 2004, AMM diminta
untuk melakukan test penjajagan kemampuan membaca Al-Qur’an terhadap 60 orang
Guru SD (guru kelas) di Yogyakarta. Diharapkan guru-guru ini bisa membantu
guru-guru agama mengajarkan Iqro’ klasikal di sekolahnya masing-masing.
Ternyata, dari 60 guru tersebut, 23 orang (38%) belum bisa membaca Al-Qur’an
sama sekali, 18 orang (30%) masih terbata-bata, dan hanya 19 orang (32%) yang
telah lancar membaca Al-Qur’an.
B. Pendidikan dan Pembelajara Budi Pekerti Sejak dini Sebagai Solusi
Potret buram generasi masa kini, bila terus dibiarkan
maka tak mustahil dalam waktu yang tidak terlalu lama bangsa Indonesia akan
berantakan. Untuk itu, tugas kita semua untuk seoptimal mungkin memperbaikinya.
Disamping perbaikan untuk generasi sekarang ini, yang
tak kalah pentingnya adalah kita siapkan generasi mendatang agar lebih baik dan
lebih kuat dari yang sebelumnya. Allah mengingatkan:

Artinya:
“Dan hendaklah takut
(kepada Allah) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang
mereka anak-anak keturunan yang lemah”. (QS. An-Nisa’:9)
Ada 6
kekuatan yang seharusnya kita miliki dan kita siapkan:
1.
Quwwatul ‘aqidah, yaitu kekuatan keimanan (idiologi power)
keyakinan penuh bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang bisa
menyelamatkan dan mensejahterakan seluruh dunia. (QS. Al-Ambiya’:107)
2.
Quwwatul Khuluqi,
yaitu kekuatan akhlak dan moral. Akhlak perilaku kita senantiasa berpedoman
pada akhlakul kharimah yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswah (QS.
Al-Ahzab:21)
3.
Quwwatul Ilmi, yaitu
kekuatan ilmu dan teknologi. Dengan
iptek suatu bangsa akan menjadi disegani oleh bangsa lain dan dapat melintasi
penjuru langit dan bumi. (QS. Al-Mujadalah:11 dan QS. Ar-Rahman:33)
4. Quwwatul Iqtishodi, yaitu kekuatan ekonomi. Harta memang bukan segala-galanya, tetapi
tanpa harta pelaksanaan jihad menjadi kurang sempurna dan sulit. (QS.
Ash-Shoff:11)
5. Quwwatul
Ijtima’i, yaitu
kekuatan organisasi. Kebenaran yang tidak diorganisir dengan baik akan
dihancurkan oleh kebathilan yang terorganisir. Termasuk dalam kekuatan ini
adalah kekuatan persatuan dan kebersamaan. (QS. Ash-Shodd:4)
6. Quwwatul jismi, yaitu kekuatan badan atau jasmani. Sebab
hanya terletak pada badan yang sehatlah akal seseorang akan terlihat
keberadaannya.
Untuk
memiliki 6 kekuatan diatas, sarana strategisnya adalah melalui “pendidikan dan
pengajaran budi pekerti ”. Kita siapkan pendidikan dan pengajaran budi pekerti
anak-anak kita dengan sebaik-baiknya agar menjadi generasi bangsa yang tangguh.
Disinilah perlunya pembelajaran budi pekerti dan pendidikan ini segera untuk
dilakukan. Kita perlu belajar banyak dari negara-negara tetangga, semisal
Jepang, Singapura dan Malaysia.
Ketika kota
Hirosima dan Nagasaki luluh lantak dibom atom Agustus 1945 lalu, seorang bijak
bestari Jepang segera bertanya apakah masih ada guru yang tersisa? Ketika
diketahui masih ada beberapa guru yang hidup, orang bijak itu menyatakan
optimis bangsa Jepang akan segera bangkit dari keterpurukan fisik dan mental.
Sebab hanya gurulah yang akan mampu mendidik generasi baru menjadi lebih baik.
Sampai sekarang orang Jepang sangat hormat pada guru. Satu guru, akan mampu
menghantar sekian puluh orang lain menjadi pintar.
Perdana
Menteri Lee Kwan Yew, pada awal menjabat (50 tahun lalu) menata Singapura
dengan lebih mendahulukan sektor pendidikan dan moral. budget tertinggi pada
peningkatan kualitas guru. Lee Kwan percaya hanya dengan cara itulah, Singapura
akan memiliki generasi muda/baru berbudi
yang ber-SDM kualitas tinggi. Kini, Lee membuktikan apa yang diprediksikan.
Singapura dengan wilayah yang sekecil itu menjadi negara makmur dan sejahtera
nomor dua di dunia. Semua berkat ‘anak-anak’ yang 40 tahun lalu, dididik. Apa
yang ditanam Lee, benar-benar berbuah lezat.
Langkah
Singapura, diikuti Malaysia. Pada pertengahan tahun 1960-an Malaysia mengirim
pada guru untuk belajar di seluruh penjuru dunia. Tentu saja termasuk ke
Indoneisa. Karena kita ‘telat mikir’ maka menjadi seperti kebakaran jenggot –
ketika melihat negara jiran itu kini melesat menjadi negara maju. Sementara
kita tetap terpuruk.
Tegasnya,
kita mesti dan harus membenahi sektor pendidikan dan moral generasi ini degan
sebaik-baiknya dan sesegera mungkin. Jadikan sektor pendidikan dan budi pekerti
anak usia dini sebagai pilihan pembangunan yang utama. Tinggalkan kesalahan
masa lalu, disaat awal orde baru dulu, yang telah menjadikan pertumbuhan
ekonomi sebagai pilihan standar pembangunan. Akibatnya justru kini malah
terpuruk dalam krisis multi dimensional yang menyedihkan.
Tengoklah
Jerman. Negara yang kini menjadi negara tujuan belajar ilmu teknik nomor satu
di dunia, dan tujuan belajar nomor tiga setelah Amerika Serikt dan Inggris itu
– sejak zaman dulu, menempatkan fasilitas pendidikan dan pengajaran moral warganya
sebagaimana negara itu memberi fasilitas publik. Guru menjadi profesi yang
terhormat serta berbudi dan membanggakan dan menjanjikan kehidupan intelek,
maju dan sejahtera. Kenapa dengan negara Indonesia
?.....................................
C. Menyiapkan SDM Sejak Usia Dini
Di atas telah ditegaskan bahwa untuk mengatasi potret
buram generasi masa kini, adalah kita siapkan generasi mendatang menjadi
generasi yang tangguh, generasi yang memiliki SDM yang berkualitas prima,
dengan di tandai oleh dimilikinya 6 kekuatan, yaitu kekuatan (1) aqidah, (2)
moral, (3) iptek, (4) ekonomi, (5) persatuan dan kesatuan, serta (6) sehat
jasmaninya. Untuk itu, semua usaha
pendidikan dan pengajaran budi pekerti mesti harus difokuskan pada 6 kekuatan
ini. Keadaan yang demikian harus berlangsung sejak usia sedini mungkin.
Tegasnya,
perlu disiapkan SDM yang berkualitas ini sejak anak-anak usia dini. Mengapa?
Ada 2 alasan
mendasar dalam hal ini:
- Secara kuantitas, potensi anak usia dini di Indonesia sangatlah besar. Jika upaya mendidik anak dimulai sejak 0 tahun sampai 6 tahun, maka jumlanya tidak kurang dari 24 juta anak atau 11,6% dari penduduk Indonesia yang berjumlah 206.264.595 (pada tahun 2000). Perkiraan ini didasarkan pada statistik hasil sensus 2000 yang mencatat jumlah penduduk usia 0-4 tahun sebanyak 20.302.376 (10,09%) dan usia 5-9 tahun sebanyak 20.494.091 (10,18%). Dari jumlah tersebut, diperkirakan baru sekitar 5-10% yang terjangkau PAUD/ (Pendidikan Anak Usia Dini) dalam bentuk penitipan anak, kelompok bermain, TK/RA dan TKA (Dr. Anwar, M.Pd., 2004:2-3). Dari data ini, menunjukkan bahwa sebagian besar potensi kuantitas anak usia dini belum tersentuh oleh PAUD, apalagi oleh pendidikan yang berkualitas.dan memadahi.
- Secara kualitas, anak usia dini merupakan usia yang sangat potensial untuk dididik. Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Bila ia mendapatkan pendidikan bermutu secara cukup dan benar, bisa diharapkan kelak ia akan menjadi generasi yang berkepribadian unggul. Memang, sebagaimana kata Sutari Imam Barnadib (1987:78), bayi yang baru lahir merupakan makhluk yang tidak berdaya, namun ia dibekali dengan berbagai kemampuan yang bersifat bawaan, antara lain kemampuan untuk bereksplorasi dan beremansipasi. Kedua kemampuan ini, pada anak usia 0-8 th, berkembang dengan sangat luar biasa. Itulah sebabnya, sebagaimana kata Dra. Hibana S Rahman, M.Pd. (2002:5), usia ini disebut sebagai “Golden Age” (usia emas). Lebih lanjut dia mengatakan bahwa ditinjau dari perkembangan otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital, yakni meliputi 80% perkembangan otak. Lebih jelasnya, bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25% orang dewasa. Untuk mencapai kesempurnaan perkembangan otak manusia 50% dicapai hingga usia 4 th, 80% hingga usia 8 tahun dan selebihnya diproses hingga anak usia 18 tahun.
Dengan
demikian, bila penyiapan SDM yang berkualitas ini dimulai sejak usia dini, maka
tentunya kita tidak akan kehilangan momentum yang sangat tepat dan strategis
ini.
BAB
III
METODE
DAN PROSEDUR KERJA
A. Metode
Metode yang digunakan adalah metode observasi. Observasi
merupakan cara mengumpulkan data yang biasa digunakan untuk mengukur tingkah
laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan Yang dapat diamati baik dalam situasi yang
alami (sebenarnya) maupun situasi buatan. Tingkah laku anak
,materi, guru dan kbm, merupakan
hal yang paling cocok dinilai dengan observasi. Tentu saja penilai harus
terlebih dahulu mempersiapkan perncanaan-perencanaan yang berisi aspek-aspek
yang hendak dinilai. Dalam perencaanaan tersebut terdapat kajian masalah yang
hendak dinilai, di mana penilai dapat memberikan catatan atau gambaran mengenai
kuantitas dan/atau kualitas aspek yang dinilai
B.
Pengolahan dan
Penganalisaan Data
Analisa data
yang digunakan berupa analisa data kualitatif, yaitu analisa data berupa
penilaian ataupun pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap obyek yang
di amati dan hasilnya berupa tulisan kualitas suatu objek.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
C.
Faktor faktor penunjang
Begitulah pendidikan dan pembelajaran budi pekerti
mesti harus dilakukan, hal ini bila ingin mewujudkan generasi yang memiliki SDM
berkualitas. Dan hanya dengan SDM yang unggul serta berbudi inilah maka bangsa Indonesia akan mampu untuk
terus eksis di tengah persaingan bangsa-bangsa global sekarang ini.
Namun satu hal yang harus disadari bahwa keberhasilan
pendidikan dan pembelajaran budi pekerti itu ditentukan oleh banyak factor,sebagaai
berikut : a. Faktor guru sebagai agent
pembaruan itu sendiri ,b.sekolah dan kurikulum yang ada
c..metode dan system pendidikan
yang di anut,dan yang tak kalah pentingnya
adalah kemauan semua fihak dari kita semua dan kebijakan pemerintah yang
mendukung.
1.
Profil Guru yang ideal ( Etika
Guru dalam pendidikan TPA )
Istilah “ Etika ,budi pekerti dalam bahasa
arab biasa disebut juga dengan istilah” adab (muhamad ahmad, 1987. 127) yang
dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai sopan santun,budi pekerti,
aturan atau tata cara dalam pergaulan dan tata karma ( Kamus Al Munawir
,1984.14 ).Orang sering menyebut”etika sebagai salah satu bagian dari ilmu
filsafat, dengan istilah “ al falsafah al adabiyah “ Dengan demikian tepat sekali apa yang
dikatakan oleh Prof.Dr. Amin ( 1991.3 )
Bahwa Etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk,
menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang kepada lainya, menyatakan tujuan yang harus
dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjjukkan jalan untuk
melakukan apa yang harus diperbuat. Dengan demikian istilah etika dalam ajaran
islam erat kaitanya dengan istilah Ahlak. Menyangkut istilah etika guru yang
dalam lembaga pendidikan TPA yang yang
berbasis Al Quran biasa memakai istilah ustad ( guru laki laki ) ,ustadah (
guru perempuan) bisa diartikan sebagai
hal yang harus dilakukan/ dimiliki oleh
setiap ustad berdasarkan nilai- nilai ahlak islam,yakni nilai yang bersumberkan
Al-Quqan, Al Hadist serta ijtihad para Ulama. Ustad yang demikian inilah yang
pantas mendapat gelar sebagai ; Profil
Ustad yang idial ; menurut pendidikan TPA yang berbasis AL Quran. Suatu
gelar yang semestinya menjadi dambaan
setiap ustad/ guru, termasuk ustad/ ustadah
PAUD-TPA,TK-RA, SD-MI dan Mts –MA dimanapun mengajar.
2.
Keutamaan sebagai Guru/Ustad
Guru dalam bahasa arab biasa dipakai dengan kata “al
mualim”, “ al mudaris “al murobi,” dan yang paling populer di indonesia di
pakai dengan kata” al ustad bagi guru laki-laki dan ustadah bagi guru
perempuan.Demianlah para anak PAUD/TPA Harapan Bunda, umumnya memangil para
guru-gurunya dengan pangilan ustad-ustadah ini.Apapun pangilanya yang digunakan , guru ataupun ustad merupakan
sala satu factor yang memegang peranan penting dalam proses
pendidikan.Guru/Ustad inilah yang bertanggung jawab dalam pengoperasian
nilai–nilai yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan untuk dimiliki oleh para
pendidik atau para muridnya. Keberhasilan aktifitas pendidikan banyak
bergantung pada keberhasilan para gurunya/ ustadnya dalam mengemban misi
kependidikanya itulah sebabnya,Islam sangat menghormati dan menghargai orang-orang yang mau bertugas
sebagai pendidik atau ustad. Imam Ghozali , seorang pemikir islam yang sangat
terkenal di dunia barat dan timur sebagai ‘ Hujatul Islam” dalam kitabnya yang termashur “ Ihya
Ulumuddin” ( juz 1,halaman 52) menulis
tentang kedudukan seorang yang berilmu dan mau mengajarkan ilmunya kepada orang
lain sebagai berikut : “ seorang yang
berilmu dan kemudian bekerja dengan ilmunya itu, maka dialah yang dinamakan
besar dibawah kolonng langit ini, Dia ibarat matahari yang menyinari orang lain
dan mencahayai pula dirinya sendiri”
Demikian
pula Syaugi Bey, seorang penyair yang
terkenal di dunia Islam, telah menulis sebuah bait syairnya yang berisi
penghormatan terhadap guru/ ustad (Athiyah al abrosyi, 1964.119) “ Berdirilah
dan hormatilah guru, serta berilah dia penghargaan , seorang guru itu
kedudukanya menyamai rosul”
Dari apa
yang dikatakan oleh Imam Ghozali serta
ucapan Syauqi Bey diatas , memberikan
pengertian kepada kita bahwa betapa
tinggi dan terhormatnya kedudukan guru/ustad ,lebih-lebih guru-guru pendikan
anak usia dini yang berbasis Al Qur”,an,
Menurut ajaran agama Islam.
Disamping kedudukan yang tinggi dan
terhormat, ternyata Allah juga telah
menjanjikan adanya pahala yang besar
bagi para Guru/ ustad . Rosullah bersabda , yang artinya “ Barang siapa yang
mengajak kepada Jalan kebajikan, yang
maka baginya mendapat bagian pahala seperti pahala yang diberikan Allah
kepada orang yang mengikutinya, tanpa berkurang sedikitpun” (HR.Muslim ).
Dari arti hadist nabi ini, dapat
penulis simpulkan bahwa :
1.
Bagi guru / ustad yang memiliki banyak
murid , akan memiliki kemungkin mendapat pahala yang lebih besar, di bandingkan
yang lebih sedikit ,karena yang akan mengikutinya lebih banyak.
2.
Bagi guru/ ustad yang mengajar
anak usia dini akan memiliki kemungkinan mendapat pahala yang lebih besar dibanding mengajar orang-orang tua, karena
bagi anak usia dini akan memiliki
kesempatan yang lebih lama dalam mengamalkan
ilmunya disbanding orang tua tua yang sisa umurnya relative lebih
pendek.
Untuk itu , adalah sangat rugi bagi seseorang yang
memiliki ilmun tetapi tidak mau mengamalkan/mengajarkan pada orang lain.lebih-lebih
ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan
anak usia dini. Tentu saja agar berhasil dalam medidik anak-anak ,seorang guru
/ustad harus berpegang kepada nilai-nilai ahlak yang telah di tentukan oleh
ajaran Islam . Sebab bila tidak , boleh jadi
mereka berhasil mengantarkan anak-anak pandai dalam membaca , menulis
tetapi tidak mau mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmunya hanya
terbatas berada di otak , tidak menembus
pada hati.Padai bicara tentang agama , tetapi prilakunya jauh dari nilai-nilai agama, Otaknya
pinter tetapi prilakunya tidak bener.
Untuk itu setiap guru/ustad perlu memiliki sifat –sifat yang terumus dalam
etika guru pendikan usia dini yang berbasi AlQuran yang akan penulis jabarkan
dibawah. Hal ini ,tidak lain agar ilmu yang di ajarkannya bermanfaat dan
barokah buat diri dan anak didiknya, dunia sampai akherat. Insya allah, amin.
- Etika Guru pendidikan usia dini yang berbasis Agama
Tugas
Guru sebagai pendidik pada umumnya ,
khususnya sebagai guru atau ustad , adalah merupakan tugas yang luhur dan berat
. sebab mereka tidak hanya bertugas menyelamatkan nasib para anak didik dari bencana hidup didunia , namun jauh dari
itu ia memikul amanat untuk menyelamatkan mereka dari api neraka di aherat. Firman
Allah yang artinya “ Wahai orang-orang
yang beriman , jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka “ ( QS. Atahrim .
6)
Yang
termasuk keluarga disini adalah semua orang yang menjadi tanggung jawabnya.
Tidak terbatas pada anak istri, tetapi termasuk warga jama’ahnya bagi imam,
rakyatnya bagi pemerintah dan para muridnya bagi guru. Oleh karena itu guru
dalam mendidik anak usia dini disamping harus memiliki prilaku yang terpuji
menurut budi pekerti masyarakat lingkunganya dia harus memiliki ahlak yang
terpuji
Menurut nilai-nilai etika agama dan masyarakat. Dalam
hal ini banyak para ahli yang mencoba merumuskan etika pendidikan itu.
1.
Berjiwa Robbani
Maksudnya
guru dalam pendidikan,termasuk guru PAUD/TPA-TK haruslah menjadikan ROB( tuhan)
sebagai tempat berangkat , tempat berpijak dan tempat kembali segala
aktifitasnya. Tujuan tingkah lakunya serta pola berfikirnya itu senantiasa berpijak dari tuhan ,pada tuhan untuk tuhan.
Dengan jiwa robani ini , seseorang guru dituntut senantiasa untuk menyesuakan diri dengan kehendak tuhan,
bersunggu-sungguh berpegang pada wahyunya, mengikuti syariatnya, taat dan
mengabdi padanya,serta mengetahui pula sifat yang melekat padaTuhan. Tanpa
memiliki jiwa robbani ini, seseorang guru akan tidak mungkin bisa mengantarkan
para anak didiknya mencapai manusia yang dicita-citakan oleh dunia pendidikan yakni
manusia yang berkwalitas dan taat agama.
2.
Niat Yang Benar dan Ihklas.
Islam
mengajarka, hendaknya setiap guru melandasi dirinya dalam mendidik para
muridnya dengan niat yang benar , yaitu iklas semata mata mencari ridho ilahi,
bukan mencari imbalan materi , gaji, jasa, pujian, kemasyuran, kedudukan atau
lainya yang datang selai dari Allah. Adaikan kemudian mendapat imbalan gaji
missalnya, pastilah Gaji itu digunakan untuk mempermudah jalanya merai
keridoanya, jadi tidak dijadikan sebagai tujuan( ghoyah) , tetapi justru
dijadikan sebagai sarana ( wasilah) guru PAUD/TPA-TK dalam mengajarkan ilmunya,
Karena memang keiklasan adalah pangkal diterimanya amal oleh Allah.
3.
Tawaduk (
rendah hati )
Setiap guru PAUD/TPA sudah seharusnya menghiasi diri dengan jiwa
dan sikap tawaduk atau rendah hati
,serta menjauhkan diri dari sikap sombong, riyak, tinggi hati, karena betapapun
tinginya derajat ilmu yang telah diraih
, pada hakekatnya itu hayalah dalam satu atau dua bidang saja , sedang dalam
bidang yang lain boleh jadi masih buta sama sekali, Untuk itulah tidak sepantasnya
bila seorang sombong dengan ilmunya ,
hanya Allah yang pantas dan berhak untuk sombong ,karena dat yang maha tahu ,
Bila sikap tawaduk ini benar-benar dimiliki
oleh guru PAUD/TPA tentu akan mendorong kesadaran untuk terus menambah
ilmunya dengan cara belajar dari sesama guru dan teman. Ibnu Mubarok mengatakan
( Athiyah Al abrosi 1969.259)‘’
Seseorang dikatakan berilmu jika ia masih mau belajar , dan jika mereka merasa
berilmu , sungguh mereka bodoh”
4.
Yuhud ( Tidak Materialistis )
Sifat
zuhut ini sebenarnya masih berkaitan erat dengan ketiga sifat diatas, Maksudnya
seorang guru PAUD/TPA seharusnya tidak
memiliki sifat materialistic, tidak rakus terhadap dunia dan tidak mengukur
segala sesuatu dengan ukuran materi
,Sebaliknya hendaknya ia mengutamakan pola hidup sederhana, tidak tergiur
kepada kemewahan dunia , baik dalam hal makan ,pakaian dan rumah tanganya.Ini
tidak berarti bahwa yang dimaksud dengan zuhut itu kemudian meningalkan dunia
dan hidup dalam kemiskinan .Tetapi yang dimaksud zuhud disini zuhud hati
artinya guru PAUD –TPA , Hatinya tidak terpaut pada dunia , mencukupkan apa
yang di rizkikan Allah kepadanya dan
ridho atas karunianya. Tepat sekali apa yang di katakana Muhamad Ahmad (
1987.150 ) “ Bukanlah yang di maksud zuhut itu meninggalkan dunia secara total
dan meninggalkan usaha, dan bekerja akan tetapi yang di maksud zuhud
adalah menempatkan dunia di tangan bukan dihati”
Sebab
bila zuhud diartikan hidup dalam kemiskinan, berpakaian lusuh, awut- dan penampilan
tidak pantas , justru guru PAUD/TPA akan diremehkan orang, itu ssebabnya , Imam
Abu hanifah berpesan pada sahabat – sabatnya ( Ali Asad 197.14)“ Besarkanlah
putaran sorbanmu , dan lebarkanlah lengan
bajumu” dan baguskanlah pakainmu dan
pantaskanlah kendaranmu sehinga kamu menjadi ibarat tahi lalat yang berada
ditengah-tengah lautan manusia” Berpenamilan rapi,berpakaian pantas, bersikap
sopan wajar dan tidak berlebihan –lebihan , Dengan demikian , ia akan dihormati
orang dan tidak diremehkanya.
5.
Sabar dan Tabah Hati.
Tugas sebagai guru dan pendidik bukanlah tugas yang
ringan dan mudah Tetapi tugas yang rumit dan dan berat , sebagai guru tentu
akan berhadapan dengan para murid yang memiliki berbagai persoalan ,watak ,dan
kecerdasan yang beraneka ragam ini membutuhkan perhatian yang serius , tekun,
telaten dan sungguh-sungguh , Untuk itu seorang guru dan pendidik dituntut
untuk memiliki sifat sabar dan tabah hati. Dalam kitab Taklim Muta alim
,Azarnuji menulis,(1198. 7) “
Ketahuilah sabar dan tabah hati adalah
pangkal keutamaan dalam segala hal”
Demikianlah seorang guru dan pendidik dituntut memiliki
jiwa kesabaran yang tinggi , dengan jiwa yang demikia ini maka dia tidak akan mudah
putus asa dalam menghadapi berbagai rintangan . dia akan terus berusaha mencoba
dan mencoba mencari solusi atau pemecahan terhadap segala kesulitan , baik yang
menyangkut system pengajaran , metode pengajaran , kurikulum maupun yang
lainya.
6.
Tetap Terus Telajar
Bagi guru dan pendidik dituntut untuk tetap terus
menerus meningkatkan pengetahuanya , khususnya ilmu-ilmu yang diajarkan Hal ini
disamping karena watak ilmu itu sendiri yang terus berkembang, juga karena
adanya kekawatiran Bila terjadi kekeliruan didalam memahami ilmu yang
bersangkutan, sebab bila terjadi kekeliruan , bisa berakibat fatal. Dia bisa
terjerumus dalam kesesatan, dan secara berurutan iapun bisa menyesatkan anak didiknya, cucu
didiknya dan seterunya. Sebagai konsekwensinya , seorang pendidik dan guru di
tutut untuk belajar dan terus belajar , baik mengikuti pelatiha-pelatihan yang
sering di lakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan yang terkait , harapan
penulis ini bsa jadi acuan bagi guru-guru PAUD yang ada di kabupaten batang ,
terutama bagi guru yang ada di TPA Harapan bunda, untuk menambah wawasan
kedepan, demi menciptakan generasi yang mandiri, ceria dan berkwalitas.dan
berahlak mulia
7.
Bisa jadi teladan
Semua ahli pendidikan dan para ulamak sepakat bahwa
seorang pendidik,guru haruslah bisa jadikan contoh teladan bagi para muridnya ,
baik dalam Hal tingkah lakunya , ucapanya, kebersihan hatinya ,pergaulan dan
ketaatan kepada Allah, Tugas guru bukan didepan kelas tetapi dituntut untuk
bisa menjadikan sebagai wujud nyata dari apa yang diajarkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Salah satu keberhasilan Rosulullah dalam mendidik umatnya adalah
karena diri Rosul sendiri bisa
dijadikan contoh teladan , Uswatun khasanah , dari apa yang diajarkan Allah.fir manya : yang artinya “ Sesungguhnya
telah ada pada diri rosullullah sori tauladan yang baik baginya Yaitu bagi orang
yang berharap rahmat Allah , kebahagian hari aherat dan dia Banyak ingat kepada
Allah” ( Qs Al Ahgzab 21 ) Sifat keteladanan ini sungguh sangat penting bagi TPA karena pada fitrah Pada murid-murid
dan anak –anak itu suka meniru apa saja yang ia lihat. Anwar judi (
1997.168) mengatakan “ anak-anak itu lebih banyak menerima Pelajaran
dengan cara meniru dan mencontoh dari pada dengan nasehatdan petunjuk “
Dari uraian di atas jelas sekali , bahwa peran guru
dan pendidik akan mewanai corak prilaku anak nantinya. Maka seorang guru TPA Harapan Bunda hendanya bisa dijadikan contoh
teladan , uswatun khasanah bagi anak didik, keluarga dan masyarakat.
8.
penyantun dan pemaaf.
Salah satu dari keberhasilan dakwah rosulullah saw
adalah sifat penyantun dan pemaaf ini ,
bila misinya ingin berhasil seperti rosulullah saw, artinya , ia harus suka
memaafkan terhadap muridnya ,tidak mempunyai rasa dendam , sanggup menahan diri
dari waktu marah , lapang dada , banyak sabar , ramah , dan sikap lemah lembut
terhadap anak-anaknya/murid-muridnya. Ini tidak berarti bahwa seorang guru
tidak boleh bersikap tegas kepada muridnya ,sikap tegas tetap di perlukan ,
sesuai dengan batas-batas kewibawaan yang harus ada padanya. Karena seorang
guru harus berkepribadian dan memiliki harga diri , menjaga kehormatan,
menghidarkan hal-hal hina dan rendah , menahan diri dari sesuatu yang jelek dan
harus tetap dihormati dan disegani oleh para anak didik,disinilah perlunya
seorang guru TPA Harapan Bunda
memiliki sikap bijaksana.
9.
Memahami dan Memahami Tabiat anak
didik.
Adanya pengetahuan yang mendalam mengenai watak dan
tabiat para muridnya , adat kebiasanya ,pembawaanya, kecenderunganya
,lingkunganya, tingkat perkembanganya ,rasa dan pola pemikiranya dan
sebagainya, menyebabkan seorang guru tidak akan keliru dalam menghadapi para
murid/anak didik. Ia akan bisa menyampaikan materi pelajaranya secara pasti dalam
waktu yang tepat sesuai tingkat perkembangan dan pengetahuan para anak didik
.Hal ini sesuai dengan pesan Rosullullahi saw “ dengan sabdanya ,berbicaralah
dengan manusia sesuai dengan keadaan ,kemampuan akal mereka( hr Muslim). Disinilah
pentingnya setiap guru melengkapi dirinya dengan berbagai Bantu, seperti psicologi perkembangan, sosiologi
perkembangan, didaktik metodik, dsb. Tanpa mengetahui ilmu bantu semacam itu ,
dikawatirkan sekali dalam msenangani anak anak usia dini, Khusus untuk
menangani anak-anak TPA harapan unda yang berumur 03 sampai 05,06 tahun , perlu
sekali para guru memahami karakteristik anak usia tersebut. Anak adalah bukan
orang dewasa yang berbadan kecil, maksudnya guru tidak boleh menghadapi
anak-anak disamakan dengan menghadapi orang tua Atiyah al abrosiy ( 1969.276)
mengutip pendapatnya iman Ghozali“
Bermain bagi anak-anak adalah seperti bekerja buat orang dewasa. Anak-anak yang sehat badanya tidak akan mampu duduk
diam selama lima menit”Disinilah perlunya seorang guru pada sekolah anak usia
dini terutama di TPA Harapan bunda , menguasai ilmu bantu dan menguasai macam-macam dan tehnik BCM (,bermain, bercerita, dan beryanyi) Dengan
demikian harapan penulis , kegiatan pendidikan
di sekolahan anak usia dini tidak
akan jenuh dan membosankan.
Demikian uraian penulis tentang 8 macam etika guru
paud yang idialnya dimiliki oleh setiap guru, tidak hanya untuk guru paud
harapan bunda saja, tetapi berlaku pula bagi guru yang lain , baik guru
pendidikan formal , non formal maupun guru bidang studi yang lain. Kalau mereka
berpegang teguh pada nilai-nilai etika , budi pekerti yang demikian , maka
insaallah ilmu yang di sampaikan ,
diajarkan, barokah dan manfaat
mengantarkan generasi yang berkuwalitas,
tangguh ,berbudi luhur, cerdas dan ceria.
Namun ini tidak berarti bahwa hanya delapan (8) hal diatas saja etika penpidik
paud itu. Karena kemungkinan besar dengan banyak belajar, pelatihan serta
membaca,secara lebih mendalam, harapan penulis , akan ditemukan formula yang
baru tentang nilai- nilai /etika,budi
pekerti yang lain.
D. Selayang Pandang Pendidikan Usia Dini/TPA Harapan Bunda.
1.
Paud/TPA Harapan Bunda Sekolahan Orang Pingiran
Lembaga pendidikan yang beralamat di jalan sunan fatah desa bawang tepatnya disebelah masjid jamik
Al Mutaqin desa bawang adalah lembaga pendidikan dibawah naungan yayasan Muslimat cabang batang yakni
organisasi di bawah naungan lembaga NU, lembaga social keagamaan terbesar di
Indonesia.
Jadinya pendidikan usia dini Harapan Bunda, mempunyai
tugas yang sangat penting mencetak generasi yang berkuwalitas yang
diidam-idamkan oleh ibu demi menyongsong masa depanya, sesuai dengan nama
lembaga pendidikanya, yakni harapan bunda. Karena anak merupakan anugerah Allah
yang maha esa, yang kehadiranya membuat bahagia bagi keluarga, anak juga
merupakan amanat dari robbil izzati kepada semua manusia, anak merupakan
generasi penerus bangsa dan tumpuan keluarga, maka jagalah mereka dengan
bijaksana. Sabda Rosulullah yang artinya : Bahwa anak di lahirkan dalam keadaan bersih dan suci bagai bejana sedangkan
kedua orang tuanya yang menjadikan mereka
jadi orang yahudi atau orang nasroni ( m ahmad 1998.57) jadi
jelas bahwa pedidikan yang akan
mengantarkan mereka menjadi baik.
Pendidikan anak usia dini Harapan Bunda berdiri tahun
2009, dengan jumlah murid sembilan anak /siswa dengan guru pengampu empat orang,
lembaga ini mulai kiprahnya melalui kegiatan
penitipan anak dan mengunakan rumah pribadi milik Qurrotul Aeni , yang
juga pengelola yayasan . Sebagai yayasan yang dirintis dengan tujuan pendidikan
yang berorentasi pada kebutuhan masyarakat yakni kesibukan orang tua murid
dengan pekerjaanya, disamping mencetak generasi yang berkuwalitas, mandiri
,cerdas,kreatif dan cinta rosul dan
system pendidikan yang berorentasi kekinian , mencetak generasi qur” ani dan berahlakul karimah, Alhamdulillah, TPA
Harapan Bunda tumbuh dan berkembang sangat mengembirakan dan mendapat tempat
bagi masyarakat ,TPA Harapan Bunda dua
tahun terahir ini , muridnya melonjok pesat ,pd tahun 2009 siswanya Cuma 9 siswa,sekarang tahun 2011
siswanya berjumlah 60 siswa ,tidak hanya itu ,lulusan anak - anak paud harapan bunda memiliki kemampuan baca , tulis dan hafalan
ayat- ayat pendek beserta doa sehari –hari
dengan baik.dan memuaskan. Sedangkan letak sekolahan /TPA harapan bunda
terletak didekat daerah pegunungan, tujuh kilo meter utara gunung
perahu,tepatnya sebelas kilo meter dari dataran tinggi Dieng ,yakni kota kecil
,penghasil sayur dan hasil bumi, dan jauh dari kota kabupaten dan jalan
pantura, sehingga orang kota menyebutnya orang pinggiran/orang puncak( wong
gunung) yakni wilayah timur berbatasan dengan ,wilayah kabupaten
Kendal,wilayah selatan berbatasan dengan
Banjarnegara, itulah keberadaan PAUD/TPA Harapan Bunda ,di kota Kecamatan yang di kenal dengan Desa Bawang Kecamatan
Bawang Kabupaten Batang .
2.
PAUD/TPA Harapan Bunda Berbasis Sekolah Terpadu,
Dua tahun
sudah keberadaan TPA Harapan Bunda sudah menjadi harapan masyarakat
bawang dan sekitarnya , dengan menyandang paud mandiri, sebutan dari
para wali murid dan masyarakat, tentu saja ada harapan yang akan dicapai oleh
lembaga tersebut, baik jangka panjang maupun jangka pendek, oleh karenanya pendidikan
anak anak usia dini ini, mulai menerapkan pendidikan yang berorentasi pada
pendidikan yang mengunakan sistim pendidikan modern,yang kekinian, yang mengacu pada pendidikan fuul day care dan semi day care, dengan
mengunakan sistim ini, maka lembaga pendidikan lebih leluasa mengelola pendidikan
yang komperhensif tanpa kendala waktu, itu modal yang penting untuk memajukan
lembaga . berorentasi pada pendidikan yang modern dan koperhensip itu , maka
lembaga pendidikan anak usia dini di TPA harapan bunda menerapkan panduan
system pendidikan yang mumpuni yang sering dipakai pada sekolah unggulan yakni sistim pembelajaran ,Holistik Intregatif serta Kreatif
play, mengunakan bahasa pengantar pada pendidikannya, yakni memakai
bahasa pengantar ibu dan alqur an serta bahasa inggris dengan mengunakan metode
bcct,materi bahasa inggris for song, dan penggulangan materi( murojaah)
sedangkan materi yang di tampilkan serta diajarkan , dikemas dalam bentuk
pengabungan kurikulum berbasis taman pendidikan Alquran , kompetensi, praktek
ibadah, pengenalan alam pegunungan, jalan-jalan, dan lain sebagainya, hal ini
disesuaikan perkegembangan anak didik.
3.
PAUD/ TPA Harapan Bunda Menawarkan Program Unggulan.
Beberapa program unggulan pendidikan anak usia
dini , antara lain :
a. Asmaul khusna dan hafalan doa sehari -hari
b. Murojaah ayat-ayat pendek beserta nama surat Alquran yang 114
c. Praktek sholat wudlu
dan hajji
d. Hadis pendek dan juz ama,/ qiro”ati
e. Jarimatika ( kalkulator tangan)
f. Bahasa inggris( dasar)
g. Renang
h. Home visit
i.
Ekploitasi alam
j.
Jalan –jalan
k. Pembelajaran memakai lcd
Program tersebut di dukung dengan berbagai sarana
yang memadai , termasuk sarana tranportasi
seperti, bis dan mini bus sekolah
jumlahnya dua buah . Disamping itu semua, pendidikan anak usia dini / taman
penitipan anak usia dini di Harapan Bunda Desa bawang , menerapkan fasilitas
pemberian snak dan makanan sehat yang diberikan setiap hari oleh sekolahan,sesuai dengan
jadwal menu yang ada, sebagai sarana penunjang tumbuh kembang anak-anak didik, biar
semakin baik sesuai dengan harapan dan tahap kemandirianya demi mengantar anak yang berkewalitas, cerdas
serta terlihat ceria, disekolahan jauh dari
kedua orang tua dan pembantu rumah tangga.
Dalam membina dan mendidik anak-anak usia dini, menjadi insan yang berberkuwalitas dan berbudi luhur adalah kebahagian tersendiri bagi pendidik
dan penggelola pendidikan anak usia dini / taman pendidikan anak Harapan Bunda.
Inilah harapan kedepan bagi anak, serta gambaran menu unggulan yang menjadi
program pembelajaran yang ada dilembaga pendidikan kami, mudah-mudahan
bermanfaat demi kemajuan pendidikan Taman Penitipan Anak kedepan ,amin.
4.
Pembelajaran di TPA Harapan Bunda.
1)
Ruang Lingkup
Ruang lingkup program kegiatan di TPA Harapan
Bunda mencakup bidang ,pengembangan
kemampuan dasar melalui kegiatan bermain, dan jalan-jalan serta pembiasaan ,
yang meliputi : 1. Nilai agama dan moral, 2. Kongnitif,3. fisik, 4.
Bahasa,5.sosial emosi,6.seni , kegiatan pengembangan suatu aspek anak di TPA
Harapan Bunda di lakukan secara terpadu dengan aspek yang lain, mengunakan
pendekatan tematik.
2)
Tujuan Pembelajaran di TPA Harapan
Bunda ada dua macam yakni:
-
Tujuan Umum yaitu system pembelajaran yang bertujuan
mengembangkan berbagai potensi anak didik sejak usia dini sebagai persiapan untuk Masa depanya dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkunganya.
-
Tujuan khusus meliputi dua aspek
yakni :
(1)
Anak mampu mengenal dan percaya kepada Tuhan Yang Maha
Esa, melakukan ibadah , mengenal ciptaan Tuhan ,dan mencintai sesame.
(2)
Anak memiliki nilai moral , sikap
dan budi pekerti yang baik
(3)
Anak mampu mengelola dan mengontrol ketrampilan tubuh , termasuk Gerakan
halus dan kasar , serta mampu menerima rangsangan sensorik ( panca indra )
(4)
Anak mampu mengunakan bahasa
untuk memahami bahasa pasif dan dapat
berkomonikasi secara efektif dapat bermanfaat untuk berfikir dan belajar.
(5)
Anak memiliki ketrampilan hidup
untuk membentuk kemandirian anak
(6)
Anak mampu mengenal
lingkungan alam, social, masyarakat
serta mampu mengembangkan konsep diri , rasa memiliki dan sikap positif terhadap
belajar.
(7)
Anak memiliki kepekaan terhadap
irama, nada ,berbagai bunyi, bertepuk tangan, serta menghargai hasil karya yang
kreatif.
5.
Perencanaan Program Pembelajaran
di TPA Harapan Bunda .
Kegiatan yang di
susun dan ditetapkan oleh TPA Harapan Bunda , sesuai dengan sistim semester ada
tiga macam perencanaan kegiatan ,yakni
a.
Perencanaan Tahunan Dan Semester.
Beberapa langkah yang harus
ditempuh oleh seorang pendidik dalam
Membuat perencanaan tahunan dan semester.
a.kegiatan awal tahun ajaran baru , antara lain , menyusun jadwal,dan pengadaan fasilitas yang
diperlukan demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan semester antara lain menyiapkan
buku program , kegiatan
mingguan dan harian serta
pembelajaran disertai dengan melengkapi
fasilitas -fasilitas
keperluan semester.
b.
Perencanaan Kegiatan Mingguan dan
Harian.
Perencanaan satuan
kegiatan mingguan adalah penyusunan persiapan
Pembelajaran oleh pendidik
TPA Harapan Bunda dalam satu minggu,
Sedangkan perencanaan
satuan kegiatan adalah persiapan pembelajaran
yang akan dilakukan
pendidik TPA dalam satu hari dengan melihat pa-
da tingkat kecerdasan
anak dengan mengacu pada menu
pembelajaran
yang akan disampaikan..
1.
Kegiatan mingguan adalah kegiatan
yang secara pasti bisa diprogramkan setiap minggu . Misalnya, hari Senin
diprogramkan pemeriksaan kerapian pakaian anak , hari Sabtu diprogramkan
mengevaluasi kegiatan pembelajaran mengajar yang telah diselengarakan TPA.
2.
Kegiatan harian antara lain
belajar dan bermain yang akan diberikan
pada anak didik, termasuk
memeriksa kebersihan dan ketertiban ruang.
Kegiatan pembelajaran
mingguan dan harian di TPA Harapan Bunda di-
Susun berdasarkan
perencanaan tahunan dan semester , dengan memper-
hatikan sebagai berikut :
a. Tema kegiatan ,b. kelompok anak didik, c.Se
mester,d. jumlah waktu,jam
dan tanggal serta tujuan kegiatan,e. materi,
tema, kegiatan serta
lingkungan ,bahan ajar, f. evaluasi perkembangan a-
nak didik.
6.
Aspek yang akan dikembangkan dalam
KBM TPA Harapan Bunda.
a.
Nilai –nilai agama dan moral( budi pekerti )
Merespon hal-hal yang terkait
dengan nilai-nilai agama dan budi pekerti
·
Anak sudah bisa mengikuti
bacaan doa, asmaul khusna, ayat pendek
sebelum belajar walaupun belum lengkap.
·
Anak sudah bisa mengikuti
gerakan sholat, dan hafal bacaanya meski
belum lengkap
·
Anak sudah mampu menyebut beberapa contoh ciptaan
Tuhan.
·
Anak mengucapkan terima
kasih setelah menerima sesuatu.
·
Anak sudah mengucapkan
salam saat datang.s
b.
Motorik.
·
Anak dapat naik turun tangga tanpa bantuan guru TPA, tetapi belum
mengunakan dua kaki secara bergantian
·
Anak dapat melompat lompat
dengan kedua kaki , tetapi masih
·
kesulitan bila melompat
dengan mengunakan satu kaki.
c.
Kongnitif.
·
Mengenal pengetahuan umum
·
Mengenal konsep ukuran,
bentuk dan pola
d.
Bahasa
·
Menerima bahasa
·
Mengungkapkan bahasa
e.
Sosial emosional
·
Mampu mengendalikan emosi
·
Dapat menunjukkan ekpresi
wajah sedih ,senang dan takut.
·
Dapat berkonsentrasi
mendengarkan cerita
·
Sudah dapat makan dan
minum serta pergi ketoilet sendiri.
f.
Seni.
·
Anak dapat menyayikan
beberapa lagu pendek dan lengkap
·
Anak mampu bertepuk tangan
mengikuti irama.
7.
Program Pembelajaran di TPA
Harapan Bunda
Program pembelajaran pada TPA meliputi :
1.
Persiapan pembelajaran
a.
Perencanaan pembelajaran
dilaksanakan berdasarkan atas tema yang
dekat dengan kebutuhan dan kehidupan anak didik. Dikembangkan da-
lam bentuk silabi /satpel kegiatan, baik harian ataupun mingguan dengan
mengunakan pendekatan yang menyeluruh dan terpadu
b.
Satuan kegiatan harian dan
mingguan disusun oleh guru yang berpedoman pada menu pembelajaran yang diambil dari aspek perkembangan anak usia
dini.
c.
Pembelajaran mengunakan pendekatan
metode lingkaran dan permainan dengan berpijak pada 1. Kemampuan yang
dikembangkan
2.topik dan kegiatan pembelajaran3.alat dan bahan yang akan digunakan 4,
waktu yang digunakan dalam KBM.
2. Pelaksanaan Pembelajaran di TPA Harapan
Bunda.
a .Waktu 1. Anak dititipkan sehari penuh dari jam 07.00 sampai 17..00
2.
Anak dititipkan hanya setengah hari dari jam 07.00 sampa-
17.00.
b. Kegiatan dalam satu hari dengan kegiatanya
sbb :
1. Kegiatan penyambutan oleh guru TPA yang datang lebih awal
2. Kegiatan anak bermain bebas dihalaman
3.
Kegiatan anak di sentra bersama guru
4. kegiatan / materi inti
5. Makan bersama dan istirahat.
6. TPQ / Tidur / istirahat.
7. Mandi sebelum pulang.
8. Pengelolaan Administrasi TPA
harapan Bunda. Meliputi sbb :
1.
Administrasi Umum. yang ada
adalah sebagai berikut : a. formulir pendaft-
aran, b.buku induk,c. buku daftar
hadir guru/ karyawan,d. daftar hadir anak,c
buku tamu,f. buku agenda,g. buku arsip,
h.buku infentaris baranng
2.
Administrasi Keuangan. Meliputi : a.buku kas, b. buku pengeluaran dan penerimaan uang ,c. kartu pembayaran dari anak didik.
3. Administrasi Kegiatan, yang meliputi sbb: a.
buku program kegiatan harian
dan mingguan b. jadwal kegiatan KBM,c, buku penghubung
ortu dan guru
d. buku catatan perkembangan anak.
9. Evaluasi di TPA Harapan Bunda
Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui ,sejauhmana program
pembelajaran / KBM yang telah dilaksanakan di taman penitipan anak usia
dini telah tercapai, evaluasi ini
sangatlah berguna dalam menentukan arah kebijakan yang akan dilakukan demi
kemajuan proses pembelajaran selanjutnya. Yakni proses yang mendorong
terciptanya anak-anak kita yang berkuwalitas , cerdas ,ceria berbudi sehingga
tercipta generasi yang kuat ,tangguh serta tumbuh dan berkembang sesesuai
dengan potensinya.
E. Tindak Lanjut TPA Harapan
Bunda.
Rencana tindak lanjut yang akan di tertapkan pada TPA Harapan Bunda
adalah Sebagai sangar belajar anak- anak yang modern dan bekualitas dengan memberikan
pelayanan ektra , dan bimbingan les untuk anak sekolah dasar , baik les
matematika maupun les bahasa asing dan pembelajaran agama, bagi alumni TPA Sehiungga anak didik , masih bisa kami
bimbing menjadi anak yang berprestasi meski sudah masuk sekolah dasar,
disamping itu di TPA harapan Bunda akan membuka perpustakaan,dan TPQ.
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Pendidikan dan pembelajaran budi pekerti merupakan hal
yang penting di dalam proses pembentukan insan yang cerdas, kuat dan tangguh di
dalam mengatasi krisis multi dimensial, demi mengejar ketertinggalan dengan
Negara lain. Dengan adanya system pendidikan anak usia dini merupakan upaya
untuk menciptakan SDM yang berkualitas.
TPA Harapan Bunda dengan menerapkan program-program
unggulannya merupakan solusi yang mungkin bisa dikembangkan untuk mengatasi
kekurangan SDM ke keadaaan yang dipersiapkan untuk membangun Negara yang maju.
B. Rekomendasi
Konsep pendidikan yang berorientasi pada budi pekerti
dan pendidikan usia dini yang berorientasi pada Al-Qur’an/agama merupakan
jawaban untuk mengatasi krisis yang multi dimensial ini. Dengan adanya TPA
Harapan Bunda yang berorientasi pada sekolahan yang berbasis pada pendidikan
AL-Qur’an dan budi pekerti mudah-mudahan bisa mengantarkan anak kearah atau
memecahkan masalah yang dialami oleh bangsa yang mengalami krisis ekonomi, SDM,
kebudayaan, pendidikan dan kesehatan.
Begitulah pendidikan dan pembelajaran budi pekerti
mesti harus dilakukan, hal ini bila ingin mewujudkan generasi yang memiliki SDM
berkualitas. Dan hanya dengan SDM yang unggul serta berbudi inilah maka bangsa Indonesia akan mampu untuk
terus eksis di tengah persaingan bangsa-bangsa global sekarang ini.
Namun satu hal yang harus disadari bahwa keberhasilan
pendidikan dan pembelajaran budi pekerti
itu ditentukan oleh banyak factor yaitu guru sebagai agent pembaruan itu
sendiri , sekolah dan kurikulum yang ada, serta metode dan system pendidikan yang di anut,dan yang
tak kalah pentingnya adalah kemauan
semua fihak dari kita semua dan kebijakan pemerintah yang
mendukung.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah nasikh Ulwan. 1985. Tarbiyatul Aulat fil Islam. Bairut Darussalam.
Abdul Hamid Al Hasimiy. 1981. Arrosulu Alarabiyu Al murobii,
Damsik Suria Jamik AL Huqquki.
Abu Hamid
Al Ghozali. 1987. Ihyak Ulumudin
Ahmad Amin, Dr. 1991. Etika / ahlah dalam Islam. Bulan Bintang.
Azzar muji. t.th. Taklim Mutaalim.
Muhamad ahmad . 1987. Al ilmu , fadluhu , tholabuhu, adabil taklim mutaalim’Jedda Arab Saudi
, Darul m. hadist.
Departemen pendidikan nasional. 2010. Pedoman penyelengaraan PAUD.
Muslimat NU pusat. 2009. Pedoman penyelengaraan anak usia dini./ TPA.
Anwar,
Dr., M.Pd. – Arsyad Ahmad, Ir. M.Pd. 2004. Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta, CV.
Chairuddin
Hadhiri, SP. 1993. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an. Jakarta:
Gema Insani Press.
Departemen Agama. 1997. Al-Qur’an dan
Terjemahannya. Jakarta: PT. Bumi Restu.
Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Pedoman
Penyelenggaraan TK Alternatif Model TK Al-Qur’an. Jakarta: Proyek
Pengendalian Mutu Taman Kanak-Kanak Depdiknas.
Hibana, S. Rahman, M.Pd. 2002. Konsep
Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: PGTKI/Press.
M. Budiyanto, H. Drs. 2000. Profil Ustadz Ideal.
Yogyakarta: Balitbang LPTQ Nasional.
Muhammad Ali Ash-Shobuni. 2001. Ikhtisar Ulumul Qur’an
Praktis (Terjemahan). Jakarta: Pustaka Amani.
Muhammad Jamal Zeeno. 2005. Resep Menjadi Pendidik
Sukses (Terjemahan). Bandung: Hikmah.
Muhammad Nur Abdul Hamid. 2004. Mendidik Versi
Rasulullah SAW (Terjemahan). Yogyakarta: Darussalam.
Sri Harini, S.Ag., M.Si. 2003. Mendidik Anak Sejak
Dini. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Sutari Imam Barnadib, Prof. Dr. 1995. Pengantar Ilmu
Pendidikan Sistimatis. Yogyakarta: Andi Offset.
Team Tadarus “AMM”. 2003.Ringkasan Pengelolaan,
Pembinaan dan Pengembangan Gerakan M 5A. Yogyakarta: Balitbang LPTQ Nasional Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar