Kamis, 23 Februari 2012

sejarah awal peringatan maulid .nabi MUHAMAD SAW.


Sejarah singkat  awal peringatan maulid nabi muhamad. SAW.
Shalahuddin Yussuf Al-AyubiPeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diselenggarakan olehMuzaffar ibn Baktati, raja Mesir yang terkenal arif dan bijaksana. Sedangkan pencetuside peringatan adalah panglima perangnya, Shalahuddin Yussuf Al-Ayubi (abad ke-6 M),sosok pemimpin pasukan Islam yang pernah mengalahkan pasukan Kristen dalam PerangSalib.Shalahuddin juga merupakan panglima Islam di masa Khalifah Muiz Liddinillahdari dinasti Bani Fathimiyah di Mesir (berkuasa 365 H/975 M). Seperti disebutkan dalamEnsiklopedia Islam untuk Pelajar, ia kemudian juga gigih menyelenggarakan peringatanMaulid Nabi dari tahun ke tahun di masanya.Mengapa Shalahuddin merasa perlu mengadakan peringatan Maulid? Sang panglima berpendapat, ketika Perang Salib terjadi, motivasi umat Islam sangat menurun,sementara motivasi pasukan Salib (Kristen) meningkat. Hal ini tentu tidak kondusif bagi pasukan Islam, sehingga Shalahuddin merasa perlu membangkitkan kembali semangatumat Islam sebagaimana umat Kristen dengan perayaan Natal-nya. Maka sang panglimaini kemudian mengadakan peringatan hari lahir Muhammad SAW yang kemudian dikenaldengan sebutan Maulid Nabi.Bila dalam peringatan Natal kaum Kristen dikisahkan tentang keagungan Yesus,maka dalam peringatan Maulid, Shalahuddin menggemakan kisah perang yang dilakukan Nabi SAW. Tapi belakangan, yang dibacakan pada acara peringatan Maulid tersebut berubah, bukan lagi kisah perang, melainkan kisah lahir dan hidup sang Nabi SAW. Kisah perang tampaknya dianggap tak lagi relevan lagi.Kini, meskipun tak ada lagi perang fisik di kalangan umat Islam, peringatanMaulid Nabi tampaknya masih perlu dilakukan. Selain dimaksudkan untuk meneladaniakhlak Muhammad SAW, peringatan Maulid juga diperuntukkan untuk perang yang lebih besar, yakni perang melawan hawa nafsu, kemungkaran, dan kemaksiatan. Krisis berkepanjangan bangsa Indonesia saat ini, antara lain disebabkan merajalelanyakemaksiatan, kemungkaran dan tidak adanya penegakan nilai-nilai moral. Hawa nafsulebih mendominasi kehidupan umat manusia saat ini ketimbang moral.Perang dalam bentuk non-fisik inilah yang dinilai lebih berat dari perang fisik.Apalagi di tengah perkembangan globalisasi saat ini, yang tak jarang memperlemahsemangat keimanan umat Islam, maka peringatan Maulid Nabi SAW menjadi penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar