IBU
9 bulan
aku singgah dirahimmu
9 bulan aku menanti hadirnya hari baru
do’a mu adalah masa depan ku
air susumu adalah darah daging ku
9 bulan aku menanti hadirnya hari baru
do’a mu adalah masa depan ku
air susumu adalah darah daging ku
aku tak
kan hadir tanpa diri mu
aku tak kan hidup tanpa kasih sayang mu
belai tangan mu melarutkan ku dalam mimpi
dekap hangat mu buat ku belajar mandiri
aku tak kan hidup tanpa kasih sayang mu
belai tangan mu melarutkan ku dalam mimpi
dekap hangat mu buat ku belajar mandiri
ibu…..
sungguh aku mengagumi mu
sungguh aku menyayangi mu
engkau yang telah berikan hidup mu untuk ku
sungguh aku mengagumi mu
sungguh aku menyayangi mu
engkau yang telah berikan hidup mu untuk ku
tak ada
pangkat yang lebih besar, selain pangkat mu
pangkat sebagai seorang ibu
engkau yang selalu dihatiku
engkau yang selalu dibenakku
pangkat sebagai seorang ibu
engkau yang selalu dihatiku
engkau yang selalu dibenakku
ingin ku
jadikan dirimu ratu dalam hidup ku
tak kan pernah ku biarkan hatimu pilu
ibu….
pengorbanan mu sungguh berarti bagi ku..
tak kan pernah ku biarkan hatimu pilu
ibu….
pengorbanan mu sungguh berarti bagi ku..
JANGAN PERNAH MELUPAKAN
Jangan pernah menyesalkarena pernah mengenalku
aku telah menciptakan hari yang ajaib bagimu
kenang aku dalam langkah yang ceriah
Jangan pernah melupakan
bahwa kita pernah bersenda tawa
mengukir kisah menabjubkan
setelah lelah melepas kerja
Bagiku kamu adalah keindahan
bagimu aku adalah kehebatan
kita selalu hanyut dalam pujian
terhanyut mimpi yang kelak harus terjadi
Kamu pergi dengan langkah haru
dan akan bertemu lagi entah kapan
bungkus pengalaman yang kita kenal
menceritakannya kembali
waktu kita bertemu lagi
sayonara……
kawan yang tidak pernah menjadi kawan
kekasih yang tidak pernah menjadi kekasih
sampai jumpa dengan cerita yang lebih indah
di kemudian hari……….
PERISAHAN YANG TAK PERNAH KUINGINKAN
Waktu
ini terus berjalan
Meski perlahan tp pasti
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kau dan aku
Terima kasih kuucapkan kepadamu
Yang telah merubah duniaku
Walau akhirnya harus aku yang mengalah kepadanya
Tapi aku takkan pernah menyesal mencintaimu
Perpisahan ini bukanlah sebuah akhir
Namun, ini merupakan sebuah awal
Awal untuk melepasmu
Awal untuk merelakanmu
Dan awal untuk mengenangmu
Aku tak pernah menginginkan ini terjadi
Rasanya waktu ini cepat sekali berputar
Andaikan aku diberi waktu 1 hari lagi
Aku pasti takkan menyia-nyiakannya
Untukmu leni, cintaku tetap abadi…
Waktu ini terus berjalanMeski perlahan tp pasti
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kau dan aku
Terima kasih kuucapkan kepadamu
Yang telah merubah duniaku
Walau akhirnya harus aku yang mengalah kepadanya
Tapi aku takkan pernah menyesal mencintaimu
Perpisahan ini bukanlah sebuah akhir
Namun, ini merupakan sebuah awal
Awal untuk melepasmu
Awal untuk merelakanmu
Dan awal untuk mengenangmu
Aku tak pernah menginginkan ini terjadi
Rasanya waktu ini cepat sekali berputar
Andaikan aku diberi waktu 1 hari lagi
Aku pasti takkan menyia-nyiakannya
Untukmu leni, cintaku tetap abadi…
Meski perlahan tp pasti
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kau dan aku
Terima kasih kuucapkan kepadamu
Yang telah merubah duniaku
Walau akhirnya harus aku yang mengalah kepadanya
Tapi aku takkan pernah menyesal mencintaimu
Perpisahan ini bukanlah sebuah akhir
Namun, ini merupakan sebuah awal
Awal untuk melepasmu
Awal untuk merelakanmu
Dan awal untuk mengenangmu
Aku tak pernah menginginkan ini terjadi
Rasanya waktu ini cepat sekali berputar
Andaikan aku diberi waktu 1 hari lagi
Pergi tiada terkira
terlalau cepat kawan kau pergi
dunia memang sulit diterka semua ada di tangan NYA
semoga kau tidur dalam damai
semua kenangan akan
selalu ada
walau berat hati melepaskan kepergian
dalam hati semua kawan berkata benar bahwa engkau telah tiada,.
doa kami berserta dengan dirimu untuk selamanya
walau berat hati melepaskan kepergian
dalam hati semua kawan berkata benar bahwa engkau telah tiada,.
doa kami berserta dengan dirimu untuk selamanya
apa kata yang tepat
untuk protes untuk waktu
hingga tiada kata untuk ungkapkan kesediahan
kawan cukup , kau kini kembali pada ilahi
hanya doa kami menyertai mu dalam tidur abadi mu
hingga tiada kata untuk ungkapkan kesediahan
kawan cukup , kau kini kembali pada ilahi
hanya doa kami menyertai mu dalam tidur abadi mu
amin
semoga kau tidur dalam damai kawan.
semoga kau tidur dalam damai kawan.
puisi ini untuk sobat lupus yang telah pergi ke alam abadi
Untukmu leni, cintaku tetap abadi…
SELAMAT JALAN KAWAN
Pergi tiada terkira
terlalau cepat kawan kau pergi
dunia memang sulit diterka semua ada di tangan NYA
semoga kau tidur dalam damai
terlalau cepat kawan kau pergi
dunia memang sulit diterka semua ada di tangan NYA
semoga kau tidur dalam damai
semua kenangan akan
selalu ada
walau berat hati melepaskan kepergian
dalam hati semua kawan berkata benar bahwa engkau telah tiada,.
doa kami berserta dengan dirimu untuk selamanya
walau berat hati melepaskan kepergian
dalam hati semua kawan berkata benar bahwa engkau telah tiada,.
doa kami berserta dengan dirimu untuk selamanya
apa kata yang tepat
untuk protes untuk waktu
hingga tiada kata untuk ungkapkan kesediahan
kawan cukup , kau kini kembali pada ilahi
hanya doa kami menyertai mu dalam tidur abadi mu
hingga tiada kata untuk ungkapkan kesediahan
kawan cukup , kau kini kembali pada ilahi
hanya doa kami menyertai mu dalam tidur abadi mu
amin
semoga kau tidur dalam damai kawan.
semoga kau tidur dalam damai kawan.
puisi ini untuk sobat lupus yang telah pergi ke alam abadi
SELAMAT JALAN SAHABAT
Semilir angin menerpakuSaat ku tatap wajahmu tuk terakhir kalinya
Terputar kembali dalam benakku
Memori – memori indah kebersamaan kita
Saat kita melangkah bersama
Menapaki jalan dakwah
Berjuang menegakkan syariat Islam Pahit getir menemani kita
Namun kau tak pernah berhenti
Cacian, hinaan dan makian
Mengiringi di setiap langkah kita
Tapi kau terus melangkah
Dan menopangku saat ku mulai lelah
Karena kau tahu surga telah menanti
Kemarin….. ya kemarin…..
Saat kita sedang mentadaburi
Surat cinta dari illahi
Mereka datang
Menyeretmu dengan paksa
Dan menghujanimu dengan timah panas
Teriakan takbirmu masing terngiang ditelingaku
Jelas sudah lebih indah dari biasanya
Hmm….. kini, di tempat ini
Aku hanya dapat menatap tubuhmu
Yang terbujur kaku tak bergeming
Dengan mata yang tertutup rapat
Serta bibir yang tersenyum penuh kemenangan
Kau telah bahagia, terlepas dari beban dunia
Aku menangis pun tiada berguna
Karena air mata takkan membawamu kembali
Selamat jalan sahabat…..
Do’akan aku agar dapat meneruskan perjuangan ini
Do’akan aku agar kelak rindu ini dapat terbeli
Jakarta, 14 Desember 2005
Pukul 02:48
DIMANA HARUS KU
MENCARI
Kuhembuskan nafasku
dalam hidup
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu kawanku.....
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu kawanku.....
Namun dalam hati aku
teriak
Teriak tiada henti
Menangis dalam kepedihan
Kesuyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu.....
Teriak tiada henti
Menangis dalam kepedihan
Kesuyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu.....
Hingga aku merasa lelah
Untuk melepaskannya dan meninggalkannya
Kapan kesunyian dan kehampaan ini pergi
Ku lepas dan ku tinggalkan
Untuk melepaskannya dan meninggalkannya
Kapan kesunyian dan kehampaan ini pergi
Ku lepas dan ku tinggalkan
Kapan.....
Adakah secercah harapan
Menyelimuti diri dan merasuk ke hati
Adakah....
Dimana harus ku mencari?
Kawan pengganti seperti engkau.?.........
Menyelimuti diri dan merasuk ke hati
Adakah....
Dimana harus ku mencari?
Kawan pengganti seperti engkau.?.........
SAHABAT
Dulu…..
ku susuri setiap keluhku denganmu
setiap tawa,canda dan airmata
ku labuhkan di pelukmu
ku susuri setiap keluhku denganmu
setiap tawa,canda dan airmata
ku labuhkan di pelukmu
kurindukan hadirmu
kembali
di sini……
di antara asa dan harapan
antara mimpi dan kenyataan
di sini……
di antara asa dan harapan
antara mimpi dan kenyataan
dalam perihnya hidup
yang kini ku jalani….
yang kini ku jalani….
ku ingin kau ada di sini
untukku
tapi……
angan tinggallah angan
kau telah pergi ke dunia yang tak sama denganku
kau telah pergi ke dunia yang tak sama denganku
KALIMAT ORANG YANG MENCINTAI
Terbaca dari pancaran
kedua matanya
Dan dari sikap
Yang keluar dari hati
Dan dari sikap
Yang keluar dari hati
Ia senantiasa
Ingin memberikan yang terbaik yang dimilikinya
Ikhlas berkorban jiwa raga
Dan mendoakannya selalu
Selalu
Ingin memberikan yang terbaik yang dimilikinya
Ikhlas berkorban jiwa raga
Dan mendoakannya selalu
Selalu
Kini,
Saatnya berpisah telah tiba
Semoga kelak tuhan mempertemukan kita kembali
Dalam kondisi hati yang lebih bersih dan
Dalam kondisi keimanan yang lebih tangguh
Saatnya berpisah telah tiba
Semoga kelak tuhan mempertemukan kita kembali
Dalam kondisi hati yang lebih bersih dan
Dalam kondisi keimanan yang lebih tangguh
Sahabat,
Kita telah banyak belajar dari sini
Semoga tuhan senantiasa mengampuni
Kealpaan
diri ini …
Kita telah banyak belajar dari sini
Semoga tuhan senantiasa mengampuni
Kealpaan
diri ini …
SELAMAT
JALAN SAHABAT
Pabila kutatap
penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi
bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya
bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya
bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun
syahdu
Yang membongkarkan rahasia mawar layu.
Detik detik terakhir sirna nya mentari
akan digantikan oleh malam yang terang dipenuhi bintang bintang
Malam itu kita lewati dengan kesunyian, doa dan pengharapan
Yang membongkarkan rahasia mawar layu.
Detik detik terakhir sirna nya mentari
akan digantikan oleh malam yang terang dipenuhi bintang bintang
Malam itu kita lewati dengan kesunyian, doa dan pengharapan
sang surya di atas
kepala
panas….panas… membakar semua yang ada
terang dengan sekejap di gantikan oleh gelap
Kau menghembuskan nafasmu yang terakhir
Innalillahi Wainna lillahi Rojiun
Semoga amal baikmu di terima oleh ALLOH SWY.
panas….panas… membakar semua yang ada
terang dengan sekejap di gantikan oleh gelap
Kau menghembuskan nafasmu yang terakhir
Innalillahi Wainna lillahi Rojiun
Semoga amal baikmu di terima oleh ALLOH SWY.
(alm.Wisnu priadi)
meninggal dengan menderita sakit sebelumnya Anemia plastik.
hanya berjarak 3 mingu saat beliau masuk RS sampai dengan meninggal dunia.
hanya berjarak 3 mingu saat beliau masuk RS sampai dengan meninggal dunia.
SANGKALA
Acuhkan badan yang sudah terlalu manja
Terbayang lepaskan dahaga di ujung siang
Setelah selamat lewati ladang dan jurang
Manusia tak pernah berhenti berjalan
Kadang berlari atau bergerak sangat pelan
Waktu berlalu tak pernah membeku
Mengejar manusia pada jalan lurus atau berliku
Kutatap jalan panjang di depanku
Kuputuskan untuk berlari atau biarkan waktu yg berlalu
Aku berhenti, waktu terus berlari
Aku berlari, waktu tak pernah berhenti
Berlomba dengan waktu
Berusaha sampai ujung terlebih dahulu
Meski tak tau di mana akhirnya
Bisa jauuhhhhhh ke matahari atau hanya di sebrang sana
Tengah hari sampai aku di persimpangan
Hhh senjaku masih jauh, bisikku dalam angan
Tak tau arah mana yg harus aku pilih kini
Seharusnya sudah terpikirkan ketika aku berlari tadi
Umurku terbuang hanya untuk berlari
Entah untuk bermimpi atau mengejar mimpi
Ketika jiwa terasa terburu oleh waktu
Raga di persimpangan hanya diam membatu
Aku masih di sini
Di persimpangan di bawah matahari terik
Masih terbayang lepaskan dahaga saat senja
Terbayang juga perjalanan ini berakhir ketika senja
Aku masih di sini
Perhatikan waktu yg datang menghampiri
bertanya pada waktu
Dan ia jawab datang menjemputku
Oh layla seketika tubuh ini bergetar
Sadari angan yg terbang tinggi telah ingkar
Ragaku ambruk diterjang kenyataan
Padahal aku baru datang di persimpangan
Oh layla ingatlah kata kataku ini
Kau harus tau untuk apa kau berlari
Tak perduli kapan jalan ini berakhir
Ketika berlari kau harus terus berpikir
Jangan mencemooh waktu
Karena kau berlari terlebih dahulu
Perjalananmu mungkin berakhir sampai senja
Atau mungkin hanya sampai pagi buta
Oh layla jangan percaya pada angan yg selalu ingkar
Tapi berlarilah dalam keadaan sadar
Ketika waktu datang menjemput
Percayalah, tak satu pun dalam dadamu tumbuh rasa takut
Oh layla aku hidup untuk berlari
Tapi tak pernah tau untuk apa aku berlari
Oh layla aku hidup untuk berangan
Tapi ternyata jalanku hanya sampai persimpangan
Berburu angan
Diburu waktu
Maut,
Aku takut
PISAH DALAM SATU WADAH
hari
masih pagi
ketika kusadari sekat pemisah
dalam sebuah gedung yang megah
penuh pernak-pernik istana
namun itu bagi mereka
baru saja burung berkicau diatas ranting
membangunkan aku dari tidur panjangku
aku bukanlah merak yang mempunyai bulu indah
aku juga bukan peri cantik
aku hanya kurcaci kecil dalam wadah
ingin rasanya kuhancurkan sekat itu
karena rasa ketidak adilan
tapi sayang, glamour hidup didalamnya
membuat aku teriris mundur
betapa terbatas gerakku saat ini
karena sekat istana raja
aku juga bukan siapa-siapa
hanya seperti ranting kering
di sebuah pohon yang rindang
(Moenthe Carlo)
RATU BERTAHTA DIHATIKU
ketika kusadari sekat pemisah
dalam sebuah gedung yang megah
penuh pernak-pernik istana
namun itu bagi mereka
baru saja burung berkicau diatas ranting
membangunkan aku dari tidur panjangku
aku bukanlah merak yang mempunyai bulu indah
aku juga bukan peri cantik
aku hanya kurcaci kecil dalam wadah
ingin rasanya kuhancurkan sekat itu
karena rasa ketidak adilan
tapi sayang, glamour hidup didalamnya
membuat aku teriris mundur
betapa terbatas gerakku saat ini
karena sekat istana raja
aku juga bukan siapa-siapa
hanya seperti ranting kering
di sebuah pohon yang rindang
(Moenthe Carlo)
RATU BERTAHTA DIHATIKU
Kau selalu setia
menemaniku
Memelukku disaat bimbang
Mendoakanku siang dan malam
Memelukku disaat bimbang
Mendoakanku siang dan malam
Perjuanganmu begitu
berarti bagiku
Kau yang merawatku
Yang tak pernah lelah membimbingku
Kau yang merawatku
Yang tak pernah lelah membimbingku
Walau aku sering membuat
Sungai – sungai yang mengalir deras
Membelah wajah lembutmu
Walau aku sering membuatmu
Kecewa karena sikapmu
Namun cinta kasihmu
Sungai – sungai yang mengalir deras
Membelah wajah lembutmu
Walau aku sering membuatmu
Kecewa karena sikapmu
Namun cinta kasihmu
Tetap tercurah menemani
hari – hariku
Mengiringi langkah kakiku
Wajahmu sebening tetesan embun pagi
Hatimu putih suci
Mengiringi langkah kakiku
Wajahmu sebening tetesan embun pagi
Hatimu putih suci
Seputih awan yang
berarak ceria
Menghiasi keindahan lazuardi
Tak terbayang seandainya kau pergi
Meninggalkanku yang
Terombang ambing arus duniawi
Mama……
Cintamu lebih dari segalanya
Sejak saat aku masih dalam kandunganmu
Kau telah membangun
Tahta kerajaanmu di hatiku
Menghiasi keindahan lazuardi
Tak terbayang seandainya kau pergi
Meninggalkanku yang
Terombang ambing arus duniawi
Mama……
Cintamu lebih dari segalanya
Sejak saat aku masih dalam kandunganmu
Kau telah membangun
Tahta kerajaanmu di hatiku
Sekarangpun demikian
Esok, lusa dan seterusnya
Tak akan ada yang bisa mengganti posisimu
Kau tetaplah ratu di hatiku
Dan akan tetap begitu
Hingga saat kita berkumpul
Di firdaus nanti
Jakarta, 6 Desember 2005
Pukul 22:40
Esok, lusa dan seterusnya
Tak akan ada yang bisa mengganti posisimu
Kau tetaplah ratu di hatiku
Dan akan tetap begitu
Hingga saat kita berkumpul
Di firdaus nanti
Jakarta, 6 Desember 2005
Pukul 22:40
SELAMAT TINGGAL
aku
sayang pada mu..
tlah berjuta wkt terlewatkan bersama…
membuat aku mengeri…
dirimu berarti di hidup ku…
kini aku memohon…
maafkan aku…
tak lama lagi,
aku tak akan ada lagi disini…
meninggalkan senyum mu…
meninggalkan tawa mu…
namun aku berikrar…
tak kan meninggalkan kenangan mu…
tak akan ada yang bisa membuat saat2 kita bersama hilang di hati ku…
maafkan aku…
mungkin aku tak berarti bagi mu…
aku mungkin,,
hanya satu teman dari sejuta teman yang kau punya,
dan mungkin kepergian ku,
tak berpengaruh apapun bagi mu…
teman…
duka mendalam dihatiku,
karena meninggalkan yang terbaik bagi kehidupan ku…
yaitu dirimu,, teman..
terakhir ku ucapkan,
selamat tinggal teman…
aku sayang pada mu..
kemare, hari ini, esok, dan selamanya,
sahabat ku…….
tlah berjuta wkt terlewatkan bersama…
membuat aku mengeri…
dirimu berarti di hidup ku…
kini aku memohon…
maafkan aku…
tak lama lagi,
aku tak akan ada lagi disini…
meninggalkan senyum mu…
meninggalkan tawa mu…
namun aku berikrar…
tak kan meninggalkan kenangan mu…
tak akan ada yang bisa membuat saat2 kita bersama hilang di hati ku…
maafkan aku…
mungkin aku tak berarti bagi mu…
aku mungkin,,
hanya satu teman dari sejuta teman yang kau punya,
dan mungkin kepergian ku,
tak berpengaruh apapun bagi mu…
teman…
duka mendalam dihatiku,
karena meninggalkan yang terbaik bagi kehidupan ku…
yaitu dirimu,, teman..
terakhir ku ucapkan,
selamat tinggal teman…
aku sayang pada mu..
kemare, hari ini, esok, dan selamanya,
sahabat ku…….
SELAMAT JALAN MAWARKU
Proses
demi proses telah kita lalui
Banyak kenangan terukir di lubuk hati
Banyak kesan tersimpul mengikat naluri
Manatap hari-hari penuh misteri
Manggelinding laksana roda pedati….
Yang berputar silih berganti.
Ya Allah Ya Rabbi….
Proses belum selesai
Engkau yang mempertemukan kami
Engkau pula yang memisahkan kami
Namun pertautkanlah selalu hati kami.
Mawarku….
Biarkanlah ku mengenang akan kisahmu.
Biarkanlah ku mengarungi alam pikiranmu.
Engkau bawa obor di hatiku
Engkau bawa pelita di hari gelapku
Kini…. Kita harus berpisah
Berpisah dalam kebersamaan
Kini…. Kau harus pergi, Mawarku….
Pergi untuk kembali lagi.
Mawarku….
Dengan pasrah ku relakan kepergianmu
Walau itu berat terasa
Kutitip banyak harapan
Tertuang Indah di kata ‘Saling’
Saling percaya….
Saling mencinta….
Saling merindu….
Saling menanti.
Sebagai perekat antara kita
Selamat jalan Mawarku.
Banyak kenangan terukir di lubuk hati
Banyak kesan tersimpul mengikat naluri
Manatap hari-hari penuh misteri
Manggelinding laksana roda pedati….
Yang berputar silih berganti.
Ya Allah Ya Rabbi….
Proses belum selesai
Engkau yang mempertemukan kami
Engkau pula yang memisahkan kami
Namun pertautkanlah selalu hati kami.
Mawarku….
Biarkanlah ku mengenang akan kisahmu.
Biarkanlah ku mengarungi alam pikiranmu.
Engkau bawa obor di hatiku
Engkau bawa pelita di hari gelapku
Kini…. Kita harus berpisah
Berpisah dalam kebersamaan
Kini…. Kau harus pergi, Mawarku….
Pergi untuk kembali lagi.
Mawarku….
Dengan pasrah ku relakan kepergianmu
Walau itu berat terasa
Kutitip banyak harapan
Tertuang Indah di kata ‘Saling’
Saling percaya….
Saling mencinta….
Saling merindu….
Saling menanti.
Sebagai perekat antara kita
Selamat jalan Mawarku.
KESEORANG
Masih
saja basah. Sepertinya puisi tak hendak
sampai ke tidur tak berigau ke jaga yang bara.
Api masih dipadamkan hujan.
Tak ada puisi bunga.
Selalu angin bawa awan hitam
di gantungan jemuran.
Masih saja basah.
Kapan kita akan bersajak
Seperti muda yang gagah
Seperti jelita dengan pesona
Seperti cinta dan asmara
Seperti wangi dari dupa
Mungkin pergimu adalah isyarat
Takkan dewasa anak selamanya dikepit ketiak.
Batu belah 110109
sampai ke tidur tak berigau ke jaga yang bara.
Api masih dipadamkan hujan.
Tak ada puisi bunga.
Selalu angin bawa awan hitam
di gantungan jemuran.
Masih saja basah.
Kapan kita akan bersajak
Seperti muda yang gagah
Seperti jelita dengan pesona
Seperti cinta dan asmara
Seperti wangi dari dupa
Mungkin pergimu adalah isyarat
Takkan dewasa anak selamanya dikepit ketiak.
Batu belah 110109
Masih
saja basah. Sepertinya puisi tak hendak
sampai ke tidur tak berigau ke jaga yang bara.
Api masih dipadamkan hujan.
Tak ada puisi bunga.
Selalu angin bawa awan hitam
di gantungan jemuran.
Masih saja basah.
Kapan kita akan bersajak
Seperti muda yang gagah
Seperti jelita dengan pesona
Seperti cinta dan asmara
Seperti wangi dari dupa
Mungkin pergimu adalah isyarat
Takkan dewasa anak selamanya dikepit ketiak.
Batu belah 110109
sampai ke tidur tak berigau ke jaga yang bara.
Api masih dipadamkan hujan.
Tak ada puisi bunga.
Selalu angin bawa awan hitam
di gantungan jemuran.
Masih saja basah.
Kapan kita akan bersajak
Seperti muda yang gagah
Seperti jelita dengan pesona
Seperti cinta dan asmara
Seperti wangi dari dupa
Mungkin pergimu adalah isyarat
Takkan dewasa anak selamanya dikepit ketiak.
Batu belah 110109
Tidak ada komentar:
Posting Komentar