1
FILSAFAT ILMU
Dasar-dasar Pengetahuan
Sumber Ilmu: AL 'ALAQ (1-5)
1. Bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu Yang
menciptakan
2. Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah
3. Bacalah, dan Tuhanmulah
Yang Maha Pemurah
4. Yang mengajar (manusia)
dengan perantaraan kalam
(tulis)
5. Dia mengajarkan kepada
manusia apa yang tidak
diketahuinya.
2
Pendahuluan
Penelitian pada dasarnya adalah suatu
usaha manusia untuk memenuhi rasa ingin
tahunya dalam taraf keilmuan
Sifat dan sikap ilmiah merupakan ciri utama
dari aktivitas penelitian, baik aktivitas dalam
pemikiran maupun aktivitas atau tindakan
nyata di lapangan
Kegiatan penelitian hanya menarik dan
membenarkan suatu kesimpulan jika telah
dilengkapi dengan bukti-bukti empirik yang
benar yang dikumpulkan melalui prosedur
yang jelas, sistematis, dan terkontrol.
Pendahuluan (lanjutan…)
Meneliti merupakan kegiatan yang dapat
memperluas pemahaman tentang dunia
sekitar kita, oleh karena itu penelitian
harus dilaksanakan dengan teliti dan
direncanakan dengan baik.
Di dalam penelitian terlibat data, alat
analisis (teknik), teori. Setiap peneliti
harus terbuka, rasional, teliti dan jujur.
3
Hakekat Terjadinya Penelitian
Salah satu ciri khas manusia adalah rasa ingin tahu
Tidak pernah mencapai kepuasan mutlak untuk
menerima kenyataan yang dihadapinya
Penelitian adalah penyaluran hasrat rasa ingin tahu
manusia dalam taraf keilmuan
Manusia selalu mencari tahu sebab-musabab dari
serentetan akibat
Hasrat ingin tahu manusia mendorong kegiatan
penelitian dan akan mendorong pada
pengembangan ilmu
Penelitian yang berhasil harus berakhir dengan
terjawabnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
pada saat dimulainya penelitian
Peranan penelitian
Membantu manusia memperoleh
pengetahuan baru
Memperoleh jawaban atas suatu
pertanyaan
Memberikan pemecahan atas suatu
masalah
4
Ciri iri khas penelitian
Merupakan proses yang berjalan
secara terus-menerus
Suatu penelitian tidak akan pernah
merupakan hasil yang bersifat final
yang tak dapat diganggu gugat lagi
Hasil penelitian seseorang harus
tunduk pada penelitian orang lain
yang datang belakangan apabila data
yang baru mampu membantah
kebenaran data sebelumnya.
Persyaratan Untuk Menjadi
Peneliti
1. Intelligence (kecerdasan): Merupakan
faktor yang sensial
2. Interest (perhatian): Keinginan tahu yang
sepesifik dan mendalam atas bidang
penelitian
3. Imagination (daya hayal): Jadilah pemikir
yang orisinil dan penghayal
4. Initiative (inisiatif): Mulai dari sekarang
jangan menunggu orang lain atau
mencari-cari alasan untuk memulai
sesuatu
5
Persyaratan Menjadi Peneliti (lanjutan…)
5. Information (informasi) : Kumpulkan
keterangan dan hasil penelitian terdahulu
6. Inventive (daya cipta) : Peralatan yang
tepat belum tentu tersedia, usahakan untuk
menciptakannya sendiri bila perlu
7. Industrious : Berusaha dan
jangan segan-segan untuk menggunakan
kedua tangan atau bagian fisik lainnya
8. Intense observation (pengamatan yang
intensif): Hiduplah dengan penelitian
saudara, kerjakan pengamatan harian dan
waspadalah terhadap hal-hal yang tidak
wajar.
Persyaratan Menjadi Peneliti (lanjutan…)
9. Integrity (kejujuran): Diperlukan secara
mutlak, janganlah membohong diri
sendiri
10. Infectious enthusiasm (entusiesme yang
meluap-luap): Ceritakan penelitian saudara
kepada yang lain dengan cara yang
menarik
11. Indefatigable write (penulisan yang tidak
mudah putus asa): Penelitian baru menjadi
ilmu pengetahuan jika hasilnya sudah
dipublikasikan
Incentive (pahala)
Cintai dan nikmati penelitian saudara
6
Persyaratan Menjadi Peneliti (lanjutan…)
Jika ke 11 "I" di atas dijalankan dengan
baik, saudara dengan sendirinya akan
mendapatkan pahala dalam bentuk
tambahan biaya penelitian, kenaikan gaji,
pangkat, dan sebagainya.
Pada akhir karier saudara dapat
meninjau kembali dengan perasaan puas
dan bangga atas hasil yang telah
saudara capai.
Sifat Penelitian Ilmiah
Seorang peneliti ilmiah harus bisa berfikir
secara skeptik, analitik, dan kritik
Cara berfikir demikian itu sangat berguna
dalam merumuskan pertanyaan secara
tepat dan tajam.
Perumusan pertanyaan yang demikian itu
pada hakekatnya merupakan keterampilan
dasar yang harus dikuasai oleh setiap
peneliti dan calon peneliti
Hanya dengan pertanyaan-pertanya yang
tepat dan tajam peneliti akan mendapat
jawaban-jawan yang tepat dari setiap data
yang ditemukan atau responden yang
diwawancarai
7
Kadar ilmiah adar suatu penelitian
Kemampuannya untuk memberikan
pengertian (understanding) tentang
masalah yang diteliti, sehingga masalah
dan persoalan menjadi lebih jelas.
Kemampuannya untuk meramalkan
(predictive power), artinya sampai
dimana kesimpulan yang sama dapat
dicapai bila data yang sama ditemukan
ditempat lain atau diwaktu lain.
8
Sumber Bacaan (masalah)
Bacaan, terutama bacaan yang berisi
laporan hasil penelitian
Seminar, diskusi, dan lain-lain
pertemuan ilmiah
Pernyataan pemegang otoritas
Pengamatan sepintas
Pengalaman pribadi
Perasaan intuitif
Bagaimana caranya mendapatkan
pengetahuan yang benar ?
Mendasarkan diri
pada rasio
Mendasarkan diri
pada pengalaman
rasionalisme
empirisme
9
Hakikat Penalaran
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam
menarik sesuatu ke-simpulan yang berupa pengetahuan.
Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang
berpikir, merasa, bersikap, dan bertindak.
Sikap dan tindakannya yang bersumber pada
pengetahuan yang didapatkan lewat kegiatan merasa
atau berpirir.
Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan
dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan,
meskipun seperti dikatakan Pascal, hati pun mempunyai
logika tersendiri.
Meskipun demikian patut kita sadari bahwa tidak semua
kegiatan berpikir menyandarkan diri pada penalaran.
Jadi penalaran merupakan kegiatan berpikir yang
mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan
kebenaran.
Penalaran
Penalaran merupakan suatu proses berpikir
yang membuahkan pengetahuan.
Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu
mempunyai dasar kebenaran maka proses
berpikir itu harus dilakukan suatu cara tertentu.
Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap
sahih (valid) kalau proses penarikan kesimpulan
tersebut dilakukan menurut cara tertentu
tersebut.
Cara penarikan kesimpulan ini disebut logika, di
mana logika secara luas dapat didefinisikan
sebagai "pengkajian untuk berpikir secara sahih.
10
Penalaran
Ada dua macam cara penarikan kesimpulan:
– logika induktif
– logika deduktif
Logika induktif erat hubungannya dengan
penarikan kesimpulan dari kasus-kasus
individual nyata menjadi kesimpulan yang
bersifat umum.
logika deduktif, yang membantu kita dalam
menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum
menjadi kasus yang bersifat individual (khusus )
logika induktif
Induksi merupakan cara berpikir di mana ditarik suatu
kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus
yang bersifat individual.
Penalaran secara induktif dimulai dengan
mengemukakan pernyataan-pernyataan yang
mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam
menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan
yang bersifat umum.
Katakanlah umpamanya kita mempunyai fakta bahwa
kambing mempunyai mata, gajah mempunyai mata,
demikian juga dengan singa, kucing, dan berbagai
binatang lainnya.
Dari kenyataan-kenyataan ini kita dapat menarik
kesimpulan yang bersifat umum yakni semua binatang
mempunyai mata.
11
Kesimpulan yang bersifat umum ini penting artinya
sebab mempunyai dua keuntungan.
– Keuntungan yang pertama ialah bahwa pernyataan yang bersifat
umum ini bersifat ekonomis.
– Keuntungan yang kedua adalah dimungkinkan proses penalaran
selanjutnya baik secara induktif maupun secara deduktif.
Secara induktif maka dari berbagai pernyataan yang
bersifat umum dapat disimpulkan pernyataan yang
bersifat lebih umum lagi.
Umpamanya melanjutkan contoh kita terdahulu, dari
kenyataan bahwa semua binatang mempunyai mata dan
semua manusia mempunyai mata, dapat ditarik
kesimpulan bahwa semua makhluk mempunyai mata.
Penalaran seperti ini memungkinkan disusunnya
pengetahuan secara sistematis yang mengarah kepada
pernyataan-per-nyataan yang makin lama makin bersifat
fundamental.
logika deduktif
Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang
sebaliknya dari penalaran induktif.
Deduksi adala cara berpikir di mana dari pernyataan
yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat
khusus.
Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya
mempergunakan pola berpikir yang dinamakan
silogismus.
Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan
sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung
silogismus ini disebut premis yang kemudian dapat
dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor.
Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari
penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut.
12
Selesai…!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar